
Tuan besar yang mendengar nama Jero beberapa kali di sebutkan oleh pelayan setia keluarga Alexsander sangat penasaran dengan siapa sosok Jero tersebut. Juan besar termenung cukup lama. Tuan besar sangat kaget dan sedikit tersentrum saat beberapa kali pelayan menyebutkan nama Jero.
'Apakah dia? Apakah dia berniat membalas dendamnya kepada keluarga saya?' ujar Tuan besar berkata dalam hatinya.
'Apakah dia sudah besar dan memang berniat untuk membalaskan dendamnya kepada anak saya?' lanjut pikiran pikiran yang menari nari di kepala Tuan besar.
'Kalau memang dia, apa yang harus aku lakukan?'
' Aku sudah benar benar sangat bersalah kepada dirinya. Aku tidak mungkin melanjutkan kesalahan berikutnya. Aku benar benar tidak ingin membuat kesalahan yang sama untuk kedua kalinya'
'Cukup sudah apa yang dirasakan oleh dirinya selama ini. Jangan sampai kali ini aku juga melakukan hal yang sama dengan apa yang aku lakukan waktu dia kecil itu'
Pikiran tuan besar benar benar sedang berkecamuk pada saat ini. Dia sama sekali tidak menyangka kalau anaknya akan kembali dalam waktu cepat.
'Tapi tidak mungkin itu dia'
Tuan besar kemudian memilih untuk menyangkal dan mengatakan kalau pria yang dikatakan oleh pelayan itu bukanlah siapa yang ada dalam pikiran Tuan besar saat ini.
'Dengan apa dia akan ke negara ini. Dia dan mommynya pergi tanpa membawa apa apa dari rumah' lanjut Tuan besar kembali berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau orang yang datang itu bukanlah Jero Alexsander. Anak kandungnya yang sengaja di usir dari mansion besar karena saat itu Tuan besar tergoda dengan seorang pelayan yang sekaran menjadi Nyonya besar Alexsander.
Pelayan melihat kalau Tuan besar terlihat sedang berpikir keras. Hal itu terlihat dari ekspresi tuan besar yang selalu berubah ubah.
'Pasti Tuan besar sedang memikirkan apa yang aku ceritakan tadi' kata pelayan dalam pikirannya sendiri.
'kasihan sekali tuan besar' lanjut pelayan
Pelayan kembali melihat ke arah Tuan besar. Pelayan menjadi sangat yakin kalau Tuan besar sedang memikirkan sesuatu yang sangat penting. Raut wajah Tuan besar yang berkali kali berubah itu tidak bisa membohongkan apa yang ada di dalam pikiran tuan besar pada saat ini.
"Maaf Tuan besar, kalau cerita saya menambah pikiran tuan besar" kata pelayan yang merasa bersalah karena sudah menceritakan sesuatu yang sebenarnya tidak boleh diceritakan kepada Tuan besar.
Tuan besar sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan oleh pelayan itu. Dia masih sibuk dengan apa yang sekarang sedang di dalam pikirannya. Hal ini semakin membuat pelayan menjadi merasa bersalah dan menyesal karena telah mengatakan hal tersebut kepada Tuan besar.
"Tuan besar, maafkan saya karena telah membuat Tuan besar menjadi berpikir tentang Nyonya muda" ujar pelayan kembali berusaha meminta maaf kepada Tuan besar.
"Saya tidak memikirkan dia pelayan. Tetapi ada satu hal yang mengganjal di hati saya sekarang ini"
Kata Tuan besar sambil menatap ke arah pelayan dengan sebentar.
"Apa yang Tuan pikirkan?" tanya pelayan yang juga penasaran apa yang diceritakan oleh tuan besarnya itu.
"Apa kamu pernah melihat wujud dan rupa dari Jero yang kamu katakan tersebut?" ujar Tuan besar bertanya kepada pelayan.
"Sama sekali belum Tuan. Emang ada apa Tuan?" tanya pelayan kepada Tuan besar
"Tuan maaf sebelumnya, selama ini apa Tuan tidak pernah melihat wajah Jero itu?" tanya pelayan kepada Tuan besar.
"Kalau saya baru bekerja di sini saat Nyonya muda dan Jero itu pergi dari mansion. Saya mendapatkan semua cerita dari pelayan pelayan lama" kata pelayan memberitahukan kepada Tuan besar kapan dia mulai bekerja di sana
Pelayan melanjutkan jawabannya kepada Tuan besar.
Wajah Tuan besar yang mendengar jawaban yang diberikan oleh pelayan menjadi semakin bingung.
"Kalau saya bertanya kepada para pelayan lama, tentu sama saja dengan boong" ujar Tuan besar mengatakan sesuatu yang semakin membuat bingung pelayan yang sekarang menjadi teman mengobrol Tuan besar
pelayan yang mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan besar menjadi semakin tidak mengerti. Pelayan berharap tuan besar mau menceritakan apa yang ada di dalma pikirannya saat ini. Tetapi hal itu tentu saja tidak mungkin. Dia hanya seorang pelayan, dan sama sekali tidak bisa memaksa Tuan besar untuk mengatakan apa yang sedang dipikirkan oleh tuan besar
MANSION JUAN ALEXSANDER
Juan memarkir mobil yang dikendarainya di teras mansion.
"Mami sepertinya Papi belum ke sini. Mobil saja tidak ada di mansion" ujar Juan saat melihat ke sekeliling mansion.
Mami kemudian melihat ke semua arah yang dikatakan oleh Juan. Mami juga tidak melihat sama sekali mobil yang di pakai oleh Papi tadi untuk menuju mansion ini.
"Iya sayang, sepertinya Papi memang tidak ke sini. Jadi kita aman" ujar Mami dengan nafas lega.
"Syukur Mami, aku tadi sangat cemas kalau Papi langsung ke sini dan bertanya kepada para pelayan yang ada di mansion" ujar Juan sambil melihat ke arah Mami,
"Tapi untung saja Papi tidak ke sini" lanjut Juan Alexsander yang merasa beruntung sekali saat ini karena menganggap Papi tidak ke mansion tersebut.
"Iya untung saja" kata Mami sambil menatap curiga ke arah mansion.
Juan yang melihat Mami menatap ke sekeliling mansion, juga melakukan hal yang sama dengan Mami. Mami seperti sedang mencari sesuatu di luar sana.
"Mami cari apa Mami?" tanya Juan Alexsander saat melihat Mami yang seperti mencari sesuatu di luar sana.
"Tidak mencari apa apa" jawab Mami yang memang tidak mencari apa apa saat ini.
"terus kenapa menatap seperti itu ke arah luar mansion?" lanjut Juan bertanya kepada Mami, kenapa Mami sampai seperti itu sekali menatap ke arah luar mansion.
"Mami hanya heran saja, kenapa mansion kamu ini terlihat tidak ada orangnya" ujar Mami yang akhirnya mengatakan kepada Juan apa yang dilihat oleh Mami ke arah mansion dengan begitu cermat seperti seseorang sedang mencari sesuatu.
Juan akhirnya ikut ikutan mengamati mansionnya. Juan akhirnya pun menyadari kalau mansionnya kali ini memang tidak seperti biasanya. Mansion terasa sepi seperti tidak ada penghuni.
"Mami benar apa yang Mami rasakan. Mansion ini sepertinya sangat sunyi sekali Mami. Ada apa ya?" kata Juan yang pada akhirnya menyetujui apa yang dikatakan oleh Mami sebentar ini, kalau mansion miliknya pada saat ini sangat sunyi sekali.
"Kemana semua pelayan itu ya Mi?" ujar Juan sambil melihat ke arah pintu masuk mansion.
Mami tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Juan. Mami langsung saja membuka pintu mobil. Juan yang melihat Mami sudah berada di luar mobil, akhirnya juga melakukan hal yang sama dengan Mami.
"Kita pastikan saja mereka semua berada di mana Juan"
Mami dan Juan kemudian melangkah dengan lebar lebar dan cepat untuk menuju mansion besar yang sekarang terlihat sangat sepi seperti tidak ada berpenghuni di sana sekarang.