My First Kiss, Not My First Love

My First Kiss, Not My First Love
S2 ELSA



Beberapa menit sebelum Rayhan kembali yang Hanna ketahui ia pergi ke toilet.


"Cepat katakan padaku, siapa dia ?" tanya Rayhan pada Elsa.


Raut wajahnya terlihat penuh amarah sehingga membuat Elsa sedikit mengkerut karena takut. Biar bagaimanapun Rayhan adalah seorang laki - laki.


Namun Elsa tidak lekas menjawabnya.


Rayhan kembali memeriksa hp Elsa, kali ini tidak ada perlawanan dari Elsa.


Rayhan memeriksa chat di aplikasi whatsupp hp Elsa, dan dia melihat hanya ada chat dari satu kontak di folder pesannya, yaitu "EAGLE".


"EAGLE, " ucap Rayhan penuh penekanan.


Dan saat ia membaca pesannya, kini ia bisa mengetahui siapa orang itu. Orang yang berkirim pesan dengan Elsa. Lebih tepatnya orang yang selalu Elsa beritahu tentang Hanna dan kehidupannya. Elsa si mata - mata wanita itu.


Rayhan terlihat mengetik beberapa kalimat di kontak pesan whatsupp pada nomor yang Elsa beri nama EAGLE.


"Temui dia, temui anakmu !"


Begitulah isi pesan yang Rayhan kirim pada orang itu.


Setelah itu ia mengembalikan hp milik Elsa. Lalu berbisik padanya.


"Jangan membuat kesalahan, kau paham !" ucap Rayhan.


Elsa terlihat mengerutkan dahinya, kedua alisnya bertaut. Ia menatap punggung Rayhan yang semakin menjauh dari pandangannya.


Di sisi lain, masih di hari yang sama.


Aji yang sedang fokus melakukan olahraga boxing bersama temannya tidak mengetahui bahwa hpnya menyala karena ia menaruh hpnya di dalam loker.


Setelah selesai latihan, saat ia mengambil barangnya untuk berganti pakaian, ia melihat hpnya menyala.


Aji mengambil hpnya dan melihat siapa orang yang sudah mencoba melakukan panggilan di hpnya hingga 5 kali.


Dan, sebelum meneleponnya balik, ia terlebih dahulu melihat pesan whatsupp yang masuk ke hpnya.


"Temui dia, temui anakmu !"


"Aku lalai, maafkan aku !"


Begitu isi pesan dari wanita yang di nomor kontak Aji di beri nama PHOENIX.


Aji langsung meneleponnya. Dan, saat wanita bernama PHOENIX itu mengangkat teleponnya.


"Hallo, bagaimana bisa ?" tanya Aji.


"Maafkan aku bli, dia melihatku saat aku memotretnya,!"


Aji memijit kepalanya.


"Lalu, apa yang Hanna katakan ?" tanya Aji.


"Bukan, bukan dia yang memergokiku, tapi Rayhan, " jawab Elsa.


"Apa, jadi, yang mengetahui perbuatanmu itu Rayhan, !"


"Iya, dia orangnya," jawab Elsa.


"Lalu, bagaimana, bagaimana reaksinya ?" tanya Aji.


Kemudian Elsa menceritakan kembali apa yang Rayhan katakan padanya tadi.


"Baiklah, selebihnya tetap kabari aku, mari kita lihat, apa pria itu bertindak atau tidak, !


"Baiklah, sekali lagi aku minta maaf,!" ucap Elsa.


"Sudahlah, lanjutkan tugasmu, !"


Aji menutup sambungan teleponnya.


Pria yang di juluki Eagle itu penglihatannya memang setajam burung Elang. Terlebih lagi sebutannya itu di awali saat ia mentato bagian belakang lehernya dengan burung Elang yang tengah mengepakkan sayapnya.


Aji pun melanjutkan apa yang hendak ia kerjakan.


Ia membilas tubuhnya di bawah kucuran shower kamar mandi yang ada di gedung fitness and health center milik bosnya.


Selesai mandi, Aji menghampiri ruangan berlatih Judo di sisi lainnya.


Ia memperhatikan Siwan yang tengah berlatih bersama anak buahnya.


Saat Siwan melakukan istirahat, ia menghampiri Aji dan duduk di bangku penonton.


Siwan membuaka tutup botol air mineral lalu meminumnya.


"Kau sudah mendapatkan informasi terbaru ?" tanya Siwan.


"Dia baik - baik saja, dia sedang sibuk sekali karena mulai kebanjiran orderan, bisnis yang ia rintis dengan temannya itu cukup sukses meskipun bari sebentar," ucap Aji.


Siwan tersenyum sesaat, ia terlihat senang mendengarnya.


"Kak, temui dia, secepatnya !" sambung Aji.


"Aku sangat merindukannya, tapi, aku takut malah membahayakannya, makanya, aku harus segera menemukan Chou kampreto itu, !"


"Aish... kau sungguh keras kepala, !" ucap Aji.


"Itu ide konyol, dia pasti akan menghajar dan memakiku habis - habisan, " sahut Aji.


"Setelah itu, dia pasti akan menangis berlinang air mata,!" timpal Siwan.


"Kak, kalau tidak mau, coba kau telepon dia saja, katakan semuanya dengan jelas lewat telepon, atau video call, kalian kan bisa berhubungan lewat jarak jauh, apa sih itu istilah anak jaman sekarang, " Aji mencoba mengingat sesuatu. "Ah, iya LDR, bisa kan ?" tanya Aji.


Siwan hanya tertawa lalu pergi meninggalkan Aji, ia malah kembali melanjutkan latihan Judonya bersama lawan mainnya.


"Dasar tempurung kura - kura, " Aji terlihat kesal sendiri dengan kelakuan Siwan.


...***...


Setelah kejadian hari itu, keesokan harinya, saat bertemu dengan Elsa, Hanna merasa jadi kikuk sendiri, tapi ia berusaha untuk tidak memperlihatkannya pada Elsa.


Untuk masalah pekerjaan, Hanna tentunya selalu bersikap profesional, namun untuk urusan lainnya, mungkin berbeda.


"Apa aku harus tanya sama mereka secara langsung ?" ucap Hanna di dalam hatinya, yang saat itu sedang duduk di lobi kantornya dan memperhatikan Elsa sedang mengobrol dengan Rindy. Saat itu, jam kerja belum di mulai.


"Ah, nanti aku di kira kepo, atau cemburu, sudahlah, biarkan mereka menajalani kehidupan asmara mereka tanpa aku recoki,! gumam Hanna, dan ia pun masuk ke dalam ruang kerjanya.


Keesokan harinya lagi...


Saat ia berpapasan dengan Elsa, Hanna menahannya.


"Elsa... !" panggil Hanna, lalu menoleh ke belakang.


Begitu pula dengan Elsa, ia pun menoleh ke belakang.


"Iya kak ?" tanya Elsa.


"Ah, itu, apa sih, emh... " Hanna malah terlihat salah tingkah, "itu stock maternity seri terbaru udah sampai di gudang belum ?" tanya Hanna.


"Sudah kak, kan kemarin aku udah kasih datanya ke kak Hanna, !" jawab Elsa.


"Owh, udah ya, maaf, aku lupa ngechek kayaknya, nanti aku cek sekarang, !" ucap Hanna.


"Baik kak, !"


Elsa dan Hanna pun berpisah berlawanan arah.


Di ruang kerjanya, Hanna kembali memikirkan kejadian tersebut.


"Astaga, kenapa sih aku ini, kenapa saking penasarannya aku jadi mengabaikan pekerjaanku, kalau di pikir - pikir, aku padahal gak ada rasa cemburu sama sekali sih, tapi kenapa penasaran banget," Hanna mengacuhkan pekerjaannya saat ia tengah mengetik surat elektronik di laptopnya.


"Tapi kenapa harus Elsa ya, apa memang selama ini di belakangku mereka memang sering komunikasi dan ketemuan,!" di pikirannya, Hanna jadi mengkhayal tentang Rayhan dan Elsa seperti apa yang di ucapkannya barusan.


"Ah... masa sih, setahuku Rayhan bukan tipe orang seperti itu, eh tapi, mungkin aja kali ya, dulu bahkan aku juga gak tahu dia punya pacar pas kita masih di Bali, dia gak pernah cerita sama aku, !" ucap Hanna, lalu mengerucutkan bibirnya.


"Tapi, kalau memang iya, apa Elsa cocok sama dia ? maksudku, apa dia sudah tahu asal usul Elsa, kehidupannya, dan sifatnya bagaimana? emh... dulu aku kenal Elsa dimana ya... "


Hanna terlihat berpikir keras.


"Ah, iya, aku baru inget sekarang, dia kan saudaranya bi Lastri katanya, ah iya, aku baru inget sekarang,!" ucap Hanna.


Elsa, merupakan salah satu mata - mata kepercayaan Aji dan tentunya Siwan juga saat di Bali. Dia selalu menyamar dengan berbagai profesi dalam misinya. Ia fi bayar mahal untuk melakukan pekerjaan berbahaya oleh Siwan.


Dan, dalam setiap misinya, ia selalu berhasil menyelesaikan tugasnya. Setelah berhasil, ia selalu di sembunyikan oleh Aji untuk me utupi identitasnya. Dan dalam persembunyiannya, Elsa selalu melatih dirinya dan kemampuannya.


Dia sangat pandai berkelahi, serta, dia ahli di bidang IT.


Elsa di tugaskan untuk menyamar dan mendekati Hanna.


Saat itu, bi Lastri yang sudah kembali ke Bali pun mencoba memberi Aji ide tersebut. Bi Lastri memang tahu tentang siapa Elsa, karena bi Lastri juga termasuk orang kepercayaan Aji.


Dan, setelah dua bulan Hanna kembali ke Bandubg dan tingbal di rumahnya, bi Lastri kembali mengunjunginya karena merasa rindu pada Hwan.


Dan, saat itu bi Lastri mengetahui bahwa Hanna sedang merintis usahanya.


"Neng, bibi punya sodara perempuan yang tinggal di Bandung, dia baru aja resaign dari tempat kerjanya yang dulu karena dia sakit terlalu lama, tapi dia sangat pintar loh neng, dia kuliah jurusan IT dulu di kampusnya, barangkali dia bisa ngelamar jadi karyawannya neng, " bi Lastri mencoba mengusulkan pendapatnya setelah ia mendengar curhatan Hanna yang membutuhkan seorang karyawan di kantornya.


"Wah, beneran bi ? bagus tuh, aku emang lagi butuh karyawan buat jadi admin di kantor, tapi apa dia mau ? dia kan anak kuliahan, terus, apa dia cocok sama upahnya, jujur aku belum bisa kasih upah yang fantastis bi, soalnya aku kan baru banget merintis usaha ini," ucap Hanna.


"Gampang itu mah, dia pasti mau kok, kerja apa aja dia mah gak pilih - pilih, daripada nganggur kan, dia butuh uang buat makan, soalnya dia anak yatim piatu, kerjaannya merantau kesana kemari, dan kebetulan kemarin bibi denger kabar dia sekarang lagi tinggal di Bandung, !"


"Yaudah bi, kalau gitu nanti aku kasih alamat kantorku ya, bibi suruh dia dateng aja kesana, nanti aku ngobrol dulu sama dia, mudah - mudahan kita cocok, " ucap Hanna.


"Iya neng, nanti bibi telepon dia, !" bi Lastri pun tersenyum senang.


Setelah pulang dari rumah Hanna, bi Lastri pun kembali ke Bali. Namun, pada Hanna, ia hanya berkata kalau dia akan pulang ke kampung halamannya.


Bi Lastri menyampaikan idenya itu pada Aji dan Elsa sesampainya di Bali. Dan hari itu juga, Elsa terbang ke Bandung di temani oleh Aji.


Setelah di beritahu alamat kantornya oleh bi Lastri, Aji dan Elsa sibuk mencari rumah kontrakan terdekat dari lokasi kantor. Elsa pun tinggal disana, sambil mengawasi lingkungan sebelum ia memperkenalkan dirinya pada Hanna.


Aji yang saat itu masih berada di Bandung sempat melihat Hanna dari kejauhan. Ia merasakan rindu yang sangat mendalam. Ia ingin mendekat padanya dan melihat senyum serta tatapan hangat dari wanita itu.


Namun, ia tidak sanggup mendekat karena masalah yang ada diantara mereka yang belum terselesaikan.


Begitulah kisah bagaimana Elsa bisa memulai misinya yang baru, yaitu mengawasi Hanna dan Hwan tentunya.


...***...


Jangan di samakan dengan Elsanya mas Nino ya... hehehe...


Atau Elsanya si ratu es... xixixi...