
Asisten kemudian memberikan senyum tipisnya kepada Nyonya besar Alexsander, asisten sangat tahu kalau perkataannya tadi pati akan membuat Nyonya besar Alexsander mundur dan menuruti apa yang dikatakan oleh asisten itu. Nyonya besar akhirnya memilih untuk mundur dan mengikuti apa yang dikatakan oleh asisten. Nyonya besar Alexsander tidak ingin Juan Alexsander mengetahui apa yang telah dilakukan oleh dirinya untuk mendapatkan semua kemegahan ini. Bisa bisa Nyonya besar akan dibenci oleh Juan Aleksander atas apa yang telah dilakukan oleh maminya supaya bisa menjadi istri dari seorang tuan besar Alexander yang sangat kaya raya itu. Mami tidak mau hal itu terjadi. Makanya dia memutuskan untuk mengikuti apa yang dikatakan oleh asisten kepada dirinya.
"Ayo juan kita langsung ke ruang kerja Papi saja. Ikuti aja apa yang dikatakan oleh asisten kepada kita. Mami ingin cepat bertemu dengan papi agar semuanya menjadi jelas." ujar Nyonya besar Alexsander yang langsung berubah sikapnya
Juan menatap ke arah mami mencari sebuah kebenaran dari apa yang dikatakan oleh Mami kepada dirinya sebentar ini. Mami mengangguk kepada Juan untuk memastikan kalau yang dikatakan oleh Mami adalah benar. Juan dan Mami harus mengikuti apa yang dikatakan oleh asisten kepada mereka berdua
Juan terheran heran dengan apa yang terjadi. Juan tidak mengetahui apa apa, sehingga dia hanya menurut saja apa yang dikatakan oleh Maminya itu
'Kenapa Mami langsung menuruti apa yang dikatakan oleh asisten ya? Apa ada sesuatu yang ditutupi Mami dari aku?' ujar Juan Alexsander bertanya tanya dalam hatinya.
Mami berjalan dengan sangat cepat dan diikuti oleh Juan di belakangnya. Sedangkan asisten hanya berjalan dengan santai saja mengikuti Nyonya besar dan Tuan muda alexsander. Asisten itu sudah sangat lama ingin melihat hal ini terjadi. Melihat bagaimana sosok Tuan besar Alexsander bisa marah dan emosi kepada kedua anggota keluarganya yang telah berbuat tidak baik kepada Nyonya besar dan Tuan Muda Jero di masa lalu. Sehingga hal itu membuat Nyonya besar dan Tuan Jero harus terusir dari mansion milik mereka sendiri.
"Berhenti sebentar Nyonya besar" ujar asisten yang tidak mengizinkan Nyonya besar langsung membuka pintu ruang kerja tuan besar Alexsander.
"Ada apa lagi asisten" ujar Jero yang sama sekali tidak mengerti dengan keinginan dari asisten itu.
"Saya akan meminta izin Tuan besar dulu Tuan muda" ujar asisten menjelaskan kenapa dirinya harus menghentikan Nyonya besar itu untuk
"Asisten sudah cukup semua penghinaan yang kamu berikan tadi. Saya sudah muak dengan ini" ujar Juan yang langsung maju ke depan dan hendak membuka pintu ruang kerja Tuan besar Alexsander sendirian.
"Maafkan kalau saya kurang ajar Tuan muda" ujar asisten yang langsung saja bertindak saat melihat Juan akan langsung masuk ke dalam ruang kerja Tuan besar Alexsander
"Lepaskan saya asisten. Jangan macam macam kamu, kamu akan menyesal karena sudah berbuat kurang ajar kepada saya" ujar Juan Alexsander dengan penuh emosi
Nyonya besar hanya melihat apa yang dilakukan oleh asisten kepada Juan Alexsander. Nyonya besar Alexsander sudah bisa membayangkan apa yang terjadi saat ini. Dia sudah yakin kalau Tuan besar Alexsander sudah mengetahui semuanya. Sehingga hal itu membuat asisten berani berbuat seperti sekarang ini kepada dirinya dan juga Juan Alexsander.
"Juan sudah." ujar Mami meminta Juan untuk tidak berbicara lagi.
Juan mentap ke arah Mami. Juan sama sekali tidak percaya mendengar apa yang dikatakan oleh Mami kepada dirinya. Juan hanya bisa menatap Mami dengan tatapan heran. Mami telah melarang dirinya untuk melakukan hal seperti tadi kepada asisten.
"Mami, mami kenapa? Ada apa sebenarnya Mami" ujar Juan Alexsander bertanya kepada Mami tentang apa kejadian yang sebenarnya terjadi.
"Jangan banyak tanya Juan. Ikuti apa yang Mami katakan" ujar Mami meminta Juan untuk bersikap kooperatif kepada asisten.
"Baiklah Mami kali itu sudah permintaan dari Mami, aku menurut saja" jawab Juan yang melepaskan tangan asisten yang dipegang oleh Juan.
Asisten yang melihat tangannya sudah dilepaskan oleh Juan, ikut juga melepaskan tangan Juan yang dipegang oleh dirinya dengan lumayan kuat.
Asisten mengetuk pintu ruang kerja Tuan besar Alexsander. Mami menatap ke sekeliling mansion. Dia melihat ada pelayan baru yang sama sekali tidak dikenal oleh Mami. Mami juga tidak melihat pelayan lama yang merupakan orang orang kepercayaan dari Mami.
'Mereka semua kemana?' ujar Mami saat melihat pelayan yang tidak dikenalnya berada di mansion
Mami melihat ke sekeliling mansion. Mami tetap saja melihat wajah wajah yang tidak di kenal oleh dirinya. Sedangkan orang orang yang dikenal oleh Mami sama sekali tidak ada lagi di mansion itu.
'Pasti ada sesuatu' ujar Mami semakin yakin dengan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini. Mami semakin yakin kalau kondisi di mansion ini sedang tidak dalam kondisi baik baik saja seperti apa yang terlihat di depan mata mami pada saat ini.
"Asisten boleh saya bertanya?" ujar Mami smabil melihat ke arah asisten yang sudah bersiap untuk membuka pintu ruang kerja tuan besar Alexsander.
"Maaf Nyonya besar, pertanyaan ajukan saja kepada Tuan besar. Saya tidak berhak untuk mejawab pertanyaan apapun yang Nyonya besar dan tuan muda ajukan kepada saya." jawab asisten menolak menerima pertanyaan yang akan diajukan oleh nyonya besar itu.
Mami kemudian memilih untuk diam, dia tidak mau semakin memperumit masalah yang sudah ada. Mami harus segera tahu apa yang terjadi sebenarnya di mansion besar itu. Terlebih yang paling penting lagi adalah Mami harus tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada Papi.
Asisten membuka pintu ruang kerja Tuan besar Alexsander. Tuan besar Alexsander sudah duduk di kursi kerjanya. Dia sama sekali tidak duduk di sofa seperti biasa kalau menerima tamu dari kalangan yang sudah sangat dekat dengan dirinya. Kalau Tuan besar Alexsander duduk di kursi kerjanya, berarti dia akan membicarakan permasalahan yang serius.
"Silahkan masuk Nyonya besar, Tuan muda" ujar Asisten mempersilahkan nyonya besar Alexsander dan tuan muda Alexsander untuk duduk di kursi yang berada di seberang meja kerja tuan besar Alexsander.
Mami dan Juan duduk di kursi yang ada di depan meja kerja itu. Pandangan Mami tertuju kepada figura fhoto yang sekarang sudah bertukar bentuk itu. Tetapi Mami sama sekali tidak bisa melihat ke arah fhoto itu, karena arahnya menghadap ke arah Tuan besar Alexsander, bukan ke arah Mami dan Juan.
'Fhoto siapa sekarang yang berada di sana? Kenapa figuranya bertukar bentuk?' ujar Mami saat melihat figura fhoto yang sekarang berada di atas meja kerja tuan besar Alexsander.