
Mobil hitam sport keluaran terbaru yang dikemudikan oleh Juan Alexsander masuk ke dalam perkarangan mansion utama keluarga Alexsander. Juan memarkir mobilnya di tempat biasanya dia parkir. Tempat yang lumayan jauh dari mansion utama. Juan memarkir mobilnya di sana supaya bisa pergi dengan sangat cepat dari mansion itu kalau kondisinya sudah tidak kondusif lagi
"Ayok Mi turun. Tapi udah nggak sabar mau bertemu Papi. Juan ingin ketemu Papi sekarang juga Mami" ujar Juan mengejek Maminya itu dengan terang terangan.
"Kamu marah sama Mami, Juan? Karena Mami ngomong tadi? Kalau iya, kamu anak kecil sekali Juan." ujar Mami yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya. Mami sama sekali tidak menyangka kalau Juan akan mengatakan hal itu. Kata kata yang seharusnya tidak dikatakan oleh Juan kepada Mami. Mami tadi hanya menasehati Juan saja, tetapi ternyata tanggapan yang diberikan oleh Juan sangat jauh dari harapan Mami.
"Nggak Mi" jawab Juan dengan gaya acuhnya. Juan bukan marah kepada Mami, tetapi kesal dengan gaya Papi yang meminta mereka berdua datang melalui asisten saja, padahal mereka adalah keluarga, seharusnya Papi langsung meminta mereka datang bukan melalui asisten
Dia sama sekali tidak perduli dengan pertanyaan dari Maminya yang bertanya apakah dia marah kepada Maminya itu. Juan sama sekali tidak ambil pusing dengan apa yang ada di dalam pikirannya Mami. Sekarang yang jadi pikiran Juan adalah apa yang akan di sampaikan oleh Papinya itu. Hanya itu saja yang ada di dalam pikiran Juan pada saat sekarang ini.
Juan turun duluan dari pada Mami dari dalam mobil. Juan sama sekali tidak menunggu Maminya turun terlebih dahulu. Mami yang melihat kelakuan Juan seperti itu hanya bisa geleng geleng saja. Mami tidak menyangka kalau Juan akan melakukan hal bodoh tersebut. Mami mengambil tas tangannya yang di taruh di kursi belakang mobil Juan. Setelah itu, Mami mengikuti Juan berjalan menuju mansion utama yang jaraknya lumayan dari tempat Juan memarkir mobilnya.
"Itu anak bener bener lah, parkir mobil sejauh ini betul" ujar Mami bersungut sungut kepada Juan yang parkir mobil sangat jauh dari mansion utama tempat Papi menunggu mereka.
Mami mengikuti Juan dari belakang, Mami tidak bisa mengejar Juan yang sudah berjalan jauh tersebut. Langkah kaki Juan sama sekali tidak teriringi oleh Mami. Mami benar benar lelah harus mengikuti Juan. Langkah kaki Juan yang panjang panjang membuat jarak antara dirinya dan Mami begitu kentara.
"Anak sialan" ujar Mami mengumpat anak kandungnya sendiri. Mami selama ini tidak pernah berkata kasar kepada Juan ALexsander, anak laki laki satu satunya keluarga Alexsander yang sebentar lagi akan menjadi pemegang utama perusahaan Alexsander grub yang akan berada di bawah kepemimpinan dari Juan Alexsander.
Selama ini Mami sama sekali tidak pernah menyalahkan Juan atas semua kesalahan yang telah dibuat oleh Juan. Beberapa kali memang pernah Mami memarahi Juan di hadapan Papi, tetapi itu hanya akting saja. Setelah Papi menghilang dari hadapan Mami dan Juan, maka Mami akan memberikan Juan imbalan berupa uang sebagai tanda maaf dari Mami karena sudah memarahi anak laki laki satu satunya itu. Hal inilah yang pada akhirnya membuat Juan Alexsander menjadi seorang pria yang egois dan sama sekali tidak mau disalahkan atau menyalahkan dirinya sendiri. Juan Alexsander benar benar merasa dirinya itu adalah seseorang yang tidak pernah memiliki suatu kesalahan dalam hidupnya. Pria sombong yang ternyata berlindung di balik kekuasaan maminya itu
"Mami, ayo cepat Mami, masak jauh kali jaraknya sama aku" ujar Juan yang sudah berdiri di depan pintu utama mansion dimana Papi sudah menunggu kedatangan mereka di dalam mansion.
"Mami jalan atau ngesot sih Mami" lanjut Juan yang bisa dikatakan sangat tidak menghargai orang tua perempuannya itu. Juan sekarang sama sekali tidak bisa berpikir logis, dia hanya berpikir melalui emosinya saja, padahal seharusnya dengan Juan bisa mengendalikan dirinya, kejadian seperti sekarang ini tidak akan terjadi.
"Sabar Juan, kaki kamu itu panjang panjang, berbeda dengan kaki mami yang pendek pendek. Jadi kamu jangan suruh Mami berjalan secepat kamu, mana bisa Mami" ujar Mami yang protes dengan apa yang dikatakan oleh Juan kepada dirinya.
"Ini aja Mami udah berusaha untuk jalan cepat dengan hak sepatu yang tinggi ini" lanjut Mami mengatakan apa usaha yang telah dilakukan oleh Mami supaya dirinya bisa sejajar dengan Juan saat sampai di depan pintu utama mansion.
"Juan tunggu di sini saja" ujar Juan yang langsung duduk di jenjang mansion.
Sedangkan Nyonya besar Alexsander terlihat berusaha untuk jalan lebih cepat lagi, supaya dirinya tidak dimarahi lagi oleh anak kandungnya itu yang sekarang sudah terlihat sedang dalam keadaan kesal karena suatu hal yang mengganjal di hatinya.
DALAM MANSION
Tok tok tok. Pintu kamar yang berada di bagian rahasia dari mansion besa tersebut di ketuk dari arah luar. Tuan besar yang sedang duduk termenung kembali ke dalam kesadarannya saat mendengar bunyi pintu yang diketuk dari luar. Tuan besar Alexsander sudah mengetahui siapa yang berada di luar dan sedang mengetuk pintu tersebut.
"Masuk" ujar Tuan besar Alexsander meminta kepada seseorang yang berada di luar untuk masuk ke dalam kamar tersebut.
"Permisi Tuan besar" ujar Asisten yang sekarang posisinya sudah berdiri di depan Tuan besar Alexsander.
"Ada berita apa? Apa mereka sudah sampai di sini?" tanya Tuan besar Alexsander dengan nada yang sangat jelas tidak suka dengan orang yang sedang ditunggunya saat ini.
"Maaf tuan besar, Nyonya besar dan Tuan muda sudah berada di depan mansion" ujar asisten memberitahukan kepada Tuan besar Alexsander keberadaan Nyonya besar dan Tuan muda.
"Apa mereka akan langsung di bukakan pintu mansion, atau perlu menunggu beberapa menit lagi untuk melihat apakah mereka bertahan atau memilih untuk langsung pulang kembali ke mansin tuan muda" ujar Tuan besar Alexsander memberikan keputusannya kepada asisten.
"Siap Tuan besar" jawab Asisten yang akan selalu siap untuk melakukan apa yang dikatakan oleh pimpinan mereka.
"Nanti setelah satu jam berada di luar, baru biarkan mereka masuk ke dalam, tetapi jangan arahkan dia ke kamar ini" ujar Tuan besar Alexsander sambil duduk di sebuah kamar yang selama ini tidak pernah dikunjungi oleh dirinya sekalipun atau bahkan manusia yang tinggal di mansion ini.
Kamar itu memakai teknologi canggih, sehingga kamar tersebut tidak membutuhkan seseorang untuk membersihkannya. Teknologi yang ada di dalam rumah itu akan membantu petugas yang ada dimansion untuk membersihkan satu kamar itu saja.