My First Kiss, Not My First Love

My First Kiss, Not My First Love
Again..



Di sebuah pantai bernama Tanjung Benoa, Hanna dan Siwan nampak sedang beristirahat di sebuah kedai kelapa beberapa meter dari pinggiran pantai.


" Ahjussi, apa kau tahu, dia datang kemari bukan sengaja untuk berlibur " ucap Hanna setelah menyedot cairan dari dalam sebuah kelapa yang berada di hadapannya.


" Adikmu ? lalu, kalau boleh tahu, kenapa ?" tanya Siwan.


Hanna nampak berpikir sejenak, lalu menatap pada adiknya yang tidak jauh dari lokasi pantai, sedang bermain volly pantai bersama Pat, Aji dan Austin.


" Dia kabur dari rumah, dia memberitahu ibu saat di bandara, sebelum naik pesawat menuju kemari. Dia bahkan membeli tiket dengan uang tabungannya sendiri." Tukas Hanna.


" Kabur ?" Siwan nampak heran.


" Yap... dia kabur gara - gara bapak mau mengirimnya ke pesantren di Jawa Timur, soalnya dia tidak jadi kuliah tahun ini, katanya, jurusan yang dia inginkan sudah penuh, dia akan mencoba tahun depan !!" jawab Hanna.


" Owh... begitu rupanya." Ucap Siwan sambil menyeruput air kelapa miliknya lewat sedotan.


" Dia meminta bantuanku untuk membujuk bapak supaya tidak mengirimnya ke pesantren, kalau tidak, dia tidak mau pulang lagi ke Bandung sebelum bapak berjanji padanya. Huh... dasar... dia membuatku pusing terus !!" ucap Hanna.


" Ya sudah, hari ini, tidak usah terlalu di pikirkan dulu, nikmati saja acara liburannya, nanti kita cari solusi lagi pulang dari sini, ya... !!" ucap Siwan sambil menggenggam tangan Hanna.


Hanna dan Siwan saling memandang satu sama lain, sambil tersenyum mereka tak melepaskan pandangan masing - masing.


" I love you, my ahjussi !!" ucap Hanna.


" Love you too !!" timpal Siwan, lalu mencium tangan kekasihnya itu.


Lalu, sepersekian detik, muncul lah pengganggu di antara kemesraan mereka kali ini.


" Waw... jomblo sepertiku tidak seharusnya menghampiri kalian, silahkan lanjutkan... " ucap Abdul, lalu berbalik hendak menjauh dari hadapan sepasang kekasih yang sedang merajut momen romantis di pinggiran pantai.


" Heh, apa sih... sini kau.... !!" ucap Hanna sambil menarik kaos Abdul yang baru satu langkah hendak pergi dari hadapannya.


Dan kini, adiknya sedang duduk di antara Hanna dan Siwan, dia duduk di tengah seperti sedang menjadi seorang juri sebuah kompetisi catur atau adu panco, entahlah...


Siwan memesankan satu butir kelapa untuk Abdul.


" Terima kasih banyak, kak !!" ucap Abdul pada Siwan.


Siwan hanya membalas dengan senyuman.


Tidak lama kemudian, datang Aji dan Austin menghampiri meja mereka, lalu duduk di samping Siwan, pada sebuah bangku dan meja yang panjang.


" Dimana Pat ?" tanya Hanna.


" Dia sedang menelpon." Jawab Austin.


Dan, tidak lama kemudian Pat menghampiri mereka yang sudah berkumpul sambil meminum air kelapa milik masing - masing.


" My friends, i think it's my last day with you all... " ucap Pat.


" Kenapa Pat ?" tanya Hanna.


" Aku harus kembali ke Amrik, ada project baru yang harus aku kerjakan di sana " jawab Pat, lalu memeluk Hanna yang duduk di sampingnya.


" Suksek ya Pat, jaga kondisi kesehatanmu di sana !!" ucap Hanna.


" Thank's darling, i'll miss you so much... !!" sahut Pat.


" Yah... baru juga bertemu, harus berpisah seperti ini, nasib... nasib... " ucap Abdul sambil menepuk jidatnya.


Yang lain hanya tersenyum gara - gara kelakuan Abdul.


" Eh... kita ngapain lagi nih sekarang ?" tanya Austin.


" Bagaimana kalau kita berkunjung ke Pulau Penyu, sekalian kita makan siang di sana saja, bagaimana ?" tanya Siwan.


" Wah... asyik tuh seperti nya kak, aku dengan senang hati akan pergi kemana pun kau bawa !!" sahut Abdul.


Hanna mendelik pada adiknya, " ish... anak ini, bikin malu saja !!" ucap Hanna.


Beberapa menit kemudian, kini mereka berenam sudah berada di atas glass bottom boat menuju ke Pulau Penyu.


Di tengah perjalanan, awalnya Abdul begitu antusias melihat pemandangan bawah air lewat kaca yang ada di tengah mereka. Pemandangan aneka terumbu karang dan beraneka ragam ikan hias terlihat jelas lewat kaca yang berada di tengah perahu.


Namun, lama kelamaan, ada perubahan ekspresi di raut wajah Abdul saat itu.


" Are you okay, Dul ?" tanya Pat yang duduk di sampingnya.


" Kenapa lu, Dul ?" tanya Hanna pula.


Abdul tidak menjawab pertanyaan mereka. Dia merapatkan mulutnya semakin erat. Namun, Aji yang sepertinya memahaminya langsung mengajaknya ke area paling ujung perahu. Dan, ternyata, adik Hanna langsung muntah - muntah di tengah perjalanan mereka.


Aji membantu nya memijat pundak dan menepuknya supaya Abdul mengeluarkan seluruh isi perutnya.


Hanna tercengang sekejap melihat adiknya yang mabuk laut sepertinya. Dia lalu mengeluarkan sebuah obat dari dalam tasnya, tolak asin.


Saat Aji dan adiknya kembali duduk di dekat mereka, Hanna pun memberikan obat tersebut pada adiknya dan sebotol air mineral.


" Di bilangin ngeyel sih, siapa suruh gak minum obat dulu tadi !!" ucap Hanna, pada adiknya.


" Aku cuma kecapean aja kayanya ini mah, kak." Jawab Abdul.


" Haha... masih aja nge-les !!" sahut Hanna.


" Kak, masih lama gak kira - kira ?" tanya Abdul menatap Siwan.


" Sebentar lagi, sekitar 10 menit lagi, bersabar lah !!" jawab Siwan.


" Aduh, maaf kak Pat, aku pasti bikin kamu ilfeel yaa !!" ucap Abdul.


" No, its oke, wajar kok, apa ini pertama kalinya bagimu ?" tanya Pat sambil memijat pundak Abdul.


" Yap, its my first time for me, eh iya lupa... aku belum berfoto disini !!" ucap Abdul, lalu dia meminta Aji untuk memfoto kan dirinya saat sedang menatap ikan - ikan hias lewat kaca dengan kamera, dan hpnya.


" Kau tidak sopan sekali pada orang yang lebih tua !!" ucap Hanna menatap adiknya yanng sedang bergaya.


" Tidak apa Han !!" sahut Aji sambil tersenyum padanya.


Sesampainya di Pulau Penyu, karena sudah merasa lapar, mereka memutuskan untuk makan siang terlebih dahulu di salah satu rumah makan yang ada di sana.


Sambil menunggu pesanan makanan tiba, baik Hanna, Pat, maupun Abdul sibuk mengupload foto pada sosial media masing - masing.


" Kak Pat, follow dong instagrem ku !!" ucap Abdul.


" Oke darling, sini aku lihat profil mu " ucap Pat mendekat pada Abdul.


Banyak foto yang ia upload di akunnya, mulai dari foto saat menaiki banana boat, lalu bermain jet sky bersama Aji, Hanna bermain jet sky bersama Siwan, sedangkan Pat bersama Austin.


Setelah itu, mereka sempat bermain fly fish, dan fly board bagi para pria. Bahkan Aji, Austin dan Abdul sempat bermain parasailing di tengah laut.


Bahkan, rencananya tadinya mereka ingin snorkeling dan diving, hanya saja, tenaga mereka sudah lumayan terkuras karena wahana yang mereka ikuti sebelumnya. Lagi pula, waktunya pasti tidak akan cukup.


Satu jam berlalu, setelah menyelesaikan makan siang, kini mereka berenam sedang berjalan santai menuju penangkaran penyu yang tidak jauh dari lokasi tempat mereka makan tadi.


Beberapa jam kemudian, setelah puas berkeliling, bercengkerama dan berfoto bersama para penyu di penangkaran, mereka memutuskan untuk kembali ke Pantai Tanjung Benoa.


Siwan sudah memesan hotel terdekat untuk mereka bermalam di sana karena mereka sudah terlalu lelah untuk melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Karena Hanna sedang masuk shift siang, dia pun setuju untuk menginap di hotel malam ini.


Siwan memesan 3 kamar terpisah, Pat dengan Hanna, Aji dan Abdul, lalu Siwan dan Austin.


Mereka berpisah di ambang pintu luar kamar masing - masing.


Setelah masuk ke dalam kamar, yang pertama kali Hanna lakukan adalah merebahkan dirinya di ranjang.


" Kau tidak mau mandi dulu ?" tanya Pat.


" Kau saja duluan, badanku sangat pegal, aku ingin bersantai dulu di atas kasur yang empuk ini. " Jawab Hanna.


Dan, 30 menit kemudian, saat Pat telah selesai mandi, ia melihat Hanna sudah tertidur pulas di atas ranjangnya.


Hingga terdengar bunyi ringtone hp milik salah satu dari mereka, Hanna mulai menggerakan tubuhnya.


Pat bergegas menuju tasnya yang tergantung di hanger dekat pintu untuk merogoh hpnya, tapi suara ringtone itu ternyata bukan dari hpnya, ringtone nya sama persis dengan yang ia gunakan di pengaturan hpnya saat itu.


" Ish... bukan punyaku " ucap Pat, lalu berjalan menuju Hanna yang masih tertidur pulas, padahal dia sudah memegang hpnya yang berisik di dekat telinganya.


" Hanna, pacarmu menelpon tuh, cepat angkat teleponnya !!" seru Pat sambil menggoyangkan tubuh Hanna kembali.


Hanna pun dengan berat hati mengangkat telepon dari Siwan dengan nada parau sambil masih menutup matanya.


" Hallo... ada apa ?" tanya Hanna.


" Oh... oke, tunggu saja !!" jawab Hanna kembali.


Setelah menutup teleponnya, Hanna mencoba terbangun dari tidurnya, perlahan ia duduk dengan badan yang terasa kaku.


" Aduh, badanku, pegal sekali Pat... " ucap Hanna.


" Seharusnya kau tadi mandi dulu, bersihkan tubuhmu lalu berendam di air hangat, tubuhmu akan lebih terasa relax " sahut Pat.


" Nanti saja setelah makan malam, ahjussi mengajak kita turun untuk makan malam, aku mau mencuci muka dan mengganti pakaianku saja !!" ucap Hanna.


" Kau ini, jorok... terserah kau saja !!" sahut Pat lalu melanjutkan kembali kegiatan merias wajahnya.


5 menit kemudian, Hanna dan Pat sudah keluar dari kamarnya, kini mereka sedang di dalam lift menuju resto hotel untuk makan malam.


Sesampainya di sana, para pria sudah makan terlebih dahulu, kecuali Siwan. Dia sedang menunggu Hanna karena ingin makan bersamanya.


" Kalian lama sekali, aku sangat lapar tahu !!" ucap Austin dengan mulut penuh makanan.


" Maaf, tadi aku mandi dulu !!" jawab Pat.


" Pantas saja !!" sahut Austin.


" Wanita, tidak akan cukup dengan waktu hanya 1 jam kalau mandi, apalagi berdandan." Timpal Abdul.


" Ish... " Hanna mendelik pada adiknya.


Setelah selesai makan malam dan berbincang - bincang membahas keseruan acara liburan tadi siang, kini mereka memutuskan untuk kembali ke kamar masing - masing.


Seperti biasa, mereka berpisah di ambang pintu kamar.


Setelah masuk kembali ke dalam kamar, barulah Hanna memutuskan untuk mandi dahulu sebelum tidur supaya dia bisa tidur dengan nyenyak tanpa rasa gatal di tubuhnya.


" Pat, aku mandi dulu ya !!" ucap Hanna.


" Oke !!" jawab Pat yang sedang minum segelas wine sendirian.


Selama beberapa menit, Hanna sudah berada di dalam rendaman air hangat di atas bathtub di kamar mandi. Ia mencoba merelaxasi pikiran dan tubuhnya dengan berendam dan bermain busa sabun yang menutupi seluruh permukaan air.


Namun, tiba - tiba, terdengar suara ketukan dari pintu luar kamar mandi.


" Ada apa Pat ?" tanya Hanna.


Namun, yang menjawab pertanyaan kali ini bukanlah Pat...


" Ini aku !!"


" Ahjussi ?" pekik Hanna.


" Iya, ini aku !!" jawab Siwan.


" Ada apa ?" tanya Hanna gelagapan.


" Ibumu menelpon, ini sudah yang ke tiga kalinya, kau sedang apa ?" tanya Siwan.


" Anu, aku sedang berendam, ahjussi, bisa tolong kau berikan hpnya sekarang padaku ?" tanya Hanna, lalu menenggelamkan seluruh badannya ke dalam air.


Perlahan, Siwan membuka pintu kamar mandinya, lalu berjalan mendekat pada Hanna yang sedang berendam di atas bathtub. Yang terlihat oleh Siwan hanya kepalanya saja.


Setelah menerima hpnya, Hanna lalu menyuruh Siwan untuk segera kembali keluar, tapi, Siwan malah membuka kemejanya, lalu celananya hingga yang terlihat hanya boxernya.


Hanna belum mengangkat telepon dari ibunya karena panggilan teleponnya sudah berhenti.


" Ahjussi, kau mau apa ?" tanya Hanna.


" Aku, mau mandi disini, aku juga belum sempat mandi tadi, Austin terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam kamar mandi !!" jawab Siwan, lalu berjalan menuju pancuran air beberapa meter dari posisi bathtub yang sedang Hanna diami.


" Pat, kemana dia ?" tanya Hanna kembali.


" Aku menyuruhnya tidur di kamarku, bersama Austin, kita beri mereka waktu untuk kembali bersama sebelum mereka kembali berpisah !!" ucap Siwan yang sudah fokus menyabuni tubuh dan rambutnya.


Hanna yang masih terkejut tak mampu berkata apapun lagi saat hpnya kembali begetar. Ibunya kembali menelponnya.


" Hallo mah, maaf, tadi teteh lagi mandi, ada apa ?" tanya Hanna pada ibunya di sebrang sana.


" Iya mah, tadi habis pergi bawa si Dul liburan, sekarang lagi nginep di hotel, soalnya cape banget !!" ucap Hanna.


" Oh... gak tau mah, mungkin dia udah tidur, pasti kecapean tuh si Dul. Kita beda kamar soalnya, aku sekamar sama Patricia." ucap Hanna kembali.


" Oke mah, waalaikum salam !!" ucap Hanna, lalu menaruh hpnya di atas kabinet dekat bathtub.


Setelah Hanna menutup teleponnya, Siwan kembali menyalakan kran showernya lalu membilas seluruh badannya.


Hanna menghargai usaha Siwan yang menahan diri untuk tidak membasuh tubuhnya sedari tadi karena takut suara berisiknya air dari shower mengganggu pendengarannya saat sedang bertelepon dengan ibunya.


Hanna hanya bisa menatap punggung Siwan dengan tatapan mesra. Sebetulnya, ia sangat ingin menghampiri Siwan saat itu juga, ia ingin memeluk tubuh Siwan dari belakang seperti salah satu adegan film romantis di kamar mandi yang pernah ia tonton, namun, ia menahan dirinya, karena, apabila ia menghampiri Siwan saat itu, entah apa yang akan terjadi selebihnya nanti. Ia takut tidak bisa menahan dirinya hingga ia lupa akan komitmen yang telah ia ucapkan sendiri.


Setelah selesai membersihkan tubuh nya, Siwan mengeringkan badannya dengan handuk kecil, lalu ia memakai bathrobes yang tergantung hanya satu di sana.


" Cepatlah, jangan terlalu lama berendam, nanti kulitmu keriput atau kau bisa masuk angin !!" ucap Siwan menatap Hanna dengan genit dengan mengedipkan sebelah matanya.


Setelah Siwan keluar dari kamar mandi, Hanna bergegas membersihkan tubuhnya di bawah kucuran air shower. Dia menepiskan pikiran - pikiran joroknya dengan derasnya air yang membasahi tubuhnya.


" Aku juga wanita normal, penuh nafsu, bisa - bisanya dia melakukan itu di depanku secara spontan " ucap Hanna sambil menggelengkan kepalanya.


Setelah selesai mengeringkan tubuhnya dan membalut rambutnya dengan handuk kecil, ia begitu kaget kembali saat melihat bathrobesnya kini sudah tidak ada, yang tersisa hanya gantungannya saja.


" Waduh, bagaimana ini, mana di luar ada ahjussi, tadi yang satu di pakai Pat, dan satu lagi.... " ucap Hanna lalu berpikir.


Ya, bathrobes yang satu lagi di pakai oleh Siwan.


" Mampus aku, mana gak ada lagi baju bersih yang ku bawa " Hanna menepuk jidatnya tanda frustasi. Lalu, ia terpaksa membalutkan handuk kecil pada tubuhnya yang hanya setengah badan tertutupi oleh handuk tersebut.


Hanna perlahan keluar dari kamar mandi, lalu, matanya tertuju pada Siwan yang sedang duduk santai di atas ranjangnya dengan menggunakan bathrobes seperti sedang menyindirnya.


" Jangan menatapku, kau pasti sengaja melakukan hal ini padaku " ucap Hanna.


" Melakukan apa ? kenapa memangnya ?" tanya Siwan nampak tidak memahami ucapan kekasihnya itu.


Hanna tidak memperdulikan pertanyaan Siwan, kedua netra nya terus berkeliling di sekitar kamar seperti sedang mencari sesuatu.


" Kau mencari apa ?" tanya Siwan.


" Aku, anu.. emh... dimana ya bekas Pat tadi ?" ucap Hanna perlahan, masih tidak menghiraukan pertanyaan Siwan.


Saat sedang berkeliling mencari di setiap sudut kamar, saat ia mundur, tiba - tiba Siwan sudah berada di belakangnya. Hanna menabrak dirinya dan hendak terjatuh, akan tetapi, Siwan langsung menangkap tubuhnya dan menariknya ke dalam pelukannya.


" Kau takut kan, aku akan menodaimu malam ini ?" tanya Siwan.


Hanna tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun dari mulutnya saat Siwan semakin mendekatkan wajahnya padanya, dan mencium bibirnya dengan penuh gairah.


Hanna sudah tidak bisa menahannya lagi kali ini, ia pun membiarkan Siwan ******* habis bibirnya dan pasrah ketika Siwan membawanya ke atas ranjang dan mencium seluruh tubuhnya dengan penuh nafsu.


Mereka kembali melakukan hal yang pernah di lakukan saat malam tahun baru beberapa bulan yang lalu. Tubuh mereka terlihat sangat saling merindukan sentuhan hangat dari masing - masing. Walaupun tanpa berhubungan secara langsung, namun mereka terlihat begitu menikmati suasana malam saat itu yang begitu romantis bagi mereka.