
"Haha haha haha, kalian berdua sangat cocok untuk membully abang ya." kata Jero sambil melihat ke arah Bram dan Vian bergantian.
"Kamu juga sayang, udah mulai lagi ya, berani lawan aku" ujar Jero kepada Vian.
"Hahaha hahaha. Nggak sayang nggak. Aku lanjut masak dulu. Nanggung" ujar Vian yang langsung kembali berkutat dengan dapurnya
MANSION UTAMA KELUARGA ALEXSANDER
Asisten yang melihat Juan menatap ke arah dirinya, menganggukkan kepalanya tanda apa yang dilakukan oleh Juan Alexsander adalah sebuah kebenaran yang memang sudah selayaknya dilakukan oleh seorang Juan Alexsander. Juan tersenyum kepada asisten mengungkapkan rasa terimakasihnya atas dukungan yang diberikan oleh asisten kepada dirinya pada saat ini. Juan memang membutuhkan seseorang yang berada di posisi bukan keluarga inti Alexsander untuk menguatkan Juan Alexsander atas keputusannya untuk tetap berada di ruangan itu dan mendengar semuanya.
" nyonya besar sekali lagi aku bertanya kepada kamu, apa yang telah kamu lakukan kepada nyonya besar mommy saat dirinya masih berada di mansion besar itu" ujar Tuan beserta Aleksander kembali menanyakan hal yang sama kepada Nyonya besar.
Nyonya besar Alexsander masih terus terdiam. Dia sama sekali tidak bisa dan tidak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan besar Alexsander.
"hay Nyonya, anda masih belum mendadak menjadi bisu bukan?" ujar Tuan besar Alexsander yang sudah menjadi sangat murka dengan apa yang dilakukan oleh Nyonya besar.
Nyonya besar lebih memilih untuk diam dari pada menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan besar kepada dirinya.
brak sebuah pukulan kembali mendarat di atas meja kerja yang terbuat dari jati pilihan. Nyonya besar dan Tuan Muda Alexsander langsung menjadi kaget luar biasa saat mendengar suara pukulan yang luar biasa kuat itu.
"Kamu kalau masih ingin diam saja. maka silahkan diam. Saya sendiri yang akan membuka semuanya." ujar Tuan besar Alexsander yang sudah sangat murka kepada nyonya besar.
Tuan besar sama sekali tidak memiliki pemikiran kalau yang di depannya ini adalah istrinya sendiri. seorang wanita yang telah memberikan Tuan besar Alexsander seorang anak laki laki yang akan menjadi pewaria kerajaan bisnis keluarga Alexsander.
"kamu jangan memancing kesabaran saya Nyonya. Saya bisa juga emosi. Saya bertanya harusnya anda menjawab. bukan bengong kayak sapi ompong gini. Anda harus menghargai saya nyonya" ujar Tuan besar Alexsander yang sudah sangat murka sekali dengan kalakuan dari nyonya besar itu. kelakuan yang dibuat buat oleh seorang nyonya besar Alexsander.
nyonya besar walaupun Tuan besar Alexsander sudah memukul meja untuk ke dua kalinya selama mereka duduk berharap hadapan ini tetap saja tidak berniat untuk membuka mulutnya dan mengatakan apa yang harus dikatakan oleh dirinya kepada Tuan besar Alexsander.
"Kenapa anda dian saja nyonya besar?" ujar Tuan besar Aleksander bertanya kepada Nyonya besar Alexander yang sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh tuan besar Aleksander.
"nyonya harus ingat kalau mansion ini adalah milik saya, bukan milik Nyonya. Jadi, Nyonya harus menghargai saya Nyonya." lanjut Tuan besar yang sudah murka dengan aksi diam yang dilakukan oleh Nyonya besar Aleksander terhadap apa yang ditanyakan oleh Tuan besar.
"Saya minta dengan sangat luar biasa berharap Nyonya. Nyonya besar harus menjawab pertanyaan yang saya ajukan" ujar Tuan besar Aleksander sambil menatap ke arah Nyonya besar itu.
"Maaf Tuan besar Aleksander yang terhormat, apa yang harus saya jawab, saya sama sekali tidak mengerti. Bisakah anda tolong bantu saya menjawab apa yang harus saya jawab dengan pertanyaan yang sangat jelas" ujar Nyonya besar berusaha mengulur ulur waktunya.
Nyonya besar berharap Tuan besar menjadi mengantuk dan tidak lagi melanjutkan pertanyaan nya tentang apa yang ingin diketahui oleh Tuan besar Aleksander.
"Apa saya memang harus mengajukan pertanyaan yang memang harus sangat jelas?" ujar Tuan besar Aleksander mengulang bertanya kepada Nyonya besar Aleksander.
"Apa anda tidak akan malu kalau saya langsung bertanya?" ujar Tuan besar Aleksander yang masih memikirkan malu yang akan ditanggung oleh Nyonya besar kalau sempat dia bertanya dengan sangat jelas kepada Nyonya besar
"Tidak sama sekali tidak akan malu. Saya akan mendengar apa yang akan Anda tanyakan kepada saya. Saya ingin pertanyaan yang anda ajukan kepada saya itu jelas, sehingga saya dengan pasti bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang pas tidak mengambang dan tidak membuat keragu raguan di antara kita" jawab Nyonya besar yang masih tetap ingin Tuan besar mengajukan pertanyaan yang sama kepada dirinya.
"Oh baiklah, karena anda sangat keras ingin saya bertanya, maka saya akan menanyakan apa yang memang sudah saya pendam selama ini" ujar Tuan besar Aleksander kepada Nyonya besar itu.
"Pertanyaan pertama saya. Apa yang telah Anda lakukan kepada istri pertama saya?" ujar Tuan besar Aleksander memberikan pertanyaan yang langsung ke intinya.
Jua Aleksander yang mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Tuan besar Aleksander menjadi semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada saat ini.
"Maksud Papi apa Pi?" ujar Juan Aleksander bertanya kepada Tuan besar itu.
"Ya................... Mami kamu adalah istri kedua Papi." ujar Papi menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Juan kepada dirinya.
"Istri kedua maksud Papi?" ujar Juan yang seakan tidak percaya kalau Maminya itu adalah istri kedua dari Tuan besar Alexander.
Tuan besar Aleksander sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan Muda itu. Tuan muda yang sedang diliputi oleh pemikiran pemikiran yang semakin kacau. Semakin kacau karena ketidaktahuan dari Juan Alexsander akan semua masa lalu yang telah dilalui oleh kedua orang tuanya. Saat ini masa lalu itu perlahan akan kembali terbuka, Juan Alexsander hanya tinggal menunggu waktu saja lagi atas semua cerita masa lalu itu.
"Anda yang menceritakan kepada Juan atau saya?" ujar Tuan besar mengajukan pilihan yang lumayan sulit kepada Nyonya besar Alexsander.
Pilihan yang sama sama sulit tetapi tetap harus dipilih oleh Nyonya Alexsander supaya semuanya menjadi jelas dan terang. Supaya Juan Alexsander tidak hanya menerka nerka apa yang terjadi.
"Saya yang akan cerita sendiri" ujar Nyonya besar memilih untuk menceritakan sendiri kepada Juan Alexsander apa yang terjadi sebenarnya dalam keluarga mereka.
Nyonya Besar menyiapkan mentalnya terlebih dahulu sebelum menceritakan apa yang terjadi kepada Juan Alexsander. Nyonya besar berpikir keras mau mulai dari mana dia harus bercerita. Tetapi dia sudah memutuskan satu hal. Dia sudah harus mengakhiri semua kebohongan dan juga rahasia ini