My Affair

My Affair
Kemarahan #



Nyonya besar Alexsander menatap ke mata suaminya itu. Tuan besar Alexsander membalas tatapan nyonya besar Alexsander dengan tatapan dingin. Tidak ada lagi tatapan kasih sayang yang biasa dilihat oleh nyonya besar Alexsander di mata Tuan besar Alexsander. Nyonya besar hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan sangat berat saat menyaksikan sebuah bukti yang terpampang nyata di depan matanya saat ini, sebuah bukti yang akan membuat dirinya menjadi sakit karena mendapati kenyataan buruk itu.


"Kami berdua berada di mansion Juan." jawab Nyonya besar dengan nada pelan saja.


Nyonya besar masih berusaha membuat hati Tuan besar luluh dan tidak jadi marah besar kepada mereka berdua.


Tuan besar tersenyum tipis sekali, sebuah senyuman yang bermakna absurd. Siapapun yang melihat akan sangat paham kalau senyuman itu bukanlah senyuman tulus akan jawaban yang diberikan oleh seseorang atas pertanyaan yang diajukan olehnya.


"Ngapain kalian di sana?" ujar Tuan besar Alexsander melanjutkan pertanyaannya kepada Nyonya besar Alexsander.


"Kami berpikir kemana akan mencari Anda selanjutnya setelah kami tidak menemukan Anda dan para maid di mansion Juan" jawab Nyonya besar sambil melihat sedikit ke arah Tuan besar Alexsander.


Tuan besar Alexsander mengangguk angguk mendengar jawaban yang diberikan oleh Nyonya besar Alexsander kepada dirinya. Jawaban yang sama sekali tidak penting di dengar oleh Tuan besar Alexsander.


Nyonya besar yang melihat tuan besar menganguk angguk merasa kalau dirinya sekarang sudah di atas angin. Dia harus membuat cerita yang bisa membuat tuan besar percaya dengan apa yang telah dilakukan oleh dirinya dan juga Juan. Jangan sampai jawaban yang diberikan oleh dia akan semakin membuat sulit posisi dirinya dan Juan di mata Tuan besar Alexsander.


"Jadi kalian berdua mencari keberadaan saya dan juga para maid yang ada di mansion Juan, begitu?" ujar Tuan besar Alexsander mengulang kembali perkataan dari Nyonya besar Alexsander.


"Iya. Kami mencari keberadaan Papi dan juga para maid yang ternyata saat kami sampai di mansion Juan sudah tidak ada lagi di sana" jawab Nyonya besar sambil melihat ke arah Papi.


"Kalau boleh tahu kemana saja kalian cari dan siapa yang kalian minta untuk ikut mencari saya?" ujar Tuan besar melanjutkan pertanyaan menyelidiknya itu.


"Ke perusahaan dan ke beberapa anak cabang perusahaan yang ada di luar negeri." jawab Nyonya besar dengan lugas tanpa ada keragu raguan di dalam setiap jawaban yang diberikan oleh dirinya kepada suaminya yang sedang dalam mode emosi itu.


"Kalian menyewa seorang detektif untuk mencari saya gitu maksudnya?" ujar Tuan besar Alexsander sambil menatap menyelidik ke arah istri dan juga anaknya itu.


Juan posisinya masih diam seperti yang diminta oleh Tuan besar atau Papinya itu. Dia sama sekali tidak ada mengeluarkan suara apapun. Dia melaksanakan perintah dan instruksi yang diberikan oleh Papinya itu dengan sangat baik.


"Terus hasilnya bagaimana?" tanya Tuan besar selanjutnya.


"Seperti yang sudah sama sama kita lihat saja hasilnya. Mereka sama sekali tidak bisa menemukan dimana keberadaan Papi" jawab Nyonya besar dengan santai dan percaya dirinya.


Tuan besar Alexsander mengangguk anggukkan kepalanya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya besar itu. Dia sekarang semakin paham kalau mereka sama sekali tidak mengerti siapa sebenarnya Tuan besar Alexsander.


"Oke kita tinggalkan masalah saya pergi kemana. Kalian berdua juga tidak berhak tahu saya kemana kemaren saat tidak kalian berdua ketemukan walaupun sudah meminta bantuan kepada para detektif yang banyak di luar sana." kata Tuan besar Alexsander mengakhiri percakapan dengan tema dirinya kemana itu.


Tuan besar Alexsander kemudian terdiam sesaat. Dia menatap lekat ke wajah istri keduanya itu yang sekarang menyandang gelar dengan nama belakang yang siapa saja mendengar langsung bergidik ngeri dan tidak akan mau berurusan dengan dirinya, nama besar yang disandangnya itu adalah Nyonya Besar Alexsander.


Tak seorang pun berani memutus mata rantai saling diam diaman ini. Nyonya besar dan Tuan Muda Alexsander hanya bisa menunggu sampai Tuan besar Alexsander membuka suaranya dan memulai lagi percakapan penting yang memang akan mereka bicarakan.


"Kalian berdua tahu kenapa kalian berdua saya undang untuk datang kemari melalui asisten pribadi saya?" ujar Tuan besar bertanya kepada istri dan anaknya itu.


Nyonya besar dan Tuan Muda Alexsander saling memandang satu sama lain. Mereka berdua kompak menggeleng menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan besar itu.


"Kamu beneran tidak tahu?" ujar Tuan besar sambil menunjuk dengan tangan kirinya ke arah istrinya.


Juan Alexsander yang melihat apa yang dilakukan oleh Papi kepada Maminya hanya bisa diam saja. Juan tidak mau menanggung resiko kemarahan Papinya. Dia lebih memilih untuk melihat apa yang terjadi sebenarnya. Juan memang sudah penasaran juga terhadap kejadian yang terjadi sebenarnya yang dia sama sekali tidak mengetahui kejadian itu seperti apa sebenarnya.


"Benar saya tidak tahu apa apa" jawab Nyonya besar dengan nada yang tinggi pula.


'Sepertinya keributan besar tidak bisa dielakkan lagi.' ujar asisten di dalam hatinya.


'Apa gue masih harus di sini ya?' lanjut asisten masih berkata kata sendirian.


'Tapi kalau gue ijin pergi, bisa bisa mengamuk nanti Tuan besar.'


'Huft kemari susah' ucap asisten sambil memikirkan nasibnya yang harus melihat pertengkaran antara suami dan istri yang tidak bisa lagi dielakkan.


"Baiklah kalau kamu memang tidak tahu dan tidak menyadari apa yang telah kamu perbuat. Maka saya akan bantu kamu untuk menyadarinya" ujar Tuan besar Alexsander menjawab pengakuan dari istrinya yang mengatakan kalau istrinya tidak mengetahui kenapa mereka berdua harus datang ke mansion utama melalui undangan yang disampaikan oleh asisten.


"Jawab pertanyaan saya satu hal. Apa yang telah Anda lakukan kepada Mommy?" ujar Tuan besar langsung melemparkan pertanyaannya kepada Nyonya besar Alexsander perihal Mommy


Nyonya besar yang mendengar pertanyaan dari Tuan besar langsung kaget. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Tuan besar akan bertanya hal itu kepada dirinya. Dalam bayangan nyonya besar, Tuan besar akan menanyakan hal lainnya ternyata tuan besar menanyakan soal Mommy. Permasalahan yang sudah lama sekali tidak pernah muncul ke dalam pembicaraan mereka selama ini di dalam mansion besar itu. Ntah kenapa permasalahan itu bisa muncul kembali sesaat setelah Tuan besar Alexsander kembali dari luar mansion.


'Apa ada yang memberikan informasi kepada Papi ya di luar sana?' ujar Nyonya besar berkata dalam hatinya sendiri.


Nyonya besar sama sekali tidak berani menatap ke arah Tuan besar. Nyonya besar menekurkan kepalanya dalam dalam saat ini. Dia tidak sanggup melihat ke arah Tuan besar yang matanya sudah membulat dan terlihat sangat mengerikan. Kilatan kemarahan tergambar jelas di sana.


'Salah salah menjawab bisa hilang saya ini' ujar Nyonya besar dalam hatinya.


Nyonya besar sama sekali belum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan besar kepada dirinya. Dia masih diam saja.