
Setelah istirahat di minimarket, mereka kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini, mereka hanya mendengarkan musik sambil mengobrol tanpa berkaraoke ria.
" Na, kamu tahu gak, si Latifa anak ips 3 dulu ? tanya Audrey.
" Oh... iya, aku kayanya sering liat di instagrem kayanya, dia jadi penyanyi cafe ya, di daerah Braga" ( salah satu nama jalan di Bandung). Jawab Hanna.
" Yups.. dia, ih, aku sebel deh, sombong tau, ketemu sama aku di toko, cuma senyum aja, nanya juga seperlunya, kayak yang merendahkan mentang - mentang aku cuma spg baju." Ucap Audrey..
" Ish.. sabar.. gak apa - apa, yang penting kita gak gitu sama orang lain. " Hanna mencoba menenangkan Audrey dengan menepuk pundaknya.
" Tapi emang bener Na, dia sama aku juga gitu. " Sahut Karina.
" Ya udah pasti lah sama kamu mah, Rin, dia dulu kan suka sama pacar kamu si Erwin, makanya dia sebel sama kamu." Jawab Yasmin.
"Hihihi.." Karina hanya tertawa tengil.
" Yang terbaru nih ya, dia lagi memamerkan skill whistle nya, itu lagunya Minnie Riperton yang loving you, dia lagi sering bawain lagu itu, pake di upload ke sosmed segala, tweety, instagrem udah pasti ke fb juga." Audrey berbicara penuh emosi.
" Santai kali lu, Rey, menggebu - gebu gitu." Ucap Hanna.
" Kamu coba deh nyanyiin lagu itu, menurut aku suara kamu lebih cocok bawain lagunya.. nih, tunggu bentar.. " Ucap Audrey pada Hanna, lalu menunjukkan video lagu yang ada liriknya di chanel yucup di hpnya.
Hanna pun mulai bernyanyi, dan memang benar, suaranya sangat tenang, membawakan lagunya penuh penghayatan dan part whistle nya yang memekik telinga tapi sangat nyaman di dengarnya. Membuat Siwan dan Aji yang mendengarnya merasa nyaman.
" Tuh.. kan, kamu emang cocok Na, jenis suaramu lebih cocok. " Ucap Audrey memuji Hanna.
" Kamu juga bisa kali, masa gak bisa sih. " ucap Hanna.
" Aku udah coba, Na, suara ngebass aku gak cocok " sahut Audrey.
" Ya terus, masalahnya apa ? kalau emang gak suka liatnya, kamu unfollow dia aja kali di semua sosmed mu, Rey. Biar tentram Hati kamu !!" Seru Hanna.
" Udah pernah kali, dia minta di follback lagi malahan, kaya yang sengaja lagi manas - manasin gue, tau gak sih... " ucap Audrey.
" Oh... aku baru inget, dia sering komen loh di sosmed kak Eky tiap kali dia post sesuatu. Tapi gak pernah di balas, dia tau kali kamu lagi pdkt sama si kak Eky, jadinya sebel sama kamu. " Ucap Yasmin.
" Oh.. iya betul, kak Eky sekarang juga sering nge band kan, Rey.. ? Dia keren loh pas lagi megang gitar." Ucap Hanna.
Sontak Siwan yang mendengarnya agak melotot, tapi hanya Aji yang melihatnya dari samping.
" Iya, dia kan jadi band pengiring si Latifa itu kalau lagi nge jam atau akustikan. " Jawab Audrey.
" Nah... apalagi mereka sering ketemu, hati - hati loh, Rey, ntar lama - lama si kak Eky mu berpaling sama dia, kamu nya jual mahal terus sih.. " Karina menggoda Audrey.
" Gak apa - apa, ambil aja lah buat dia, silahkan aku mah ridho. " Ucap Audrey.
" Pretttt... bohong dia mah, sebenarnya dia juga suka sama kak Eky, cuma dia gak suka kalo kak Eky jadi pemain band, takut banyak ceweknya katanya.. " ucap Yasmin membocorkan rahasianya.
" Udah ah, kenapa jadi bahas si Eky sih.. " Audrey jadi merasa kesal.
Tanpa di sadari, perjalanan mereka hampir sampai, Aji memberitahu mereka untuk bersiap - siap. Lalu Hanna mematikan musiknya, membereskan makanan dan sampah bekas snack yang mereka makan.
Tapi, ternyata sudah sepuluh menit berlalu, masih belum juga sampai.
" Bli, katanya sebentar lagi, tapi mana, udah sepuluh menit nih masih belum juga sampai. " Ucap Hanna.
" Hehehe.. maaf aku lupa, tadi salah belok, sekarang harus putar jalan lagi. " Ucap Aji.
Siwan yang di sampingnya mencoba menenangkan Hanna.
" Sabar ya, Aji kurang fokus hari ini." Ucap Siwan lalu tersenyum menatap Hanna.
Lalu para gadis kembali mengobrol agar mereka tidak tertidur di mobil.
" Eh.. Na, tau lagu ini gak ?" Audrey menyetel lagu Ellie Goulding berjudul love me like you do.
" Dih.. serius? aku juga, si Yasmin malah nonton sama pacarnya. " ucap Audrey.
" Wah... parah.. kok bisa, aku aja malu kalau nonton sama si Erwin, makanya aku mah nonton bareng anak club volly." Sahut Karina.
" Asli Yas, parah kau !!" ucap Hanna.
" Beneran, asli gue, bodoh banget, bisa - bisanya nonton film tanpa lihat dulu resensi filmnya. Jadinya awkward banget sumpah, malah gak nonton jadinya terus aja gue maen game di hp ampe film beres, asli parah lah.. " Ucap Yasmin.
Aji yang seperti nya memahami isi percakapan mereka menahan tawa, Siwan yang di sampingnya memperhatikan kelakuan Aji. Siwan sepertinya tidak mengerti tentang apa yang sedang di bicarakan para gadis di belakang.
" Ladies... kita sudah sampai... " ucap Aji.
" Wah.. alhamdulillah.." Ucap para gadis bersamaan.
Mereka tiba di sebuah resort tidak jauh dari pantai, mereka tiba di salah satu pantai yang terkenal di pulau Bali.
Masing - masing membawa barang bawaan di bagasi mobil. Lalu mereka masuk ke dalam penginapan. Sebuah penginapan dengan satu kamar di bawah dan dua kamar di lantai dua. Masing - masing terdapat dua ranjang dan satu kamar mandi di dalamnya. Ruang tengah yang luas dan dapur bersih serta ada kolam renang di halaman belakang, membuat ketiga sahabatnya kagum dan seketika terkejut.
" Na, ini biaya penginapan berapa ? ini pasti mahal, gak mungkin kan cuma ratusan ribu semalam. " Tanya Karina.
" Iya Na, kita patungan berapa nih masing - masing ? terus udah incluede biaya makan kita gak ?" tanya Yasmin.
" Tenang aja, semuanya free, ahjussi bilang kalian bersenang - senang saja disini. Gak usah khawatir soal biaya. " Ucap Hanna.
" Ih.. malu dong, aduh.. kan awalnya gak gitu perjanjiannya. " Ucap Yasmin.
" Udah, gak apa - apa, dia sendiri yang mau loh, bukan aku yang minta. " Tegas Hanna.
Saat mereka sedang berdiskusi, datanglah Siwan menghampiri mereka.
" Ada apa, apa kalian butuh sesuatu ?" tanya Siwan.
" Ah, tidak ahjussi, ini, katanya mereka mau patungan biaya penginapan dan transportasi." Ucap Hanna.
" Jangan, tidak usah, kalian bersenang - senang saja disini, tidak usah sungkan. " Ucap Siwan.
" Aduh.. kalau begitu makasih banyak ya, kak Wan, maaf banget ya kita merepotkan." Ucap Audrey.
" Tidak apa - apa, aku senang membantu kalian. Kalau begitu kalian simpan dahulu barang - barang kalian di atas, aku dan Aji akan tidur di kamar bawah." Lalu Siwan berlalu meninggalkan para gadis yang sedang berdiri di depan anak tangga.
Aji yang mendengar percakapan mereka dan Siwan, membocorkan sesuatu pada para gadis itu.
" Gak usah khawatir, ini resort miliknya, kalian bersenang - senanglah, oke.. " Aji berkata setengah berbisik dan lalu mengedipkan matanya sebelah pada Hanna. Setelah itu dia menyusul Siwan ke dalam kamar.
" Waw.. daebak.. pacarmu kaya raya.. " ucap Yasmin.
Hanna hanya tersenyum mendengarnya. Lalu mereka berjalan menaiki tangga.
" Lu gak liat apa, mobil yang tadi kita tumpangi harganya berapa, coba tebak ?" tanya Audrey.
" Berapa gitu, Rey ?" tanya Hanna.
" Yah, pacarnya sendiri gak tahu.." ucap Yasmin.
" Merek mobilnya aja aku gak tahu, apalagi harganya, aku gelap kalau soal mobil mah ah.. " Sahut Hanna yang sudah berdiri di depan kamarnya.
" Terus, berapa ?" tanya Karina pada Audrey yang sudah berdiri di depan kamar yang satu lagi.
" Hampir satu M. " Jawab Audrey lalu masuk ke dalam kamarnya bersama Yasmin.
" What ?" Hanna dan Karina secara bersamaan mengucapkannya merasa terkejut.