
Malam hari, saat itu, pukul 22.25 wita, Hanna, pulang bekerja dan terlihat sedang mengantri di halte bus yang tidak jauh dari sebuah departemen store tempatnya bekerja.
Saat bus tiba, Hanna masuk ke dalam dan mencari tempat duduk yang kosong. Saat itu, di dalam bus, sudah ada Rayhan sedang duduk sambil tersenyum saat melihat wajah Hanna. Lalu mempersilahkan Hanna duduk di sampingnya saat itu.
Hanna yang terlihat enggan, terpaksa duduk di sampingnya.
" Dari mana semalam ini ? tanya Hanna pada Rayhan. "
" Aku habis pergi ke rumah temen di daerah xxx sana. Tidak jauh dari sini kok. " Jawab Rayhan dengan sumringah.
" Oh. " Ucap Hanna, singkat. Hanna lalu hanya fokus melihat ke arah luar, jalanan malam hari, lewat jendala depan, karena saat itu mereka duduk di jok paling depan sebrang supir.
Tiba - tiba, Hanna melihat seseorang yang ia kenali sepertinya. Seorang wanita berada di pinggir jalan dalam keadaan terhuyung - huyung. Seperti jalannya orang mabuk meliuk - liuk, sesekali berhenti, berjongkok dan berdiri lagi melanjutkan perjalanan nya.
Saat itu juga ia meminta pak supir untuk menghentikan bus nya dan bersiap untuk turun.
" Ada apa ? " tanya Rayhan menahan lengan Hanna.
" Emh... ayo a Rey juga turun, bantu Hanna kali ini !!" Seru Hanna.
Lalu mereka berdua turun tepat beberapa langkah di depan wanita itu.
Saat Hanna mendekat, ternyata dia memang benar - benar mengenali siapa sosok tersebut.
" Kak Siska... " teriak Hanna sambil berlari menghampiri nya.
Siska yang menengok kesana kemari mencari keberadaan orang yang memanggilnya, akhirnya menyadari siapa orang itu saat Hanna menggapai nya dan menyentuhnya, di susul oleh Rayhan dari belakang.
" Kakak, apa yang kakak lakukan malam - malam begini ?" tanya Hanna.
" Oh.. kamu Hanna ya. Emh... Hanna, aku kangen banget sama kamu, ayo sini peluk aku, aku kangen... " Siska lantas memeluk Hanna dengan gaya selebor.
" Kakak, ayo kita pulang sama - sama ya.. !! ajak Hanna.
" No.. no.. no... ini masih pagi, untuk apa aku pulang, aku harus pergi bekerja dulu, aku akan naik bus ke kantorku, awas kau jangan menghalangi jalanku." Ucap Siska.. " Minggir.. awas.. kau minggir sana.. Hus..Hus... " Siska mengibas - ibaskan tangannya di depan Hanna.
" Han, kita pulang naik taksi aja ya, tunggu aku panggilkan dulu. " Rayhan langsung maju sedikit ke arah jalan raya berharap menemukan ada taksi lewat di depan mereka.
Tapi, tiba - tiba, Hanna melihat ada sebuah mobil berhenti di pinggir jalan, sebuah mobil Briow warna putih. Lalu tidak lama seseorang turun dari mobilnya dan menghampiri mereka.
" Hanna, ayo, aku antarkan kalian pulang !!" Ucap Aji. Ternyata dia temannya paman.
" Makasih ya, tolong, bantu aku masukkan kak Siska ke dalam. " Ucap Hanna.
Lalu Aji memapah Siska hendak memasukkan nya ke dalam mobil walaupun berkali kali Siska terlihat menolak dan berkata ngawur tapi Aji berhasil membuatnya masuk ke dalam.
" Hanna, kamu kenal dia ?" tanya Rayhan.
" Iya, dia temannya paman. Ayo a, kita numpang pulang sama dia aja !!" ajak Hanna sambil berjalan menuju mobil.
Rayhan duduk di samping Aji di depan, Hanna dan Siska di jok belakang.
Siska di dalam mobil terus berbicara ngawur, entah apa yang dia bicarakan, tapi Hanna mengerti kemana arah dan tujuan perkataan Siska itu. Hanna hanya diam sambil sesekali mengusap rambut Siska.
" Hanna, 3 jam aku menunggu nya di club sampai selesai minum sendirian. " Ucap Aji.
" Apa kau membuntuti nya ? apa hobimu menguntit seorang wanita ? " tanya Hanna.
" Tidak, bukan begitu, aku hanya kebetulan melihatnya masuk ke dalam club sendirian, masih lengkap dengan seragam kantornya seperti itu. Aku khawatir terjadi sesuatu pada temanmu makanya aku ikuti dia dari belakang. " Jawab Aji panjang lebar.
" Makasih banyak ya, seharusnya kamu langsung menelpon dan memberitahuku tadi. " Ucap Hanna.
" Aku tidak tau nomor telepon mu. " Jawab Aji dengan polos.
" Kau kan bisa minta pada paman kalau di rasa itu penting." Ucap Hanna, sewot.
" Oke.. oke.. lain kali aku akan memintanya pada kak Wan. " Ucap Aji.
Rayhan yang sedari tadi duduk dan diam tiba - tiba angkat bicara.
" Maafkan aku, lupa memperkenalkan diri. Aku Aji, temannya kak Wan. " Ucap Aji sambil melirik Rayhan sebentar.
" Saya Rayhan, temannya mereka berdua. " Sahut Rayhan.
" Apa rumahmu satu arah dengan mereka ? " tanya Aji pada Rayhan.
" Iya, gedung kostku di sebrang gedung kost mereka. " Jawab Rayhan.
" Oh.. kebetulan sekali ya. " Ucap Aji.
Akhirnya mereka sampai di depan gedung kostan. Dan, Siska, mungkin dia lelah, dia tertidur tidak sadarkan diri.
" Hanna, kau bawa tasnya, aku akan membawa nya ke atas. " Tukas Aji.
Hanna hanya mengangguk sambil melepaskan tas selempang dari pundak Siska. Aji, Hanna dan Rayhan turun dari mobil.
Aji lalu mengeluarkan Siska dari dalam mobil, dan menggendong tubuhnya naik ke lantai dua menuju kamar kost Siska, di susul oleh Hanna dan Rayhan.
Lalu Hanna buru - buru membuka kamar kost Siska yang kuncinya ia dapat dari dalam tas Siska.
Dan Aji langsung menuju ke arah kamar Siska dan membaringkannya di atas ranjang milik Siska.
Setelah itu, terlihat Hanna melepaskan sepatu dari kaki Siska dan menyelimuti nya. Lalu keluar dari dalam kamar nya.
Di ruang tengah, terlihat Aji dan Rayhan sedang berdiri di depan pintu kamar.
" Dia tidur ?" tanya Aji.
" Iya, dia tidur. Malam ini, aku akan menginap disini. Jadi, jangan khawatir." Jawab Hanna.
" Baiklah, kalau begitu, sebaiknya aku dan dia pulang saja sekarang ( menunjuk Rayhan )."
" Terimakasih banyak atas bantuan kalian, aku benar - benar merasa tertolong. " Ucap Hanna.
Lalu Rayhan dan Aji pun keluar dari kamar Siska. Mereka pulang bersama - sama.
Hanna memutuskan untuk mengganti pakaiannya dan membersihkan wajahnya dahulu di kamar kost nya, lalu setelah selesai dia menuju ke dalam kamar Siska lagi dengan membawa hp dan laptopnya.
Saat kembali ke tempat Siska, Hanna langsung menuju kamar Siska dan melihat temannya itu masih tertidur bahkan mengorok, mungkin karena kelelahan.
Hanna membiarkan pintu kamar Siska terbuka dan memutuskan untuk tidur di luar, di ruang tengah di atas sofa ruang tv milik Siska. Terlihat Hanna hanya mengambil sebuah selimut saja dari atas lemari Siska yang masih terbungkus plastik laundry.
Sebelum tidur, seperti biasa dia selalu melakukan video call bersama Siwan lewat laptop miliknya.
" Kenapa latar belakangnya berbeda, kau dimana? " tanya Siwan dari sebrang sana.
" Aku lagi menginap di kamar kak Siska."
Dan Hanna menjelaskan panjang lebar semua yang tadi ia lalui bersama temannya itu.
" Rayhan... " tapi Siwan hanya fokus pada satu nama itu.
" Iya, tadi kebetulan pas Hanna naik bus mau pulang, dia ada di dalamnya katanya mau pulang juga, habis main ke rumah temannya." Ucap Hanna.
" Oh... begitu rupanya. " Jawab Siwan.
" Kenapa sih, jangan menaruh curiga padaku, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun terhadapnya. " Tukas Hanna.
" Baiklah, aku percaya padamu. " Ucap Siwan.
Mereka berdua mengobrol lewat video call selama beberapa menit dan setelah selesai menutup panggilan video callnya, Hanna bersiap - siap untuk tidur.
Di sisi lain.
Di sebrang sana, terdengar Siwan seperti menelpon seseorang.
" Selidiki dia. Dan, awasi terus !!" Ucap Siwan pada seseorang melalui hpnya. Lalu menutup telponnya dan meminum seteguk air dari gelasnya, terlihat seperti sedang meminum segelas wine.