My Affair

My Affair
Rahasia Mulai Terbuka



PULAU KELAPA


"Tuan besar, makan malamnya sudah siap" ujar pelayan memanggil Tuan besar Alexsander yang sedang duduk memandang ke arah lautan lepas dari teras mansion megah tersebut.


Kemanapun memandang dari mansion mewah nan megah serta memakai smart teknologiyang terlihat adalah lautan lepas. Mansion mewah itu terletak di atas bukit satu satunya yang ada di pulau kelapa itu. Daerah paling tinggi yang ada di pulau tersebut. Sehingga siapapun orang yang datang ke pulau kelapa akan langsung bisa melihat ke arah mansion mewah tersebut. Mansion yang sangat bagus dan sangat besar, siapapun yang melihat pasti akan terpana dengan gaya dan arsitektur dari tempat tersebut.


Tuan besar yang mendengar apa yang dikatakan oleh pelayannya itu langsung berdiri dari posisi duduknya. Tuan besar juga sudah sangat kelaperan, sehingga pada saat pelayan mengatakan kalau menu makan siang sudah siap dan sudah bisa disantap, Tuan besar Alexsander langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ruang makan yang ada di bagian dalam mansion mewah itu.


Tuan besar melihat menu makanan yang dibuat oleh pelayan kepercayaannya itu. Tuan besar Alexsander yang melihat hidangan makan malam yang membuat hatinya bersedih, benar benar bersedih sampai sampai Tuan besar Alexsander tidak mampu berkata apa apa lagi saat melihat menu makan malam yang tersaji.


Pelayan yang melihat Tuan besar tidak menyantap menu makan malamya tidak mampu melihat ke arah Tuan besar Alexsander, pelayan takut dimarahi oleh Tuan besar Alexsander karena sudah membuat dirinya bersedih.


"Tuan maafkan saya" ujar pelayan yang masih belum sadar kenapa Tuan besar Alexsander bisa terdiam dan bersedih seperti pada saat sekarang ini. Ekspresi yang ditampilkan oleh Tuan besar Alexsander bukan lagi ekspresi seperti yang tadi, kali ini ekspresi Tuan Alexsander terlihat campur sari, alias ada semua yang dirasakan oleh Tuan besar Alexsander.


"Kenapa kamu meminta maaf sama saya? Emang apa salah kamu?" ujar Ayah yang penasaran kenapa pelayan itu meminta maaf kepada dirinya. Padahal menurut Ayah, pelayan itu tidak ada memiliki masalah apapun.


"Saya melihat Tuan besar sangat bersedih sekali, saya cemas kalau kesedihan Tuan besar karena masakan saya yang tuan besar kira tidak enak, atau Tuan besar marah karena saya tadi memenggil Tuan besar untuk menikmati hidangan makan malam yang sudah saya buatkan" ujar pelayan memberikan jawabannya kepada Tuan besar Alexsander.


"Oh seperti itu, tidak saya tidak marah atau kenapa kenapa karena masakan yang kamu buat, tetapi saya sedih karena masakan yang kamu buat secara tidak sengaja mengingatkan saya kepada Nyonya besar dan Jero" ujar Tuan besar Alexsader sengaja menyebutkan nama Jero, supaya pelayan ini tidak salah mengira kalau dirinya teringat kepada nyonya besar yang sekarang.


"Tapi rasa masakan yang saya bikin tidak akan sama dengan masakan Nyonya besar Tuan. Nyonya besar membuat semua masakan dengan sangat enak" ujar pelayan yang pada akhirnya juga mengingat sosok Nyonya besar yang paling baik hati dan merendah itu, hal yang berbeda dengan Nyonya besar yang sekarang, baiknya saat tuan besar Alexsander ada di dekat dirinya, kalau tidak maka tanduk ular akan keluar dan ******* siapa saja.


"Apa kamu pernah mencoba masakan yang dibuat oleh Nyonya besar?" ucap Tuan besar Aleksander bertanya kepada pelayannya itu sambil mengambil sesendok nasi untuk dinikmati oleh dirinya.


"Sudah Tuan besar. Kami para pelayan sudah sering menikmati rasa masakan yang dibuat oleh Nyonya besar." kata pelayan menjawab pertanyaan dari Tuan besar Aleksander sambil menundukkan kepalanya lebih dalam lagi.


"Jadi, makanan yang kalian makan sama dengan yang kami makan?" ulang Tuan Alexander bertanya kepada pelayan untuk memastikan makanan yang mereka makan apakah sama atau tidak.


"Maafkan kami Tuan. Kami sebenarnya sudah melarang Nyonya untuk melebihkan masakan. kami sudah katakan kepada Nyonya kalau kami akan memasak sendiri. Tetapi Nyonya besar tidak mau mewujudkan permintaan kami. Nyonya besar tetap melebihkan masakan untuk kami" lanjut Pelayan menerangkan kepada Tuan besar Aleksander tentang permintaan mereka yang sudah tidak mengizinkan Nyonya besar untuk melebihkan masakan untuk mereka makan.


"Jadi, Nyonya besar sangat baik sama kalian semua?"


Tuan besar Aleksander sangat penasaran dengan semua cerita tentang istrinya itu. Istri yang telah diusirnya dari mansion utama, padahal istrinya lah yang telah mendorong dia menjadi seperti saat sekarang ini.


"baiklah saya makan dulu" ujar Tuan besar yang sebenarnya sangat penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh pelayan tentang siapa istri pertamanya sebenarnya.


'Apa aku selama ini salah menilai istriku sendiri?'


'Atau aku sudah termakan hasutan tidak baik dari Mami Juan?'


Tuan besar Aleksander berpikir keras.


'Aku takut kalau sudah mengambil keputusan yang tidak tepat'


lanjutnya berkata dalam hatinya sendiri. Tuan besar Aleksander sangat tidak ingin membuat seseorang yang dicintai oleh dirinya merasa dirugikan dan berakhir buruk.


Tuan besar Aleksander makan dengan gerakan cepat. Dia betul betul tidak menikmati rasa dari masakan itu. Tuan besar Aleksander pada saat ini hanya mementingkan kalau makanan itu akan membuat dirinya kenyang. Lain dari pada itu Tuan besar Aleksander tidak memikirkannya lahi. Hal ini disebabkan karena Tuan besar Aleksander ingin cepat cepat mendengar cerita yang akan diceritakan oleh pelayan. Cerita tentang bagaimana sikap dan perilaku serta tingkah laku dari Nyonya besar atau Mommy Jero.


"Pelayan saya sudah siap" ucap Tuan besar Aleksander sambil mengetengahkan piring makannya yang sudah kotor itu.


"Permisi Tuan, saya akan bersihkan mejanya terlebih dahulu" ujar pelayan sambil membawa alat alat untuk membersihkan meja makan yang luar biasa besarnya itu.


"Saya tunggu kamu di ruang kerja saya" kata Tuan besar Aleksander memberitahukan kepada pelayan dimana dirinya akan menunggu pelayan untuk datang dan menceritakan apa yang terjadi sebenarnya.


"Siap Tuan. Setelah saya selesai membersihkan meja makan ini, saya akan langsung ke sana dan akan memenuhi janji saya untuk menceritakan semua yang saya tahu kepada Tuan besar" jawab pelayan yang ingat dengan janjinya kepada Tuan besar Aleksander


Tuan besar kemudian berjalan meninggalkan ruang makan yang luas tersebut. Tuan besar pergi menuju ruang kerjanya. Dia akan menunggu kedatangan pelayan di sana saja.


Sedangkan pelayan selepad Tuan besar Aleksander pergi menuju ruang kerja, pelayan mulai membersihkan meja makan.


"Ini kesempatan saya untuk memulihkan nama baik Nyonya besar" ucap pelayan yang pada akhirnya telah selesai membersihkan meja makan.


Pelayan membawa sebuah troli yang berisi makanan yang tidak dimakan oleh Tuan besar serta piring kotor yang akan dicuci nya nanti setelah dia menceritakan semuanya kepada Tuan besar Aleksander