
Setelah menyaksikan matahari terbenam di lokasi taman budaya, kini mereka sedang dalam perjalanan pulang kembali ke kostan.
Hanna terlihat tertidur sepanjang perjalanan pulang karena merasa lelah setelah sebelumnya mengelilingi lokasi taman budaya yang sangat luas.
Saat sedang fokus menyetir mobilnya, tiba - tiba ada panggilan masuk ke hp Siwan. Dan Siwan langsung memasang handsfree di telinganya.
" Hallo, bagaimana?" ucap Siwan pada seseorang di sebrang sana.
" Oke, kurasa cukup, tidak usah berlebihan."
Lalu Siwan menutup teleponnya dan melepaskan kembali handsfree di telinganya.
Sesampainya di depan gerbang kost, Siwan sudah mematikan mesin mobilnya, tapi dia tidak membangunkan kekasihnya yang masih tertidur lelap. Selama hampir dua puluh menit dia menunggu, akhirnya kekasihnya terbangun juga.
" Ah, sudah sampai, kenapa tidak membangunkan ku, ahjussi.." ucap Hanna dengan suara parau.
" Tidak, kita baru sampai. " Jawab Siwan berbohong.
" Baiklah, sudah mulai menjelang maghrib, kau mau mampir dulu ?" tanya Hanna.
" Aku harus segera pulang, ada dokumen yang harus aku periksa dan tanda tangani. Lain kali saja, ya.. " Padahal sebetulnya Siwan masih ingin berduaan dengan kekasihnya itu, hanya saja, memang ada hal yang mendesak yang terjadi di rumahnya. Aji memberitahu nya lewat pesan sebelum Hanna tadi terbangun.
" Emh.. oke, kalau begitu, aku turun ya." Hanna melepas seatbeltnya, dan sebelum turun ia sempat mencium pipi Siwan. Dia merasa tidak pede kalau harus mencium bibir kekasihnya karena baru bangun tidur takut bau mulutnya tercium oleh Siwan. Hihi...
Sepeninggalan mobil Siwan dari hadapannya, Hanna segera bergegas memutar badan menuju ke pintu masuk kostannya. Namun, baru juga satu langkah, dia mendengar ada suara mobil berhenti tidak jauh di belakangnya. Karena merasa penasaran, dia kembali memutar badannya untuk melihat mobil siapa yang berhenti di belakangnya.
Dan, ternyata sebuah mobil berwarna putih berhenti di depan gerbang gedung kostan, tapi bukan di depan gedung kostan Hanna, melainkan gedung kostan Rayhan. Setelah mobil itu pergi, kini Hanna melihat ada seseorang yang bediri di sebrangnya, tepat sejajar dengannya.
" A Rey... " ucap Hanna perlahan.
Pria yang berdiri di sebrang jalan itu ternyata dia Rayhan. Lalu, Rayhan yang melihat Hanna dari kejauhan, akhirnya menghampirinya yang sedang mematung di posisinya tanpa beranjak satu senti pun.
" Baru pulang ? darimana?" Rayhan bertanya dengan wajah penuh senyuman.
" Iya, habis jalan - jalan, mumpung libur. A Rey baru pulang kerja ?" tanya Hanna.
" Iya, tadi pulang kerja makan - makan dulu sama rekan, jadi jam segini baru pulang. " Jawab Rayhan.
" Oh... gitu, emh.. udah lama kita gak ketemu, terakhir pas ada temenku dari Bandung ya kita ketemu..." ucap Hanna.
" Iya, kamunya sibuk sih, aku jadi gak bisa ngajak ketemuan." Ucap Rayhan menggoda Hanna.
" Eh.. hari sabtu kamu kerja pagi kan? kita jalan yuk, ajakin aja kak Siska, jadi pacarmu gak bakal nyangka kita lagi selingkuh di belakangnya. Mau ya.. ?" tanya Rayhan.
" Ish... apaan sih, dia gak bakal mikir gitu kali A sama kamu mah, emh.. tapi nanti aku coba ajakin deh kak Siska, kasian dia lagi jomblo, pasti malam minggu merana sendirian. " Ucap Hanna mengakhiri pembicaraan mereka.
" Oke, udah maghrib nih, sampai ketemu hari sabtu ya.... assalamualaikum." Ucap Rayhan berpamitan.
" Waalaikum salam. " Dan Hanna pun pergi menuju ke dalam, ke lantai dua dimana kamar kost nya berada.
Beberapa hari berlalu, tibalah hari sabtu, hari dimana Hanna, Siska dan Rayhan janjian untuk pergi jalan - jalan menikmati suasana malam minggu yang cerah dan hangat.
" Eh, kita karaokean yuk habis makan, daripada nonton ntar malah ngantuk. " Ajak Siska.
" Siyap.. " Jawab Rayhan.
Di saat mereka sedang berjalan menuju tempat karaoke, tiba - tiba ada seorang wanita yang memanggil Hanna.
" Hanna.. hei... disini.. " wanita itu ternyata Patricia, dia melambaikan tangannya pada Hanna.
Patricia sedang berada di sebuah coffe corner yang berada di dalam area plaza.
" Bentar ya kak." Ucap Hanna pada Siska dan Rayhan.
Siska hanya menganggukkan kepala lalu pergi menunggu Hanna di bangku dekat eskalator bersama Rayhan.
" Kalian lagi nongkrong disini. " Hanna sudah berdiri di dekat kursi Siwan berada.
" Iya, tadinya kami mau ajakin kamu, tapi kata pacarmu kau sudah punya acara sendiri." Jawab Patricia.
" Iya, aku udah janjian sama temen - temenku soalnya. " Timpal Hanna.
" Sekarang mau kemana?" tanya Siwan memegang tangan Hanna dan menyuruhnya duduk di sampingnya.
" Aku mau karaokean nih." Jawab Hanna.
" Wah... seru tuh kayanya, boleh dong kita gabung. " Pinta Austin.
" Aku, emh... tapi temanku, aku takut mereka merasa canggung, kalian belum kenal kan. Maaf ya. " Jawab Hanna.
" Ish... tinggal kenalan saja, gampang kan. Yuk ah, aku udah lama gak olah vokal nih. Kita samperin temen - temen kamu disana. " Patricia merangkul lengan Hanna dan berjalan meninggalkan para pria yang masih terduduk.
Sesampainya di depan Siska dan Rayhan, Hanna memperkenalkan Patricia pada keduanya. Lalu menjelaskan bahwa mereka mau bergabung ikut berkaraoke.
" Owh... tidak apa - apa, aku sih setuju aja, kamu Rey, gimana... ?" tanya Siska menyenggol lengan Rayhan.
" Aku tidak apa - apa, lebih banyak lebih seru kan.. !!" Ucap Rayhan.
Lalu, tiba - tiba di belakang mereka datanglah the three mas getir menghampiri.
" Bebs, mereka udah setuju loh kita gabung. " Ucap Patricia pada Austin.
" Wah, terimakasih ya, oh iya, kenalin nih, aku Austin. " Lalu Austin mengulurkan tangannya pada Siska dan Rayhan mengajak berkenalan.
Dan Austin menyenggol lengan Aji dan Siwan sambil melotot, seperti memberi tanda pada mereka untuk berkenalan juga.
" Apa ? aku sudah berkenalan dengan mereka." Jawab Aji sambil melotot pada Austin.
" Wah, ternyata kalian sudah saling kenal, aku baru tahu.. " Ucap Austin.
" Yaudah, kalau gitu ayo kita pergi sekarang, nanti keburu malam." Ucap Hanna.
Beberapa menit kemudian, mereka kini sudah berada di dalam ruang karaoke. Tentu saja Siwan yang membayarnya lewat Aji, dia hanya memberikan kartu pada Aji untuk memesan dan bertransaksi. Aji memesan vvip room sesuai perintah Siwan.
" Waw, vvip room sangat mewah ya Na." Ucap Siska merasa takjub saat melihat sekeliling ruangan kamar karaoke nya.
" Ssst... gak usah norak. " Hanna berbisik pada Siska.
Sebelum memulai menyanyi, Austin mengajak yang lain melakukan sebuah permainan. Dia akan memutar botol dan saat botolnya mengarah pada seseorang berarti dia kalah, dia harus menyanyi dengan genre lagu yang di pilih oleh orang yang menang.
" Setuju !!" Austin meminta persetujuan para anggota.
" Oke.. setuju.. " Ucap Hanna. Begitu juga dengan yang lainnya, kecuali Siwan, dia hanya akan menjadi penonton saja.
" Ahjussi, kau tidak mau bernyanyi ?" tanya Hanna.
" Tidak, kalian saja. " Ucap Siwan.
" Sudahlah, jangan memaksa pacarmu itu, suaranya tidak enak kalau lagi menyanyi. " Ucap Austin, yang membuat Siwan hanya tertawa mendengarnya.
Dan, kini, permainan pun di mulai.