
Hanna Anjani
Seorang wanita tokoh utama di cerita ini. Seorang warna negara Indonesia keturunan Jawa dan Sunda yang lahir di awal bulan oktober 1991. Wanita yang terobsesi oleh sosok cinta pertamanya namun seiring berjalannya waktu perasaannya menghilang terbawa arus laut selat Bali beberapa tahun belakangan ini.
Seorang wanita bertubuh tinggi dan kurus namun terlihat berisi di beberapa bagian lainnya, berkulit putih langsat memiliki rambut hitam yang terurai lurus, panjang dan indah.
Hobinya mengkoleksi dan membaca buku. Berbagai genre. Cita - cita awalnya ingin menjadi seorang penyanyi, hanya saja sejak kecil ayahnya tidak menyetujui dan mendukungnya. Bakat dan suara emasnya hanya bisa ia salurkan di ruang karaoke bersama teman dan sahabatnya yang menjadi fans setianya. Beuh... terlalu percaya diri.
- Visualnya terinspirasi dari sosok penyanyi dan aktris asal Korea Selatan yaitu Im Jin Ah atau Nana After school. Berkarakter, cantik dan sexy. Bwehehe...
Othor mah cuma maunya dia, terserah lah readers mah bebas.
Dua hari berlalu...
Pagi itu, sekitar pukul 08.10 wita, di kediaman Hanna sudah di datangi oleh beberapa pria tampan dan gagah.
Rayhan Abimana
Pria ini merupakan cinta pertama Hanna, awal episode cerita ini Rayhan sering muncul sebagai tokoh pria pelengkap kehidupan Hanna.
Seorang pria yang ambisius dan pekerja keras demi mencapai cita - citanya. Dia selalu mengesampingkan kehidupan asmaranya demi tujuan hidupnya. Hingga pada akhirnya dia sendiri yang menyesali sikapnya yang begitu egois saat dia kehilangan orang yang berarti dalam hidupnya. Orang yang tanpa dia sadari merupakan sosok penyemangat hidupnya dan cintanya sejak dulu.
- Visualnya Seo Kang Joon gaess. Matanya indah othor suka.
Im Siwan...
Seorang pria warga negara Korea Selatan yang memiliki beberapa bisnis usaha di negara Indonesia terutama Bali. Pria berdarah Indonesia dan Korea itu, awalnya hanya sering berlibur di Bali, sejak perceraian orangtuanya pada saat dia berumur 8 tahun, dia sering datang ke Bali untuk mengunjungi ibunya.
Namun, sejak dia mulai dewasa, dia mulai tertarik dengan dunia bisnis, meskipun awalnya bisnis yang dia rintis merupakan bisnis kecil - kecilan dan bergelut di bidang yang kotor, namun pada akhirnya lambat laun dia mulai meninggalkan bisnis kotornya itu sejak dia mulai meneruskan bisnis keluarganya di Seoul bersama ayahnya.
Dia seorang duda, istrinya meninggal saat tengah hamil muda dan masih terbilang pengantin baru.
Siwan merupakan pria berusia matang, di tahun 2016 ini dia berusia 41 tahun umur Korea, dan umur 40 tahun umur internasional.
Namun, meskipun umurnya tergolong matang, Siwan malah terlihat awet muda, meskipun sudah tercetak sedikit kerutan di ujung matanya, tapi itu terlihat hanya pada saat dia tersenyum. Hehe... ngotot pokonya masih muda tipe - tipe hot daddy, sayangnya belum jadi daddy !!
Pria bertubuh tinggi, meskipun tidak kekar namun tubuhnya cukup berotot. Warna kulitnya cenderung putih seperti orang Indonesia, tidak seputih orang - orang Korea sana. Kan dia campuran Indonesia Korea, ibunya dari Bali jadi kulitnya menuruni gen ibunya.
Pria bertampang lugas dengan rahang yang tegas menampilkan kesan badboy atau mafia di dukung dengan rambutnya yang panjang dan kumis serta janggut tipis.
Dia merupakan sosok pria berpikiran dewasa dan tidak gegabah. Sesuai umur. Dia merupakan tipe penyayang, ramah, pengertian dan setia kawan. Namun dia orang yang sangat protektif terhadap orang yang dia cintai.
- Visualnya terinspirasi dari aktor drama Korea, maklum ya othornya penikmat drakor. Sebetulnya othor terpana pada satu sosok aktor yang berperan sebagai hot daddy yang sangar dan dia ceritanya seorang mafia dan rentenir, tapi kharismanya di film itu sungguh waw... usianya sesuai dengan tokoh pria bernama Siwan di cerita novel aneh ini. Kalau yang udah pernah nonton Was it Love pasti tahu siapa, sosok pria sangar bertatto kepala harimau di punggungnya.
Tapi tenang, masih ada pilihan lainnya, yang paling mendekati usia, karakter dan ciri khas pria bernama Siwan di cerita ini.
Kim Jae Wook, terakhir dia main film My Private Life lawan main Park Min young.
Atau Nam Gong Min, ini yang paling mendekati selain aktor inspirasi utama othor, dia juga visual dan aktingnya keren, cuma terakhir dia main film Awaken rambutnya plontos, hiks... ya memang sesuai karakternya sih di film itu.
Ini cuma gambaran othor ya readers, mohon jangan war di lapak othor, hehe. Silahkan masing - masing bebas berimajinasi sesuka hati.
Austin Will Smith
Seorang dokter bule asal Australia yang kini bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Bali.
Wajah bulenya yang kental namun dia lancar berbahasa Indonesia.
Dokter bule berambut panjang dan kriting ini merupakan dokter pribadi Siwan dan salah satu orang kepercayaan Siwan. Dia merupakan dokter pintar dan berbakat, hanya saja dia belum bisa meninggalkan kebiasan minumnya dan hobinya mengunjungi klub malam.
Kisah cintanya bersama tunangannya berakhir begitu saja, pengorbanannya selama 10 tahun membina hubungan harus kandas hanya karena kesibukan masing - masing.
- Visualnya kayak Shawn Mendes penyanyi asal Kanada.
Kembali pada cerita kali ini...
Ketiga pria yang telah di sebutkan di atas kini sedang berada di kediaman Hanna.
Austin sebagai dokter yang berjanji akan datang ke rumahnya setiap hari selama kondisi Hanna belum stabil, dia memenuhi janjinya selama dua hari ini. Dia selalu datang berkunjung ditemani Siwan setiap jam 8 pagi.
Namun kali ini ada seorang pria tambahan yang datang ke rumahnya. Yaitu Rayhan, sang cinta pertama. Itu karena kemarin dia tiba - tiba mendadak menelepon saat Hanna sedang tidur, dan Siwan yang mengangkat teleponnya menceritakan bahwa Hanna masih bedrest setelah pulang dari rumah sakit.
" Well, puji Tuhan, kondisimu sudah pulih " ucap Austin.
Hanna tersenyum kegirangan mendengarnya.
" Alhamdulillah... " Hanna menatap Siwan dan Rayhan yang sedang tersenyum pula.
" Eits... tapi, ingat, satu bulan ini kau tidak bisa jajan sembarangan, ingat, aku pasti tahu kau makan apa kalau tiba - tiba kau menggigil lagi, ku pastikan kau menginap di rumah sakit lebih lama lagi " ucap Austin.
" Ih... jangan, amit - amit deh, gak mau aku, iya pokonya aku gak bakal jajan sembarangan pak dokter " ucap Hanna.
" Good... " Austin membereskan peralatan dokternya kembali.
" Jadi, besok, boleh ya aku masuk kerja ?" Hanna memasang wajah penuh harap.
Sebelum menjawabnya Austin melirik Siwan, dan, Hanna membloking wajah Austin seketika karena saat itu Siwan memang ada di belakang Hanna.
" Jangan tanya pada ahjussi, kau dokternya, aku pasienmu, boleh ya... !!" Hanna memelas.
" Oke, oke, silahkan, tapi ingat, makananmu harus terjaga, jangan terlalu kecapean dulu " ucap Austin.
" Alhamdulillah... " Hanna kembali ceria.
" Akhirnya... aku bisa menghirup udara segar !!" gumam Hanna.
Setelah Austin berpamitan, Siwan mengantarnya sampai ke luar. Sedangkan Hanna kini berduaan bersama Rayhan terduduk di sofa yang terpisah.
" Maaf ya a Rey, dateng kesini pas Hanna lagi di periksa " ucap Hanna.
" Gapapa Han, tadinya malah mau dateng dari semalem cuma takut kamu udah tidur, aku khawatir banget soalnya "
" Aku udah sehat kok a, mereka aja yang terlalu heboh jagain aku " Hanna mengadu.
" Ya bagus dong, tandanya mereka peduli sama kamu, tega kamu malah gak ngabarin aku kalau di rawat beberapa hari kemarin" Rayhan terlihat kecewa.
" Hehe... maaf, aku takut ngerepotin a Rey, eh... ayo di minum dulu, daritadi ngomong terus pasti haus "
Selama beberapa menit mereka mengobrol, dan bercanda tawa. Hanna sampai lupa pada Siwan.
Rayhan sempat bertanya tentang bi Lastri dan tentang keluarganya di Bandung.
" Han, coba kamu olahraga deh, biar tubuhmu prima dan gak gampang sakit, olahraga apa aja yang penting rutin, gak harus yang berat - berat kok " Rayhan memberi Hanna saran.
" Iya nih, nanti aku coba luangkan waktu buat olahraga mulai sekarang, beda banget sekarang mah, a Rey juga rada kelihatan berotot, sering sepedahan emang bikin badan berotot ?"
" Ya enggak lah, sepedahan mah itu hobi baru, emh... kapan kita pergi scuba diving bareng ? sebelum kamu pulang lagi ke Bandung, nikmati masa liburanmu, keliling Bali dong, laut sama pantainya sayang banget kamu anggurin gitu aja !!" ucap Rayhan.
" Ciye... beda banget sekarang mah yang mainnya di pantai ama laut mulu, pantesan kulitnya makin eksotis, jadi ngiri deh... " Hanna memajukan bibirnya.
Rayhan hanya tersenyum mendengarnya. Dan tiba - tiba pintu rumah terbuka, Siwan masuk dengan membawa satu bigbox pizza hot.
" Ayo makan, perut kalian pasti lapar kan... " ucap Siwan, lalu duduk di samping Hanna.
Namun nyatanya bi Lastri tidak mau di ajak unboxing pizza bersama karena lidahnya tidak suka makanan luar seperti itu.
Kini mereka bertiga sedang asik menikmati pizza sambil mengobrol. Hanna merasa senanh sudah di izinkan kembali makan makanan selain nasi tim dan makanan sehat lainnya. Meskipun Siwan tidak membiarkannya mengoleskan saos sambal di atasnya.
Dan, tiba - tiba bel rumah Hanna berbunyi, Hanna pun bergegas menuju pintu untuk melihat siapa yang datang lagi ke rumahnya.
Hanna membuka pintunya setelah sebelumnya mengintip lewat kaca kecil di pintunya.
" Hai... bli... " ucap Hanna sambil tersenyum pada sesosok pria di hadapannya kali ini.
Setiaji Bhaskara alias Aji
Seorang pria kepercayaan Siwan lainnya, yang sudah di anggap sebagai adiknya sendiri karena umurnya di bawah Siwan.
Seorang warga negara Indonesia yang lahir di Bali, juga seorang keturunan Keraton xxx yang tidak di akui. Silsilah keluarga Aji belum terungkap sama sekali sebelumnya. Jadi ini spoiler ceritanya.
Aji merupakan sosok yang dingin, sebelum dia mengenal Hanna. Alis hitam tebalnya seringkali beradu membuat dia terlihat seperti seseorang yang memiliki kepribadian pemarah. Dia sangat kaku terhadap orang baru, namun bisa berlaku hangat bila terhadap orang yang sudah ia patri di hatinya.
Aji bertubuh tinggi dan kekar, juga berkulit tan karena dulunya hobi berselancar di pantai. Dia seorang petarung handal, Thai boxing dan Krav Maga merupakan keahliannya. Dia seringkali menjadi pelindung Siwan kala mereka sering ricuh dengan musuhnya. Dia juga pandai mengatur strategi bisnis seperti Siwan, karena Siwan sendiri yang mengajarkannya.
- Visualnya...
Yang di kepala othor sih cuma Lee Tae Hwan, pas nonton film W Two World dia berperan jadi Seo Do Yoon kaki tangan Kang Chul, dia bodyguard pokonya tipikal badboy dan cute nya juga ada.
Kembali pada alur ceritanya...
" Kak Wan masih disini kan ?" tanya Aji yang berdiri di ambang pintu luar.
" Ada, masuklah " Hanna mengajak Aji masuk ke dalam.
Betapa terkejutnya Aji saat melihat Siwan sedang tertawa bersama seseorang di ruang tengah.
" Kau... " ucap Aji menunjuk Rayhan.
" Apa kabar bli... ?" tanya Rayhan.
" Baik, sudah lama disini ?" tanya Aji.
" Lumayan bli... " jawab Rayhan.
Setelah itu Aji menatap Siwan dengan tatapan serius.
Siwan pun pamit pergi ke belakang bersama Aji.
" Han, kayaknya aku mau pulang sekarang " ucap Rayhan.
" Loh kok, buru - buru amat sih, baru juga sebentar ketemu " ucap Hanna.
" Kau masih harus banyak istirahat, besok kau mulai kerja lagi kan ?" tanya Rayhan.
" Emh... iya sih, baiklah kalau begitu aku panggil ahjussi dulu ya, tunggu sebentar !!" Hanna pun pergi meninggalkan Rayhan sendirian di ruang tengah.
Hanna mencari Siwan dan Aji ke sekeliling rumahnya, namun tidak menemukan batang hidung mereka. Setelah bertanya pada bi Lastri yang ada di kamarnya, Hanna pun menuju lantai dua karena tadi bi Lastri melihat mereka naik ke atas.
Saat Hanna sudah di lantai 2, dia tetap belum melihat mereka berdua di ruang mencuci dan menyetrika, Hanna pun mencoba terus mencari mereka hingga keluar menuju balkon tempat menjemur pakaian.
Dan, tiba - tiba langkah Hanna terhenti di ambang pintu kala ia mendengar percakapan antara Aji dan Siwan yang membuatnya terkejut dan penasaran.
Hanna seolah seperti menahan nafas saat sedang menguping pembicaraan mereka. Dada Hanna berdebar lebih kencang. Matanya mulai merah dan terlihat berkaca - kaca. Hanna menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suaran.
Hingga saat Siwan dan Aji terlihat akan menyudahi pembicaraan rahasia mereka, Hanna pun terburu - buru turun sebelum ketahuan oleh Aji dan Siwan.
Hingga sampai di tangga terakhir Hanna berpura - pura seperti orang yang baru akan naik ke lantai 2. Tidak lupa dia menyeka air matanya yang sempat membuat matanya basah.
" Chagiya.... " Siwan terkejut melihat Hanna yang akan menyusulnya ke atas.
" Ahjussi, itu, a Rey mau pamit pulang katanya " ucap Hanna berusaha senatural mungkin.
" Oh... baiklah, ayo kita temui dia " jawab Siwan.
Firasat Aji mengatakan ada sesuatu yang mencurigakan melihat gestur tubuh Hanna yang tiba - tiba kaku, tidak seperti Hanna yang menyambutnya tadi di depan pintu masuk.
Beberapa menit kemudian, Hanna Siwan dan Aji masih berdiri di halaman rumah setelah kepergian Rayhan.
" Kak, aku juga pulang, masih ada yang harus ku kerjakan " ucap Aji.
Siwan menatap Aji dan menganggukkan kepalanya.
" Hati - hati di jalan ya bli... " ucap Hanna.
Giliran Aji yang menganggukan kepalanya menyahut Hanna.
Setelah kepergian Aji, kini Siwan dan Hanna duduk di sofa.
" Ahjussi, aku mengantuk, aku merasa lelah, aku juga harus minum obat " ucap Hanna.
Sebetulnya dia sengaja berkata seperti itu supaya Siwan juga pergi dari rumahnya. Cara mengusirnya secara halus.
" Baiklah, kau tidur saja, aku akan menemanimu, aku belum mau pulang " sahut Siwan, seolah dia mengerti apa maksud perkataan Hanna.
" Ish... gak peka banget sih, aku lagi mau sendiri nih... " gerutu Hanna di dalam hatinya.
Setelah minum obat, Hanna sempat menggosok giginya lalu pergi ke kamar bersama Siwan.
Di atas ranjangnya, Hanna terburu - buru memejamkan matanya supaya dia tidak berbicara dengan Siwan.
Siwan memeluknya dan mencoba menina bobokan Hanna yang akan tidur Siang. Siwan mengelus rambutnya dan menepuk - nepuk punggungnya perlahan.
Sebelum benar - benar pergi ke alam mimpi, Hanna sempat meracau, antara sadar dan tidak.
" Ahjussi, izinkan aku sendiri lagi, aku bisa sendiri saja, biarkanlah, pergi... " ucap Hanna.
Siwan tidak paham apa maksud perkataan Hanna. Dia tidak menghiraukannya karena tau mungkin Hanna dalam keadaan sudah kehilangan kesadarannya, " dia mungkin mengigau " pikir Siwan.
*Kira - kira apa maksud Hanna ? dan apa yang dia dengar saat dia menyusul Siwan dan Aji di lantai 2 rumahnya ?....
Bersambung*....
Terima kasih banyak yaa yang masih mau lanjut membaca kisah Hanna dan Siwan...
Masalah visual, mohon maaf hanya bisa memberi gambaran saja, bukan berupa foto - foto cast nya. Kalau yang penasaran silahkan di searching saja di ig masing - masing, nama aktor dan aktris nya sudah saya cantumkan. Hehe.
Sekali lagi saya sebagai othor yang hanya manusia biasa memohon maaf apabila mengecewakan. Untuk visualisasi pure hanya sebatas bayangan othor sendiri, karena para tokohnya orang Asia jadi tidak mungkin kan othor memberi gambaran bule atau orang Arab apalagi India.
Kecuali Austin karena ceritanya dia orang Australia.
Hari ini mungkin segini dulu yaa...
Dilanjut besok lagi pemirsah...
Love u all...