
"Tuan muda izinkan saya untuk mengatakan kepada tuan muda apa informasi yang akan kami berikan kepada tuan muda kemaren" ujar Ryan yang mengajukan dirinya untuk mengatakan kepada Jero informasi apa yang mereka peroleh kemaren saat Jero dan Vian bermain di taman kota menikmati indahnya taman kota.
"Oke silahkan Ryan, Tetapi saya minta tidak ada satu pun informasi yang di skip dari saya" ujar Jero memberikan peringatan kepada Ryan untuk tidak menskip atau menyimpan sesuatu dari Jero.
Jero setuju untuk memperbolehkan Ryan untuk menjelaskan dan menceritakan kepada dirinya tentang informasi apa yang mereka berdua dapatkan dan akan diberitahukan kepada Jero kemaren.
"Siap tuan muda, saya akan menceritakan semuanya tanpa menskip atau menyembunyikan sesuatu dari Tuan muda" kata Ryan yang sangat tahu bagaimana seorang Jero.
"Oke sip, silahkan langsung saja kamu ceritakan informasi tersebut" kata Jero meminta Ryan untuk menceritakan kepada dirinya tentang permasalahan atau informasi yang ingin disampaikan oleh Ryan pada saat itu. Tetapi sengaja diundur Jero karena dirinya sedang bersama dengan Vian. Wanita yang tidak akan bisa diacuhkan oleh Jero, atau dinomor sekiankan oleh Jero, karena waktu mereka untuk berdua mulai sekarang akan sangat susah untuk didapatkan.
Ryan kemudian memikirkan kembali apa yang akan disampaikan oleh dirinya kepada Jero. Ryan harus mengingat semua informasi itu kembali. Dia tidak boleh kurang dalam memberikan informasi tentang hal yang akan disampaikan oleh dirinya kepada Jero. Setelah yakin dengan semua informasi yang sudah diingat oleh dirinya barulah Ryan mulai menceritakan kepada Jero semua informasi tersebut.
"Jadi begini tuan muda. Menurut salah seorang orang kepercayaan kita yang berada di pulau kelapa." kata Ryan yang baru akan menceritakan informasi yang didapatkan olehnya kepada Jero.
"Bentar Ryan, pulau kelapa maksud kamu, pulau yang itu?" ujar Jero yang dengan tiba tiba menghentikan Ryan mengatakan informasi yang didapatkan oleh dirinya.
Ryan yang kaget dengan apa yang dilakukan oleh Jero, hanya bisa menghentikan informasi yang akan disampaikan oleh dirinya. Jero tiba tiba menyela apa yang dikatakan oleh Ryan.
"Siap betul tuan muda, pulau kelapa yang dimaksud oleh orang kepercayaan kita itu adalah pulau kelapa yang dibeli oleh Tuan besar Alexsander" kata Ryan memastikan kepada Jero bahwasanya pulau kelapa yang dikatakan oleh Ryan adalah pulau kelapa yang dimaksudkan oleh Jero.
Pulau kelapa yang memiliki kenangan bagi Jero dan Mommy. Sayangnya belum sempat Mommy menginjakkan kaki kali ketiganya di pulau itu, musibah tersebut telah menghantam kebahagiaan keluarga Aleksander. Sehingga membuat Nyonya besar yang memiliki ide untuk pulau kelapa itu harus pergi dari kehidupan Tuan besar pemilik pulau kelapa.
"oh baiklah teruskan" ujar Jero meminta Ryan untuk meneruskan informasinya yang sempat tertunda karena Jero yang tiba tiba menghentikan pembicaraan dari seorang Ryan.
Jero sebenarnya hanya ingin memastikan apakah pulau kelapa yang dia maksud itu masih ada. Ternyata memang masih ada.
"Jadi berdasarkan informasi yang saya Terima dari orang kepercayaan yang berada di pulau kelapa itu. Bahwasanya Tuan besar Alexander sedang berada di pulau kelapa Tuan Muda" ujar pengawal memberitahukan kepada Jero informasi apa yang didapatkan oleh mereka dari orang kepercayaan yang mereka letakkan di pulau kelapa tanpa diketahui oleh siapapun.
"Apa dia datang sendirian?" tanya Jero kepada Ryan.
"Tidak Tuan muda" jawab Ryan
"Lalu dia datang dengan Tuan muda yang sombong itu dan istrinya yang tamak?" tanya Jero yang sama sekali sangat enggan untuk menyebut nama Juan dan Nyonya besar Alexsander.
"Tidak tuan muda, Tuan besar Alexsander tidak pergi dengan keluarganya" jawab Ryan
"Oh baiklah, ini yang paling mungkin" ujar Jero
"Apa semua pelayan juga datang ke pulau kelapa?" lanjut Jero bertanya tentang keadaan para pelayan mansion Juan Alexander.
"ya Tuan Muda, seluruh pelayan di mansion Tuan Juan Alexander semuanya di bawa oleh Tuan besar ke pulau kelapa" kata Ryan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Jero selanjutnya. Pertanyaan yang ntah sudah berapa kali diberikan jawabnnya oleh Jero tetapi selalu salah
"Atas dasar apa Tuan besar itu membawa semua pelayan ke pulau kelapa? Kenapa tidak mengembalikan mereka ke negara E saja. Negara asal para pelayan" lanjut Jero bertanya tentang suatu hal yang pada dasarnya akan membuat Ryan susah untuk menjawab.
"Maaf Tuan menurut informasi yang saya peroleh, Tuan besar membawa semua pelayan ke pulau kelapa karena Tuan besar tidak ingin keberadaan semua pelayan diketahui oleh Tuan Juan Alexander dan Nyonya Alexander" jawab Ryan menjawab dengan tenang semua pertanyaan yang diajukan oleh Jero kepada dirinya.
"Jadi menurut orang kepercayaan kita yang berada di pulau kelapa seperti itu"
"Alasannya kenapa ya?" ujar Jero semakin penasaran dengan alasan yang membuat Tuan Besar Alexander yang tak lain adalah Ayah kandungnya berbuat seperti itu.
"Maaf Tuan Muda, kami tidak mendapatkan informasi lebih. Tapi anggota itu kemaren mengatakan akan berusaha mencari tahu kenapa para pelayan dibawa ke pulau kelapa tidak langsung ke negara E" ujar Ryan memberikan informasi terakhir yang bisa dikatakan oleh dirinya kepada Jero.
"Baiklah, kalau ada informasi tambahan tolong sampaikan saja. " ujar Jero kepada Josua dan Ryan.
"Siap Tuan Muda. Kalau ada berita tambahan akan kami sampaikan kembali." jawab Ryan.
"Kalau begitu kami permisi dulu Tuan Muda" ujar Josua berpamitan kepada Jero.
"Sebelum kalian pergi, kita hari ini tidak akan kemana mana. Tadi Vian mengirim pesan dia akan di rumah saja pada hari ini. Jadi kalian bisa beristirahat atau memilih untuk mengikuti kegiatan Bram dan Felix" kata Jero memberitahukan kepada Josua dan Ryan kalau Jero dan Vian hari ini tidak akan kemana mana.
"Siap Tuan Muda. Seandainya Tuan Muda butuh kami, kami ada di bagian samping villa. Tempat di mana para pengawal berkumpul" ujar Josua mengatakan kepada Jero dimana mereka akan duduk kalau Jero sewaktu waktu membutuhkan mereka berdua.
"Baiklah nanti kalau saya butuh kalian berdua maka akan saya telpon" ujar Josua menjawab perkataan dari Josua.
"Baik Tuan Muda, kalau begitu kami pamit dulu" ujar Josua kembali mengulang perkataannya yang sama kepada Jero.
Josua dan Ryan pergi meninggalkan Jero di taman belakang villa untuk duduk sendirian menikmati teh dan juga kuasong favoritnya. Jero yang sedang sibuk dengan apa yang ada di dalam pikirannya pada saat ini tidak melihat dan menyadari Vian yang berjalan mendekat ke arah dimana dia sedang duduk menikmati semua yang ada di pikirannya.
"Sayang, kelihatannya kamu serius banget tadi berbincang dengan Josua dan Ryan. Ada apa?" kata Vian yang baru datang dari dalam villa.
Vian memang sengaja menunggu Josua dan Ryan pergi dari hadapan Jero, barulah dia menemui Jero. Vian tidak mau terlihat sangat ingin tahu apa yang harus diketahui oleh Jero di depan para pengawal Jero. Makanya dia menahan hati untuk tidak bertemu dengan Jero tadi saat masih ada Josua dan Ryan