My Affair

My Affair
Kemelut Keluarga



Tuan besar Aleksander menatap kepada Juan Aleksander. Tuan besar Aleksander sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Juan. Dia hanya menatap Juan saja. Tatapan yang mengandung arti kalau Juan Aleksander harus mengetahui beberapa hal yang sepertinya tidak diketahui oleh seorang Juan Aleksander.


"Jangan hanya menatap saja Papi. Tolong jawab pertanyaannya. Kenapa bisa ada yang seperti dua permasalahan di atas Papi" ujar Juan Aleksander sambil menatap tuan besar Aleksander dengan tatapan memohon untuk diberikan jawaban atas apa yang ditanyakan olehJuan kepada dirinya.


"Juan sangat ingin Papi memberikan pandangan Papi kepada Juan Papi. Jangan biarkan Juan tidak mengerti dengan semua ini" lanjut Juan mendesak Papi untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dirinya tadi kepada Papi


Papi tersenyum kepada Juan Aleksander. Papi sangat tahu kalau anaknya itu sedang terluka oleh Ibu yang sangat dipuja pujanya selama ini. Ibu yang menurut dia adalah ibu terbaik yang mengajarkan dia semua yang terbaik. Tetapi pada kenyataannya tidak sama sekali. Ibu yang diagung agungkannya itu ternyata telah membuat seseorang wanita terluka dan seorang anak menjadi terbuang dari mansionnya sendiri


"Sekarang Papi tanya sama kamu, pertanyaan pertama kamu tadi apa? coba ulang lagi" kata Tuan besar Aleksander yang ternyata sama sekali tidak menyimak apa yang ditanyakan oleh Juan kepada dirinya.


Juan Aleksander geleng geleng kepala mendengar Papi yang meminta dirinya mengulang kembali pertanyaan yang telah diajukan tadi kepada Papi.


"Menurut Papi, kenapa ada wanita yang sangat sangat bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya?" ujar Juan Aleksander kembali mengajukan pertanyaannya kepada Papi dengan bahasa yang lebih singkat padat dan jelas.


Papi terdiam, dia harus bisa memilih jawaban sesuai dengan apa yang ditanyakan oleh Juan kepada dirinya. Tetapi di satu sisi, Juan yang sudah mengetahui semua ceritanya tidak akan bisa di alihkan lagi pembicaraannya tentang masalah yang ditanyakan kepada Papi.


"Juan, pada kenyataannya memang ada wanita yang rela melakukan segala cara untuk mencapai atau mendapatkan tujuannya." jawab Tuan besar Aleksander dengan jawaban lugas


"Kamu sudah bisa dan sudah tau contohnya siapa. Papi rasa Papi tidak usah menjelaskan lagi kepada kamu apa yang sebenarnya terjadi" ujar Tuan besar Aleksander melanjutkan memberikan jawaban kepada Juan.


"Sebelumnya Papi minta maaf kepada kamu Juan. Papi memang bersalah karena sudah tergoda oleh Mami kamu. Pada saat itu, Papi mengira kalau Mami kamu sama sekali tidak berniat jahat untuk mengusir secara halus istri pertama Papi dan anak pertama Papi. Tetapi pada kenyataannya, Mami kamulah yang menjadi penyebab utama istri Papi terusir dari rumah yang merupakan haknya itu" ujar Tuan besar Aleksander mulai membuka tabir kenyataan tentang Rani Aleksander atau Nyonya besar Aleksander.


Juan yang menyimak apa yang dikatakan oleh Papi kepada dirinya, sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Papi kepada dirinya itu. Juan benar benar syok mendengar apa yang dikatakan oleh Papi sebentar ini.


"Ada apa lagi ini Papi?" ujar Juan yang kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Papi kepada dirinya.


Tuan besar Aleksander yang melihat Tuan Muda Aleksander itu kaget, sekarang menjadi sangat paham kalau Nyonya besar Aleksander alias maminya itu sama sekali belum menceritakan secara utuh apa kejadian yang menimpa keluarga besar Aleksander saat dia berusaha dan berhasil menggoda Tuan besar Aleksander untuk menjadikan Rani menjadi istri muda tuan besar Aleksander.


"Emangnya Mami kamu bercerita sampai bagian mana?" ujar Tuan besar Aleksander bertanya kepada Juan Aleksander.


Juan kemudian menceritakan kepada Papinya itu apa saja yang sudah diceritakan oleh Maminya kepada dirinya. Papi mendengar dengan seksama apa yang diceritakan oleh Juan Aleksander kepada dirnya. Juan melihat beberapa kali Papi menggeleng saat mendengar apa yang diceritakan oleh Juan.


"Apa yang terjadi Papi? Kenapa Papi beberapa kali terlihat menggeleng saat aku bercerita?" ujar Juan bertanya kepada Papi saat melihat respon yang diberikan oleh Papi kepada dirinya saat mendengar apa yang diceritakan oleh Juan.


"Maksud Papi bagaimana Papi?" tanya Juan Aleksander sambil menatap ke arah Papinya itu.


"Apa masih banyak cerita yang sama sekali aku tidak mengetahuinya Papi?" lanjut Juan Aleksander berusaha menebak apa yang ada di dalam otak Papinya itu.


Tuan besar ALeksander menganggukkan kepalanya. Juan ALeksander hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan sangat berat. Dia sekarang semakin yakin kalau dia sudah menuruti semua perkataan orang yang salah dan berniat jahat. Dia sangat menyesal telah melakukan hal itu. Tidak seharusnya Juan Aleksander main langsung menuruti semua keinginan Maminya itu. Ternyata oh ternyata sekarang seperti ini hasil akhirnya,


"Banyak Juan. Papi juga baru tahu kemaren dari para maid yang sengaja di pindahkan bekerja ke mansion kamu oleh Mami supaya mereka tidak bercerita kepada Papi apa yang terjadi sebenarnya saat kita semua masih di negara E." ujar Tuan besar Aleksander mulai akan bercerita semuanya kepada Juan ALeksander.


"Kamu berhak tahu atas semuanya Juan" lanjut Tuan besar Aleksander berkata kepada Juan Aleksander, anak laki laki nomor dua nya itu.


Juan terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Papinya itu kepada dirinya.


"Papi apa bisa papi bercerita dari awal kejadian kepada Juan?" ujar Juan bertanya kepada Papinya itu.


"Kenapa? Bukannya Mami sudah menceritakan semuanya kepada kamu?" ujar Tuan besar Aleksander menjawab pertanyaan Juan dengan pertanyaan lagi.


"Memang sudah Papi. Tetapi Juan tidak percaya dengan dirinya lagi, setelah semua yang dilakukan oleh dirinya kepada semua orang Papi" ujar Juan Aleksander berkata kepada Papi.


"Jadi juan mohon kepada Papi untuk menceritakan semuanya Papi. Juan sudah tidak sanggup lagi Papi dengan semua ini. Juan ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya Papi" lanjut Juan merongrong Tuan besar Aleksander untuk menceritakan semuanya kepada dirinya.


Tuan besar Aleksander mendengarkan semua keluhan yang dikatakan oleh Juan Aleksander kepada dirinya. Juan Aleksander menumpahkan apa yang ada di dalam pikiran dan perasaannya kepada Tuan besar Aleksander.


"Sekarang apakah Papi boleh bertanya sesuatu kepada kamu?" ujar Tuan besar Aleksander sambil menatap serius ke wajah Juan Aleksander.


Juan mengangguk menyetujui kalau Tuan besar Aleksander atau papinya itu boleh bertanya apapun yang ingin ditanyakan oleh papi kepada dirinya.


"Apa yang mau Papi tanyakan?" ucap Juan Aleksander


"Apa kamu sudah siap untuk mendengar semua cerita yang sebenarnya atas apa yang terjadi dalam keluarga ini?" ujar Tuan besar Aleksander mengatakan apa pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh dirinya kepada Juan Aleksander.