
Malam hari, di sebuah villa yang berlokasi di Lembang, di dalam kamar, Hanna sedang terbaring dan tertidur pulas.
Hingga saat terdengar bunyi nada dering hpnya, membuatnya bergerak menggeliat di atas ranjang dan mencari hpnya yang sedari tadi berbunyi tiada henti.
Seseorang mengambil hpnya di atas nakas, lalu memberikannya pada Hanna.
Hanna yang masih menutup matanya dengan rapat merebut hpnya dari tangan orang yang mencoba membangunkan nya sedari tadi.
" Makasih Rey " ucap Hanna dengan nada parau.
Lalu Hanna membuka matanya sedikit dan menatap layar hp, kemudian menyentuh tombol answer di layar hp nya.
" Hallo, waalaikum salam " jawab Hanna pada seseorang di sebrang sana.
" Iya mah, aku jadi nginep di rumah Audrey, udah malem, ketiduran dari tadi " ucap Hanna kembali.
" Iya, waalaikum salam " ucap Hanna.
Ternyata yang tadi menelponnya adalah ibunya yang menanyakan kabarnya karena belum juga pulang.
Setelah menutup telponnya, dengan masih memegang hpnya, Hanna kembali menutup matanya mencoba untuk tertidur kembali.
Hingga ada sepasang lengan yang merangkul nya dari belakang dan tubuh orang itu semakin merapat padanya, barulah Hanna tersadar, bahwa orang yang bersamanya kini adalah kekasihnya, Siwan.
Dengan sangat jelas ia mencium bau parfum khas kekasihnya itu. Hanna pun membuka matanya lebar - lebar dan menguceknya berkali - kali lalu matanya berpencar ke sekeliling ruangan yang nampak begitu asing baginya.
Dia terbangun dari tidurnya, lalu menoleh pada Siwan yang sedang berbaring di sampingnya dan tertidur.
" Jam berapa ini ? ya ampun, di mana aku sekarang ?" tanya Hanna pada dirinya sendiri.
Indra penglihatannya berputar mencari letak jam pada dinding sekitar.
" Jam 9 malam, aku ketiduran di mana tadi ya ?" otaknya mencoba mengingat kembali kejadian setelah ia masuk ke dalam mobil Siwan tadi sore, namun, ia tetap belum bisa mengingatnya dengan jelas.
Hanna pun mencoba membangunkan Siwan yang sedang tertidur lelap.
" Ahjussi, bangun, sebentar saja, aku ingin bertanya... " ucap Hanna.
Siwan pun mencoba membuka matanya dan menatap Hanna yang sedang duduk di dekatnya.
" Kita di mana sekarang ?" tanya Hanna.
Lalu, Siwan pun menjelaskan bahwa saat ini mereka sedang berada di villa xxx yang ada di kawasan Lembang. ia tadinya mau mengajak Hanna makan malam bersama di salah satu restoran yang ada di daerah sana, tapi Hanna tertidur sangat lelap hingga membuat Siwan tidak tega membangunkan nya. Siwan tahu, pasti kekasihnya itu sangat lelah setelah membantu acara pernikahan sahabatnya.
Jadi, Siwan membawanya ke villa yang sudah ia booking sejak tadi pagi di daerah Lembang. Karena ia ingin menikmati suasana alam yang sangat sejuk ketimbang menginap di hotel.
Siwan menjelaskan semuanya dengan mata tertutup dan suara parau. Ia seperti sedang di hipnotis lalu di wawancara oleh seorang hipnoterapist.
Setelah Siwan selesai berbicara, barulah Hanna mengingat kembali kejadian sore itu di dalam mobil saat mereka di perjalanan menuju tempat dinner mereka saat itu.
Flashback...
Sore itu, Hanna yang selesai mengganti bajunya, berjalan terburu - buru menghampiri Siwan.
Hanna berjalan menghampiri Siwan yang sedang menunggu nya di parkiran di dekat mobilnya. Ia duduk pada bangku yang ada di bawah pohon rindang.
" Mau langsung pulang ?" tanya Siwan.
" Terserah ahjussi saja !!" ucap Hanna.
" Aku hanya takut kau lelah " sahut Siwan.
" Asalkan bersamamu, aku tidak pernah merasa lelah " jawab Hanna.
Siwan hanya tersenyum menatap kekasihnya, lalu mengajaknya masuk ke dalam mobil.
Di dalam mobil...
" Pak Adi, apa kabar ?" tanya Hanna pada pak Adi yang sudah siap dengan kemudinya.
" Alhamdulillah sehat neng, gimana kabar neng sendiri ?" tanya pak Adi.
" Alhamdulillah pak, baik. Kenapa tadi gak ikut masuk ke dalam, pak ?" tanya Hanna.
" Iya neng, maaf ya, saya tadi mengantuk, jadi nunggu di mobil sambil tidur " jawab pak Adi.
Hanna hanya tersenyum mendengar jawaban dari pak Adi.
" Jadi, kita mau kemana sekarang ?" tanya Hanna.
" Kita mau ke daerah Lembang neng " jawab pak Adi yang sudah mulai memutar lengannya mengoperasikan setir mobilnya.
" Kita makan malam di restoran xxx yang dulu pernah kita kunjungi, setelah itu aku antarkan kau pulang !!" ucap Siwan.
Baru beberapa menit, Hanna merasa sangat rileks bisa bersandar di sebuah kursi mobil yang begitu empuk. Namun, ia kembali terperanjat saat mengingat bahwa wajahnya masih penuh dengan make up.
Hanna pun merogoh ke dalam tasnya, dan, ia mengeluarkan sebuah kotak berisi timpukan kapas dan sebotol micellar water. Ia mulai meneteskan cairan dari botol pada selembar kapas dan mengusapkannya pada wajahnya secara acak.
" Ahjussi, kulitku butuh bernafas, aku harus menghapus seluruh makeup ini dari wajahku " ucap Hanna.
Siwan tertawa kecil mendengarnya.
" Sini, biar aku yang menghapuskannya untukmu !!" seru Siwan, lalu ia mengambil kapas baru dan menuangkan tetesan air dari botol micellar water dan mengusapkannya pada wajah Hanna.
Agar tidak canggung, Hanna pun bersandar pada kursi dan memejamkan matanya. Sejujurnya, ia takut, saat mata mereka berdua bertemu dari dekat seperti itu, ia takut tidak bisa menahan rasa rindunya pada Siwan yang sudah satu bulan lebih tidak ia temui.
Beda ceritanya kalau hanya ada mereka berdua di mobil, tapi, karena ada pak Adi, Hanna ingin menjaga sikapnya bersama Siwan saat ada orang lain di dekat mereka.
Lalu, saat Siwan dengan lembutnya mengusapkan kapas guna mengangkat kotoran - kotoran make up di wajahnya, sepertinya Hanna semakin masuk ke dalam alam bawah sadarnya.
Hanna yang merasa lelah, seperti sedang di nina bobokan oleh Siwan yang mengusap seluruh wajahnya dengan lembut.
Dan, tanpa menunggu waktu yang lama, Hanna pun tertidur dan terkulai lemas di samping Siwan.
" Ck.. ck.. ck... kau bilang tidak pernah lelah saat bersama ku " ucap Siwan, lalu tersenyum menatap wajah kekasihnya.
Setelah menyelesaikan membersihkan wajah Hanna, Siwan pun membetulkan posisi Hanna yang sedang tertidur agar kekasihnya itu bisa tidur dengan lelap.
Sesampainya di daerah Lembang, pak Adi bertanya pada Siwan.
" Den Wan, mau langsung ke resto atau kemana dulu ?"
" Sebentar pak " jawab Siwan, lalu mencoba membangunkan Hanna yang kini sudah tertidur di pangkuannya.
Siwan menepuk pipinya dengan lembut, namun Hanna tak juga bangun. Hanna hanya menyenggol tangan Siwan yang menepuk pipinya lalu meracau seperti sedang memaki seseorang, Siwan paham, itu merupakan pertanda ia enggan untuk di bangunkan saat itu.
" Pak, kita ke villa saja sepertinya " ucap Siwan.
...*****...
Kembali pada Hanna yang baru terbangun dari tidurnya.
" Ah, iya, aku kan tadinya mau ke rumah Audrey sepulang dari hajatan " ucap Hanna, ia lalu kembali meraih hpnya dan mencoba menghubungi seseorang di kontak hpnya.
Sepersekian detik...
" Hallo, Rey, udah tidur ? " tanya Hanna.
" Sama, gue juga baru bangun nih, tadi ketiduran di mobil " ucap Hanna kembali.
" Gue, ada di villa sama ahjussi, Rey, tolong rahasiain ya, emak gue taunya gue nginep di rumah lu, baru sadar tadi ketiduran di mobil pas mau dinner di resto xxx, trs gara - gara susah di bangunin, ahjussi bawa gue ke villa nya " ucap Hanna.
" Thanks ya Rey, love you... muach muach... " ucap Hanna, dan mengakhiri percakapannya bersama Audrey.
Setelah menutup teleponnya, tiba - tiba Siwan terbangun dan terduduk memeluk Hanna dari belakang, di atas ranjangnya.
" Telepon dari siapa ?" tanya Siwan.
" Aku yang telepon Audrey, aku lupa soalnya harusnya aku ke rumah dia tadi sore mau ngambil sesuatu " jawab Hanna.
Siwan tidak merespon, ia hanya mengendus leher Hanna dan, kepalanya terus bergerak di atas pundak Hanna, membuat kekasihnya merasa geli, lalu tertawa kecil.
" Ahjussi, aku lapar !!" ucap Hanna.
" Lapar ?" tanya Siwan.
" Iya, aku belum makan lagi sejak tadi sore, lagipula, kenapa kau tidak membangunkanku saat tadi aku tertidur di dalam mobil " jawab Hanna.
" Ish... kau sendiri yang tidak mau dibangunkan, aku sudah mencobanya, kau malah marah - marah sambil tertidur " sahut Siwan.
" Benarkah ?" pekik Hanna.
" Heem, kau, si tukang tidur !!" ucap Siwan sambil tertawa, lalu menggelitik perut kekasihnya hingga terjungkal ke belakang.
Beberapa detik mereka tertawa bersama.
" Ampun, ahjussi, lepaskan aku " pinta Hanna, memohon ampun pada Siwan agar berhenti menggelitik perutnya.
Siwan pun menghentikan aksi jahilnya, ia lalu mengecup kening dan bibir kekasihnya. Lalu ia ambruk di dekapan Hanna.
Hanna memeluk dan mengelus rambut Siwan seperti seorang ibu yang sedang memeluk dan menenangkan bayinya, di pelukannya. Siwan adalah bayi besar milik Hanna.
" Aku merindukan mu, chagiya, aku sangat merindukan mu !!" ucap Siwan.
" Aku pun begitu, ahjussi, kau bilang hanya seminggu, tapi ini sebulan " sahut Hanna.
" Maaf, maafkan aku ya !!" ucap Siwan, lalu beranjak dari pelukan kekasihnya, dan berselancar menuju area bibir Hanna, lalu menciumnya dengan lembut.
Hanna yang begitu merindukan nya pun membalas ciumannya dengan penuh kemesraan. Bibir mereka saling ******* selama beberapa detik. Siwan mulai turun ke bawah, menciumi area leher kekasihnya, dadanya, dan perutnya setelah menyingkapkan t-shirt berwarna putih yang di pakai oleh Hanna.
Saat Siwan sedang mencium perut kekasihnya dengan lembut, ia tiba - tiba berhenti.
Ia menatap Hanna yang kini terlihat tegang. Dan, sepersekian detik mereka berdua tertawa terbahak - bahak.
Siwan berhenti melakukan aksinya saat itu karena mendengar bunyi dari dalam perut Hanna. Sepertinya Hanna memang sangat kelaparan hingga perutnya terus melakukan aksi demonstrasi.
Beberapa menit kemudian, kini Hanna dan Siwan sedang berada di dapur di dalam villa tersebut.
" Duduklah, aku akan memanaskan makanannya !!" seru Siwan.
" Ahjussi, apa kau sudah makan malam ?" tanya Hanna.
" Sudah, tadi bersama pak Adi di sini, aku memisahkan beberapa menu untukmu untuk situasi seperti ini, kau pasti terbangun karena kelaparan " ucap Siwan yang sedang sibuk memanaskan makanan di dalam microwave.
" Hehe... iya, aku sepertinya sangat lelah, dari kemarin aku menemani Yasmin saat acara Siraman dan pengajian di rumahnya, padahal aku hanya membantu mengajaknya mengobrol supaya dia tidak stress, tapi, kok rasanya cape ya, apalagi kalau jadi pengantin nya, pasti lebih dari ini " ucap Hanna, sedikit curhat.
" Nikmati saja, semuanya tidak akan terasa terlalu melelahkan kalau pada akhirnya kau mendapatkan kebahagiaan, semua akan terbayar oleh kebahagian itu sendiri " sahut Siwan.
Pukul 22.00 wib, Hanna dengan lahap memasukkan setiap makanan yang ada di piring hingga tak bersisa.
" Kenyang ?" tanya Siwan.
" Alhamdulillah " jawab Hanna.
" Kau tidak takut gemuk, makan jam segini ?" tanya Siwan.
" Aku orang yang susah gemuk malah, tapi cepat kurus, sakit sedikit berat badanku langsung turun " jawab Hanna lemas.
" Makanya, minum multivitamin, supaya imun tubuhmu tetap terjaga, Os bilang dia pernah memberimu lagi sebotol, tapi saat melihatnya di kotak obat, sepertinya masih ada " ucap Siwan.
" Hehe... aku kadang lupa, baiklah, nanti aku habiskan " ucap Hanna.
Siwan yang duduk di sampingnya mencubit pipinya dengan gemas.
" Besok, kau mau jalan - jalan denganku ?" tanya Siwan.
" Ahjussi, aku tidak membawa baju lagi, hanya ini dan baju kebaya di tasku, kau sih kenapa pake acara bikin sureprise segala " jawab Hanna, cemberut.
" Kau tidak senang ?" tanya Siwan.
" Bukan begitu, hanya saja kan, tidak ada persiapan sama sekali, aku bahkan tidak membawa sabun pencuci wajah, tidak membawa pakaian dalam apalagi baju ganti " ucap Hanna.
" Besok, kita belanja, oke, pagi sekali, kita tunggu mall buka, kalau perlu, kita buka dengan paksa, nanti aku bawa perkakas di bagasi mobil " ucap Siwan tanpa beban.
" Konyol, kau mengajakku merampok di mall " ucap Hanna, lalu tertawa.
Keesokan harinya...
Pagi hari, Hanna sudah siap untuk pergi bersama Siwan. Mereka akan pergi mencari sarapan dan pergi berbelanja baju dan kebutuhan Hanna.
Sebelumnya, setelah mandi, Hanna meminjam t-shirt milik Siwan, karena dia merasa miliknya sudah bau keringat. Meskipun terlihat longgar, tapi karena tertolong oleh ukuran dada Hanna yang cukup besar, sehingga t-shirt Siwan yang longgar pun tidak terlihat kebesaran di tubuh Hanna, hanya sedikit kepanjangan, tapi tidak masalah, cukup hanya dengan memasukkan bagian bawahnya ke dalam jeans milik Hanna, penampilannya sudah cukup menarik untuk di pandang.
Beberapa menit berlalu, Hanna, Siwan dan Pak Adi kini sudah berada di sebuah kantin. Disana berjajar aneka makanan khas mulai dari menu utama, hingga pencuci mulut.
Siwan memesan soto Bandung, Hanna memesan surabi oncom, sedangkan pak Adi memesan seporsi bubur ayam.
" Apa itu surabi ?" tanya Siwan.
" Ini enak loh, dari tepung beras dan santan, coba deh, tapi hati - hati, rasanya pedas, soalnya tadi aku minta tambah pedasnya " ucap Hanna.
" Masih pagi sudah makan pedas " ujar Siwan.
" Yang manisnya juga ada, pakai kuah air gula merah dan santan, mau coba ?" lebih enak kalau di makan saat masih panas seperti ini " ucap Hanna.
" Boleh, coba pesankan untukku !!" seru Siwan.
" Pak Adi mau juga ?" tanya Hanna.
" Tidak neng, terima kasih " ucap pak Adi.
Selama 1,5 jam mereka habiskan untuk sarapan dan mengobrol tentang kuliner khas Bandung. Kini Hanna yang merasa kenyang sudah tidak bisa bernafas lagi setelah menghabiskan 2 buah surabi, seporsi batagor, dan menghabiskan soto milik Siwan. Karena Siwan merasa tertarik mencoba surabi, kue balok, bandros dan bajigur yang ada di kantin.
Di dalam mobil...
" Kemana kita sekarang den Wan ?" tanya pak Adi.
" Mall xxx sudah buka belum sekarang ?" tanya Siwan.
" Belum buka den, kalau mall bukanya agak siang " jawab pak Adi.
" Emh... ahjussi, tidak usah belanja saja, aku cukup nyaman pakai baju ini !!" sahut Hanna.
" Tidak apa, kau tetap pakai saja baju ini, aku tetap ingin mengajakmu berbelanja, sekarang, kita mencari tempat yang enak untuk bersantai saja, setuju ?" tanya Siwan.
" Oke, baiklah, terserah kau saja, dengan senang hati aku akan mengekor padamu hari ini !!" jawab Hanna.
Siwan hanya tersenyum menatap kekasihnya.
Kini, mereka sedang dalam perjalanan menuju sebuah lokasi wisata terdekat untuk menyejukkan mata mereka.