
"Apa yang kamu tertawakan?" tanya Tama kepada Bram yang sampai sampai menghapus air matanya saat dirinya tertawa ngakak seperti itu.
"Ini Bang. Aku tertawa gara gara ini. Ini benar benar unik. Nggak bisa kau bayangkan kalau ini benar benar terjadi. Bener bener lawak" kata Bram menjelaskan kepada Felix dan Tama apa permasalahan yang membuat dirinya benar benar tertawa ngakak seperti saat ini.
"Bisa bagi?" ujar Tama yang penasaran dengan video yang ditonton oleh Bram.
Bram kemudian memberikan ponselnya kepada Tama.
"Felix sini" ujar Tama saat melihat Felix yang duduk lumayan jauh dari dirinya.
Felix yang sebenarnya juga sedang dalam rasa penasaran dengan video yang membuat Bram tertawa ngakak seperti tadi, langsung saja berjalan menuju Tama. Tama mencari file video tersebut melalui pesan chat yang dikirim oleh pengawal.
Tama dan Felix menonton video yang dikirimkan oleh pengawal tersebut. Mereka nonton dengan sangat serius video yang diputar.
"Haha haha haha, ternyata tu orang bisa juga gesrek" ujar Tama saat melihat video yang baru setengah jalan itu.
"Bang Bang" ujar Felix yang tidak tahu mau berkomentar apa saat melihat video yang ditontonnya itu.
"Dia benar benar telah mengubah jalannya dunia. Gue kira dia tidak bisa seperti itu, ternyata oh ternyata dia bisa melakukan sesuatu yang membuat gue bener bener kagum dengan dia"
Tama mengngungkapkan kekagumannya ntah ledekannya terhadap Jero. Apa tujuan dari perkataan Tama hanya Tama saja yang mengetahuinya.
"Bang, Gua ada ide" ujar Bram dengan semangat.
"Apa?" tanya Tama penasaran dengan ide yang akan dikemukakan oleh Bram.
"Ikut ajalah, gue butuh bantuan Bang Tama dan Bang Felix" ujar Bram menjawab pertanyaan dari Tama.
"Jeri emang nggak di ajak?" tanya Felix kepada Bram
"Jawab satu pertanyaan, kapan abang berdua yang nengok Bang Jeri stay di villa semenjak kita datang ke sini dua hari yang lalu?" ujar Bram bertanya balik kepada Tama dan juga Felix.
"Bener juga ya, perasaan sepasang kekasih itu baliknya lama terus malahan bisa dibilang nggak balik balik" jawab Tama yang menyadari kalau Jeri memang sudah lama tidak terlihat di villa mulai dari pagi sampai malam.
"Nah itu dia, gimana mau bawa Bang Jeri dalam kegiatan ini. Bisa bisa Bang Jeri ngamuk kalau kita bawa." ujar Bram yang merasa agak sedikit enggan mengajak Jeri untuk melakukan apa yang sedang direncanakan oleh dirinya saat ini.
"Kita coba ajak dulu Bram. Mana tau dia mau" lanjut Felix yang nggak mau nanti Jeri merasa kalau dia tidak diajak oleh mereka dalam melaksanakan ide yang diberikan oleh Bram.
"Bang bukannya aku nggak mau mengajak Bang Felix, cuma kan kita rencananya mengeksekusi rencana aku itu sekarang bukan besok. Kalau besok ya nggak ada gunanya lagi" ujar Bram menjelaskan kepada Felix dan Tama kapan idenya akan dilaksanakan.
"Emang bisa kalau sekarang di eksekusi?" ujar Tama bertanya selanjutnya kepada Bram.
"Bisa Bang. Asal kita mulai sekarang tidak menunggu nanti" jawab Bram yang semangat untuk memberikan kejutan kepada Jero dan Vian.
"Kita akan pasang berbagai bohlam di taman belakang. Gue tadi udah kirim pesan chat kepada pengawal untuk membawa sepasang kekasih yang lagi menunjukkan keromantisan itu berjalan memutar, sehingga kita bisa menyiapkan pesta kejutan untuk mereka" ujar Bram yang sudah memulai ide ide untuk memberikan kejutan kepada Jero dan Vian.
"Gue bagian apa?" ujar Felix yang tidak tau mau mengerjakan apa.
"Abang nyiapkan bahan bahan untuk barbeque saja" ujar Bram meminta Felix menyiapkan bahan bahan untuk barbeque.
Bram memanggil beberapa orang pengawal untuk membantu dirinya menyiapkan acara kejutan romantis dari mereka untuk Jero dan Vian. Tetapi Bram juga membuatkan kejutan romantis yang hampir mirip dengan kejutan untuk Vian dan Jero, yang diperuntukkan untuk Jeri dan Greta.
Mereka semua mulai menyulap taman belakang villa menjadi tempat untuk memberikan kejutan kepada dua pasang kekasih yang sangat romantis tersebut. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah, waktu dua jam dipergunakan dengan sebaik baiknya untuk menyiapkan kejutan spesial bagi Jero dan Vian serta Jeri dan Greta.
Setelah dua jam bekerjasama menyiapkan semua perlangkapan kejutan untuk dua pasang kekasih itu, akhirnya semua persiapan selesai juga.
"Bram, chat dimana pengawal" ujar Tama meminta Bram mengirim pesan kepada pengwal pengawal yang menemani Jero dan Jeri hari ini.
"Siap Bang"
Bram kemudian mengirim pesan kepada pengawal pengawal yang menemani Jero dan Jeri. Bram bertanya posisi mereka di mana sekarang. Apakah sudah dekat dengan villa atau masih jauh dari villa.
"Apa tanggapan mereka Bram?" ujar Tama yang sudah tidak sabar lagi mau ikut memberikan supraice kepada kedua sahabatnya itu. Sebuah keahlian yang sama sekali tidak diketahui oleh sahabat sahabatnya, keahlian yang hanya Tama sendiri saja yang tahu bahwa Tama bisa melakukan hal itu.
"Kata pengawal mereka berdua sudah di simpang masuk ke villa" ujar Bram memberitahukan kepada semua orang kalau Jero dan Jeri sudah hampir dekat dengan Villa.
"ya sudah mari kita siap siap" ujar Bram meminta semua orang untuk bersiap di posisi mereka masing masing.
"Pengawal kalian jangan lupa bunga mawar putih untuk Greta, sedangkan tulip ungu untuk kakak ipar Vian" ujar Bram mengingatkan sekali lagi kepada semua pengawal bunga yang mana yang akan diberikan kepada Vian dan Greta.
"Siap Tuan muda" jawab pengawal dengan kompak.
Mereka kemudian berjalan menuju tempat masing masing. Penerangan villa sudah dimatikan semuanya. Hal itu disengaja karena supaya Jero dan Jeri memegang tangan Vian dan Greta agar tidak jatuh tersandung sesuatu di jalan. Mereka berempat juga akan dipandu oleh pengawal pengawal yang setiap satu meter akan keluar dari persembunyian mereka dan memberikan bunga kepada Vian dan Greta.
Felix dan Brams udah memakai celemek. Mereka malam ini akan menjadi koki dan pelayan bagi Jero, Jeri, Vian dan Greta. Sedangkan Tama sudah menghilang ntah kemana. Dia memang mengatakan ada kegiatan zoom meeting sehingga tidak bisa ikut dalam acara kejutan untuk dua pasang kekasih itu. Bram dan Felix yang tadinya sudah memaksa terpaksa memundurkan niatnya karena Tama benar benar sukses meyakinkan diri mereka berdua kalau Tama tidak bisa meninggalkan kegiatan zoom meeting itu.
'Tuan muda mereka sampai' bunyi pesan chat yang dikirim oleh seorang penjaga yang sengaja di taruh oleh Bram di jarak tiga meter sebelum pintu gerbang utama villa tempat mereka menginap.
"Oke semua orang siap siap di posisi masing masing sekarang juga, mereka tinggal satu meter lagi menuju gerbang utama" ujar Bram memberikan perintah dan petunjuk kepada semua orang yang terlibat dalam kegiatan memberikan kejutan kepada dua pasang kekasih itu.
Semua orang bersiap siap di posisi mereka. Mereka semua tidak mau ada kesalahan sedikitpun. Ini adalah moment yang sangat jarang terjadi di keluarga Asander, makanya baik keluarga inti maupun pengawal sangat bersemangat melakukan hal itu.
"Kami siap" jawab mereka dengan kompak melalui ht masing masing.