My First Kiss, Not My First Love

My First Kiss, Not My First Love
PROLOG



...Two Years later......


...Di Pulau Bali, di pesisir sebuah pantai yang terlihat begitu tenang, karena gelombang ombak yang tidak terlalu besar, beberapa wisatawan domestik maupun dari mancanegara sedang menikmati acara liburan di akhir pekan mereka bersama keluarga, teman maupun pasangan, di waktu pagi, hari itu....


...Pasir putih dan kondisi pulau yang sangat bersih membuat wisatawan yang berkunjung bersama keluarganya merasa nyaman membawa dan membiarkan anak - anak mereka bermain di tepi pantai. Namun tetap saja masih di bawah pengawasan orangtua mereka....


...Hanna, wanita yang menjadi tokoh utama cerita ini, kedua tangannya kini terlihat sedang menuntun seorang bayi laki - laki berusia sekitar satu tahun yang masih belajar berjalan. Terlihat dari cara berpakaiannya bayi itu sudah di pastikan bergender laki - laki....


...Hanna, dia yang kini rambutnya sudah terlihat panjang kembali, namun bergelombang di bagian bawah dan kini rambutnya ia ombre dengan warna cokelat keemasaan yang berwarna sedikit hitam di bagian atas namun semakin kebawah jadi lebih terang, dan rambutnya ia ikat dengan gaya half pony tail hari itu. kini penampilan dan cara berpakaiannya terlihat lebih dewasa dari biasanya....


...Pagi itu, dia memakai kemeja pantai motif daisy berwarna pastel berlengan 3/4 dengan model kemeja cropped top sehingga memperlihatkan pusar dan perutnya yang kini memiliki Abs atau otot perut. Serta memakai celana kulot berwarna hitam....


...Hanna terlihat ceria dan lebih bahagia kembali. Dia sudah menemukan semangat dan kebahagiaan lainnya dalam hidupnya semenjak kelahiran bayinya satu tahun yang lalu....


...Di belakang mereka, nampak seorang pria bertubuh atletis berkulit kuning langsat yang hanya memakai celana pantai selutut berwarna hitam polos berlarian menghampiri mereka yang sudah terlihat menjauh....


...Pria itu mendekat pada mereka dan langsung menggendong bayi Hanna di pundaknya. Sambil bercanda tawa, antara Hanna dan pria itu mencoba membuat bayinya tertawa....


...Pria itu menggendong sang bayi sambil berjoged dan menghentakkan pundaknya membuat tubuh sang bayi naik turun dan tertawa terbahak - bahak. Mungkin pikirnya dia sedang menaiki kuda ataupun odong - odong....


...Dan, langkah mereka terhenti di depan sepasang keluarga lainnya yang sedang menunggu seorang anak perempuan berusia sekitar 3 tahun yang bermain pasir putih di pesisir pantai....


...Hanna dan bayinya kini ikut bermain pasir putih bersama mereka. Tawa bahagia mengiringi para orang tua yang sedang melihat kelucuan anak - anak mereka yang sedang bermain pasir putih yang sudah mulai mengubur sebagian kaki mereka....


...Dan, dari kejauhan seorang pria yang sejak tadi mengawasi kebersamaan Hanna dan keluarga kecilnya berbalik arah dan menjauh, berjalan sambil menunduk dan membetulkan posisi kacamatanya....


...Sekilas, Hanna sempat menatap punggung pria yang mengawasinya sejak tadi, yang kini sudah semakin menjauh. Pria bertubuh tinggi yang memakai hoodie dan pants berwarna hitam itu pun menghilang di tengah kerumunan para wisatawan lainnya yang memenuhi pesisir pantai di bagian lainnya....


...***...


..." Chagiya... Chagiya... Chagiya... "...


...Suara Siwan kala memanggil namanya dengan panggilan kesayangan darinya menghiasi mimpi Hanna malam itu....


...Dan, Hanna pun terbangun dengan mata nyalang dan mulut terbuka lebar dan terlihat seperti seseorang yang kehabisan nafas....


..." Han, istigfar... " seorang pria yang sedang menggendong bayi Hanna malam itu menyadarkan lamunan Hanna....


..." Astagfirullah, jam berapa ini ?" tanya Hanna....


..." Jam 2 Han, kau pasti masih lelah, tidur saja, biar Hwan aku yang jaga " ucap pria itu....


..." Apa Hwan rewel ?" tanya Hanna....


..." Tidak, dia hanya buang air besar, aku sudah mengganti popoknya dan memberinya sedikit susu formula, sepertinya Hwan mulai mengantuk lagi, biar aku saja yang menidurkannya !!" ujar pria itu dengan lirih....


...Pria itu menina bobokan bayi Hanna yang bernama Hwan, di pundaknya. Dengan sikap yang lembut, pria itu mengayunkan tubuhnya perlahan ke kiri dan ke kanan dengan sambil menepuk nepuk punggung bayi Hwan dengan lembut....


...Setelahnya, Hanna berjalan menghampiri pria itu dan melihat dengan seksama wajah bayinya yang kini sudah menutup matanya di pundak sang pria....


..." Dia sudah tidur " bisik Hanna di telinga pria itu....


...Siapakah pria tersebut ??...


...****...


...Suatu hari di waktu senja, Hanna sedang duduk di sofa sambil meng-Asi-hi bayi Hwan di sebuah ruang keluarga yang jendela sampingnya besar dan mengarah pada halaman luar yang merupakan sebuah taman yang nampak asri dan teduh....


...Berbagai jenis tanaman hias, bunga - bunga serta kolam ikan kecil dengan air mancur turut serta menghiasi taman yang cukup luas itu. Dan, terlihat dari kejauhan, ada sebuah rumah pohon yang cukup tinggi dengan dua jenis tangga sebagai akses untuk naik menuju rumah pohon itu. Tangga kayu dan tali jaring outbond atau cargo net jembatan tangga....


...Sebuah rumah pohon yang berukuran sedang, cukup untuk 4 hingga 5 orang anak bermain di atasnya ataupun tidur dan berkemah di sana....


...Saat sedang melamun, tiba - tiba bayi Hwan menggigit p*t*ng pay*d*ra miliknya....


..." Aww... " Hanna menjerit karena merasa sakit dan terkejut, begitu juga dengan bayinya, wajah Hwan nampak terkejut mendengar jeritan ibunya hingga ia melepaskan mulutnya dari PD ibunya dan menatap ibunya dengan ekspresi sedih dan hendak menangis....


..." Astagfirullah, sayang... maaf, bubu kaget, maaf yaa.. " Hanna berusaha menenangkan bayi Hwan agar tidak menangis gara - gara kelakuannya....


..." Ciluk... baa.... " Hanna menggoda bayi Hwan....


...Dan akhirnya sang bayi tercintanya pun tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang terlihat mungil namun masih tajam. Ke 8 giginya, 4 gigi atas dan 4 gigi bawah akhir - akhir ini lebih sering aktif menggigit PD miliknya, biasanya bayi melakukannya karena dia merasa kesakitan atau gatal saat gigi yang lainnya akan tumbuh kembali....


..." Coba bubu mau lihat mulutnya... apa Hwanku mau tumbuh gigi lagi, coba aaaa.... " ucap Hanna mengajak bayinya berinteraksi....


..." Ayo... lihat, bubu mau lihat lagi coba mana gigi kelincinya yang lucu, aaaa.... " Hanna membuka mulutnya lebar - lebar mencoba memberitahu Hwan agar mau membuka lebar - lebar mulutnya seperti dia....


...Tiba - tiba dari belakang seorang perempuan yang sudah berusia lanjut berjalan terpatah - patah mendekat padanya dengan di bantu oleh tongkat sebagai alat bantuannya ketik berjalan....


..." Kenapa Han ?" tanya ibu itu yang kini sudah duduk di samping Hanna dan Hwan....


..." Ini bu, aku kaget, Hwanku menggigit lagi, sepertinya giginya ada yang mau tumbuh lagi nih " jawab Hanna sambil mengancingkan bajunya....


...Kebiasaan para ibu - ibu kadang setelah menyusui lupa mengancingkan baju mereka, seolah dengan sengaja mengumbar PD mereka yang terlihat lebih indah kala cairan Asi membuatnya semakin mengembang....


..." Cucuku semakin besar semakin pintar ya, mau tambah gigi lagi biar cepat - cepat bisa makan daging steik yaa... aih... lucunya " ucap ibu tersebut yang tertawa melihat bayi Hwan tersenyum dan mencoba menjawab ucapan ibu itu, dengan suara - suara kecilnya yang menggemaskan. Seperti sedang mencoba berkomunikasi bersama wanita lanjut usia di hadapannya kini....


...Saat mereka bertiga sedang bercengkerama, seorang pria datang mendekat dari arah samping mereka dan mengucapkan salam....


..." Assalamualaikum !!"...


..." Waalikum salam !!" jawab Hanna, lalu tersenyum sangat lebar ke arah pria itu....


...Prolog End...