
"Sayang, ini mansion siapa?" tanya Mommy kepada Daddy sambil menatap ke wajah Daddy.
"Kok sayang nanyak ke Jero, Jero suka apa tidak?" Mommy melanjutkan pertanyaannya kepada Daddy.
"Jangan bikin Mommy jadi penasaran Daddy. Ini mansion siapa" lanjut Mommy yang sangat penasaran dengan punya siapa mansion yang sedang mereka datangi itu.
"Kalau ini mansion kolega bisnis Daddy pasti ada mobil di depannya, ini sama sekali nggak ada Daddy" ujat Mommy yang masih heran dengan keberadaan mansion di depan mereka ini.
"Coba aja Mommy buka. Mana tau Mommy kenal ini mansion siapa" ujar Daddy menjawab keraguan Mommy.
"Tapi mana kita punya kuncinya Daddy. Masak main buka aja ya nggak mungkinlah. Bisa marah orang punya mansionnya" ujar Mommy yang nggak mau mengambil resiko dimarahi oleh yang punya mansion gara gara main buka pintu mansion orang saja.
"Mommy tekan aja tanggal kelahiran Jero" ujar Daddy memberikan perintah ke Mommy untuk menekan tanggal lahir Jero di pintu masuk mansion yang berupa pasword itu.
Mommy kemudian menekan tanggal lahir Jero di kunci pintu masuk mansion. Ternyata memang benar, pintu mansion terbuka dengan sendirinya.
"Ayuk masuk Mommy" ujad Daddy mengajak Mommy untuk masuk ke dalam mansion.
Mommy terperangah saat melihat fhoto fhoto pernikahan mereka terpajang di ruang utama mansion. Belum lagi fhoto saat Mommy mengandung Jero saat usia kandungan Mommy delapab bulan.
"Daddy, ini adalah" ujar Mommy yang tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena kaget melihat semua yang ada di dinding mansion.
"Ya ini adalah mansion baru kita Mommy. Mulai hari ini kita akan tinggal di sini" ujar Daddy kepada Mommy.
"Tapi barang barang kita di rumah lama bagaimana Daddy?" tanya Mommy yang ingat semua pakaiannya dan Jero ada di rumah lama.
"Tenang aja Mommy nanti akan ada yang mengantarkannya. Beberapa maid di sini sudah Daddy minta untuk membereskan semua barang barang kita di rumah lama." ujar Daddy memberitahukan kepada Mommy kalau barang barang mereka akan tiba nanti malam dari rumah lama.
"Tapi barang barang kita Daddy" ujar Mommy yang ingat dia menyimpan beberapa perhiasan dan uang tidak di dalam brankas.
"Mommy tenang aja. Ada asisten Daddy yang memantau pekerjaan para maid. Mommy jangan cemas. Mereka akan bekerja dengan jujur" ujar Daddy berusaha menentramkan Mommy yang takut perhiasan dan uang mereka tidak bertemu.
"Aamiin semoga mereka jujur Daddy" ujar Mommy.
"Mommy pengen lihat yang lainnya?" tanya Daddy kepada Mommy.
"Mau Daddy" jawab Mommy dengan semangat ingin melihat keadaan di mansion baru mereka itu.
Daddy membawa Mommy masuk ke dalam mansion mereka. Terlihat dua orang maid sedang menyiapkan menu makan malam di dapur.
"Hai maid ke sini sebentar" ujar Daddy meminta dua orang maid itu untuk menemui Mommy.
"Perkenalkan ini Nyonya besar. Ini Tuan Muda Jero" ujar Daddy memperkenalkan Mommy dan Jero kepada kedua maid itu.
"Bik Ima, Nyonya besar" ujar Bik Ima.
"Rina, Nyonya besar" ujar seorang maid yang terlihat masih gadis itu.
"Panggil saja saya Mommy. Jangan Nyonya besar ya. Saya tidak suka itu" ujar Mommy yang tidak ingin para maid memanggil dirinya dengan sebutan Nyonya besar.
"Baik Mommy" jawab mereka berdua dengan kompak.
Daddy kemudian naik ke naik ke lantai dua mansion memakai lift yang ada di sana. Daddy berjalan menuju ujung mansion. Daddy kemudian membuka salah satu kamar dan memperlihatkan ke Mommy kamar yang begitu luas dan bisa dijadikan sebuah tempat untuk main bola kaki.
"Daddy ini sangat luas sekali Daddy. Ini kamar siapa?" tanya Mommy kepada Daddy saat melihat kamar yang luas.
Mommy dan Daddy kemudian masuk ke dalam kamar yang luas itu. Daddy membuka satu pintu kaca yang ada di dalam kamar. Mommy mengikuti saja kemana Daddy melangkah.
"Itu apa Daddy?" tanya Mommy kepada Daddy.
Daddy tidak menjawab pertanyaan dari Mommy. Daddy terus membawa Mommy kebagian dalam ruangan itu. Mommy kaget saat melihat apa yang dilihatnya di sana.
"Daddy, ini semua punya Mommy?" tanya Mommy kepada Daddy saat melihat almari pakaian yang penuh, belum lagi tas yang berderet, perhiasan perhiasan, jam tangan mewah, sepatu dan sandar keluaran dari barang brand ternama sudah ada di dalam ruangan itu.
"Daddy. Muach"
Mommy mencium mesra pipi Daddy. Mommy tidak percaya akan menerima kejutan seperti ini dari suaminya itu. Kejutan yang benar benar membuat Mommy kaget dan tidak bisa berkata apa apa lagi.
"Apa Mommy senang?" tanya Daddy kepad Mommy.
Jero sudah berada dalam gendonga Daddy semenjak mereka bertiga masuk ke dalam lift.
"senang, tetapi almari Daddy yang mana?" tanya Mommy yang ingat kalau dia sama sekali belum. melihat barang barang milik suaminya itu.
"Ada sini" ujar Daddy mengajak Mommy ke ruangan lain.
Daddy membuka pintu kaca yang satunya lagi. Ternyata itu adalah ruangan pakaian dan semua atribut milik Daddy.
"kok ruangannya lebih kecil dari pada punya Mommy?" tanya Mommy yang protes ruangan wardrobe milik Daddy lebih kecil dari pada milik Mommy.
"Karena barang barang Daddy tidak sebanyak Mommy" ujar Daddy kepada Mommy yang cemberut.
"kenapa cemberut sayangku?" tanya Daddy yang heran dengan Mommy.
Dimana mana pasti istri akan cemberut kalau wardrobe milik mereka lebih kecil dari pada milik suami. Sedangkan Mommy malah sebaliknya. Mommy lebih bersedih karena ruang wardrobe milik Daddy lebih kecil dari pada Mommy.
"Kan yang kerja cari uang Daddy, masak ruangan wardrobe milik Daddy lebih kecil dari pada Mommy" ujar Mommy mengatakan apa yang menyebabkan dirinya menjadi cemberut seperti sekarang ini.
"Haha haha haha. Mommy mommy, Daddy cari uang untuk Mommy dan Jero. Mommy belum lihatkan kamar anak kesayangan kita ini seperti apa?" ujar Daddy berusaha menghentikan cemberut istrinya itu.
Daddy sangat tahu Mommy seperti apa. Mommy tidak akan mau kalau milik dia lebih besar dari pada punya Daddy. Dalam hal apapun, Mommy tidak ingin selalu lebih dari pada Daddy.
"Ayuk sayang, aku sangat penasaran dengan kamar Jero" ujar Mommy uang sudah tidak sabaran lagi ingin melihat bagaimana bentuk dan suasana kamar anak laki lakinya itu.
Daddy menekan kembali tombol tombol yang ada di depan pintu kamar Jero.
"Apa pasword nya sayang?" tanya Mommy.
"Tanggal pernikahan kita sayang. Sama dengan pasword pintu kamar kita" ujar Daddy memberitahukan kepada Mommy pasword pintu ruangan pribadi yang tidak boleh maid masuk ke dalamnya.
"Oke sayang. Aku akan mengingatnya. Berarti semua ruangan pribadi kita, password nya adalah tanggal pernikahan kita. Sedangkan pasword pintu utama mansion, tanggal lahir Jero" ujar Mommy mengulang semua password dari setiap pintu.
Daddy kemudian membuka pintu penghubung ke kamar Jero. Daddy mengajak Mommy masuk ke sana.
"Ou" ujar Mommy sambil menutup mulutnya saat melihat apa yang ada di kamar Jero.
Mommy sama sekali tidak menyangka dengan hal ini. Ini sungguh sungguh di luar kendali Mommy, di luar apa yang dibayangka oleh Mommy. Daddy benar benar memberikan yang terbaik untuk Jero, anak mereka yang sekarang sudah mau merangkak itu. Putra yang ntah kapan akan adiknya.