My Affair

My Affair
Rung Kerja Tuan Alexsander



"Silahkan masuk Nyonya besar, Tuan muda" ujar Asisten mempersilahkan nyonya besar Alexsander dan tuan muda Alexsander untuk masuk ke dalam ruang kerja tuan Alexsander. Asisten membukakan pintu yang sangat lebar untuk Nyonya besar dan Tuan muda yang sudang ditunggu kedatangannya oleh tuan besar Alexsander.


"Silahkan duduk" lanjut asisten mempersilahkan Nyonya besar dan tuan Muda Alexsander untuk duduk di kursi yang berada di depan meja kerja tuan alexsander. Tuan Alexsander duduk di kursi kerjanya sambil menatap ke arah almari kerja yang berada di belakang. Tuan Alexsander menatap ke medali dan penghargaan yang diraihnya selama dia bergelut di dunia bisnis


Mami dan Juan duduk di kursi yang ada di depan meja kerja itu. Pandangan Mami tertuju kepada figura fhoto yang sekarang sudah bertukar bentuk dan warna itu. Tetapi Mami sama sekali tidak bisa melihat ke arah fhoto itu, karena arahnya menghadap ke arah Tuan besar Alexsander, bukan ke arah Mami dan Juan.


'Fhoto siapa sekarang yang berada di sana? Kenapa figuranya bertukar bentuk?' ujar Mami saat melihat figura fhoto yang sekarang berada di atas meja kerja tuan besar Alexsander. Mami sangat penasaran dengan fhoto itu, Mami yakin kalau fhoto itu bukanlah fhoto keluarganya.


'Pasti itu fhoto orang lain' ujar Mami dalam pikirannya sendiri. Pikiran pikiran yang mulai membuat mami sangat was was dengan kejadian selanjutnya


'Jangan sampai karma itu datang' lanjut Mami sibuk dengan pemikirannya sendiri gara gara figura fhoto yang berubah yang diletakkan di atas meja kerja tuan besar Alexsander.


'Sejak kapan berubahnya?'


'Kenapa sama sekali tidak aku perhatikan' lanjut Mami semakin sibuk dengan praduga praduga yang tidak jelas di dalam kepalanya itu.


'Apa kesalahan itu akan menerpa aku saat ini?' lanjut Mami masih dengan pemikiran yang sama.


Mami berusaha untuk bisa melihat fhoto siapa yang ada di figura tersebut. Mami tidak ingin sesuatu terjadi dalam pernikahannya dengan Papi. Mami takut kalau pengkhianatan Papi terhadap istri pertamanya akan terjadi kepada Mami. Mami tidak bisa menerima hal itu. Mami tidak ingin kehilangan Papi yang sangat dicintainya itu. Walaupun pertama sekali Mami hanya menginginkan harta dari seorang tuan Alexsander, tetapi seiring dengan berjalannya waktu Mami sudah sangat mencintai pria yang menjadi suaminya itu.


Asisten yang melihat nyonya besar bergerak gerak karena ingin melihat fhoto yang ada di atas meja itu menatap tajam ke arah nyonya besar Alexsander. Asisten memberikan isyarat kepada nyonya besar untuk bersikap tenang karena asisten tidak ingin dengan nyonya besar bergerak gerak terus akan membuat tuan besar Alexsander kembali emosi seperti keadaannya saat kembali dari pulau kelapa. Nyonya besar sama sekali tidak mengindahkan bahasa isyarat yang diberikan oleh asisten kepada dirinya. Nyonya besar tetap saja bergerak gerak seperti tadi.


"Ehm" ujar Tuan besar Alexsander berdehem untuk menghentikan kegiatan yang dilakukan oleh Nyonya besar Alexsander yang terlihat sangat gelisah duduk di kursinya.


Nyonya besar Alexsander dan Tuan muda Alexsander langsung duduk dengan tenang kembali saat mendengar deheman yang dikeluarkan oleh Tuan besar dari mulutnya. Nyonya besar sudah bisa membayangkan kalau pada saat ini Tuan besar Alexsander pasti dalam keadaan emosi yang tidak stabil.


Nyonya besar sama sekali tidak berani mengangkat wajahnya untuk melihat raut wajah Tuan besar Alexsander suaminya itu. Hal berbeda terjadi kepada Juan Alexsander, dia dengan gagahnya menatap ke wajah Tuan besar Alexsander, orang tua laki lakinya itu. Juan Alexsander sangat ingin mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Sehingga rasa takut untuk melihat ke arah Tuan besar Alexsander sama sekali tidak dipikirkan oleh Juan Alexsander. Dia hanya ingin melihat gimana raut wajah dari Papinya itu. Juan Alexsander ingin memastikan apakah tuan besar Alexsander dalam keadaan seperti apa.


Juan langsung menundukkan kepalanya dalam dalam seperti yang dilakukan oleh nyonya besar Alexsander sejak tadi. Keputusan yang diambil oleh Nyonya besar Alexsander untuk menghindari menatap dan melihat wajah dari tuan besar Alexsander adalah sesuatu yang sangat tepat sekali.


"Kenapa kalian berdua tidak mengangkat kepala kalian untuk menatap saya?" ujar Tuan besar Alexsander bertanya kepada istri dan anaknya itu, saat melihat mereka berdua menundukkan kepalanya dalam dalam tanda tidak berani menatap ke arah Tuan besar Alexsander.


Pertanyaan yang diajukan oleh tuan besar Aelxsadner sama sekali tidak direspon oleh Nyonya besar Alexsander dan tuan muda Alexsander. Mereka berdua tetap menekurkan kepala mereka sedalam dalamnya. Pemandangan yang terasaji di depan asisten membuat sang asisten tersenyum geli, karena melihat dua orang yang selama ini berkuasa terlihat sangat tidak berdaya pada saat ini di hadapan tuan besar Alexsander. Kejayaan yang dengan seketika rubuh tidak berdaya di hadapan dirinya.


'Kalau Nyonya Mommy dan tuan muda Jero ada di sini, mereka berdua pasti akan senang melihat kenyataan yang sedang terjadi seperti sekarang ini' ujar asisten yang bisa membayangkan senyuman Jero kalau melihat keadaan yang tersaji di depan dirinya sekarang ini. Pemandangan yang sangat miris tetapi membuat hati beberapa orang menjadi sangat bahagia, karena sebentar lagi tabir kekelaman itu akan terbuka dengan sendirinya.


Brak, sebuah pukulan keras mendarat di meja kerja tuan besar Alexsander yang terbuat dari kayu jati pilihan yang langsung di datangkan dari perkebunan jati milik perusahaan Alexsander yang bergerak di bidang mebel. Nyonya besar, tuan muda Alexsander dan asisten kaget mendengar pukulan meja yang sangat keras yang dilakukan oleh tuan besar Alexsander tersebut. Mereka semua langsung dengan spontan mengangkat kepala untuk melihat ke arah tangan Tuan besar Alexsander setelah memukul meja kerja dengan sangat keras.


"Tuan besar, tangan Anda" ujar Asisten saat melihat telapak tangan tuan besar Alexsander memerah karena memukul meja kerja dengan begitu kuatnya.


Asisten melangkah maju mendekat ke arah tuan besarya itu. Dia sangat takut terjadi sesuatu dengan telapak tangan tuan besar tersebut. Tuan besar yang harus mengalami kehancuran rumah tangga hanya karena obsesi seorang wanita ingin menjadi orang kaya dalam sesaat tanpa berusaha sama sekali.


"Tidak apa apa, santai saja" ujar tuan besar Alexsander dengan wajah datarnya menjawab pertanyaan yang diajukan oleh asisten kepada dirinya.


Asiten kembali mundur dan berdiri di tempatnya kembali. Dia kembali diam berdiri di sana sambil melihat keadaan yang akan terjadi setelah ini.


"Jadi, kalian berdua kemana selama saya tidak berada di mansion utama?" ujar Tuan besar Alexsander bertanya kepada istri dan anaknya itu.


"Bukannya harusnya kami yang bertanya kepada Papi, Papi kemana saja selama ini?" ujar Juan Alexsander yang salah membaca keadaan. Juan Alexsander mengira kalau Papinya itu sudah bisa di ajak berkomunikasi dengan baik, sehingga dia memutuskan untuk bertanya kepada Tuan besar Alexsander dengan pertanyaan yang sama dengan yang diajukan oleh tuan besar Alexsander kepada dirinya dan Mami.


"Saya paling tidak suka pertanyaan saya di jawab dengan pertanyaan kembali tuan muda Alexsander" ujar tuan besar Alexsander dengan nada dingin memberikan peringatan kepada Juan Alexsander.


Juan dan Nyonya besar kaget mendengar kata ganti yang sangat baku di pakai oleh Tuan besar Alexsander kepada mereka berdua. Padahal biasanya semarah apapun tuan besar Alexsander kepada Juan atau istrinya itu, dia akan tetap memakai kata ganti Papi untuk menyebut namanya, tetapi kali ini tidak sama sekali, Tuan besar memakai kata ganti Saya. Kata ganti yang hanya dipakai oleh tuan besar Alexsander kalau bertemu dan bercengkrama dengan orang orang yang tidak termasuk ke dalam golongan orang terdekatnya.