My Affair

My Affair
Berita dari Staff



MANSION UTAMA ALEXSANDER


Nyonya besar Alexsander dan Juan Alexsander masih berusaha melakukan pencarian terhadap Papi yang sudah pergi selama tiga hari.  Papi pergi dari mansion tanpa memberitahukan kemana Papi pergi. Papi hanya mengatakan sambil emosi kalau dia akan pergi mencari Vian menantunya tersebut. Menantu yang menurut Papi bukanlah menantu yang tidak baik seperti yang dikatakan oleh Juan dan istrinya itu.


"Juan, ada seseorang yang mencari kamu di luar" ujar Mami memberitahukan Juan kalau ada seorang pria yang mencari Juan.


Mami yang tadi berada di ruang tamu karena baru kembali dari luar memilih untuk duduk duduk di sana sambil beristirahat, saat itulah pria yang mencari Juan datang.


"Siapa Mi?" ujar Juan.


"Juan rasa hari ini Juan nggak ada janji temu dengan siapapun lah Mi. Kenapa ada yang tiba tiba datang?" lanjut Juan yang tidak bisa menebak siapa yang datang menemui dirinya ke mansion.


"Katanya tadi ke Mami staff kamu, temui dulu aja" ujar Mami memberitahukan kepada Juan siapa yang menemui Juan ke mansion mereka.


"Mami tahu sendirikan ya Mi, Juan nggak pernah membawa urusan perusahaan ke mansion utama ini" ujar Juan yang terlihat sedang berpikir keras siapa orang yang datang ke mansion utama.


"Udah lihat dulu aja. Lagian kalau dia berniat jahat sama kamu kan ada pengawal yang mendampingi kamu" kata Mami yang sebenarnya penasaran dengan siapa sebenarnya orang yang datang dan mengaku staff Juan dari perusahaan.


Mami sangat mengenal Juan. Juan tidak akan pernah meminta staff mengantarkan pekerjaan kantor ke mansion utama, palingan kalau memang harus ke mansion, staff akan diminta Juan untuk mengantarkan berkas berkas ke mansion Juan sendiri yang terletak tidak terlalu jauh dari mansion utama.


"Mami ikut ya? Juan malas sendirian ini Mami" ucap Juan yang malas menemui staff tersebut sendirian ke ruang tamu tempat dimana staff itu diminta untuk menunggu Juan.


"Oke" jawab Mami


Juan dan Mami kemudian turun ke latai satu mansion besar nan mewah itu tetapi tidak ada kebahagiaan di dalam mansion tersebut, yang ada hanya pura pura bahagia supaya orang orang di luar sana terutama rekan bisnis keluarga Alexsander merasa segan dan memuji keharmonisan dan kebahagiaan keluarga Alexsander. Kebahagiaan itu hilang semenjak kebangkrutan bisnis keluarga Alexsander di negara E, sehingga membuat Tuan besar Alexsander memutuskan untuk pindah ke negara I dan memulai bisnis baru mereka di negara itu. Bisnis yang perlahan mulai naik kembali seperti sekarang yang sudah mencapai puncaknya. Tetapi Tuan besar Alexsander belum merasa puas dengan apa yang sudah diperolehnya selama ini. Dia masih berusaha untuk menaikkan kejayaan bisnisnya tersebut dengan merambah semua peluang bisnis yang memang harus diraihnya. Tetapi sayangnya Tuan Alexsander tidak menyadari bahwasanya ada satu perusahaan yang sedang sangat berkembang dan juga berbisnis di bidang yang sama dengan bidang yang dikuasai oleh Alexsader Grub.


"Selamat siang Nyonya besar" ujar staff yang datang menyapa Mami


"Selamat siang Tuan muda" kali ini staff menyapa Juan yang berdiri di sebelah Mami


"Selamat siang, silahkan duduk" kata Juan yang mewakili Mami untuk menjawab salam yang diajukan oleh staff tersebut kepada dirinya.


Mami, Juan dan staff kemudian duduk di sofa empuk ruang tamu mewah tersebut. Sofa yang diperkirakan harganya mencapai puluhan juta hanya untuk satu sofa saja. Dua orang pelayan datang menghidangkan minuman dan snack yang akan dimakan oleh Nyonya besar dan Tuan muda mereka, serta tamu yang datang tersebut. Kedua pelayan yang telah selesai menghidangkan minuman dan makanan itu langsung pergi meninggalkan ruang tamu tanpa menerima ucapan terimakasih dari siapapun yang ada di sofa itu, jangankan terimakasih, anggukan kepala saja tidak mereka terima. Tapi itu sudah sangat biasa dialami oleh para pelayan, di mansion besar itu mereka tidak akan menerima ucapan terimakasih dari siapapun.


"Ada keperluan apa Anda datang kemari?" ujar Juan saat melihat staff yang dia sendiri tidak mengenal nama staff itu. Juan juga baru kali ini melihat staff tersebut.


"Maaf Tuan muda, perkenalkan nama saya Andi, saya adalah kepala pimpinan cabang perusahaan di negara A. Saya ke sini bermaksud ingin bertemu dengan Tuan besar. Tetapi tadi Nyonya besar mengatakan kalau Tuan besar sedang melakukan perjalanan bisnis ke beberapa perusahaan cabang yang berada di luar negeri" ujar staff atau kepala pimpinan perusahaan cabang memperkenalkan dirinya dan juga tujuan dirinya untuk bertemu dengan Juan dan Mami.


Pria yang berada di depan Juan berpikir sesaat apakah dia bisa menceritakan hal ini kepada Juan Alexsander yang merupakan anak laki laki dan juga penerus perusahaan Alexsander di semua negara. Tetapi berita yang berkembang di internal para pimpinan anak cabang perusahaan, Juan Alexsander tidak becus dalam melaksanakan bisnis, sehingga berkemungkinan setiap masalah perusahaan yang dibicarakan dengan Juan Alexsander tidak akan menemukan titik terangnya, malah hanya akan menyianyiakan waktu untuk menerangkan kepada Juan Alexsander.


"Kenapa Anda diam?" ujar Juan Alexsander melihat ke arah staff yang dalam posisi diam dan terlihat berpikir sangat keras tersebut.


"Benar itu, kenapa Anda diam?" ujar Mami yang kali ini bertanya kepada staff tersebut, kenapa staff itu bisa mendadak menjadi diam seribu bahasa seperti itu.


"Maafkan saya Tuan muda dan Nyonya besar. Bukan maksud saya lancang, tetapi persoalan yang saya bawa ini memang harus saya bahas dengan Tuan besar saja. Tidak bisa dengan yang lainnya" ujar kepala pimpinan cabang perusahaan itu mengambil keputusan untuk tidak mengatakan kepada Juan dan Nyonya besar apa permasalahan yang dibawa oleh dirinya dari negara A. Pimpinan anak cabang perusahaan takut kalau permasalahan itu tidak akan selesai tetapi malah akan semakin ruwet saja.


"Hay, emang apa bedanya antara Anda menceritakan dengan Juan dan dengan tuan besar?" ujar Mami yang tersinggung dengan tingkah pimpinan kepala cabang itu yang tidak. mau mengatakan informasi atau permasalahan apa yang terjadi di perusahaan kepada dirinya dan Juan Alexsander.


"Maafkan saya Nyonya besar dan Tuan Muda, tetapi ini adalah perintah dari Tuan besar, kalau permasalahan perusahaan di negara A memang tidak boleh diberikan kepada siapapun, tetapi hanya boleh langsung kepada Tuan besar saja" kata kepala anak cabang perusahaan di negara A mengatakan alasan kenapa dirinya tidak bisa mengatakan permasalahan yang terjadi di perusahaan kepada Nyonya besar dan juga Juan Alexsander.


"Sekali lagi maafkan saya Nyonya besar dan Tuan Muda. Saya benar benar tidak bisa mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepada Tuan dan Nyonya" ujar kepala pimpinan cabang meminta maaf kepada Mami dan Juan karena dia sama sekali tidak bisa memberitahukan permasalahan tersebut kepada mereka berdua.


Nyonya besar dan Juan Alexsander tidak bisa lagi memaksa kepala pimpinan anak cabang perusahaan untuk mengatakan kepada mereka berdua tentang apa yang sebenarnya terjadi di sana.


"Saya permisi dulu Nyonya besar" ujar kepala pimpinan cabang itu.


Josua hanya mengangguk saja. Dia sama sekali tidak menjawab perkataan yang disampaikan oleh kepala pimpinan cabang itu.


"Sepertinya Tuan besar tidak ada di mansion. Lagian mana ada Tuan besar melakukan perjalanan bisnis ke negara lain tanpa memberitahukan kepada kami kepala cabag" ujar kepala pimpinan cabang itu.


Dia kemudian mengarahkan mobilnya menuju bandara. Dia akan langsung terbang kembali ke negara A tanpa membawa hasil apa apa.


Sedangkan di mansion utama Juan menatap ke arah langit langit mansion, sesuatu berkecamuk di dalam pikirannya saat ini.


"Mi kenapa mereka tidak mengatakan apa yang terjadi kepada aku ya Mi?"


"Apa aku tidak layak menjadi penerua keluarga Alexsander?" ujar Juan bertanya kepada Mami.


"Tidak nak kamu berpikiran jauh sekali. Kamu layak menjadi penerua keluarga Alexsander. Kejadian tadi karena kamu belum resmi menjadi CEO dari Alexsander Grub makanya kamu tidak bisa menjadi tempat menampung semua masalah perusahan" ujar Mami menjelaskan kepada Juan.


"jadi kamu sabar ya" lanjut Mami berusaha menenangkan anak laki lakinya itu.