My Affair

My Affair
Kecemasan Keluarga Alexsander



"Juan!!!!!" teriak Mami sekali lagi memanggil Juan dengan sangat keras dari bagian belakang mansion.


Mami mengulang panggilannya kepada Juan karena Juan Alexsander tidak juga sampai ke tempat di mana Mami berada saat ini.


"Tu anak benar benar lelet jadi laki laki" kata Mami mengomel karena Juan sama sekali tidak bisa datang cepat menemui Mami.


Mami sangat kesal akan hal itu. Mami merasa kalau Juan benar benar tidak melakukan sesuatu dengan sungguh sungguh dan penuh dengan niat yang tinggi.


"Mami ini main teriak teriak aja kayak ada maling"


Juan yang sudah tahu di sebelah mana Maminya berada, langsung berlari menuju Mami. Juan melihat Mami sedang duduk di kursi taman belakang mansion, tempat dimana Vian biasa mengobrol dengan para pelayan mansion dulunya saat Vian masih tinggal di mansion besar itu.


"Ada apa Mami? Apa mami melihat salah satu dari para pelayan yang ada di mansion ini?" tanya Juan Alexsander saat dirinya sudah berada di dekat Mami.


Mami menatap ke arah Juan dengan tatapan tidak percaya atas apa yang telah ditanyakan oleh Juan kepada dirinya. Mami benar benar tidak menyangka seorang Juan Alexsander akan ebrsikap sebodoh itu pada saat segenting ini.


"Apa kamu melihat ada orang di sini selain kita berdua?" kata Mami mulai kembali kesal kepada Juan Alexsander.


"Pertanyaan bodoh apalagi yang kamu sampaikan kepada Mami. Juan Juan, Mami mohon hentikan semua pertanyaan bodoh yang pada akhirnya akan membuat kita berdua kembali bertengkar" lanjut Mami dengan berteriak dengan nada kesal dan bernada tinggi kepada anak laki laki yang selama ini menjadi kebanggaan dari seorang Mami.


Juan terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Maminya itu. Dia memang benar seperti orang yang separo bego bertanya seperti tadi kepada Mami. Tidak seharusnya Juan mengatakan hal seperti itu kepada Mami.


"Maafkan Juan Mami. Juan panik makanya Juan bertanya tentanghal bodoh itu" kata Juan meminta maaf kepada Maminya.


"Sekali lagi maafkan Juan Mami"


Juan mengulang kembali permintaan maaf dirinya kepada Mami. Dia tidak menyangka kalau Mami akan semarah itu dengan pertanyaan bodoh yang diberikan oleh Juan. Juan menyadari kalau dirinya sekarang sedang tidak dalam kondisi baik baik saja. Juan Alexsander benar benar sedang dalam kondisi panik. Apalagi dengan kenyataan yang sedang tersaji di depan matanya saat ini. Kenyataan yang akan semakin membuat dirinya panik.


"Sudahlah Juan, Mami sekarang sedang tidak mau ribut dengan kamu." kata Mami yang sebenarnya sangat panik luar biasa seperti yang sedang terjadi kepada Juan Alexsander.


"Mami sebenarnya juga sedang panik. Saat melihat kamu panik, mami semakin panik. Makanya Mami dari tadi marah marah tidak jelas saja kepada kamu" lanjut Mami yang pada akhirnya mengakui kepada Juan Alexsander kalau dirinya sebenarnya juga sedang sangat panik saat ini.


"Kita masuk Mami, lebih baik kita menenangkan diri sebentar untuk menentukan langkah kita selanjutnya"


Juan Alexsander mulai menemukan dan menenangkan kepanikannya. Dia kemudian mengajak Mami untuk masuk ke dalam mansion.


Mami menganguk mengiyakan ajakan Juan untuk masuk ke dalam mansion. Ibu dan anak itu dengan langkah yang sedikit lunglai berjalan masuk ke dalam mansion. Mereka berdua akan berpikir langkah apa lagi yang akan mereka lakukan untuk mencari tahu keberadaan Papi dan mengamankan semua permasalahan yang telah mereka sebabkan berdua."Juan!!!!!" teriak Mami sekali lagi memanggil Juan dengan sangat keras dari bagian belakang mansion.


Juan yang sudah tahu di sebelah mana Maminya berada, langsung berlari menuju Mami. Juan melihat Mami sedang duduk di kursi taman belakang mansion, tempat dimana Vian biasa mengobrol dengan para pelayan mansion dulunya saat Vian masih tinggal di mansion besar itu.


"Iya sayang, mami mau istirahat dulu" kata Mami yang setuju dengan ide yang diberikan oleh Juan kepada dirinya.


Juan Alexsander dan Nyonya besar Alexsander berjalan masuk ke dalam kamar mereka masing masing. Mereka akan beristirahat sejenak untuk memulihkan tenaga dan juga menenangkan pikiran. Mereka berdua harus berpikiran jernih dan tidak panik dalam menghadapi permasalahan yang sedang mereka hadapi berdua. Sehingga ketenangan pikrian harus mereka miliki saat ini.


Juan dan Mami kemudian beristirahat di kamar mereka masing masing. Mereka melakukan aktifitas yang bisa membuat mereka menjadi nyaman kembali.


DALAM PESAWAT


"Oh ya, gimana dengan Nyonya besar? Apa nyonya besar sering datang ke mansion untuk mengganggu Nyonya muda?" tanya tuan besar kepada pelayannya yang setia itu.


"Maaf sebelumnya Tuan besar. Tapi tadi sudah saya katakan kalau saya datang ke mansion itu saat Nyonya muda sudah tidak ada lagi di sana" jawab Pelayan kembali mengingatkan Tuan besar Alexsander kalau dirinya berada di mansion itu saat Nyonya muda sudah tidak lagi tinggal dan berada di mansion tersebut.


"Apa sesama pelayan tidak ada saling cerita?" tanya Tuan besar yang sama sekali tidak puas mendengar jawaban yang diberikan oleh pelayan tersebut kepada dirinya.


Pelayan berusaha mengingat kembali apakah ada pelayan yang bercerita tentang Nyonya besar yang pernah datang ke mansion dan memarahi atau berbuat sesuatu yang tidak baik dengan Nyonya muda. Semakin pelayan mencoba mengingat apakah pernah mereka saling bercerita tentang Nyonya besar, semakin pelayan yakin kalau sesama pelayan tidak pernah menceritakan tentang Nyonya besar yang berbuat semena mena kepada Nyonya Muda.


"Maaf Tuan besar, sekali lagi saya minta maaf kepada Tuan besar. Saya sama sekali tidak pernah mendengar kalau Nyonya besar pernah berbuat semena mena terhadap Nyonya muda." ujar pelayan sambil meyakinkan Tuan besar kalau mereka memang tidak pernah berbagi cerita tentang Nyonya besar menyakiti Nyonya muda.


"Baiklah terimakasih" ujar Tuan besar.


"Tapi kalau Tuan besar masih penasaran, nanti saat kita sampai di tujuan kita, saya akan mengumpulkan semua pelayan. Tuan besar silahkan bertanya kepada mereka masing masing tentang apa yang ingin tuan besar ketahui" kata pelayan memberikan ide kepada Tuan besar Alexsander untuk mengumpulkan semua pelayan dan bertanya kepada mereka semua tentang apa yang sesungguhnya terjadi di mansion Juan Alexsander itu selama ini.


"Ide yang bagus. Saya minta kamu yang langsung turun tangan untuk mengumpulkan semua pelayan. KIta akan langsung berkumpul setelah beristirahat sebentar saat kita sampai di tempat tujuan" kata Taun besar menyampaikan rencananya kepada pelayan tersebut.


"Siap Tuan besar, akan saya lakukan" ujar Pelayan.


"Kalau begitu saya pamit dahulu. Tuan besar silahkan melanjutkan untuk beristirahat" ujar pelayan.


Pelayan kemudian pergi kembali menuju tempat duduknya. Dia melihat ke arah Tuan besar yang masih tidak juga beristirahat.


"Tuan besar, dosa apa yang telah Anda perbuat di masa lalu, sehingga begitu besar cobaan yang harus anda jalani sekarang. Semoga Anda kuat tuan besar" uajr pelayan sambil melihat ke arah Tuan besarnya