My Affair

My Affair
BAB 101



"Ayuk lanjut Daddy. Mommy penasaran dengan keadaan mansion yang lainnya" ujar Mommy yang sudah merasa tidak capek lagi untuk melanjutkan hometour mansion yang baru saja dibeli oleh Daddy.


"Mau kemana lagi Mommy?" ujar Daddy sambil menggandeng tangan Mommy keluar dari kamar Jero


"Terserah Daddy aja kita mau kemana. Mommy dan Jero ngikut sama Daddy aja. Daddy mau ngajak kami kemana" ujar Mommy sambil berjalan bergandengan tangan dengan Daddy.


Daddy kemudian membuka pintu ruangan yang tepat di depan kamar Jero.


"Ini ruangan kerja Daddy. Sengaja Daddy letakkan di depan kamar kita berdua, supaya Daddy bisa tau kalau Jero sedang nangis. Jadi, kalau Mommy capek, Daddy bisa bantu Mommy untuk nenangin Jero." lanjut Daddy menerangkan kenapa dia menempatkan ruang kerjanya di depan kamar Jero.


"Dari mana Daddy tau kalau Jero bangun atau menangis?" tanya Mommy kepada Daddy.


"kan Daddy juga masang alat deteksi nya di ruang kerja Daddy Mommy. Jadi, saat Jero menangis dia akan memberikan sinyal" ujar Daddy kepada Mommy.


"Ooo. Terus kita kemana lagi Daddy?" ujar Mommy saat Daddy menutup pintu ruang kerjanya.


"Kita ke bagian favorit Mommy" ujar Daddy mengajak Mommy untuk kembali ke lantai satu mansion mereka.


"Dapur?" ujar Mommy yang semangat mendengar kemana mereka akan pergi selanjutnya.


"Yup dapur, kemana lagi." ujar Daddy.


Daddy menggandeng tangan Mommy menuju dapur.


"Dapur di mansion ini ada dua mommy. Satu dapur bersih yang ini, ini bisa mommy pakai untuk masak yang ringan ringan saja." ujar Daddy menunjukkan dapur bersih yang ada di dekat mini bar.


Daddy kemudian mengajak Mommy kebagian belakang dapur bersih.


"Nah ini dapur kotornya. Mommy bisa memasak masakan apapun di sini. Mau sebanyak apa masak bisa di sini" ujar Daddy memberitahukan letak dapur kotor.


Mommy melihat sebuah kulkas yang luar biasa besarnya itu. Kulkas dengan empat pintu.


"daddy kulkasnya besar sekali" ujar Mommy saat melihat kulkas yang ada di dapur kotor itu.


Daddy kemudian menuju Mommy. Daddy memberikan Jero kepada Bik Ima.


"Loh mana Jero?" tanya Mommy saat melihat Daddy sendirian masuk ke dalam dapur.


"Sama Bik Ima" jawab Daddy mengatakan kepada mommy Jero sedang dengan siapa.


"Oooo" ujar Mommy.


Daddy mengetuk pintu kaca kulkas. Langsung saja pintu kaca kulkas menampilkan semua isi kulkas yang ada di dalam.


"Wow Daddy keren sekali. Ini serius apa yang ditampilkan yang ada dalam kulkasnya?" tanya Mommy yang kurang percaya dengan apa yang ditampilkan oleh pintu kulkas itu.


"Kalau mommy tidak percaya buka aja" ujar Daddy menantang Mommy untuk membuka kulkas yang tadi pintunya diketuk oleh Daddy dari luar.


Mommy membuka pintu kulkas yang diminta oleh Daddy tadi. Mommy ternganga melihat apa yang dilihatnya di dalam kulkas itu. Isi dari dalam kulkas sama dengan yang ditampilkan oleh pintu kulkas saat Daddy mengetuk pintu kulkas tersebut.


"Ternyata memang sama Daddy. Sama persis malahan" ujar Mommy.


"Lah iya samalah Mommy. Jelas yang ditampilkan di situ apa yang ada di dalam kulkasnya." ujar Daddy.


"Jadi Mommy mau ngambil apa nggak perlu buka pintu kulkas. Cukup ketuk saja nanti akan terlihat semua isi kulkas yang ada di kulkas yang pintunya mommy ketuk" lanjut Daddy menjelaskan fungsi dari pintu kulkas tersebut.


"Keren. Makasi Daddy, Daddy memang yang terbaik" ujar Mommy memuji Daddy.


"Hem kalau ada ujungnya Daddy jadi yang terbaik. Kalau nggak ada ya udah Daddy jadi yang ntah keberapa" ujar Daddy memantulkan mulutnya.


"jadi yang kedua setelah Jero, untuk saat ini Tetapi kalau Jero udah besar, Daddy kembali menjadi yang utama. " ujar Mommy sambil tersenyum kepada Daddy.


"Yah." ujar Daddy pura pura merajuk.


"Cup cup cup cup" ujar Mommy sambil menepuk nepuk punggung Daddy yang merebahkan kepalanya ke pundak Mommy.


"Kita lanjut ke tempat lain yuk Mommy. Kita ke taman samping. Ada tugas untuk Mommy di sana" ujar Daddy sambil menggandeng tangan Mommy menuju taman samping.


Daddy dan Mommy berjalan bergandengan tangan menuju taman samping mansion. Momny melihat di sana Jero sedang disuapin makan oleh Bik Ima. Jero terlihat senang karena maid Rina juga menemani dia bermain.


"Hay sayang Mommy, senang main dengan Main Rina dan Bik Ima ya?" tanya Mommy kepada Jero yang sedang terlihat sangat suka makan makanan yang dibuatkan oleh Bik Ima


"Ka" jawab Jero yang baru bisa menyebutkan satu suku kata saja.


"Mommy sama Daddy ke sana dulu ya" ujar Mommy sambil mengecup puncak kepala Jero.


Mommy dan Daddy kemudian berjalan menuju ke taman samping dekat dengan kolam renang yang sekarang ditutup daddy menggunakan kayu yang dibuat seperti lantai dan bisa dibuka tutup.


"Apa yang mau Daddy tunjukin ke Mommy, Daddy?" tanya Mommy yang tidak sabar lagi ingin melihat apa yang akan diperlihatkan oleh Daddy kepada Mommy.


"Sabar Mommy" ujar Daddy.


Akhirnya mereka sampai juga di taman samping mansion. Disana ada sebuah grand house yang belum di isi.


"Mommy silahkan isi grand house itu dengan bunga bunga favorit Mommy. Mommy bisa minta tolong Pak Hans sopir Mommy untuk mengantarkan Mommy membeli bunga bunga yang Mommy inginkan" ujar Daddy kepada Mommy.


Mommy sangat kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Daddy. Mommy tidak menyangka Daddy akan memberikan sebuah grand house untuk dirinya dan boleh diisi dengan bunga bunga favorit Mommy.


"Satu lagi untuk Mommy" ujar Daddy.


Daddy membuka dompet miliknya. Daddy kemudian mengeluarkan sebuah black card dan memberikannya kepada Mommy.


"Ini untuk apa Daddy?" tanya Mommy kepada Daddy sambil memegang black card tersebut.


"Itu untuk belanja keluarga kita Mommy. Semua kebutuhan rumah. Mommy yang akan mengendalikannya. Tiap awal dan tengah bulan akan Daddy transfer. Mommy yang akan melakukan semua pembayaran, listrik, air, internet sampai dengan kebutuhan dapur. Silahkan mommy kelola sendiri.


"Kartu yang lama kan masih ada Daddy, kenapa harus kasih kartu baru lagi" ujar Mommy.


"Mommy pakai kartu lama aja ya" ujar Mommy menolak kartu yang diberikan oleh Daddy.


"Mommy kartu lama itu tidak bisa melakukan proses pembayaran untuk semuanya. Kita nggak tau berapa tagihan listrik mansion ini. Jadi, makanya Daddy memberikan kartu ini kepada Mommy. Kartu yang nggak ada batasannya" ujar Daddy menjelaskan kepada Mommy kenapa Daddy memberikan Mommy kartu baru.


"Oh begitu. Baiklah Daddy, Mommy paham sekarang. Mommy akan menerima kartu itu. Tapi Mommy akan tetap melaporkan kepada Daddy tentang pengeluaran nya. Bagaimanapun juga walaupu ekonomi kita udah sangat maju dari pada dahulu, yang namanya pengeluaran tetap harus dilaporkan" ujar Mommy dan menerima kembali black card yang tadi sempat dikembalikan oleh Mommy kepada Daddy.


Mereka berdua kembali ke dekat Jero yang sedang bermain dengan Bik Ima. Sedangkan Rina sudah tidak tahu kemana perginya lagi. Jero terlihat sangat senang bermain dengan Bik Ima.


"wah sepertinya Jero sangat senang bermain dengan bik Ima" ujar Mommy kepada Bik Ima saat melihat Jero yang tersenyum kepada Bik Ima.


"Iya mommy, saya bersyukur sekali Tuan Muda mau main degan saya" jawab Bik Ima.


"mommy, daddy ke ruang kerja dulu ya. Ada urusan yang mesti Daddy selesaikan" ujar Daddy memohon izin untuk ke ruang kerjanya kepada Mommy


"Iya sayang. Mommy main sama Jero dulu di sinii ya. Nanti kami ke atas sebentar lagi" ujar Mommy.


Daddy kemudian menuju ruang kerjanya. Daddy akan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena menemani Mommy home tour mansion baru mereka. Saat itulah Rina melihat Daddy yang masuk ke dalam ruang kerjanya.


Rina tersenyum misterius ke arah Daddy.