My First Kiss, Not My First Love

My First Kiss, Not My First Love
Kembalinya Andre



Pukul 22.00 wita, Audrey bangun dari tidurnya. Dia membuka matanya dan merasa kaget, ketika dia bangun, ruangan sekitar nampak asing baginya.


" Ya ampun, dimana ini... " ucapnya sambil mengucek - ngucek matanya.


Tiba - tiba dari belakang ada seseorang yang menyentuh pundaknya.


" Kenapa sih lu... ?" tanya Karina yang ternyata ikut terbangun saat Audrey grasak grusuk di atas kasur.


" Aarrggh... (Audrey berteriak) 'sumpah mak gue kaget." Audrey berbicara sambil mengusap dadanya.


" Ada apa sih kalian, ribut amat. " Yasmin pun ikut terbangun. Dan sepertinya Audrey baru tersadar bahwa saat ini mereka sedang berada di kamar kost Hanna, di Bali.


" Jadi kita beneran udah di Bali ?" tanya Audrey.


" Wah.. parah lu, hilang ingatan kayaknya, udah ah, aku mau cuci muka dulu. " Karina beranjak dari kasur dan keluar dari kamar menuju kamar mandi.


Saat melewati ruang tv, dia melihat tv menyala tanpa penonton. Karena Hanna yang sedang bersantai di atas bean bag nya tertidur pulas. Dia mematikannya dan mencoba membangunkan Hanna.


" Han, bangun Han, pindah ke kamar aja sana.." Karina menggoyangkan badan Hanna perlahan.


Hanna pun terbangun, dia terduduk sebentar di atas bean bag nya.


Tidak lama, keluar Audrey dan Yasmin dari dalam kamar menghampiri Hanna di ruang tv.


" Han, maaf ya, kita ketiduran di kamar, kamu malah tidur disini. " Ucap Yasmin.


" Gapapa kali, santai aja.. " ucap Hanna, lalu teringat kembali sesuatu.


" Eh.. kalian lapar gak? belum makan apa - apa semenjak datang kemari.


" Iya sih, sebenernya perutku keroncongan nih.. " Ucap Audrey.


" Aku udah bikin miedog (mie + telur di masak seperti pizza) tuh buat kalian, gak ada nasi sih belum belanja lagi aku." Ucap Hanna sambil beranjak dari beanbag chair nya.


Sekitar pukul 22.30 Wita, mereka berkumpul bersama di ruang tv sambil menyemil miedog yang sudah dingin buatan Hanna.


Dan, seketika Hanna teringat sesuatu, sebelum tidur dia sedang berbalas chat dengan Siwan. Dia langsung mencari hpnya dan mengeceknya, ternyata memang ada balasan chat lagi dari Siwan dan panggilan tak terjawab darinya.


Saat itu juga, dia langsung membalas pesan chat Siwan.


Dan, tidak lama kemudian, Siwan menelponnya, Hanna langsung masuk ke dalam kamar nya dan mengangkat teleponnya.


" Hallo, ahjussi..." ucap Hanna.


" Kau sedang apa ?" tanya Siwan di sebrang sana.


" Aku, baru bangun dan sedang ngemil sama mereka, maaf ya, tadi aku ketiduran. "


" Tidak apa - apa, aku tadinya ingin menemui mu, tapi pasti kau merasa lelah. "


" Emh... terimakasih ya, sudah memberi tumpangan untukku dan sahabatku lewat Aji. "


" Aku tadinya yang ingin menjemput mu, tapi mendadak ada pertemuan bisnis, maaf ya !!" ucap Siwan.


" Tidak apa, ahjussi. Emh.. belum tidur ?" tanya Hanna.


" Aku sedang membereskan pekerjaanku, sebentar lagi selesai. "


" Dimana?"


" Di rumah, aku sedang di ruang kerja mengecek beberapa file masuk. Besok mau kemana?"


" Aku belum tahu, kami belum membahasnya, tadi kami ketiduran karena lelah di perjalanan. "


" Baiklah, kabari aku ya, nanti aku sendiri yang akan mengantar kalian, tidak apa - apa kan?"


" Memangnya tidak merepotkan ? aku takut mengganggu pekerjaanmu."


" Aku akan meluangkan waktu untukmu, kau tenang saja !!"


" Baiklah, nanti aku akan bicarakan dulu dengan mereka. "


" Oke, kau beristirahat lah."


" Baiklah, ahjussi, kau juga, jangan tidur terlalu larut. "


" Iya, sebentar lagi aku tidur. "


Beberapa detik tidak ada jawaban dari masing - masing, padahal mereka belum menutup teleponnya.


" Hallo.. ahjussi..."


" Ya, ada apa?"


" Ah.. tidak.. kalau begitu aku tutup telepon nya ya.. "


" Tunggu dulu, aku.. ingin mengatakan sesuatu padamu.. " ucap Siwan menahan Hanna yang akan menutup telepon nya.


" Aku... aku sangat merindukan mu.. aku mencintaimu.. chagiya... " ucap Siwan.


" Iya.. aku juga. Bye... " Lalu dia menutup teleponnya. Hanna tersenyum sendiri di dalam kamar menatap hpnya, lalu menatap foto Siwan yang menggantung di tembok kamarnya. Dan tiba - tiba dari belakang, ketiga sahabatnya membuatnya kaget.


" Cie... cie... udah baikan nih.." ucap Yasmin menggoda.


" Ehem... asyik nih, bisa dong di kenalin ke kita - kita secara langsung." Ucap Audrey.


" Ih... kalian nguping ya..." ucap Hanna baru menyadari bahwa sedari tadi ketiga sahabatnya menguping pembicaraan antara dia dan Siwan di telepon.


Lalu mereka berkumpul di dalam kamar Hanna, mereka bertanya perihal masalahnya dengan Siwan. Dan Hanna menceritakan semuanya pada ketiga sahabatnya itu, tentang apa yang di bicarakan Aji padanya tadi.


" Wah... kira - kira si Sammy ngomong apa ya? ampe di hajar habis - habisan gitu." Ucap Karina.


" Ih.. kamu tahu gak, si Sammy itu, aku juga kata si Ricko ya, sahabatnya sendiri yang bilang, si Sammy jadi kaya yang stress gitu tau, dia jadi rada - rada kaya psycho, semenjak dia fokus jadi pelukis, bahkan di kampusnya aja dia gak punya temen deket, dia jadi sering mengucilkan diri sendiri dari lingkungan sosial, bahkan keluarganya juga jarang berkomunikasi sama dia kalau lagi di rumah. " Ucap Yasmin.


" Iya nih, pantes aja, terakhir kali aku ketemu dia, ampe kaget sumpah, pangling, dia jadi lebih kurus, rambut gondrong brewokan, kaya ki Joko apa tuh yang sering muncul di tv... " tanya Karina.


" Ki Joko Pinter..!!" jawab Audrey.


" Nah, itu.. dia jadi gak keurus gitu, semrawut deh, gak kaya pas masih SMA, terlihat sehat, badannya berotot, mukanya seger.. " Ucap Karina.


" Buah dan sayur.. kali seger mah. " Timpal Audrey.


" Pokoknya kamu emang harus agak hati - hati deh sama dia ya..!!" Seru Yasmin.


" Iya.. iya.. tapi, meskipun kayak gitu, dia juga temen kita kan, gak seharusnya kita menjauhi dia hanya karena pernah berbuat kesalahan, lagi pula, setiap kali ketemu sama aku, dia berpenampilan rapih, rambutnya selalu di ikat dan di sisir rapih, malah masih pake baju biasa dan wangi, gak kaya ki Joko mu itu... " Hanna menatap Audrey.


" Dih.. apa maksudnya tuh ngeliatin gue.. " ucapnya cemberut.


Hahahaha.... sontak yang lainnya pun tertawa melihat tingkah lucunya.


Lalu mereka lanjut membahas rencana liburan besok, mau pergi kemana dan naik kendaraan apa, kostum yang akan mereka pakai apa dan apa saja yang mereka butuhkan. Mereka membahasnya hingga larut malam. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 Wita, mereka memutuskan untuk mengakhiri perbincangan malam mereka dan pergi tidur berdesakan di atas kasur kecil milik Hanna.


Malah karena saking sempitnya, Audrey memutuskan tidur di atas beanbag chair milik Hanna, dia membawanya ke dalam kamar tidur saat itu juga.


Keesokan harinya, pukul 07.00 Wita, para gadis baru terbangun dari tidur lelap mereka, karena semalam mereka tidur sangat larut.


Mereka memutuskan untuk membeli sarapan bersama di angkringan belakang gedung kostan.


" Eh.. gimana first love mu, udah lama gak ketemu, pasti makin ganteng aja.. " ucap Karina.


" Ish.. apaan sih lu, mau di embat juga si Rayhan ?" ucap Audrey.


" Heh... cuma nanya doang, apaan sih lu sewot amat.. " jawab Karina.


" Hihihi... udah ah, ntar aku telepon dia buat ketemuan sama kita, oke... !!!" sahut Hanna.


Saat mereka sedang asik makan pagi di angkringan, ada seseorang yang menghampiri mereka.


" Hallo nona manis, apa kabar ?" ucap seorang pria yang tiba - tiba duduk di sebrang Hanna.


" Bang Andre... kemana aja nih, baru ketemu lagi kita.. " ucap Hanna.


" Iya nih, aku sibuk, baru balik lagi ke Bali awal tahun kemarin, ngomong - ngomong, siapa nih nona - nona manis di sampingmu?" tanya Andre, pria yang sempat menodong Hanna di awal episode.


" Eh.. iya, kenalin nih, sahabat - sahabatku dari Bandung, lagi pada liburan disini."


Lalu satu persatu teman Hanna bersalaman dan memperkenalkan diri.


" Wah.. asik betul ya, bisa liburan bersama, udah keliling kemana aja nih ?" tanya Andre kembali.


" Belum lah bang, kita baru nyampe sini kemarin sore. Baru mau pergi siang ini.. " sahut Hanna.


" Owh... gitu, hati - hati ya, jaga diri baik - baik, jaga keselamatan !!" Andre memberi nasihat pada mereka.


" Siyapp bang !!" ucap Hanna lalu tersenyum.


" Yasudah, aku pulang dulu ya, mau makan di rumah saja, badanku agak lelah hari ini." Ucap Andre lalu beranjak dari kursinya dan pergi mengambil pesanan makanan dari pedagang dan berlalu pergi menuju tempat kostnya.


" Ish... bisa - bisanya dia berlaku baik sama orang yang sempat mau merampoknya.. " Yasmin menatap tajam mata Hanna.


" Apa.. rampok... " ucap Karina dan Audrey kompak.


" Sssstttt... jangan keras - keras.." ucap Hanna.


" Gak ngerti aku sama alur cerita kehidupan lu, Na !!" ucap Yasmin.


" Orang kan bisa berubah, Yas, lagipula, dia sudah minta maaf, dia lagi khilaf, dan kita juga belum tahu dia yang sebetulnya orang seperti apa, selama dia berubah dan memperlakukan kita dengan baik, tidak seharusnya kita berburuk sangka terus sama dia. " Ucap Hanna.


" Siapa sih ?" tanya Audrey.


" Itu loh, orang yang... bla.. bla.. bla... " Hanna mencoba menjelaskan kembali cerita yang dulu saat pertama kali dia bertemu Andre.


" Oh.. ya mana gue tahu, kan belum pernah cerita ama gue.. " Tukas Audrey.


" Iya lupa, aku cuma cerita sama Yasmin aja. Hehe... " ucap Hanna.


Selesai makan, mereka kembali ke kostan dan bersiap - siap untuk pergi berlibur menuju lokasi tujuan sesuai kesepakatan mereka tadi malam.