My Affair

My Affair
BAB 98



Vian menatap ke arah Jero. Vian meminta penjelasan lebih ke Jero tentang semua yang terjadi dan penjelasan atas setiap fhoto yang ada di mansion itu. Vian sudah tidak sabar lagi untuk mendengar penjelasan dari Jero tentang semuanya.


"Sayang, sekarang tolong jawab, kenapa ada fhoto mereka di mansion ini. Aku mohon jangan ada rahasia lagi sayang. Aku berhak tahu semuanya" ujar Vian kepada Jero saat Hendri dan Erik sudah tidak ada di dekat mereka lagi.


"Aku ingin hubungan ini lanjut tanpa ada yang disembunyikan lagi antara kita" lanjut Vian yang ingin Jero mengungkapkan semua rahasia yang ada di dalam diri Jero.


"Paham Jero Asander" ujar Vian dengan menatap tajam ke mata Jero.


"Paham Nyonya Muda Asander" jawab Jero sambil membalas tatapan dari Vian.


Jero terdiam sesaat. Dia menghirup nafas dalam dalam untuk memulai ceritanya. Cerita yang akan membuka tabir masa lalu yang cukup kelam itu. Tabir yang akan mengoyak ngoyak perasaan Jero kembali.


"Baiklah sayang, aku akan ceritakan semua kejadian yang terjadi dalam hidup aku. Kamu harus siap siap mendengarnya sayang" ujar Jero sambil menatap Vian dengan tatapan jangan pingsan lagi.


"Tenang, nggak akan pingsan" kata Vian saat melihat Jero menatap dirinya dengan tatapan aneh.


"Mulai dari mana ya Sayang? Aku nggak tau mau mulai dari mana" ujar Jero yang memang tidak tahu bagaimana mulai menceritakan kepada Vian tentang semua kejadian itu.


"Mulai dari mana aja terserah sayang. Pokoknya dia sampai ke intinya. Udah itu." ujar Vian sambil menatap ke arah Jero.


Jero memutar kembali semua ingatannya ke tahun dia lahir sampai kejadian yang terjadi dan mengakibatkan lahirnya dendam yang luar biasa itu.


Flashback


"Eak eak eak"


Tangis bayi laki laki yang ditunggu tunggu oleh keluarga Aleksander akhirnya datang juga di tengah tengah keluarga yang sekarang sedang merangkak naik semenjak kehimilan Nyonya besar Aleksander.


Nyonya besar Aleksander melahirkan seorang putra laki laki yang diberi nama oleh Tuan besar Aleksander yaitu Jero Elang Aleksander. Sebuah nama yang luar biasa maknanya.


Kehidupan mereka benar benar berubah semenjak kelahiran Jero Elang Aleksander.


"Mommy, Daddy berangkat kerja dulu ya. Daddy usahakan Daddy akan pulang saat jam makan siang" ujar Tuan Aleksander kepada istrinya yang sedang menimang anak laki laki yang akan menjadi penerus keluarga Aleksander.


"Hay jagoan kecil Daddy. Daddy kerja dulu ya. Kamu jagain mommy di rumah. Nanti jam makan siang Daddy akan pulang lagi. Oke sayang" ujar Daddy.


"Oke Daddy, Jero akan tunggu Daddy di rumah" ujar Mommy menirukan suara anak kecil menjawab pertanyaan dari Daddy.


Daddy kemudian berangkat menuju perusahaan yang baru mulai berkembang itu. Daddy akan selalu datang setiap jam makan siang. Daddy tidak akan pernah melewatkan jam makan siang tanpa makan di rumah, sesibuk apapun Daddy.


Perusahaan Aleksander setiap hari semenjak kelahiran Jero Elang Aleksander semakin maju dan banyak memenangkan lelang proyek bahkan menjalin kerjasama dengan perusahaan perusahaan besar lainnya.


Suatu hari perusahaan milik Tuan Aleksander mendapatkan kerjasama mega proyek besar dengan keuntungan yang luar biasa besar dari salah satu perusahaan. Hal ini membawa kebahagiaan yang sangat luar biasa bagi keluarga Aleksander.


Proyek tersebut semakin membawa perusahaan Aleksander ke jenjang perusahaan ternama di negara E. Siapa yang tak kenal dengan perusahaan itu. Perusahaan yang beranjak dari nol untuk sampai ke tahap seperti sekarang ini.


"Sayang nanti kedua sayang Daddy ini ikut dengan Daddy ya." ujar Daddy sambil menatap ke arah kedua orang yang paling berharga dalam hidupnya itu.


"Kemana Daddy?" tanya Mommy sambil menatap ke arah Daddy.


"Ada deh Mommy, Mommy dan Jagoan kecil Daddy ini ikut aja ya. Kita akan pergi ke suatu tempat" ujar Daddy sambil menggendong Jero.


Daddy akan selalu menyempatkan diri bermain dengan Jero setiap harinya. Sesibuk apapun Daddy, Daddy akan mencari peluang untuk bisa bermain dengan Jero walaupun hanya satu jam.


"Mommy, udah siap belum? Jero udah pengen naik mobil ini Mommy" ujar Daddy dari ruang tamu memanggil Mommy yang masih sibuk di dalam kamar untuk bersiap siap.


"Wow, pantesan Mommy lama Jero. Tengok Mommy cantik sekali" ujar Daddy kepada Jero yang berada dalam pangkuan Daddy.


"My" ujar Jero dengan suara kecilnya.


"Iya sayang ini Mommy. Kamu heran nengok Mommy kayak gini sayang?" ujar Mommy sambil melihat ke arah Jero.


"Tik" ujar Jero kembali.


"Nah Jero aja tau Mommy cantik kalau dandan. Besok boleh dandan lagi ya" ujar Daddy sambil menatap Mommy.


"Kalau udah ada maid bisa dandan Daddy. Daddy kan tau gimana kerja mommy di rumah. Minimal ada maid, bisa jagain Jero" ujar Mommy .


"Aman itu Mommy, udah di dalam" ujar Daddy.


"Ayuk jalan, nanti kemalaman pulangnya. Kasian Jero" ujar Daddy mengajak Mommy dan Jero untuk berangkat dan meninggalkan rumah menuju tempat yang akan diperlihatkan oleh Daddy kepada Mommy.


Ketiga anggota keluarga Aleksander masuk ke dalam mobil. Daddy kemudian mengemudikan mobil ke tempat yang mereka tuju.


"Kita mau kemana Daddy, kok nggak nyampe nyampe?" ujar Mommy yang merasa sudah terlalu lama di dalam perjalanan.


"Bentar lagi Mommy. Bentar lagi kita sampai di tempat itu" ujar Daddy.


Setelah menempuh perjalanan selama empat puluh lima menit, Daddy memberhentikan mobilnya tepat di sebuah mansion yang luar biasa besar dengan pagar tinggi menjulang.


Tin tin tin. Daddy membunyikan klakson mobilnya. Sehingga membuat seorang satpam yang sedang duduk duduk terperanjat dan langsung membukakan pintu pagar tinggi tersebut dengan menekan tombol.


"Daddy ini mansion siapa?" tanya Mommy saat melihat mansion yang begitu besar berdiri dengan gagahnya di hadapan mereka bertiga.


"Kita turun dulu ya Mommy" ujar Daddy mengajak Mommy untuk turun dari dalam mobil.


Mereka bertiga turun dari dalam mobil. Daddy kemudian menggandeng tangan Mommy menuju pintu mansion yang luar biasa besarnya.


"Daddy, ini mansion rekan bisnis Daddy?" tanya Mommy sekali lagi kepada Daddy.


"emang kenapa Mommy?" tanya Daddy sambil menatap ke arah Mommy.


"Cantik dan sangat luas" jawab Mommy dengan sangat jujur.


"Apa Mommy suka?" tanya Daddy sambil melirik ke arah Mommy.


"Suka Daddy. Tapi kita harus rajin nabung untuk bisa punya mansion sebesar ini Daddy. Bagi mommy kecil aja nggak masalah, asal kita bertiga nyaman di dalamnya Daddy" ujar Mommy menjawab pertanyaan dari Daddy.


"Haha haha haha. Ini yang Daddy suka dari Mommy, mommy nggak pernah menuntut apa apa. Bagi Mommy yang penting kita bertiga berkumpul bersama" ujar Daddy sambil memeluk Mommy dan Jero.


"Sayang, apa mansion nya cantik?" tanya Daddy kepada Jero yang berada dalam pelukan Mommy.


"Tik" jawab Jero


"Jero suka sayang?" tanya Daddy selanjutnya.


"Ka" jawab Jero yang baru bisa menjawab hanya dengan satu suku kata saja.