
Setelah semua pekerjaan membersihkan meja makan dan juga sudah selesai membereskan segala peralatan makan yang tadi digunakan oleh Tuan besar Alexsander, pelayan yang tadi berjanji akan menceritakan semuanya kepada Tuan besar Alexsander membuatkan satu cangkir teh inggris dan juga sepotong puding roti untuk dihidangkan kepada Tuan besar Alexsander. Teh inggris dan puding itu yang akan menemani Tuan besar Alexsander untuk mendengar cerita pelayan yang bernama Ranti dengan suaminya.
Pelayan dan Suaminya itu kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam ruang kerja Tuan besar mereka. Tuan besar Alexsander sedang duduk sambil membaca berita online dari tablet miliknya.
Tok tok tok, pelayan mengetuk pintu ruang kerja tersebut.
"Masuk saja tidak saya kunci" ucap Tuan besar dari dalam ruangannya
Pelayan membuka pintu ruang kerja Tuan besar Alexsander. Mereka berdua berdiri di depan pintu sebelum Tuan besar mempersilahkan mereka untuk duduk.
"Permisi Tuan besar" ujar pelayan meminta izin untuk masuk ke dalam ruang kerja Tuan besar Alexsander.
"Silahkan duduk" ujar Tuan besar mempersilahkan kedua pelayannya itu untuk duduk di sofa yang berada di dalam ruangannya.
Kedua pelayan memilih untuk duduk di sofa yang hanya muat untuk satu orang. Sedangkan Tuan besar Alexsander duduk di sofa yang memang di sana dia sering duduk saat menerima tamu di dalam ruang kerjanya ini.
"Apa semua pekerjaan sudah selesai semuanya?" tanya Tuan besar Alexsander sambil melihat kearah kedua pelayannya itu.
"Sudah Tuan besar. Semua pekerjaan kami sudah kami selesaikan dengan baik, jadi sekarang kami sudah bisa memberitahukan kepada Tuan besar bagaimana sifat dan sikap nyonya besar mommy kepada kami semua pelayan, dan juga akan menceritakan bagaimana sikap dan sifat nyonya besar mami kepada kami pelayan" kata pelayan yang memang akan mengatakan semuanya.
Pelayan sudah berjanji kepada Nyonya besar Mommy akan memberitahukan bagaimana sikap dari Nyonya besar Mami sesungguhnya saat Tuan besar Alexsander memiliki dua orang nyonya besar dalam satu mansion besar. Serta pelayan juga akan menceritakan bagaimana kelakuan Nyonya besar Mami kepada Nyonya besar Mommy.
"Saya mau menceritakannya kepada Tuan besar, tetapi tolong saat Tuan besar bertemu dengan Nyonya besar, Tuan tidak mengatakan nama saya yang menceritakan semua ini kepada Tuan besar, kalau Tuan mengatakan kepada Nyonya besar, maka bisa dipastikan kalau nyawa saya akan terancam. Saya tidak mau berakhir tragis Tuan besar" ujar pelayan meminta suatu permintaan kepada pelayannya itu.
"Kenapa kamu mengatakan seperti itu?" ucap Tuan besar yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh pelayannya itu.
"Ya Tuan besar, nanti cerita kita akan sampai ke sana kenapa bisa saya sangat takut berurusan dengan yang namanya Nyonya besar Mami" ujar pelayan yang akan menceritakan semua cerita yang terjadi secara berurutan.
"Oke" jawab Tuan besar yang hanya bisa menyetujui apa yang dikatakan oleh pelayan tersebut.
"Tuan besar sebenarnya saat Nyonya besar Mommy masih menjadi, maaf sebelumnya istri satu satunya Tuan besar, Nyonya Mommy selalu memperlakukan kami dengan sangat baik Tuan. Tidak ada perbedaan yang diberlakukan oleh Nyonya Mommy. Kami semua dipandang sama" ujar pelayan memulai ceritanya.
"Dalam hal apapun kami selalu mendapatkan hal yang sama, kami tidak pernah dibeda bedakan, baik yang selalu melayani Nyonya Mommy atau Nyonya Mami. Contoh paling gampang dalam hal makanan, apa yang Tuan besar dan Tuan muda makan, kami akan memakan hal yang sama. Minimal setengahnya kalau tidak akan sama semuanya. Tetapi hal ini berbeda semenjak Nyonya Mommy sudah meninggalkan mansion, semua kendali di pegang oleh Nyonya Mami."
"Kami para pelayan ini hanya makan nasi jagung, terus nasi sisa dan juga sambal yang sudah dua hari. Gaji kami pun semenjak Nyonya Mami yang mengendalikan menjadi sangat tidak tepat waktu dan bahkan ada yang dibayar dua bulan kerja satu kali gaji. Itu yang kami rasakan semenjak Nyonya besar Mommy sudah tidak mengendalikan keuangan mansion."
"Tapi kami semua bisa apa Tuan besar? Nyonya Mommy tempat selama ini kami mengadu sudah bukan siapa siapa lagi, kami saja kasihan melihat keadaan Nyonya Mommy, bagaimana kami bisa dengan teganya menambah beban Nyonya Mommy hanya untuk menerima beban dari kami" lanjut pelayan.
" Tapi biarlah itu terjadi tuan besar. Sekarang kita kembali kepada Nonya besar Mommy"
"Nyonya Mommy berprinsip, kalau tidak ada kami yang membantu di mansion selama ini, maka belum tentu Tuan besar akan menjadi seperti waktu itu" kata Pelayan mengatakan kembali apa yang dikatakan oleh Nyonya Mommy kepada dirinya.
"Kami semua merasa dihargai sebagai manusia atas semua perlakuan yang diberikan oleh Nyonya Mommy kepada kami. Kami merasa kalau Nyonya Mommy benar benar Nyonya yang sangat sempurna." lanjut pelayan sambil berusaha menghapus air matanya yang hendak turun.
"Terlepas dari semua perlakuan yang diterima Nyonya Mommy selama dirinya tinggal di mansion besar itu" ujar Pelayan kembali melanjutkan ceritanya.
"Tuan besar tidak tahu bukan kalau Nyonya besar Mommy sering menangis sendirian di kebun belakang?" ujar pelayan bertanya kepada Tuan besar Alexsander.
Tuan besar Alexsander menggelang. Tuan besar Alexsander sekarang siap mendengar semua kesalahan yang telah dilakukan oleh dirinya. Dia sangat yakin kalau kesalahannya benar benar tidak bisa dimaafkan lagi.
"Nyonya Mommy selalu menangis di belakang karena Tuan tidak pernah sekalipun percaya dengan apa yang diucapkan oleh Nyonya Mommy kepada Tuan besar." ujar pelayan dengan berani.
Pelayan sudah siap untuk menerima resiko apapun pada saat ini. Dia rela kalau memang harus kehilangan pekerjaannya setelah membuka semua kejadian yang selalu menyalahkan Nyonya Mommy selama ini. Sudah saatnya nama baik Nyonya Mommy harus dipulihkan kembali seperti semula.
"Ada satu kejadian yang pada akhirnya membuat Nyonya Mommy mengambil keputusan untuk menggugat cerai Tuan besar Alexsander. Sebenarnya Nyonya Mommy tidak ingin melakukan hal itu, tetapi Nyonya Mommy terpaksa melakukannya karena dia membela sekian banyak nyawa yang ada di mansion besar. Suatu hal yang masih dirahasiakan sampai sekarang oleh semua pelayan yang mengetahui cerita itu" ujar pelayan yang pada akhirnya memutuskan untuk mengatakan hal yang memang sudah disepakati untuk dirahasiakan sampai semua orang yang mengetahui rahasia itu meninggal.
"Emang kejadian apa yang membuat hal itu bisa menjadi latar belakang istri saya waktu itu menggugat saya ke pengadilan?" ujar Tuan besar Alexsander yang tidak tahu bahwa ada latar belakang yang membuat istrinya itu menggugat dirinya.
"Sebenarnya Tuan selama Nyonya Mommy dan Nyonya Mami tinggal dalam satu mansion, yang selalu menderita adalah Nyonya Mommy. Semua pelayan bisa bersaksi atas semua kejadian yang terjadi selama itu. Nyonya Mami selalu memberikan kata kata kotor dan menyakitkan kepada Nyonya Mommy. Nyonya Mommy hanya diam saja tidak pernah membalas." kata pelayan menceritakan semuanya kepada tuan besar Alexsander.
"Bahkan Tuan saat tuan keluar negeri waktu itu sesaat sebelum Nyonya Mommy mengajukan surat cerai ke pengadilan. Nyonya Mommy di tampar habis habisan oleh Nyonya Mami di depan kami semua. Bahkan yang lebih parahnya lagi, Nyonya Mommy hampir di siram dengan air panas, karena saat itu Nyonya Mami marah besar karena Tuan besar sampai saat itu masih belum mengambil keputusan untuk menceraikan Nyonya Mommy" kata pelayan menceritakan semuanya kepada Tuan besar Alexsander.
"Kenapa tidak kalian hentikan dia menghakimi istri saya sebegitunya?" ucap Tuan besar Alexsander yang tidak menyangka istri muda yang selama ini dikiranya sangat baik ternyata berhati iblis.
"Dihentikan Tuan besar," jawab pelayan
"Siapa yang menghentikan?" tanya Tuan besar Alexsander kepada pelayan.
"Tuan muda Jero" jawab pelayan dengan nada bangga terhadap apa yang telah dilakukan oleh Jero saat membela Mommynya yang dianiaya oleh istri baru Daddynya sendiri.
"Apa Jero? Jadi sejak kejadian itu Jero sama sekali tidak menghargai saya lagi?" ujar Tuan besar Alexsander berkata dengan pelan
"Ya Tuan besar sejak itulah Tuan muda Jero mulai membenci Anda. Karena menurut Tuan muda Jero, andalah penyebab mommy yang paling dicintainya teraniaya selama itu." jawab pelayan meyakinkan Tuan besar Alexsander dengan pemikirannya sendiri.
"Bahkan Tuan muda Jero menyaksikan langsung bagaimana pahitnya hidup Nyonya Mommy kalau tidak ada Tuan besar di rumah. Bahkan saat Tuan besar ada pun Jero melihat bagaimana tersiksanya Mommy karena selalu dimarahi setiap hari oleh Tuan besar karena aduan dan fitnah kejam yang diberikan oleh Nyonya Mami" lanjut pelayan.
Pelayan tanpa disadarinya sudah memberikan rasa penyesalan yang sangat dalam di hati Tuan besar Alexsander. Tuan besar Alexsander benar benar menyesal karena telah berbuat salah kepada wanita yang selama ini selalu berada di sisinya, baik dalam keadaan dia berkekurangan bahkan menjadi super kaya seperti ini. Tetapi ternyata balasan yang diberikan oleh Tuan besar Alexsander kepada istrinya adalah sebuah pengkhiatan saja.
"Tapi cerita yang saya dapatkan dari Mami, dia yang ditampar bekali kali oleh Mommy dan akan di siram air panas oleh Mommy?" ujar Tuan besar Alexsander bertanya kembali dan ingin memastikan manakah cerita yang sebenarnya antara pelayan dengan istri mudanya.
"Pada saat itu pipi nyonya mami terlihat memerah kiri dan kanan, bahkan hidungnya berdarah. Saat hidungnya berdarah itu dia kirim fhotonya ke saya" lanjut Tuan besar Alexsander mengkonfrontir kebenaran dari cerita yang selama ini diketahuinya.
"Haha haha haha" pelayan laki laki itu tertawa pelan.
Tuan besar Alexsander menatap ke arah pelayan laki laki yang tertawa pelan tersebut.
"Kenapa kamu menertawakan saya?" ujar Tuan besar Alexsander yang sedikit terpancing emosinya karena pelayan laki laki itu telah dengan lancang tertawa saat dirinya mengatakan apa yang diceritakan oleh Nyonya besar Mami atau istrinya sekarang ini kepada dirinya.
"Maaf Tuan besar, bukan maksud saya untuk menertawakan Tuan. Tetapi ntah kenapa saat saya mendengar apa yang Tuan katakan membuat saya spontan tertawa" ujar pelayan laki laki menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Tuan besar Alexsander kepada dirinya.
"Kalian berdua tahu apa yang menyebabkan pipi istri muda saya itu sampai memiliki bekas tamparan?" ujar Tuan besar Alexsander yang sekarang semakin yakin kalau dirinya telah dipermainkan selama ini oleh istri mudanya yang benar benar jahat dan merupakan ular berkepala dua.
"Bekas tamparan itu memang karena tamparan Tuan besar" jawab pelayan laki laki yang kali ini menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tuan besar Alexsander.
"Kan berarti dia memang di tampar oleh Mommy. Saya menyesal telah mendengarkan semua cerita kalian. Tadi saya kira memang istri saya yang jahat ternyata memang dia yang jahat" kata tuan besar Alexsander dengan murka menuduh kalau kedua pelayannya telah menceritakan hal yang salah.
"Maaf Tuan besar saya belum selesai berbicara. Kami berdua di sini tidak ada niat untuk membuat hubungan Tuan besar dengan nyonya besar menjadi runyam atau rusak. Malahan kami berdua siap untuk kehilangan nyawa kami kalau kami sampai berniat buruk terhadap keluarga ini" lanjut pelayan laki laki yang juga tersinggung dengan apa yang dikatakan oleh tuan besar Alexsander.
"Kami sebenarnya sudah dari waktu Nyonya Mommy pergi meninggalkan mansion, kami semua juga akan pergi. Tapi pada saat itu Nyonya Mommy menahan kami untuk pergi, karena Nyonya Mommy mengkhawatirkan kondisi Tuan besar. Walaupun hati Nyonya Mommy sudah sebegitunya Tuan besar sakiti tetapi nyonya mommy masih memikirkan kondisi tuan kalau hanya tinggal dengan nyonya mami dan orang orangnya saja. Makanya nyonya mommy masih meminta bik Ima untuk terus berada di dapur memasak makanan untuk tuan besar, serta Pak Hans tetap menjadi sopir pribadi Tuan besar" kali ini yang menjawab cerita itu adalah pelayan wanita.
"Jadi siapa sebenarnya yang telah menampar pipi dia?" ujar Tuan besar Alexsander yang masih penasaran dengan jawaban siapa yang menampar istri mudanya pada saat itu.
"Nyonya Mami sendiri Tuan besar. Nyonya Mami menampar pipinya sendiri kiri dan kanan di depan kami semua dan juga di depan Nyonya Mommy. Setelah dia menampar pipinya sendiri dia kemudian mengambil fhoto pipinya itu dan mengirimkan kepada Tuan" ujar pelayan menceritakan siapa yang telah menampar pipi nyonya mami
"Malahan saat itu Tuan langsung menelpon Nyonya Mommy dan memaki maki nyonya mommy bukan, Tuan tahu, kalau kami semua mendengar sumpah serapah Tuan besar kepada nyonya mommy. Saat itu nyonya Mami mengaktifkan loadspeaker ponselnya, sehingga kami semua mendengar apa yang Tuan besar katakan kepada nyonya Mommy" ujar pelayan sambil tersenyum miris mengingat apa yang dikatakan oleh tuan besar itu.
Walaupun kejadian sudah berpuluh tahun, tapi perkataan dari tuan besar itu masih teringat dan terngiang ngiang di telinga semua pelayan yang mendengar langsung apa yang dikatakan oleh tuan besar Alexsander kepada nyonya mommy yang sangat baik dan menerima dengan ikhlas semua perbuatan yang telah dilakukan oleh suaminya sendiri.
"Apa Jero juga mendengar?" ujar Tuan besar Alexsander yang juga mengingat apa yang telah dikatakannya kepada istri tuanya saat itu
"Ya tuan muda mendengar semuanya." jawab pelayan dengan singkat.