
Nyonya besar yang mendengar pertanyaan dari Tuan besar langsung kaget. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Tuan besar akan bertanya hal itu kepada dirinya. Dalam bayangan nyonya besar, Tuan besar akan menanyakan hal lainnya ternyata tuan besar menanyakan soal Mommy. Permasalahan yang sudah lama sekali tidak pernah muncul ke dalam pembicaraan mereka selama ini di dalam mansion besar itu. Ntah kenapa permasalahan itu bisa muncul kembali sesaat setelah Tuan besar Alexsander kembali dari luar mansion.
'Apa ada yang memberikan informasi kepada Papi ya di luar sana?' ujar Nyonya besar berkata dalam hatinya sendiri.
Nyonya besar sama sekali tidak berani menatap ke arah Tuan besar. Nyonya besar menekurkan kepalanya dalam dalam saat ini. Dia tidak sanggup melihat ke arah Tuan besar yang matanya sudah membulat dan terlihat sangat mengerikan. Kilatan kemarahan tergambar jelas di sana.
'Salah salah menjawab bisa hilang saya ini' ujar Nyonya besar dalam hatinya.
Nyonya besar sama sekali belum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan besar kepada dirinya. Dia masih diam saja.
Nyonya besar sama sekali tidak berani menatap ke arah Tuan besar. Nyonya besar menekurkan kepalanya dalam dalam saat ini. Dia tidak sanggup melihat ke arah Tuan besar yang matanya sudah membulat dan terlihat sangat mengerikan. Kilatan kemarahan tergambar jelas di sana. Sebuah kilatan kemarahan yang mengandung kekecewaan yang teramat sangat terukir di mata elang laki laki yang beberapa hari yang lalu masih menatap mata nyonya besar dengan tatapan memuja seorang suami kepada istrinya.
'Salah salah menjawab bisa hilang nyawa gue ini' ujar Nyonya besar dalam hatinya.
Saat melihat bagaimana kemarahan Tuan besar yang tergambar jelas di matanya saat ini. Kemarahan yang sama sekali tidak berusaha disembunyikan oleh Tuan besar dari nyonya besar. Kemarahan yang benar benar terlihat sangat jelas di sana. Nyonya besar sama sekali belum menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan besar kepada dirinya. Dia masih diam saja.
"Kenapa Anda diam Nyonya besar Alexsander. Setahu saja kemaren kemaren ini Anda sangat berani dan vokal sekali" ujar Tuan besar mulai memprovokator dan sedikit sedikit membuka rahasia Nyonya besar Alexsander di depan anak tunggalnya itu. Anak yang sangat dibangga banggakan oleh Tuan besar dan Nyonya besar Alexsander.
"Kemana keberanian Anda yang sampai tega memfitnah dan berbuat keji kepada seseorang yang ternyata selama ini tidak pernah mengganggu hidup Anda." lanjut Tuan besar Alexsander yang sudah tidak akan menahan nahan lagi omongan apa yang akan dikeluarkannya dari mulutnya itu.
Juan Aelxsander yang mendengar apa yang dikatakan oleh Papinya itu sama sekali tidak mengerti apa maksud di balik kalimat kalimat dan pilihan pilihan kata yang di pakai oleh Papinya kepada dirinya. Juan menatap heran ke arah Papi dan Maminya.
"Kamu akan mengerti nantinya Juan. Kali ini kamu tidak memiliki permasalahan apa pun dengan Papi. Semua penyebab dan dalangnya adalah Mami." ujar Tuan besar Alexsander sambil menunjuk ke arah istrinya yang sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa apa lagi.
Tuan besar Alexsander sudah membulatkan tekadnya untuk mengatakan kejadian sebenarnya kepada Juan Alexsander. Usaha Mami yang selama ini berusaha untuk tidak mengungkapkan hal apapun kepada Juan Alexsander, terpaksa harus membiarkan Tuan besar Alexsander untuk mengungkapkan semuanya. Itupun kalau Tuan besar yang akan mengungkapkan sendirian. Bukan di ungkapkan oleh dirinya, seandainya Tuan besar meminta Nyonya besar yang mengungkapkan, maka Nyonya besar tidak tahu harus mengatakan hal apa lagi kepada Tuan besar Alexsander.
Kejadian yang benar benar membuat seorang Juan Alexsander harus berpikir esktra keras karena apa yang dikatakan oleh Papinya itu yang sama sekali tidak dimengerti oleh seorang Juan Alexsander. Juan hanya bisa menjadi pendengar, penyimak sekaligus harus bisa menarik kesimpulan dari hal apa yang sedang terjadi pada saat ini.
Juan melihat kepada asisten, Juan ingin asisten memberikan dukungan kepada dirinya tentang apa yang dilakukan oleh dirinya pada saat ini adalah sebuah hal yang memang sudah seharusnya dilakukan oleh Juan, atau Juan salah mengambil sikap.
Asisten yang melihat Juan menatap ke arah dirinya, menganggukkan kepalanya tanda apa yang dilakukan oleh Juan Alexsander adalah sebuah kebenaran yang memang sudah selayaknya dilakukan oleh seorang Juan Alexsander. Juan tersenyum kepada asisten mengungkapkan rasa terimakasihnya atas dukungan yang diberikan oleh asisten kepada dirinya pada saat ini. Juan memang membutuhkan seseorang yang berada di posisi bukan keluarga inti Alexsander untuk menguatkan Juan Alexsander atas keputusannya untuk tetap berada di ruangan itu dan mendengar semuanya.
" nyonya besar sekali lagi aku bertanya kepada kamu, apa yang telah kamu lakukan kepada nyonya besar mommy saat dirinya masih berada di mansion besar itu" ujar Tuan beserta Aleksander kembali menanyakan hal yang sama kepada Nyonya besar.
Nyonya besar Alexsander masih terus terdiam. Dia sama sekali tidak bisa dan tidak mampu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan besar Alexsander.
"hay Nyonya, anda masih belum mendadak menjadi bisu bukan?" ujar Tuan besar Alexsander yang sudah menjadi sangat murka dengan apa yang dilakukan oleh Nyonya besar.
Nyonya besar lebih memilih untuk diam dari pada menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan besar kepada dirinya.
brak sebuah pukulan kembali mendarat di atas meja kerja yang terbuat dari jati pilihan. Nyonya besar dan Tuan Muda Alexsander langsung menjadi kaget luar biasa saat mendengar suara pukulan yang luar biasa kuat itu.
"Kamu kalau masih ingin diam saja. maka silahkan diam. Saya sendiri yang akan membuka semuanya." ujar Tuan besar Alexsander yang sudah sangat murka kepada nyonya besar.
Tuan besar sama sekali tidak memiliki pemikiran kalau yang di depannya ini adalah istrinya sendiri. seorang wanita yang telah memberikan Tuan besar Alexsander seorang anak laki laki yang akan menjadi pewaria kerajaan bisnis keluarga Alexsander.
"kamu jangan memancing kesabaran saya Nyonya. Saya bisa juga emosi. Saya bertanya harusnya anda menjawab. bukan bengong kayak sapi ompong gini. Anda harus menghargai saya nyonya" ujar Tuan besar Alexsander yang sudah sangat murka sekali dengan kalakuan dari nyonya besar itu. kelakuan yang dibuat buat oleh seorang nyonya besar Alexsander.
nyonya besar walaupun Tuan besar Alexsander sudah memukul meja untuk ke dua kalinya selama mereka duduk berharap hadapan ini tetap saja tidak berniat untuk membuka mulutnya dan mengatakan apa yang harus dikatakan oleh dirinya kepada Tuan besar Alexsander.