My Affair

My Affair
Pencarian Papi



Papi menatap ke arah Mami. Papi benar benar kecewa dengan Mami pada saat ini. Mami benar benar sudah melewati batasannya. Papi tidak menyanhka kalau Mami akan melakukan hal seperti saat ini. Padahal tadi Papi mengira kalau Mami akan mendukung Papi dalam menghadapi kelakuan dan perbuatan yang telah dilakukan oleh Juan Alexsander. Ternyata tidak sama sekali. Mami malahan memihak kepada Juan.


"Mami Mami. Sudahlah membantu anak yang tidak berguna itu Mami. Dia sudah membuat kesalahan fatal, tetapi Mami tetap masih mau menolong dirinya. Apa salahnya kalau Mami menegaskan untuk tidak membantu dia lagi. Sehingga kita bisa menyelesaikan permasalahan yang dibuatnya dengan tenang dan tidak akan ada masalah lain lagi"


"Papi sudah capek dengan semua drama dan kelakuan dari dia Mami. Papi sudah tidak sanggup lagi Mami. Papi sudah terlalu muak dengan kelakuannya selama ini" ujar Papi yang benar benar sudah muak dengan apa yang dilakukan oleh Juan selama ini.


Sudah terlalu banyak kelakuan Juan yang sudah dimaafkan dan diselesaikan oleh Papi. Tetapi hasilnya sama saja. Juan sama sekali tidak berubah. Dia masih tetap dengan gayanya sendiri. Juan masih tetap dengan kelakuan brutalnya yang membuat semua orang menjadi kesal kepada dirinya.


"apa lagi yang bisa dibela dari dia Mami. Nggak ada satupun. Anak itu memang sudah keterlaluan. Papi menyerah kali ini. Papi tidak akan menolong dia lagi. Papi akan biarkan dia berbuat semaunya saja"


Papi yang masih belum puas dengan omelannya untuk meluapkan kekesalan kepada Juan kembali mengucapkan kata kata yang memang tidak dirancang oleh Papi, tetapi sengaja dikatakan oleh Papi untuk membuat ke kekesalan pada diri Juan. Hal ini juga bertujuan untuk membuat Juan berubah dan tidak lagi melakukan hal yang sama. Hal yang pada akhirnya akan membuat nama keluarga mereka menjadi jelek di mata masyarakat.


" Kenapa Babi bisa sekejam itu kepada anak sendiri. menantu Papi yang gak punya akhlak anak Papi yang Papi marahin"


" Mami tidak terima hal ini Papi. dia yang kabur dengan pria lain anak mami yang disalahkan"


kata mami menjawab apa yang dikatakan oleh papi kepada dirinya dengan nada yang lebih tinggi daripada nada bicara Papi saat itu


" terserah mami. Mami mau membela dia terus silakan. Papi tidak akan mencegah mami untuk terus membela dia"


" tapi Atas kejadian kali ini Papi sama sekali tidak bisa memaafkan dia. silakan kalian berdua cari terus pembenaran yang ada. Saya tidak akan ambil pusing lagi"


setelah mengatakan hal kejam tersebut Papi kemudian berdiri dari duduknya. Papi berjalan menuju kamar, Papi sangat lelah dengan semua kejadian yang baru diketahuinya sebentar ini. kejadian yang membuat nama baik keluarganya menjadi terpuruk dalam waktu sesaat saja. anehnya lagi istrinya sama sekali tidak mendukung Papi, malaikat mendukung anak mereka yang telah membuat kesalahan tersebut.


Mami dan Juan yang melihat kepergian Papi dari ruang tamu membiarkan saja hal tersebut tanpa mencegah kepergian Papi.


" mami Kenapa Mami melakukan hal ini? Mami pasti tahu kalau aku memang bersalah dalam hal ini" kata Juan bertanya kepada Maminya Kenapa Mami masih membela dirinya padahal Mami tahu kalau Juan memang bersalah dalam hal ini.


" Juan kalau bukan Mami yang membela kamu siapa lagi Juan?"


" Tapi saat ini sedang marah sekali sama kamu. perbuatan kamu kali ini benar-benar sudah merusak nama keluarga di mata semua rekan bisnis keluarga besar kita"


" mereka semua bertanya-tanya kepada rekan bisnis yang lain tentang berita Vian yang sekarang tidak lagi tinggal bersama kamu di mension"


" Apa kamu bisa menceritakan kepada Mami apa yang sebenarnya terjadi?" kata mami bertanya kepada Juan dan berharap Juan mau bercerita secara jujur kepada Mami apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat Vian harus pergi dari mention beserta itu dengan seorang pria


belum selesai atau belum jadi Juan bercerita dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Mami kepada dirinya, Papi sudah kembali keluar dari dalam kamar utama. Papi terlihat rapi dengan memakai celana Levi's warna dongker serta baju kaos warna putih dan dilengkapi dengan jas di bagian luarnya.


Mami dan Juan melihat Papi yang Melangkah dengan langkah yang lebar-lebar menuju keluar dari Mansion tersebut. Papi sama sekali tidak menjawab atau memberitahukan kepada Mami dan Juan kemana dirinya akan pergi saat ini. penampilan Papi mengisyaratkan Kalau papi akan pergi ke suatu tempat di mana tempat tersebut merupakan tempat yang formal


" Papi mau ke mana?" tanya Mami kepada Papi sambil melihat ke arah Papi yang sudah berada di pintu masuk Mansion


Papi yang mendengar apa yang ditanyakan oleh Mami kepada dirinya langsung saja berhenti dan berdiri sambil menatap ke arah Mami dan Juan


" terserah saya Saya mau ke mana. tidak urusan kamu maupun dia lagi" jawab papi sambil menunjuk ke arah Juan dan mami


" Kami memang harus tahulah ke mana Papi akan pergi. mana tahu nanti ada orang yang mencari Papi ke sini kami menjawab tidak tahu kan aneh" kata mami yang meminta Papi tetap menjawab ke mana tapi akan pergi pada hari itu


" tidak perlu dijawab mami. Saya akan pergi ke mana itu adalah urusan saya pribadi." jawab Papi dengan nada Ketus dan terlihat sangat tidak bersahabat dengan mami


Mami yang mendengar bagaimana cara Papi menjawab membuat dirinya menjadi enggan untuk bertanya selanjutnya kepada Papi.


" tapi Papi" lanjut Mami yang masih tetap ingin mengetahui kemana Papi akan pergi


" satu hal yang pasti saya akan mencari tahu orang yang ada pada saat kejadian tersebut" jawab Papi sambil menatap ke arah Juan yang sekarang sedang menekukkan kepalanya dalam-dalam karena tidak sanggup melihat aura kemarahan yang jelas terpancar dari wajah Papi


" maksud Papi Papi mau pergi ke Mansion Juan begitu?" tanya Mami kembali menekankan ke tempat mana Papi akan pergi pada saat itu


" Ya saya akan ke sana untuk mencari bukti dan mencari tahu dengan siapa Fian pergi pada saat itu dan apa yang mengakibatkan wanita baik-baik itu harus meninggalkan mention besar tersebut" kata papi menjelaskan kepada mami secara ringkas apa yang akan dilakukannya ke depan


" tapi Pi nggak akan ada gunanya Papi. lebih baik Papi mendengarkan apa yang Mami katakan ini. papi hanya akan mendapatkan capeknya saja sedangkan hasilnya sama sekali tidak akan ada" kata mami masih berusaha mencegah Papi untuk tidak pergi ke tempat tersebut


" Maaf saya harus pergi" jawab Papi dengan Nada final dan tidak bisa dibantah oleh siapapun lagi


Papi kemudian berjalan keluar dari Mansion untuk menuju mobil yang sudah terparkir di tempat biasa. Papi rencananya hari ini pergi tanpa membawa sopir, tapi hanya membawa dua orang pengawal untuk menemaninya selama dia mencari keberadaan dan informasi tentang kepergian Vian tersebut