My Affair

My Affair
Kepahitan



Walaupun kejadian itu sudah bertahun tahun terjadinya, tapi perkataan dari tuan besar itu masih teringat dan terngiang ngiang di telinga semua pelayan yang mendengar langsung apa yang dikatakan oleh tuan besar Alexsander kepada nyonya mommy yang sangat baik dan menerima dengan ikhlas semua perbuatan yang telah dilakukan oleh suaminya sendiri. Perkataan yang tidak seharusnya dikatakan oleh seseorang yang berpindidikan dan terpandang serta berkelas seperti seorang Tuan besar Alexsander, pemilik perusahaan Alexsander Grub, perusahaan yang sedang maju majunya di negara E. Siapapun pasti mengenal perusahaan itu dan ingin melakukan kerja sama dengan perusahaan tersebut.


"Tuan besar boleh tanya kepada semua pelayan yang ada pada saat kejadian itu, mereka semua langsung tidak menyangka kalau yang berbicara dengan nada dan juga kata kata yang sekasar itu adalah tuan besar Alexsander. Seorang Tuan besar yang kami kenal dulu sangat menyayangi Nyonya besar dan Tuan muda" lanjut pelayan yang semakin membuat pahit hidup dan pendengaran dari Tuan besar Alexsander.


'Kesalahan saya sungguh besar dan kejam' ucap Tuan besar Alexsander dalam hati dan pikirannya pada saat itu.


"Apa Jero juga mendengar?" ujar Tuan besar Alexsander yang juga mengingat apa yang telah dikatakannya kepada istri tuanya saat itu.


Tuan besar Alexsander sangat cemas kalau Jero anak tunggalnya dengan istri pertamanya sampai mendengar apa saja yang telah dikatakan oleh Tuan besar Alexsander kepada Mommy yang selalu menjadi kebanggaan dari seorang Jero Alexsander. Mommy yang akan mati matian di bela oleh Jero Alexsander.


"Ya tuan besar, tuan muda mendengar semuanya." jawab pelayan dengan singkat.


"Bagaimana reaksi Jero pada saat dia mendengar apa yang saya katakan kepada Mommynya saat itu?" lanjut Tuan besar Alexsander.


Tuan besar Alexsander harus tahu bagaimana reaksi dari seorang Jero Alexsander pada saat dirinya mendengar makian dari Daddynya sendiri kepada Mommynya itu.


"Saat itu Tuan muda hanya menutup telinga dari Nyonya besar Tuan. Tuan muda sama sekali tidak mengizinkan Nyonya besar mendengar semua makian dari Tuan besar." kata pelayan memberitahukan apa reaksi yang diberikan oleh Jero


"Kami sangat yakin kalau Nyonya besar masih mendengar apa yang tuan besar katakan pada saat itu, karena air mata nyonya besar mengalir dengan sendirinya saat mendengar apa yang tuan katakan" lanjut pelayan memberitahukan akan reaksi istri tuanya dan juga anaknya.


"Saat itulah sebuah permintaan dari seorang anak yang baru berusia enam tahun di keluarkan kepada Mommynya Tuan besar. Permintaan yang selama ini sudah berusaha di tahan oleh anak usia enam tahun."


"Anak yang selama ini pura pura bahagia, padahal sebenarnya pertahanannya sudah runtuh saat melihat bagaimana Mommy yang sangat disayangi dan dicintai oleh dirinya menerima ketidakadilan dalam menjalani hari harinya" lanjut pelayan yang semakin membuat Tuan besar menjadi merasa bersalah.


"Apa permintaan yang dikatakan oleh Tuan muda kepada Nyonya besar?" ujar Tuan besar Alexsander yang sebenarnya sudah bisa membayangkan apa permintaan yang diajukan oleh anaknya itu kepada istrinya.


Permintaan yang pada akhirnya membawa Mommy dan juga Jero keluar dari mansion utama dan ntah tinggal dimana selama ini.


"Pada saat itu Tuan muda mengatakan kepada Nyonya besar Mommy untuk pergi meninggalkan mansion, karena dia tidak butuh harta, yang dibutuhkan oleh Tuan muda adalah melihat Mommynya kembali tersenyum seperti dulu. Bukan seperti sekarang ini yang tersenyum penuh luka" kata pelayan mengatakan permintaan yang diajukan oleh Jero kepada Mommy setelah telpon maki makian yang diucapkan oleh tuan besar alexsander kepada istrinya itu. Istri yang tidak memiliki salah apapun tetapi harus menerima semua perlakuan karena hasutan dari seseorang yang sekarang sudah mendapatkan hati dan fokus serta perhatian tuan besar Alexsander. Sehingga membuat tuan besar Alexsander menjadi tidak percaya lagi kepada istri yang selama ini selalu ada di sisinya dalam kondisi apapun.


"Tapi saat itu juga Nyonya besar mengatakan kepada Jero kalau mereka berdua tidak boleh menyerah, mereka harus kembali bisa menyadarkan tuan besar kalau tuan besar telah menilai yang salah itu adalah benar sedangkan yang benar adalah salah" lanjut pelayan


"Tetapi sayangnya seminggu kemudian pertengkaran besar itu terjadi Tuan besar. Akhirnya Nyonya Mommy menyerah dan memilih untuk pergi dari kehidupan Tuan besar dengan membawa semua luka yang berhasil tuan berikan di hatinya." ucap pelayan berkata kepada Tuan besar itu.


"Malam itu kami menyaksikan bagaimana dengan tegarnya seorang istri dan anak berjalan keluar dari rumah mereka sendiri. Rumah yang dengan susah payah mereka dapatkan, tetapi hanya karena seorang wanita membuat mereka harus melangkahkan kakinya keluar dari rumah mewah itu."


"Rumah yang awalnya membawa kebahagiaan. Siapa yang tidak akan senang dan ikut bahagia melihat Mommy yang selalu tersenyum menyambut Tuan besar pulang bekerja dan menyambut Tuan muda yang pulang sekolah. Senyuman yang hanya sebentar dan bertukar dengan kepedihan kepedihan yang tanpa tuan besar sengaja sudah menggores hati Mommy dan Tuan muda Jero" lanjut pelayan mengatakan apa yang harus dikatakan oleh dirinya kepada tuan besarnya itu.


"Sejak saat itulah, mansion besar itu serasa mati rasa. Tidak ada senyuman tulus yang selalu hadir menyapa kami para pelayan. Tidak ada panggilan lembut yang selalu memanggil kami saat orang rumah membutuhkan sesuatu." kata pelayan


Tuan besar terdiam mendengar semua yang dikatakan oleh pelayan kepada dirinya. Selama ini dia sudah menutup mata akan semuanya. Selama ini Tuan besar telah mempercayai seseorang yang salah, seseorang yang hanya memanfaatkan dirinya untuk bisa mendapatkan apa yang menjadi tujuannya.


Kedua pelayan hanya bisa melihat raut penyesalan dari wajah seorang Tuan besar Alexsander. Mereka berdua maklum kalau Tuan besar Alexsander merasa menyesal dengan semuanya. Tetapi sekarang sudah terlambat, Tuan besar Alexsander tidak akan bisa memutar ulang waktu yang sudah berlalu, hanya penyesalan yang akan menemani Tuan besar Alexsander dan kesalahan kesalahan yang telah dilakukan oleh Tuan besar Alexsander terhadap keluarga yang memang peduli kepada dirinya.


"Tuan besar, kami berdua permisi dahulu ya Tuan besar. Kami mau pergi ke belakang dulu" ujar pelayan yang melihat Tuan besar itu sudah terpuruk dengan kesalahan kesalahannya.


"Terimakasih" ucap Tuan besar Alexsander dengan nada lemah.


Kedua pelayan kemudian pergi meninggalkan Tuan besar Alexsander tersebut. Tuan besar yang selama ini telah hidup dengan seorang wanita yang luar biasa sifatnya, serta menelantarkan sekaligus membuang wanita yang memang sangat baik dan semestinya diperjuangkan oleh Tuan besar Alexsander. Tetapi karena hasutan dan fitnah yang luar biasa, membuat Tuan besar Alexsander memberikan keputusan yang tidak tepat untuk hidupnya dan juga hidup dua orang yang seharusnya dibela oleh Tuan besar Alexsander.


Penyesalan itu memang datangnya terakhir dalam kehidupan. Setiap manusia memang harus belajar dari pengalaman dan menjadikan pengalaman sebagai guru yang terbaik.


Tuan besar Alexsander termenung mengingat semua kesalahan kesalahan yang telah dilakukan oleh dirinya terhadap istri dan juga anaknya itu. Tuan besar Alexsander menyesali semua perbuatannya saat itu juga.


"Aku harus mencari mereka berdua ke negara E. Aku sangat yakin mereka pasti di negara E. Aku harus terbang ke sana dan memerintahkan semua pengawal untuk mencari mereka berdua." ujar Tuan besar Alexsander memutuskan sesuatu yang baik untuk dirinya.


"Tetapi dari mana aku tahu wajah Jero, ini terjadi udah puluhan tahun yang lalu" lanjut Tuan besar Alexsander yang tidak mengenal wajah dari Jero Alexsander.


Tuan besar Alexsander sibuk dengan pemikirannya sendiri. Pada saat itulah suara ponselnya memecah kesunyian di dalam ruang kerja.


"Siapa yang nelpon?" ujar Tuan besar Alexsander yang hanya memberikan nomor barunya ini ke beberapa orang, orang orang kepercayaannya.


"Hallo, ada apa?" ucap Tuan besar Alexsander mengangkat panggilan telponnya itu.


Tuan besar Alexsander mendengar penjelasan yang diberikan oleh seseorang yang menghubunginya itu. Kening Tuan besar Alexsander langsung berkerut saat mendengar apa yang dikatakan oleh seseorang tersebut kepada dirinya.


"Satu masalah belum selesai sudah ada masalah lainnya" ujar Tuan besar Alexsander saat dirinya menaruh ponsel di atas meja kerja itu.


Tuan besar Alexsander mengambil telpon villa, dia menghubungi seseorang melalui telpon tersebut.


"Siapkan pesawat kita akan terbang besok ke negara I" ujar tuan besar Alexsander memberikan perintah kepada seseorang yang dihubunginya itu.


Setelah menyampaikan apa yang ingin dikatakan oleh Tuan besar Alexsander itu, tuan besar kembali menaruh gagang telponnya. Dia kemudian berjalan keluar dari dalam ruang kerja. Dia menuju kamarnya yang terletak di lantai paling atas villa tersebut. Dia harus beristirahat sekarang karena besok harus menuju bandara, perjalanan dengan kapal akan memakan waktu yang lama karena ombak lautan yang sedang tidak bersahabat.


"Semoga besok cuaca bersahabat sehingga tidak perlu lama di atas laut" ucapTuan besar Alexsander berdoa semoga cuaca besok bersahabat dengan dirinya.


Tuan besar Alexsander naik ke atas ranjang besar itu. Dia akan beristirahat malam dengan membawa penyesalan yang amat teramat dalam. Tak membutuhkan waktu yang lama Tuan besar Alexsander sudah tertidur tetapi tidur dalam kegelisahan, setiap sebentar Tuan besar merubah posisi tidurnya. Hati dan pikirannya serta matanya tidak dalam satu frekuensi yang sama, sehingga hal itu berpengaruh kepada tidur tuan besar Alexsander.