
Sepanjang perjalanan menuju tempat yang di tuju, mereka nampak antusias dan gembira. Mereka menyusun list kegiatan yang akan mereka lakukan nanti di villa dan di lokasi wisata mereka.
Ya, mereka patungan untuk menyewa sebuah villa kecil yang dekat dengan lokasi wisata yang mereka tuju nantinya. Tentunya dekat dengan pantai.
Perjalanan menuju lokasi berkisar sekitar 2 jam lebih dengan jalur darat. Mereka bernyanyi dengan musik seadanya yang di putar dari radio yang ada di mobil milik kakak Teguh.
Tak lupa mereka berbagi camilan dan minuman sepanjang jalan itu hingga membuat mobil yang di tumpangi berantakan dan berserakan sampah karena mereka terutama para ladies bertingkah layaknya anak kecil.
" Gaess.... jaga kebersihan dong, sampahnya kumpulin napa !" ujar Teguh.
" Iya bawel, ntar kita bersihin lagi kok... " sahut Melly.
Waktu selama 2 jam nampaknya tidak membuat mereka lelah untuk bernyanyi, bercanda tawa dan menggosip seputar rekan dan staff mereka di toko.
" Pak Rama, jangan ember ya, awas loh kalau bocor mulutnya... " ujar Reni.
" Iya siyap... santai aja, kali ini jangan anggap aku atasan kalian, oh iya, jangan panggil pak pak pak terus, emang saya bapak kalian apa " sahut Rama.
" Emh... oke, bro Rama... " timpal Teguh.
" Gak gitu juga keles Guh, mas Rama aja, atau bli Rama... " ucap Melly.
" Terserah kalian lah, atur - atur aja... " jawab Rama.
Sesampainya di lokasi penginapan...
" Ah... aku cape gaess, istirahat dulu lah " ucap Teguh.
" Santai aja guh, tidur aja dulu biar fresh muke lu " sahut Hanna.
" Iya nih, aku juga kok malah ngantuk gini ya... " ujar Melly.
" Cieee.... dua sejoli senasib sepenanggungan terus niyeee.... " Reni merecoki Teguh dan Melly.
" Bobo bareng yuk bebs... " Teguh memasang raut mencurigakan.
" Idih... najis... " Melly bergegas masuk ke dalam villa yang sudah mereka booking lewat aplikasi online.
Benar saja, saat masuk ke dalam, baik Teguh maupun Melly langsung merebahkan tubuhnya ketika menemukan sebuah ranjang di dalam kamar.
Villa tersebut memiliki fasilitas 2 kamar dengan 1 bed ukuran 180x200 cm, 1 kamar mandi dengan shower air panas, dan sebuah ruang tengah yang sudah ada tv dan sofa nya.
Hanna Reni dan Rama menata barang mereka di kamar masing - masing.
Selesai menata barang - barang, Hanna keluar dari kamar untuk menelepon Siwan. Sedangkan Reni dia ikut merebahkan tubuhnya bersama Melly dan akhirnya tertidur.
Hanna pergi keluar, dia duduk di teras villa pada sebuah kursi rotan dan mengeluarkan hpnya dari saku jeansnya.
Tuut... tuut.... klik...
" Hallo " suara Siwan di seberang sana tampak menggema.
" Ahjussi, aku sudah sampai di villa, yang lain sedang istirahat di kamar " ucap Hanna.
" Oh... syukurlah, kau kenapa tidak istirahat juga ?" tanya Siwan.
" Aku kan harus menelponmu dulu, kau kan yang memintamu mengabariku 3 jam sekali " sahut Hanna dengan nada kesal.
" Hehe... iya, bagus lah kalau kau ingat " ucap Siwan.
" Ahjussi sedang apa, kenapa suaramu sedikit berbeda ?" tanya Hanna.
" Aku sedang di kamar mandi, aku sedang berendam " jawab Siwan.
" Oh.. pantas saja suaramu menggema, kalau begitu sudah dulu ya, aku juga cape mau tidur siang dulu, bye... " ucap Hanna lalu mematikan sambungan teleponnya dan masuk ke dalam villa.
Ternyata sejak tadi ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka, yaitu Rama. Itu karena Hanna duduk di samping jendela kamar yang Rama dan Teguh tempati.
Di sisi lain, Siwan memang terlihat sedang berendam di bathtub rumahnya, sambil memegang gelas berisi wine dan setelah selesai bertelepon dengan Hanna, sebuah panggilan telepon masuk ke hp miliknya yang lain.
...***...
Beberapa jam kemudian....
Hanna, Melly dan Reni baru terbangun dari tidurnya. Hari sudah mulai sore, sekitar pukul 15.50 wita.
" Han... Mel, bangun oy... " Reni mengguncang tubuh keduanya.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan di pintu kamar mereka. Bukan ketukan malah, seseorang menggedor pintunya sangat keras.
" Woy... kebo, bangun lu pada, mau liburan ape mau pindah tidur... "
" Han, Mel... buruan bangun, si Teguh ngamuk tuh... ' iya kita udah pada bangun, bentar Guh " teriak Reni.
Beberapa menit kemudian kini mereka sudah berkumpul di ruang tengah.
" Lapar gue, cari makan yuk... " ucap Teguh.
" Iya nih, aku juga sama " sahut Rama.
" Makan seafood yuk, di pinggiran pantai sana ada tempat yang enak katanya " ucap Melly.
" Kata siapa ?" tanya Reni.
" Kata sodara gue, pan dia sering maen kesini, dia juga yang rekomendasiin liburan kesini ama villa ini " jawab Melly.
" Yaudah kalo gitu buruan cus, gausah banyak pidato !" Hanna berdiri dari kursinya di susul dengan yang lainnya.
Setengah jam kemudian, kita lihat bahwa kini kelima orang tersebut sedang menikmati makanan khas laut beberapa meter dari pinggiran pantai.
" Wuah... sekalian kita liat sunset nih gaess, abis makan kita ke ujung sana " Teguh menunjuk ke arah barat dari posisi mereka.
" Yah.. aku gak bawa kamera, di tasku tadi di kamar, cuma bawa dompet sama hp " ucap Hanna terdengar sedih.
" Lah ini apa... " Rama menunjukkan kamera miliknya yang sedari tadi menempel di tubuhnya.
" Wah... asyikkk, nanti hasil fotonya aku minta ya, nanti aku kasih fd nya " Hanna kegirangan.
" Siyap... " jawab Rama.
" Dasar selebgram... hobinya pamer foto biar dapet endorse " sahut Teguh.
" Idih... ngiri aja lu " timpal Hanna.
Sesuai rencana, setelah makan mereka pun langsung tancap gas menuju pinggiran pantai untuk menikmati sunset di sana, tak lupa berfoto ria, Teguh dan Rama bergiliran menjadi sang fotografer. Bahkan saking ingin semua terpampang di kamera, mereka tidak malu meminta bantuan orang yang lewat di depan mereka, sekalipun itu seorang turis asing, untuk memfotokan mereka berlima.
Senja kala itu...
Setelah lelah berfoto dan bercanda ria, kini mereka hanya duduk beralaskan pasir pantai sambil menikmati suasana indah dan tenang. Hanya deburan ombak yang terdengar di telinga masing - masing.
" Han, lu udah kasih tahu om Korea lu belum, udah lebih dari 3 jam loh ini " ucap Reni.
" Udah, barusan aku kirim whussup sama dia, kak " jawab Hanna.
" Ampun dah, cowo lu bener - bener takut banget kehilangan lu kayaknya " sahut Reni.
" Hehe... bagus dong, cinta banget dia sama aku " jawab Hanna.
" Lagian lu ya, tapi maaf nih ya Han, bukannya aku banding - bandingin pilihan lu, aku penasaran nih, kok bisa sih lu kepincut dia yang usianya, maaf nih ya, jauh banget sama lu ?" tanya Melly.
" Kalo udah cinta ya mau gimana lagi ya, cinta itu buta kan ?" Hanna berdalih.
" Iya sih iya, gak ada salahnya sih Han, zaman now kan udah lumrah kan ya hubungan sama cowo atau cewe yang usianya beda jauh, apalagi tajir melintir, ganteng, tipe hot daddy lagi kaya David Beckham, pacar lu punya semuanya " ucap Melly.
" Kak, aku kadang merasa minder jalan sama dia, bahkan aku pernah denger gosip di toko kalo aku tuh simpenan om - om tahu, aku sakit hati dengernya, padahal mereka belum tahu fakta sebenarnya kayak gimana, dia itu cuma seorang duda, aku udah bisa pastiin kalo dia itu beneran duda, ibunya sendiri juga pernah cerita sama aku kisah pahit kehidupan rumah tangganya yang di tinggal pergi istrinya " Hanna terlihat berkaca - kaca.
Rama tertegun mendengar ceritanya, karena sebetulnya dia pun sempat termakan gosip tersebut yang membuat dia mundur untuk mengejar Hanna yang ternyata dia pikir sama saja dengan wanita yang dia kenal lainnya, alias cewe matre yang hanya mengejar materi seorang pria dan tidak memperdulikan status dan usia pria tersebut, mau single or double, kebanyakan wanita yang dia kenal memang merupakan simpenan om - om, apalagi di Bali banyak sekali om - om bule yang tajir banyak cuannya.
" Sabar sayangku, ada kita disini yang akan belain kamu, kita tahu kok kamu bukan cewe yang seperti mereka pikirkan " Melly merangkul pundak Hanna.
" Iya sayang maaf ya kalo kita juga kadang bercandanya kelewatan, serius deh, kita sebagai temen terima kamu apa adanya kok, apapun keadaan kamu, kita bakal support ya, tapi kamu kalo ada apa - apa plist... jangan sungkan cerita sama kita, kamu jarang banget minta bantuan sama kita, malah kita yang selalu ngerepotin kamu, kita cuma takut kamu kenapa - kenapa, kalo emang kamu bahagia sama dia, kita ikut seneng kok tsaayy... " timpal Reni.
Teguh mengacungkan kedua jempolnya ke hadapan Reni.
" Thanks ya kakak kakak seniorku, kalian the best lah " Hanna kembali tersenyum.
" Eh... balik yuk, udah jam 6 lebih nih " ajak Teguh.
Akhirnya mereka pun kembali ke villa dengan berjalan kaki beriringan.
Di villa mereka menonton tv dan kembali membahas acara untuk hari esoknya, sambil melahap camilan dan minuman yang mereka beli di mini market sebelum datang ke villa.
" Eh... next time kita kemping yuk, naik gunung asyik tuh kayaknya " ucap Teguh, si pria jomblo yang terjebak friendzone bersama Melly.
Teguh berperawakan kurus dan tinggi, rambutnya cepak namun bergelombang, orang bilang wajahnya mirip seperti Samuel Zylgwyn.
" Ah... aku males deh musti naik turun gunung, mana bawa tas isinya seabrek, berat tahu " sahut Melly sang pujaan hatinya. Seorang wanita keturunan Tionghoa berkulit putih bertubuh sintal dengan tinggi 155 cm, berpipi chubby berkulit putih.
" Biar sehat sayangku, liat ini, pipi ama perut balapan tau gak " Teguh mencubit pipi Melly.
" Hahaha... gue bilang apa, jangan keseringan ngajak si Melly makan tau, ajak dia ngegym, aerobik, zumba sekalian, biar bodynya ramping kayak gue " sahut Reni. Seorang wanita keturunan Batak yang merantau ke Bali dengan motto hidup ingin mendapatkan pacar dan calon suami bule. Visualnya mirip Acha Sinaga aktris asal Indonesia. Tingginya sekitar 170 cm hampir sejajar dengan Hanna. Warna kulitnya kuning langsat. Kulit khas wanita Indonesia.
" Cih.. kerempeng body lu mah " sahut Melly, kesal.
" Idih... iri, bilang bos... " jawab Reni sambil menjulurkan lidahnya.
" Eh... betewe, si Ardi kenapa gak jadi ikut nih ? padahal dia yang heboh ngajak liburan bareng kita " tanya Hanna.
" Dia cutinya gak di acc sama pak Welli kayaknya " Rama yang menjawab pertanyaan Hanna.
" Eh, masa sih, dia bilang alesannya mau cuti bulan depan mau pulang kampung katanya soalnya jauh banget kangen emak katanya " sahut Reni.
" Emang kampungnya dimana, lu tau kagak ?" tanya Teguh.
Reni menggelengkan kepalanya.
" Dia kan rumahnya di Jimbaran, dia asli dari pulau Bali keles... hahaha... di kibulin lu ama dia " ucap Teguh.
Yang lain pun mentertawakan Reni.
Sementara itu di sisi lain, Ardi si target yang sedang di bicarakan oleh kelima orang itu kini sedang sibuk di toko melayani konsumen karena masuk kerja shift siang. Dia merupakan karyawan di lantai 3 di konter tas pria.
" Ish.. kenapa kupingku jadi panas gini ya " ucap Ardi yang mendapat sebuah firasat tidak enak.
...***...
Keesokan harinya, pagi sekali, setelah sholat subuh Hanna membangunkan Reni dan Melly untuk bersiap - siap bermain di pantai.
Mulai dari menyiapkan baju ganti, sunscreen atau tabir surya, dan peralatan lainnya.
Mereka rencananya hari ini akan menyambut sunrise di pantai, setelah itu sarapan dan akan pergi menikmati fasilitas watersport yang ada di lokasi liburan mereka.
Beberapa jam berlalu, mereka begitu menikmati acara liburan kali ini, tidak seperti saat mereka berlibur bersama tim dari tempat mereka bekerja, terlalu banyak aturan jadi tidak bebas.
Tidak lupa mereka selalu mengabadikan kegiatan mereka lewat foto maupun video.
" Nanti kita upload ke akun yucupku ya... " ucap Teguh.
" Edit dulu yaa... biar keren " sahut Melly.
" Tentu dong cintaku... " jawab Teguh.
" Ish... jijay " mata Melly mengerling.
Tanpa terasa, hari sudah menuju sore lagi, karena sudah merasa lelah, mereka pun memutuskan kembali ke villa untuk membersihkan diri dan istirahat.
Seperti biasa Hanna selalu memberi kabar pada Siwan jam berapa pun itu dan hal apa saja yang dia lakukan, dia selalu memberitahu Siwan tanpa kebohongan sedikitpun.
Siwan yang saat itu sedang meeting bersama beberapa kliennya terlihat aneh di mata mereka, karena dia terus tersenyum sambil melihat hpnya. Ternyata Hanna mengirimnya beberapa foto dengan gaya absurd bersama teman - temannya sebagai tanda bukti.
" Are you okay, brother ?" tanya klien Siwan yang berasal dari negara Singapura.
" Yes, sorry... keep going please... " jawab Siwan lalu menyimpan hpnya kembali ke atas meja.
...***...
Keesokan harinya....
Mereka berlima datang ke pantai tidak seperti hari kemarinnya, mereka datang kesana hanya untuk mencari sarapan dan pemotretan di pinggir pantai memakai bikini. Hehe.. bercanda.
Tidak mungkin Hanna mau memakai bikini lagi setelah di ancam oleh Siwan, apalagi di pantai terbuka pasti banyak sekali mata memandang ke arahnya.
Mereka bertiga memang memakai baju sexy, tapi tidak memakai bikini juga sih. Tetap saja membuat mata para pria terkagum - kagum melihat body mereka yang aduhai, terutama Hanna.
Reni memakai jeans pendek dan tanktop serta memakai outers kimono pantai motif bunga.
Melly memakai mini dress putih dengan outers jaket denim.
Dan Hanna memakai floral mini jumpsuit dengan potongan v neck di bagian atas.
Lalu Rama dan Teguh, mereka hanya memakai celana pendek serta kemeja pantai berwarna pastel. Sangat cocok dengan sifat mereka yang cool dan keren.
Selesai pemotretan mereka memutuskan untuk mencari beberapa souvenir sebagai buah tangan untuk beberapa orang teman dan kerabat mereka.
Tak lupa dimanapun mereka selalu berfoto dan video sebagai bahan untuk konten yucup di akun Teguh. Modelnya tentu saja ketiga wanita yang sedang berlibur dengannya.
Ketika mereka terus berjalan menelusuri sebuah lokasi perbelanjaan, tiba - tiba mereka berhenti di sebuah halaman gedung, terlihat seperti sebuah resto, cafe and bar di mata Hanna.
" Eh... mau nyoba masuk kesini gak ?" tanya Teguh.
" Ih... ngaco, ngajak dugem lu ?" Melly agak sewot karena dia tahu tempat tersebut adalah tempat clubbing.
" Owh... kupikir cuma cafe and bar biasa " dengan polosnya Hanna menyahut.
" Lu gak pernah ya pergi clubbing ke diskotik, ketahuan deh ?" goda Teguh.
" Mana pernah gue, Guh, pacar gue kemana - mana ngekor mulu, lagian gua gak pernah mabok kali, gak boleh sama mamah " Hanna tertawa, padahal dia berbohong. Nyatanya dia pernah mabuk itu pun tanpa sengaja.
" Serius lu, gak pernah nginjek lantai disko lu Han ?" tanya Melly.
Hanna hanya menggelengkan kepalanya.
" Ntar malam kesini aja yuk, hari terakhir nih kita, sebelum balik ke rumah, gak usah mabok juga kali, kita nongkrong aja sambil joged happy - happy aja gitu " ajak Reni.
" Setuju gue... " sahut Teguh.
" Duh.. gue mesti bilang apa nanti sama ahjussi, gue takut dia tahu gue pergi ke tempat beginian " ucap Hanna.
" Gak usah bilang keles, lu nurut amat sih sama si om Korea lu, bilang aja lu udah mau tidur soalnya cape abis jalan seharian " ucap Reni.
" Emh... iya juga ya, sekali - kali aku emang penasaran sih sama daleman diskotik kaya gimana, tapi jangan ajak aku mabora yaaa... " pinta Hanna.
" Of course, kita nongkrong aja... " jawab Reni.
Dan, akhirnya setelah bercakap - cakap di depan sebuah bar and night club, mereka memutuskan untuk pulang dan akan kembali malam nanti untuk menikmati hiburan malam.