
Sekitar pukul 10.30 Wita, para gadis sudah bersiap dengan perjalanan liburan mereka. Saat itu, mereka sedang menunggu jemputan datang.
Saat Hanna mendapat telepon dari seseorang, mereka langsung mengangkat barang bawaan mereka, dengan gaya hebohnya mereka saling mengingatkan agar jangan sampai ada barang yang tertinggal di kostan.
Saat mereka turun, di depan gerbang, terlihat disana sudah ada dua orang pria, Aji dan tentu saja Siwan.
Hanna mendekati Siwan dengan penuh senyuman, tapi tidak dengan ketiga sahabatnya, mereka berdiri terpaku dari kejauhan melihat tingkah sahabatnya yang tengah berpelukan bersama kekasihnya.
" Ahjussi, kau sudah makan?" tanya Hanna.
Siwan tersenyum penuh kegembiraan, " tentu saja. " Lalu Siwan melihat ke arah belakang Hanna, dia memperhatikan ketiga sahabat kekasihnya yang sedang berjalan perlahan mendekati mereka. Dan Hanna pun menengok pula ke belakang, dan melambaikan tangannya pada mereka.
" Sini.. kenalin nih.. pacarku.. " dengan bangga nya Hanna memperkenalkan Siwan adalah pacarnya kepada ketiga sahabatnya.
" Hallo, apa kabar ?" Siwan mengajak ketiga sahabat Hanna bersalaman dan mereka menyambut nya dan memperkenalkan diri mereka masing - masing.
" Sudah siang, perjalanan masih panjang, bagaimana kalau kita langsung pergi sekarang ?" tanya Siwan.
" Iya, baiklah, langsung saja. " Ucap Hanna.
Lalu Aji dan Siwan membantu membawakan barang - barang mereka ke dalam bagasi.
Di sela - sela kesibukan Siwan dan Aji menyimpan barang, ke empat sahabat itu berkumpul membentuk lingkaran berdiskusi sambil berbisik..
" Na, gue manggil pacarmu apa, paman, ahjussi juga atau om, soalnya nih ya, aduh maaf gue takut salah.. " tanya Audrey.
Hanna tidak menjawabnya, dia hanya tertawa cekikikan.
" Sstt.. lu mah malah ketawa, apa atuh, pacarmu usianya jauh banget, kita segan mau manggil dia apa.. akang atau abang, mas, atau kakak.. ?" tanya Yasmin.
" Terserah kalian aja lah.. " Hanna berlalu meninggalkan ketiga sahabatnya dan menghampiri Siwan menyimpan satu lagi tas kecilnya.
Siwan yang sepertinya mendengar pembicaraan mereka dari kejauhan hanya tersenyum melihatnya.
Beberapa menit berlalu, kini mereka sudah berada di dalam mobil yang melaju dengan kecepatan sedang.
Aji menyetir mobil, dan Siwan duduk di sampingnya. Sedang kan di kursi tengah ada Hanna dan Audrey, di kursi belakang tentu saja Yasmin dan Karina. Mobil sports berjenis mpv yang mereka naiki, terlihat sangat luas dan nyaman. Di dalamnya sudah terdapat audio dan sound system yang lengkap.
Di dalam mobil sudah tersedia beberapa snack, camilan, beberapa kue dari toko Siwan, dan minuman segar serta susu kotak. Siwan sengaja mempersiapkan semuanya bersama Aji sebelum mereka menjemput para gadis.
Di dalam mobil, suasana terlihat sangat tegang dan canggung. Para sahabat Hanna hanya duduk manis melihat ke sekitar jalan lewat kaca jendela mobil.
" Ehem... " terdengar suara deheman dari Siwan yang membuat para gadis kaget secara serentak.
" Di belakang banyak makanan, aku sudah mempersiapkan nya dengan sengaja untuk mengisi perjalanan kalian. " Ucap Siwan dan langsung membuat ketiga sahabat Hanna mengerti akan maksudnya.
" Ah.. iya, terimakasih banyak ya, maaf merepotkan om, eh paman, eh.. " Audrey menghentikan perkataanya dan menengok ke kursi belakang, membahas soal panggilan yang tepat pada Siwan bersama Karina dan Yasmin dengan isyarat dan tanpa suara
" Apa donk.. " Audrey memberi isyarat.
" Terserah kau saja" jawab Yasmin dan Karina berbisik.
Dari arah depan, Siwan dan Aji ternyata sedang memperhatikan tingkah para gadis lewat kaca spion. Siwan dan Aji tersenyum seperti menahan tawa.
Sedangkan Hanna, dia juga memperhatikan kelakuan ketiga sahabatnya yang membuatnya ingin tertawa, tapi dia menahannya dan menutup mulutnya dengan tangannya.
Tidak lama Hanna pun berbisik pada Audrey, " kak Wan saja, Rey. "
" Ah.. iya, kak Wan saja." Ucap Audrey membuat Yasmin dan Karina terkaget - kaget mendengar perkataanya dengan suara agak keras.
Hanna sudah tidak bisa menahan lagi, dia tertawa agak keras melihat tingkah laku para sahabatnya.
" Ih.. lu malah ketawa. " Audrey menyenggol Hanna.
" Emh.. kak Wan, boleh kami makan snacknya.. ? tanya Audrey.
" Tentu saja, silahkan, sayang kan kalau hanya di lihat saja. " Jawab kak Wan.
Lalu Aji ikut berbicara, " barangkali ada yang butuh obat - obatan, kami juga sudah menyediakannya. Kalian tidak usah ragu, katakan saja padaku. " Ucap Aji menatap para gadis lewat spion.
Hanna pun ikut melahap snack yang ada di sana. Namun, dia baru menyadari bahwa dia sedari tadi melihat ada audio dan layar tv kecil di depan kursinya.
" Ahjussi, bolehkah kita menyetel musik ?" tanya Hanna.
" Tentu saja, kalian juga bisa karaokean kalau mau, ada peredam suaranya di sini, kalian bisa bernyanyi sepuasnya. " Ucap Siwan.
" Wow.. asik tuh.. aku mau.. " jawab Audrey.
Lalu Siwan mempersiapkannya dan menyerahkan dua buah microphone pada Hanna.
" Siap Rey... " Hanna menatap Audrey.
" Let's go...... mulai... " jawab Audrey.
" Mau lagu apa ? tanya Hanna."
" Lagu kebangsaan aja, sebagai pemanasan." Jawab Karina dari belakang.
" Siyapp..." Lalu Hanna mencari judul lagu nya di tracklist mp4 nya yang di sambungkan melalui kabel data.
Sebagai permulaan, mereka menyanyi lagu Jason Mraz yang berjudul I'm yours.
Audrey menyanyikan bagian awal, lalu Hanna bagian tengah, dan bagian reff dinyanyikan oleh Karina dan Yasmin. Dan seterusnya mereka bernyanyi bersama saling bersahutan menciptakan harmonisasi yang sangat enak di dengar oleh telinga.
Hampir semua dari keempat gadis itu bersuara merdu, tentu saja yang paling lantang terdengar dan bersuara paling menonjol adalah Audrey, dia merupakan anggota grup paduan suara saat di SMA. Kedua, suara Hanna yang mempunyai ciri khas tersendiri yang mampu mencapai nada tinggi maupun nada rendah sekalipun tanpa fals, untuk Yasmin dan Karina, mereka hanya sebagai penyanyi kamar mandi yang sering mengadakan konser dadakan di dalam rumah masing - masing.
Dan lagu Jason Mraz berjudul I'm yours ini melupakan lagu yang sering mereka nyanyikan saat karaokean bersama, makanya lagu ini menjadi lagu kebangsaan geng KERANG mereka.
Lanjut pada lagu kedua, Audrey request lagu kesukaannya, berjudul Hallo.
" Duet ya Na... !!" Pinta Audrey.
" Siyap... " jawab Hanna.
Siwan hanya tersenyum melihat tingkah laku kekasihnya yang penuh percaya diri.
Tidak lupa mereka sempat mengabadikan moment lewat foto di dalam mobil, tentu saja Siwan yang menjadi fotografer dadakannya karena Aji sedang fokus menyetir mobil.
Siwan sempat terpana mendengar suara kekasihnya yang ternyata jago menyanyi, lagu berjudul Hallo, Hanna bernyanyi dengan percaya diri dengan skill yang dia miliki. Begitu pula dengan Aji, matanya sempat membulat takjub saat part sulit, Hanna yang menyanyikan lagunya.
Selesai dengan lagu Hallo, kini giliran Yasmin dan Karina yang bernyanyi. Mereka menyanyikan lagu Raisa serba salah, judulnya sama seperti suara mereka yang serba salah, hingga membuat seluruh pendengar di dalam mobil tertawa karena suara fals Karina namun tetap percaya diri menyanyikannya hingga lagu selesai.
Setelah selesai dengan lagu Raisa, Hanna bertanya pada Aji dan Siwan.
" Kalian mau request lagu? " tanya Hanna.
" Dangdut dong.. " jawab Aji.
" Gak bakal ada di playlist Hanna, bli. Dia gak suka lagu dangdut." Ucap Audrey.
" Hihihi... iya, maaf ya." Ucap Hanna.
" Aku mah udah ah, cape. " Ucap Audrey.
" Yaudah, kita dengerin musik aja." Ucap Hanna.
" Ahjussi, bisa tolong kecilkan sedikit volumenya...!!" seru Hanna.
" Oke !!"
" Bli, masih lama gak kira - kira ?" tanya Yasmin.
" Emh.. sekitar setengah jam lagi, ada apa ? mau ke toilet ?" tanya Aji.
" Iya.. " jawab Yasmin.
Lalu Aji mencari minimarket terdekat di sekitar sana untuk beristirahat sejenak. Dan, mereka bergantian ikut ke toilet yang ada di minimarket sambil membeli beberapa camilan lagi untuk stock nanti di penginapan.