
WARNING mengandung adegan 18+
Saat itu, di dalam sebuah mobil di pinggir jalan, saat hujan sedang turun sangat lebat, aku duduk berdua di dalam mobil bersama paman. Sambil mengobrol dan bercanda tawa, kami menikmati suasana berisiknya air hujan dari dalam mobil.
Lalu, tiba - tiba, setelah aku menanyakan beberapa hal karena merasa penasaran,
" Aku memang menyukaimu, tapi aku tidak akan memaksa, aku akan menunggumu. "
Setelah mendengar paman berkata seperti itu, secara tidak sadar, aku langsung mendekatkan wajahku pada paman. Perlahan aku mendekat dan, aku mengecup bibirnya. Hanya sebentar, aku hanya sebentar mengecup bibirnya.
Paman yang sepertinya terkejut, dia hanya diam sambil menatapku, lalu aku menjauh dari hadapannya, aku mundur secara perlahan, tapi, tiba - tiba, paman menarik kepalaku dengan tangannya perlahan dan secara lembut. Lalu dia menciumku kembali, kedua tangannya memegang kepala belakangku.
Aku membalas ciumannya, sambil melingkar kan tanganku pada pinggangnya. kami berciuman selama beberapa detik dengan penuh nafsu, seperti sepasang kekasih yang sudah lama tidak bertemu dan saling merindukan. Suhu tubuhku tiba - tiba berubah menjadi lebih panas, aku merasakan sensasi dan gairah yang menggebu.
Di dalam hati, aku berkata, " inikah rasanya, berciuman, inikah rasanya gairah bercinta yang selama ini selalu kak Siska ceritakan padaku."
Sungguh, aku merasakan sensasi yang berbeda, inikah rasanya cinta, mungkin selama ini aku sudah merasakan sesuatu yang spesial juga untuk paman, inikah rasanya cinta yang tidak bertepuk sebelah tangan.
Setelah kami selesai berciuman, paman lalu memelukku. Aku mendekapnya erat, di dalam pelukannya kali ini, aku merasakan kehangatan, kenyamanan dan rasa bahagia yang mendalam. Ya, dia si pencuri kesucian bibirku, ini adalah ciuman pertama bagiku.
Beberapa menit kemudian, hujan pun reda.
Paman memutuskan untuk keluar mengganti ban mobilnya, aku pun ikut keluar dari mobil, siapa tahu dia membutuhkan bantuanku.
Saat sedang mengganti ban, aku terus menatapnya sambil berjongkok. Aku menatapnya penuh rasa kagum. " Dia sangat manly, penuh kharisma" ucapku di dalam hati, Walaupun dia hanya sedang mengganti ban mobil, tapi aku sangat senang menatapnya. Hingga membuat paman merasa canggung dan gugup di tatap olehku seperti itu.
" Inikah rasanya jatuh cinta lagi ." Ucapku secara tidak sadar.
" Apa, kau bilang apa ? aku tidak mendengar nya. " Sahut paman.
" Ah, tidak. Sudah selesai ?" tanyaku.
" Sudah, aku bereskan dulu semua ini ya. ( menunjuk ban yang sudah bocor dan beberapa alat - alat bengkel lainnya )".
" Aku tunggu di mobil ya, ahjussi. "
Dia hanya mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum.
Aku menunggunya di dalam mobil. Tidak lama kemudian, paman membuka pintu mobil dan mengambil satu botol air mineral, dia meminumnya sedikit lalu mencuci tangannya yang sedikit kotor terkena oli tadi. Lalu dia mengelapnya dengan tissue.
Kami pun meneruskan perjalanan kami menuju Plaza untuk membeli hp.
Sesampainya di sana, paman mengajakku ke salah satu gerai hp, dia mengajakku ke gerai hp milik temannya. Dia menyuruhku memilih hp mana yang akan ku beli, tapi, disana tidak ada hp incaranku. Karena dia membawaku ke gerai hp merek buah tergigit. Padahal saat itu, aku tidak berniat membeli hp dengan merek itu.
Paman yang daritadi sedang mengobrol dengan temannya, lalu menghampiri ku yang terlihat kebingungan.
" Ada apa ?" tanya paman.
" Ahjussi, kau bahkan tidak menanyakan kepadaku merek hp apa yang ingin kubeli. " Ucapku.
" Memangnya merek apa? bukan merek hp buah tergigit ini kah? "
" Tidak ahjussi, aku tidak bisa membelinya, aku tidak bisa membeli barang yang tidak sesuai dengan isi dompetku, dan kalaupun aku membeli merek ini yang harganya paling murah, tidak sesuai dengan spesifikasi hp yang ku inginkan."
" Kalau begitu, kau beli saja yang paling mahal dan bagus, aku akan membelikannya untukmu. " Ucap paman.
" Tidak mau, aku kan sudah bilang, aku hanya meminjam uangmu sementara, nanti saat aku terima gaji, aku akan membayarnya. "
" Kau seorang wanita yang sangat teguh pendirian ya." Lalu dia tersenyum.
" Kalau begitu, ayo kita cari barang yang kau inginkan. "
Paman lalu berpamitan pada temannya itu. Kami langsung menuju ke gerai hp Semsong, hp incaranku saat itu. Aku hanya membeli hp merek Semsong sesuai kebutuhanku saja. Tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal.
Setelah selesai bertransaksi, lalu kami makan di salah satu kedai di sana. Seperti biasanya, saat sedang menunggu makanan datang, kami selalu mengobrol.
" Jadi, sekarang, status kita ini, apa ?" tanyaku pada paman.
" Ih..... " aku merasa kesal.
" Kau pujaan hatiku, mulai saat ini, aku akan menjadi pria mu. Aku akan berusaha semampuku untuk membahagiakan mu dan melindungi mu. Setuju.. ?"
Aku hanya tersenyum tersipu malu mendengarnya. Apalagi saat dia menggenggam tanganku lalu menciumnya.
Kami berdua sedang di mabuk cinta, dunia serasa milik berdua, sampai - sampai ada pramusaji datang pun kami tidak menyadarinya. Kami hanya fokus saling menatap dan tersenyum satu sama lain.
" Permisi, makanannya sudah siap. " Ucap seorang pramusaji itu sambil menahan tawa.
" Oh.. iya, terimakasih banyak ya. " Ucapku sambil melepaskan tangan paman.
Satu jam kemudian, setelah selesai makan, kami sudah bersiap - siap untuk pergi kembali meneruskan perjalanan kami.
Aku, akan menemui pemilik hp, maksudku pria yang berhasil membuat hp ku remuk itu. Ternyata dia salah satu anggota kepolisian di Polresta Denpasar. Aku sedikit terkejut karena aku janji akan menemui nya di kantor polisi, karena saat ini dia sedang bertugas dan tidak bisa meninggalkan kantornya.
Tapi, paman mencoba menenangkan ku, dia bilang akan selalu menemaniku pergi kemanapun hari ini.
Setibanya di sana, aku lalu menelponnya lagi dan memberitahu bahwa aku sudah berada di ruangan yang tadi ia sebutkan di telepon. Aku terduduk di samping paman dengan kaki agak gemetar. Aku belum pernah datang ke kantor polisi sebelumnya.
Dulu pernah, saat membuat surat keterangan catatan kriminal untuk melamar kerja di polsek, aku hanya sampai di bagian depan kantornya saja.
Saat seseorang masuk ke dalam ruangan itu, dia, pria bernama Jhony itu, polisi yang membuat hp ku remuk, tiba - tiba tersenyum dan berkata.
" Wah... lama tidak bertemu. Bagaimana kabarmu ?" dia mengulurkan tangannya pada paman.
" Baik, kau sendiri, bagaimana ?" tanya paman.
" Aku, seperti yang kau lihat, inilah hasil sering mampir ke tempat gym mu. " Ucap pak polisi itu sambil memperlihatkan kedua otot lengannya.
Mereka berdua saling menatap dan tersenyum bersama, dan aku, hanya bagaikan kambing congek di tengah keakraban mereka, bahkan mereka tadi sempat saling berpelukan seperti teletubies.
" Eh iya, maafkan saya, lupa kalau sudah bertemu teman lama pasti seperti ini. Kalian datang kemari bersama ? apa kalian saling mengenal ? atau jangan - jangan, dia... " pak polisi itu tidak melanjutkan perkataannya dan memasang wajah penuh curiga.
" Iya, aku mengantarnya kemari, dia kekasihku. " Ucap paman sambil menatapku.
" Wah.. akhirnya, ada seseorang yang memikat hatimu lagi. Ayo silahkan duduk." Pak Jhony mempersilahkan kami duduk.
Aku langsung memberikan hpnya.
" Ini pak, saya mau mengantarkan hp anda. Saya sudah mendapatkan gantinya, jadi anda tidak perlu repot - repot membeli hp baru untuk saya. " Ucapku.
" Lho.. tidak bisa begitu, saya sudah merusak hp mu, saya harus bertanggung jawab atas perbuatan saya sendiri. " Jawab pak Jhony.
" Tidak perlu, saya benar - benar merasa berterima kasih pak Jhony sudah mau bertanggung jawab pun saya benar - benar berterima kasih sekali. " Ucapku.
" Tidak bisa begitu dik, saya yang merasa tidak enak. Bagaimana kalau saya ganti dengan hp saya saja yang ini, tolong ambil saja. " Pak Jhony menyodorkan hpnya kembali.
" Tidak pak, harga hp saya tidak seberapa mahalnya di bandingkan hp bapak yang ini. Malah saya yang merasa tidak enak jadinya. " Sahutku.
" Loh.. gimana ini, dik, kamu sudah dibelikan hp mahal ya sama pacarmu itu. " Pak Jhony melirik paman.
Paman yang sedari tadi hanya duduk dan tersenyum melihat perdebatan kami, kali ini langsung angkat bicara.
" Tidak, dia membeli hp dengan uangnya sendiri. Dia juga tidak mau ku belikan dengan uangku. Sudah, kau mengalah saja, kau tidak akan menang melawannya !!." Seru paman.
" Yasudah, karena kau membuatku berhutang, lain kali kalau butuh bantuan ku, kau telepon saja aku ya. Nomorku masih kau simpan kan ?" tanya pak Jhony.
" Masih pak " jawabku.
" Nah, nanti kalau pria ini macam - macam sama kamu, apalagi berniat menculikmu, laporkan saja padaku, saat itu juga akan ku tangkap dan ku borgol dia. Aku akan jebloskan ke dalam sel tanpa ampun. Paham dik !!" ucap pak Jhony panjang lebar.
" Siyap, komandan " aku memberi hormat padanya.
Setelah, selesai urusan dengan pak Jhony, kami berdua pun pulang. Karena sudah malam, paman mengantarku pulang ke tempat kostku.