My Affair

My Affair
BAB 106



Mommy masuk ke dalam kamar Jero. Mommy langsung mengunci pintu kamar dari dalam. Mommy juga melakukan hal yang sama dengan pintu yang menghubungkan antara kamar Jero dan kamar utama.


Daddy yang baru sampai di depan pintu kamar Jero mencoba membuka pintu tersebut. Ternyata pintu itu terkunci dari dalam.


Tok tok tok. Daddy mencoba mengetuk pintu dan berharap mommy mendengar dan mau membukakan pintu kamar tersebut. Tetapi apa yang diharapkan oleh Daddy sama sekali tidak terjadi. Pintu sama sekali tidak ada tanda tanda akan dibuka dari dalam kamar.


"Mommy, mommy, ini daddy mommy" ujar Daddy mencoba cara lain untuk memanggil monny agar mau membuka pintu kamar Jero.


Tetapi masih tetap sama. Mommy tidak juga membukakan pintu tersebut.


"Jero Jero tolong buka pintunya nak. Daddy mau masuk dan mencium kamu sayang" ujar Daddy mencoba cara lain agar Mommy mau membukakan pintu untuk daddy.


Mommy sama sekali tidak mengacuhkan panggilan dari Daddy yang berada di luar dan sudah menggunakan berbagai cara supaya Mommy membukakan pintu dari dalam.


"Oh ya pintu penghubung" ujar Daddy yang teringat pintu penghubung yang ada di kamar utama.


Daddy masuk ke dalam kamar utama. Daddy langsung menuju pintu penghubung tersebut. Tetapi hasilnya tetap sama, pintu juga terkunci.


"Mommy kenapa tiba tiba seperti ini ya, ada apa?" ujar Daddy yang penasaran dengan perubahan sikap mommy kepada Daddy.


Perubahan sikap yang sangat luar biasa. Tidak hanya sedikit tetapi terlihat sangat banyak sekali perubahan dari mommy.


"Tengok CCTV ajalah" ujar Daddy yang teringat dengan CCTV yang di pasang oleh Daddy di seluruh sudut mansion.


Daddy menuju ruang kerjanya. Saat itulah dia ber pas-pasan dengan Rina yang baru datang dari arah balkon lantai dua mansion. Daddy masuk ke dalam ruang kerja miliknya itu.


Sedangkan Rina menuju dapur untuk membuatkan teh hijau kesukaan Tuan besarnya itu.


Daddy melihat CCTV kamar tidur Jero. Daddy melihat mommy tengah tertidur sambil memeluk Jero.


"Oooo ternyata dia sudah tidur. Pantesan nggak buka pintu. Dikira dia kena apa marah marah nggak jelas" ujar Daddy yang sudah kembali bisa menarik nafas lega saat melihat mommy yang sudah tidur tersebut.


Tiba tiba saat Daddy melihat CCTV keadaan rumah tadi siang, pintu ruang kerja milik daddy terbuka dari luar. Terlihat Rina membawa sebuah nampan yang di atasnya sudah ada secangkir teh hijau dan puding potong kesukaan Daddy.


"Sayang, taruh di sini aja" ujar Daddy meminta Rina menaruh yang dibawanya ke atas meja kerja Daddy.


"Kamu duduk di sini" ujar Daddy sambil meminta Rina untuk duduk di atas pahanya.


Mereka berdua kemudian asik memberikan pelayanan pelayanan yang lumayan membuat siapapun yang melihat langsung baaasaah tak terasa.


Mommy menyaksikan semua itu dari CCTV yang di pasang oleh Mommy di ruang kerja Daddy.


"Mantap. Mereka benar benar nggak ada akhlak sama sekali. Di mansion ada Jero masih juga berani melakukan. Apa masih kurang pelajaran yang aku berikan tadi. Apa harus aku pergoki" ujar Mommy menahan rasa kesal dan marahnya yang sudah sampai ke ubun ubun.


Mommy termenung sesaat. Mommy ingin melakukan sesuatu, tetapi mommy masih belum dapat gambaran mau melakukan apa kepada dua makhluk ciptaan Tuhan yang sama sekali tidak tahu malu dan tidak beretika itu.


"Yup. Pura pura bangun saja terus cari pria kurang itu ke ruang kerjanya" ujar Mommy yang tiba tiba saja memiliki ide secemerlang itu.


Mommy mengucek matanya sampai memerah seperti orang baru bangun tidur. Kemudian mommy keluar melalui pintu penghubung menuju kamarnya. Mommy tidak mungkin lewat pintu kamar Jero, bisa bisa alarm di ruang kerja Daddy berbunyi nyaring karena ada yang membuka pintu kamar dari dalam. Mommy tidak mau rencananya menjadi gagal total.


Mommy keluar dari dalam kamar utama. Mommy langsung menuju pintu ruang kerja Daddy yang sebenarnya tidak terkunci itu. Tetapi mommy sengaja tidak ingin masuk karena Mommy mau mengerjai mereka berdua.


Tok tok tok. Mommy sengaja mengetuk pintu ruang kerja Daddy. Mommy ingin memberi tanda kalau dia yang datang. Daddy dan Rina sama sekali tidak menyadari ada yang mengetuk pintu ruangan. Mereka berdua tetap bersemangat melakukan aktifitas tersebut. Aktifitas yang telah mereka lakukan tadi sore di ruang kerja di perusahaan Daddy.


"Sayang, ini aku. Apa kamu masih di dalam sayang" ujar Mommy sengaja memanggil dengan suara keras supaya orang yang sedang asik itu mendengar suara Mommy.


Daddy dengan tergesa gesa berdiri dari kursinya. Rina yang tidak siap dengan gerakan tiba tiba Daddy langsung terduduk di lantai.


Rina yang akan berteriak langsung ditutup mulutnya oleh Daddy dengan tangan.


Rina terlihat panik. Dia tidak menyangka kalau Nyonya besar akan datang ke ruang kerja Tuan besar di jam segini. Padahal Rina tadi sudah memastikan kalau Nyonya sudah tidur, barulah dia berani untuk masuk ke dalam ruang kerja Daddy.


"kamu masuk ke dalam kamar mandi sana saja dulu" ujar Tuan besar meminta Rina untuk masuk ke dalam kamar mandi supaya tidak terlihat oleh Mommy.


Daddy memastikan kalau Rina sudah berada di dalam kamar mandi. Daddy sengaja untuk tetap menghidupkan lampu kamar mandi supaya Rina tidak terlalu kedinginan di dalam sana. Setelah memastikan kalau Rina sudah berada di dalam kamar mandi, barulah Daddy berjalan menuju pintu ruang kerja miliknya itu. Daddy membuka pintu ruang kerjanya, terlihat Mommy berdiri di depan pintu ruang kerja.


"Kok lama banget bukanya Daddy?" tanya Mommy kepada Daddy sambil berjalan masuk ke dalam ruang kerja Daddy.


Mata Mommy mengarah ke kamar mandi langsung, karena melihat lampu kamar mandi masih menyala.


"Mommy kok bisa bangun lagi?" tanya Daddy yang mash terlihat sedikit gugup dan berusaha mengendalikan dirinya kembali.


"Itu, mana mungkin Mommy tidur dengan Jero sedangkan Daddy tidur sendiri. Makanya mommy bangun lagi. Mommy pergi ke kamar ternyata Daddy tidak ada di kamar." ujar Momny sambil memegang krah baju Daddy.


Mommy bisa melihat bagian bawah Daddy masih sempurna terbentuknya.


'Kasihan anda Tuan Besar. Terujung lah anda untuk saat ini, kan tadi sore sampe malam udah puas anda' ujar Mommy dalam hatinya saat melihat bagian yang itu da terlihat sangat menyedihkan sekali.


"Mommy ingin mencari daddy ke dapur, ee ee ternyata saat Mommy keluar dari dalam kamar, mommy melihat lampu ruang kerja Daddy masih menyala. Makanya Mommy berjalan ke sini. Ternyata Daddy memang ada di sini" ujar Mommy sambil berusaha kembali menggoda Daddy.


Daddy sudah termakan godaan dari Mommy. Saat tangan Daddy mau ikut serta, mommy langsung melarang.


"Nggak bisa Daddy lampu merah" ujar Mommy.


Daddy langsung berhenti menggerakkan tangannya. Daddy terduduk di kursi kerja miliknya. Dia benar benar butuh saat ini.


Mommy kemudian melihat ke arah kamar mandi. Mommy berjalan ke sana. Daddy yang kaget langsung berjalan dan memegang tangan Mommy.


"mau kemana?" tanya Daddy.


"mau ke sana itulah. Mau kemana lagi" ujar Mommy menjawab pertanyaan dari Daddy.


"Kamar mandi rusak. Kita pake kamar mandi kamar kita aja ya" ujar Daddy yang sangat terlihat kalau merekayasa alasan kepada Mommy.


"Aku cuma mau matikan lampu saja" ujar Momny sambil tersenyum.


"Kamu santai aja kenapa. Kayak maling yang mau ketahuan aja" ujar Mommy berbicara kepada Daddy.


"mana ada. aku cuma mau kasih tau aja kalau kamar mandi nggak bisa di pakai" jawab Daddy sambil memandang ke arah Mommy.


"Oh" ujar Mommy yang langsung mematikan lampu kamar mandi.


Mommy kemudian kembali menuju tempat duduknya tadi. Dia melihat Daddy juga kembali ke tempat duduknya.


"Kita tidur di kamar lagi yuk mommy" ujar Daddy mengajak Mommy agar mau pindah ke kamar utama.


"Nggak ah Daddy. Mommy mau tidur di sini aja. Kelihatannya enak banget tidur di sini" jawab Mommy yang langsung rebahan di atas sofa.


"Oh lupa. Kamar mandi itu rusak kan ya Daddy. Gimana kalau kita kunci aja" ujar Mommy yang berjalan ke kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi itu.


Mommy memasukkan kuncinya ke dalam saku celana yang dipakai oleh Mommy. Mommy kemudian tidur di sofa. Mommy benar benar tertidur. Sedangkan Daddy menatap tidak percaya ke arah mommy yang sudah tertidur itu.


"Gimana dengan Rina di dalam sana" ujar Daddy sambil meremas rambut nya dengan sangat keras.


Daddy tidak menyangka kalau mommy akan datang ke ruang kerjanya malam ini. Padahal tadi dia sudah meyakinkan dirinya kalau Mommy sudah tertidur dengan Jero.