
Hari minggu, di awal bulan desember tahun 2015...
Pagi itu, pukul 07.00 wib di sebuah gedung serbaguna yang berlokasi di pinggiran jalan raya di daerah kabupaten Bandung, akan di gelar acara resepsi pernikahan.
Orang - orang di sekitar sana terlihat sibuk dengan tugas masing - masing untuk mempersiapkan acara menyambut kedatangan sang calon mempelai pria dan keluarganya.
Hari itu, merupakan hari spesial bagi salah satu sahabat Hanna, yaitu Yasmin, yang akan menikah bersama pria yang sudah 3 tahun ia kenal dari hati ke hati.
Kepulangan Hanna kali ini ke Bandung, selain untuk mengantarkan adiknya yaitu untuk menghadiri acara pernikahan Yasmin, karena ditunjuk sebagai salah seorang bridesmaid bersama dua sahabat lainnya.
Di dalam sebuah ruangan....
" Yas, gimana rasanya ?" tanya Hanna menggoda Yasmin yang sedang dirias oleh mua dari wedding organizer.
" Deg - degan Na, sumpah gue !!" jawab Yasmin yang nampak tegang.
Hanna dan kedua sahabat lainnya hanya tersenyum mendengar jawabannya dan melihat ekspresi wajahnya yang begitu tegang, mereka malah terus - terusan menggoda Yasmin.
" Kalian ini, malah menggoda terus calon manten, udah sana liat calon suaminya udah datang belum !!" seru sang mua.
" Hihihi... oke - oke, kita tinggal dulu ya, bye Yasmin... " ucap Audrey.
" Ih... jangan jauh - jauh dong, aku kesepian nanti !!" sahut Yasmin.
Hanna, Audrey dan Karina tidak memperdulikan ucapan Yasmin, karena takut dimarahi kembali oleh sang perias karena mengganggu pekerjaannya, mereka pun pergi keluar dari ruangan menuju aula gedung untuk melihat sejauh mana persiapan penyambutan calon mempelai pria dan keluarganya.
Namun, mereka bertiga malah sibuk berfoto bersama adik dan saudara Yasmin lainnya.
" Eh, foto lagi yuk di sana, bagus tuh latarnya, mumpung masih kosong " ajak Karina.
" Iya nih, kalo nanti keburu penuh sama tamu undangan, bakal susah tahu " sahut Audrey.
Mereka bertiga saling beriringan kesana kemari dan berfoto bergantian dengan hp masing - masing setelah sebelumnya di foto dengan kamera milik Hanna yang sengaja ia pinjam dari Abdul. Lalu siapa fotografer nya, tentu saja ada, namanya Ihsan, sejak pagi tadi dia selalu dengan sengaja mendekati Audrey dan sahabatnya karena dia sedang mencoba pendekatan pada Audrey kala itu.
Ihsan merupakan saudara Yasmin, dia sudah bekerja sebagai seorang pns di kantor pemerintahan kabupaten Bandung, sedang mencari jodoh, karena usianya sudah akan menginjak usia 32 tahun, Yasmin dan keluarganya seperti dengan sengaja menjodohkannya dengan Audrey, karena sering bertemu dengan Audrey saat dia main ke rumah Yasmin.
Namun, Audrey sendiri sepertinya belum ada kemauan untuk dekat dengan pria manapun, hingga saat ini, dia masih betah melabeli dirinya dengan status jomblo.
Hanna dan kedua sahabatnya memakai baju kebaya brokat dengan model kutu modern berwarna hijau mint dan rok kebaya lilit 3/4 berwarna coklat. Di padukan dengan tatanan rambut masing - masing yang terlihat simple dan elegan dengan beberapa hiasan rambut berwarna silver.
Pukul 08.10 wib, rombongan iringan calon mempelai pria sudah sampai di parkiran mobil. Hanna dan kedua sahabatnya langsung mengakhiri sesi foto mereka dan berjalan menuju ruangan rias untuk memberitahu Yasmin dan sang perias.
" Yas, udah datang, calon imam mu " ucap Hanna.
" Cie... bentar lagi halal nih " goda Karina dan Audrey.
Wajah Yasmin terlihat semakin tegang, lalu sang perias pun memberi beberapa wejangan pada Yasmin untuk menenangkan hatinya.
Sebelum keluar untuk menyambut sang mempelai pria, setelah selesai dirias, Yasmin pun menjadi bahan objek foto oleh ketiga sahabatnya secara bergantian. Mereka begitu takjub melihat sang ratu sejagad semalam kita kali ini yang begitu cantik dan mempesona dengan riasan di wajahnya.
Selama ini, Yasmin memang terkenal hampir jarang memakai make up di antara ketiga sahabatnya. Makanya saat ia di rias oleh sang ahli, terlihat begitu pangling, wajahnya cerah bersinar. Padahal Yasmin dengan sengaja meminta pada sang perias untuk senatural mungkin, dia tidak mau terlalu mencolok perbedaan antara wajahnya tanpa make up dan wajahnya setelah di make up.
Pukul 08.30 wib, sudah terdengar bahwa acara penyambutan mempelai pria dengan lengser atau mapag panganten dalam adat sunda, sedang di laksanakan. Hampir 20 menit, pegal rasanya Yasmin menunggu proses tersebut hingga calon mempelai pria memasuki gedung menuju area di mana akad pernikahan akan di laksanakan.
" Ngantuk Yas ?" tanya Hanna.
" Iya duh, semalam gue gak bisa tidur nyenyak, pegel badan gue Na, kemarin abis acara siraman gue masuk angin " jawab Yasmin.
" Hihi... gue bilang juga apa, lu sih kagak mau denger, makanya, minum tolak asin dulu harusnya " sahut Audrey.
" Promo iklan mulu lu mah " timpal Karina.
" Ini nih, berat ampun, kepala gue, pliss... " ucap Yasmin sambil menunjuk ke atas kepalanya yang kini memakai mahkota siger sunda berwarna silver dan beberapa helaian bunga melati.
" Sabar - sabar, cuma sehari ini kok " ucap Hanna.
" Mana abis akad gue pasti ganti baju lagi, lama lagi boo.... " ucap Yasmin.
Tidak lama kemudian, seseorang datang menuju ruangan dan mengintruksikan agar Yasmin bersiap menuju meja akad karena akan segera di mulai.
" Bismillah dulu yuk, berdoa dalam hati !!" seru Hanna kepada para sahabatnya.
Setelah berdoa, Hanna dan Audrey pun mendampingi Yasmin berjalan di samping kiri dan kanan sambil memegang tangannya. Sedangkan Karina, ia di belakang Yasmin memegang sebuah buket bunga tangan yang nantinya akan di pegang oleh Yasmin.
Mereka berjalan perlahan sesuai intruksi kameramen yang sedang mengabadikan moment dari tiap sudut.
Setelah selesai mengantarkan Yasmin ke meja akad di samping calon mempelai pria nya, Hanna dan kedua sahabatnya duduk di kursi yang tidak jauh, beberapa meter di samping meja akad.
Saat prosesi akad berlangsung...
" Na, gimana hubungan lu sama om Korea mu, masih lancar ?" tanya Karina.
" Masih Rin, cuma, udah dua hari ini aku belum kontekan sama dia, susah di hubungi " jawab Hanna.
" Lagi sibuk kali Na " sahut Audrey.
" Mungkin Rey, tapi aku selalu kasih kabar ke dia, aku lagi apa, lagi dimana, aku juga ngasih tahu hari ini acara pernikahan Yasmin dan ngundang dia, tapi, pesanku belum juga dibaca " ucap Hanna terdengar lesu.
" Udahlah gapapa, positif aja mikirnya ya, biar gak bikin kamu sedih, lagian kan kita dari kemarin lagi sibuk bantuin acara nikahan si Yasmin, jadi kamu gak terlalu bete kan nunggu kabar dari dia " ujar Karina.
" Iya juga sih Rin, eh, tapi, btw gimana nih kelanjutan hubungan mu sama Erwin ?" tanya Hanna.
Lalu, Karina menceritakan bahwa hubungannya dan Erwin sudah benar - benar berakhir kali ini. Bahkan rencana pernikahannya pun gagal karena mereka terlalu sering bertengkar karena masalah sepele.
Tanpa disadari, proses akad nikah sudah selesai seiring panjangnya cerita yang dilontarkan oleh Karina.
Kini, Hanna dan kedua sahabatnya bersiap kembali untuk ikut berpartisipasi dalam serangkaian acara adat sunda lainnya sebelum akhirnya menyambut tamu undangan yang akan hadir di mulai pukul 11.00 wib nanti.
Satu jam berlalu, kini, tibalah pada acara sawer yang sudah di nantikan oleh kebanyakan anak - anak karena banyaknya hadiah yang sudah di sediakan oleh Yasmin dan keluarganya.
Anak - anak dan beberapa remaja bahkan orang tua pun berkumpul di belakang kedua pengantin untuk berebut coin uang receh dan beberapa coin undian hadiah.
Setelah acara sawer, kini giliran para wanita dan pria bujang berkumpul untuk berebut bunga yang akan di lempar oleh Yasmin dan Gani, suaminya.
Hanna dan Karina terlihat sangat antusias awalnya, berbeda dengan Audrey yang nampak enggan berebut lontaran bunga dari pengantin. Ia seolah tidak ingin mendapat gelar the next bride.
Mereka bertiga berkumpul bersama beberapa saudara Yasmin dan Gani yang masih melajang di usia yang sudah cukup untuk berumah tangga.
Saat Mc memberi aba - aba pada Yasmin untuk melemparkan bunga pada para kandidat, saat hitungan ketiga, Hanna dan Karina langsung berpencar menghindari kerumunan, Hanna ke samping kanan, Karina ke Samping kiri, mereka seperti seolah sudah sepakat untuk tidak berebut bunga yang di lempar oleh Yasmin. Dan, ternyata, yang mendapat buket bunga yang di lempar kedua pengantin adalah Audrey.
Audrey merasa terkejut saat kedua tangannya menggenggam buket bunga pengantin itu. Ia lalu tersadar setelah mendengar suara tepuk tangan dan ledekan dari beberapa orang di belakangnya.
" Cieeee.... Audrey, the next bride " teriak Karina yang kini sudah jauh dari area kerumunan tadi.
Audrey pun menoleh mencari keberadaan Karina dan Hanna. Saat ia melihat ke belakang, ternyata ia baru sadar bahwa kedua sahabatnya seolah bersekongkol tidak berebut bunga pengantin tadi.
Audrey pun berlari menuju Karina dan Hanna dengan wajah malu, sedangkan kedua sahabatnya pun seolah berlari menghindari Audrey yang pasti akan mengomeli mereka, sambil tertawa cekikikan di antara banyaknya saudara Yasmin dan Gani yang hadir di sana.
Sedangkan Yasmin dan Gani dari atas pun tertawa melihat kelakuan sahabatnya yang seperti anak kecil sedang bermain kucing - kucingan.
Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 13.45 wib, saat ini tamu masih berdatangan tapi tidak seramai seperti beberapa jam sebelumnya. Kedua orangtua Hanna dan adiknya pun sempat menghadiri sebagai tamu undangan, hanya saja mereka tidak lama berada di sana karena masih harus menghadiri undangan lainnya.
Dan kini, saat salah seorang penyanyi bernyanyi lagu dangdut karena ada permintaan dari salah satu keluarga pengantin, Hanna, Audrey dan Karina naik ke atas panggung untuk berjoged bersama.
Saat sang penyanyi menyanyikan lagu Zaskia Gotik berjudul bang Jono, Hanna dan Audrey semakin heboh berjoget, Karina berduet bersama sang penyanyi membawakan lagunya. Terlihat Yasmin pun sempat berjoged di pelaminan di sela - sela tamu yang kosong, ikut memeriahkan acara tanpa malu. Hanna mengajak Yasmin untuk naik ke panggung, hanya saja suaminya, Gani selalu menariknya kembali agar tidak pergi dari pelaminan.
Saat sedang asik berjoged, berkali - kali Yasmin memberi isyarat pada Hanna untuk menghentikan aksinya lewat lirikan mata dan tangannya. Namun, Hanna seolah tidak menyadari apa maksud Yasmin saat itu. Ia terus berjoged tanpa memandang ke arah lainnya, dia hanya fokus menatap Audrey, Karina dan beberapa pemain instrumen musik di belakangnya.
Namun, saat lagu akan segera berakhir, Hanna baru menyadari bahwa dari tadi ada sepasang mata yang terus menatapnya beberapa meter di bawah panggung secara tajam.
" Ahjussi... " ucap Hanna dengan ekspresi wajahnya yang berubah menjadi pucat dan malu.
Hanna pun turun dari panggung dengan terburu - buru dan menghampiri Siwan yang sudah berdiri sedari tadi beberapa meter di depan panggung dengan memakai setelan slimfit jas berwana dark grey di padukan kaos berwarna putih di dalamnya sehingga terlihat casual namun tetap formal saat menghadiri undangan pernikahan. Rambutnya yang panjang di sisir kebelakang dengan sedikit pomede hingga tetap terlihat rapih.
Hanna masih mengatur nafasnya yang nampak kelelahan setelah berjoged dengan hebohnya bersama kedua sahabatnya di panggung.
" Ahjussi, kapan sampai di Bandung ? kok tahu lokasinya di sini ? kenapa gak telepon dulu ih, jahat !!" ucap Hanna.
Siwan belum menjawab semua pertanyaan Hanna, dia hanya menutup bibir Hanna dengan telunjuknya supaya berhenti bertanya - tanya. Siwan menggandeng tangan Hanna dan membawanya ke atas pelaminan untuk menghampiri dan memberi ucapan selamat pada Yasmin dan suaminya terlebih dahulu.
" Hanna, siapa ini, pacarmu ?" tanya ibu Yasmin.
Hanna hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum karena masih malu.
Siwan pun memperkenalkan dirinya pada ibu Yasmin. Lalu setelah itu, ia berjalan menuju Yasmin dan Gani.
" Kak Wan, terima kasih banyak loh sudah hadir, aku pikir masih di Korea !!" ucap Yasmin.
" Aku sengaja ingin memberi kejutan, selamat ya atas pernikahan nya !!" jawab Siwan.
" Hanna yang pastinya paling terkejut " sahut Gani.
Siwan menatap Hanna yang berdiri di belakangnya lalu tersenyum dan menatap Yasmin dan Gani kembali.
" Aku sudah mengira akan begitu " ucap Siwan.
Sebelum turun, Yasmin meminta Siwan dan Hanna untuk berfoto bersamanya sebagai kenang - kenangan.
Beberapa menit kemudian, kini Siwan dan Hanna sedang duduk berdua di sebuah tempat di pojokan gedung di bawah pohon yang rindang dengan udara yang sejuk di siang hari.
" Ahjussi... " Hanna merengek pada Siwan yang masih belum juga memberi penjelasan atas pertanyaan nya tadi.
Siwan hanya fokus mencicipi makanan yang tadi ia bawa bersama Hanna. Siwan tidak memilih menu utama karena dia sudah makan siang di hotel sebelum ia pergi ke undangan pernikahan Yasmin. Ia hanya memilih mie kocok dan es cendol lalu beberapa kue basah yang menarik matanya saat melihatnya.
" Chagiya, kue ini, apa namanya ?" tanya Siwan.
" Itu klepon " jawab Hanna.
" Emh... enak ya, kalau yang itu, apa namanya ?" tanya Siwan kembali seolah mengulur waktu.
" Yang ini getuk, yang itu bugis, kalu minuman ini namanya cendol. Sudah ya, sekarang jawab pertanyaan ku !!" seru Hanna.
Siwan tersenyum lalu minum cendol dari gelasnya.
Setelah itu, Siwan menceritakan bahwa dia sudah sampai di Bandung sejak kemarin malam. Ia di jemput oleh pak Adi yang dulu sempat mengantar jemputnya saat pertama datang ke Bandung bersama Hanna. Kemudian ia menginap di hotel yang dulu sempat ia kunjungi.
" Dan, soal lokasi pernikahan ini, aku melihat beberapa foto yang kau upload di instagrem, aku melihat keterangan lokasinya, lalu kebetulan pak Adi tahu lokasinya, karena sebelum ke hotel kami lewat lokasi ini kan ?" tanya Siwan.
" Iya, pasti kau lewat sini kalau dari arah kota " sahut Hanna.
" Ya, begitulah ceritanya " ucap Siwan.
Mata Hanna mendelik pada Siwan.
" Kenapa ? tidak senang ya, aku beri kejutan seperti ini ?" tanya Siwan.
" Kenapa harus datang saat aku sedang heboh seperti tadi sih " ucap Hanna di dalam hati sambil memalingkan wajahnya dari hadapan Siwan.
Siwan menarik wajah Hanna yang seperti sedang menahan malu menghindari tatapannya.
" Chagiya, tidak apa, tidak usah malu, goyanganmu tadi, sangat menghibur !!" ucap Siwan.
" Ish... sudahlah, jangan di bahas lagi, aku malu !!" ucap Hanna sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Siwan pun tertawa melihat kelakuan kekasihnya.
Lalu, setelah selesai mengobrol berdua selama beberapa menit, kini Hanna dan Siwan pun kembali ke dalam gedung menemui Karina dan Audrey.
Siwan pun menyapa kedua sahabat Hanna dan berkumpul bersama mereka hingga acara selesai.
Pukul 15.30 wib, acara sudah berakhir. Hanna meminta Siwan untuk menunggunya karena akan berganti pakaian terlebih dahulu bersama para sahabatnya.
Di ruang ganti...
" Sist, yang tadi, yang pake jas abu - abu, itu pacar yu... ?" tanya sang perias.
" Iya, mas, dia pacarku !!" jawab Hanna.
" Ish... jangan panggil eike mas dong, panggil aja madam !!" ucapnya.
Karina dan Audrey seperti menahan tawa mendengarnya.
" Owh... iya deh, ma-dam " ucap Hanna kembali.
" Ya ampun, pacar yey sumpah ganteng eim, tipe - tipe hot dady, pasti umurnya 30 lebih ya yey... ?" tanya madam.
" Kepala empat malah " jawab Hanna.
" Masa sih cyin, ya ampun, gagah banget tapi awet muda, tipe aku banget ih tsay... masih punya gak yang mirip kaya dia, bagi donk... " ucap madam.
Hanna hanya menelan ludah mendengar ucapan madam saat itu, ia hanya tersenyum sambil meringis lalu buru - buru membereskan bajunya ke dalam tas dan bergegas pergi dari ruangan tersebut.
" Aku duluan ya, udah di tungguin nih, kasihan pacarku nunggu lama " ucap Hanna pada Audrey dan Karina.
" Oke, tiati ya... " jawab Karina dan Audrey.
Hanna berpamitan pada Yasmin, Gani dan keluarganya sebelum akhirnya pulang bersama Siwan.
Hanna berjalan menghampiri Siwan yang sedang menunggu nya di parkiran di dekat mobilnya. Ia duduk pada bangku yang ada di bawah pohon rindang.
" Mau langsung pulang ?" tanya Siwan.
" Terserah ahjussi saja !!" ucap Hanna.
" Aku hanya takut kau lelah " sahut Siwan.
" Asalkan bersamamu, aku tidak pernah merasa lelah " jawab Hanna.
Siwan hanya tersenyum menatap kekasihnya, lalu mengajaknya masuk ke dalam mobil.