My Affair

My Affair
Perkebunan Anggur 2



"Sudah jangan ribut lagi, mari kita pergi ke perkebunan itu." kata Vian menengahi keributan antara Bram dan Greta yang ntah kenapa bisa perang mulut seperti itu.


"Anggur anggur itu sudah memanggil untuk di petik dan dinikmati" lanjut Vian yang sudah tidak sabar lagi untuk pergi memetik anggur dan melihat perkebunan yang dulunya sangat familiar dalam hidup Vian.


"Sayang, kamu terlihat tidak sabaran untuk pergi ke perkebunan itu. Ada apa sayang? kenapa kamu terlihat sangat antusias sekali untuk pergi berkunjung ke perkebunan itu?" kata Jero yang melihat sikap Vian berbeda dari biasanya saat mereka berkunjung ke suatu tempat.


Sikap Vian yang seperti ini baru kali kedua dilihat oleh Jero. Pertama saat Vian sangat antusias untuk pergi berkunjung ke kuburan mommy. Ini adalah kali kedua Vian bersikap seperti ini, bersikap seperti orang yang tidak sabaran lagi untuk melihat tempat yang sangat ingin dikunjunginya.


"Nggak ada apa apa sayang." kata Vian menjawab pertanyaan dari Jero.


"Terus kenapa kamu terlihat terlalu antusias sekali sayang? Sama antusiasnya saat kita pergi ke kuburan Mommy" kata Jero menambahkan analisanya kepada Vian supaya Vian tidak bisa mengelak lagi.


"Karena aku mau memetik buah anggur itu sepuas aku sayang. Aku juga mau mencicipi buah anggur itu sepuasnya" kata Vian memberikan jawaban yang dirasa Vian adalah jawaban yang paling cocok dan pas diberikan kepada Jero untuk saat ini.


"Oooo. Aku kira kenapa sayang" ujar Jero yang akhirnya lega mendengar jawaban yang diberikan oleh Vian kepada dirinya.


Greta mengamati dan menyimak semua pembicaraan antara Jero dengan Vian. Greta sama sekali tidak mau melewati satupun percakapan antara Jero dan Vian.


'Vian benar benar menutupi tentang permasalahan kebun anggur ini. Sebenarnya ada apa dengan kebun Anggur ini ya?' ujar Greta dalam pikirannya sendiri.


Greta masih bertanya tanya dengan hal yang satu itu. Dia benar benar tidak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi antara Vian dengan kebun Anggur. Hubungan seperti apa yang pernah ada di dalam hidup Vian dengan kebun Anggur ini.


Mereka semua akhirnya masuk ke dalam area perkebunan. Vian terlihat sangat antusias sekali. Apalagi saat melihat sebuah patuh perempuan kecil yang berdiri dengan megahnya di depan pintu masuk sesaat setelah menyerahkan tiket masuk perkebunan dan mengambis basket untuk memetik buah Anggur.


Vian meraba patung itu dengan tangan sebelah kanan. Greta yang berjalan tepat di samping Vian, melihat gestur tubuh Vian saat memegang patuh perempuan kecil itu.


'Vian terlihat sangat emosional sekali sewaktu memegang patung itu.' ujar Greta dalam hatinya.


'Aku semakin penasaran dengan ini semua. Tetapi kemana aku harus mencari tahu ya?' lanjut Greta dalam hatinya.


Apa yang dilakukan oleh Vian sebentar ini benar benar membuat Greta semakin yakin kalau Vian menyimpan sesuatu dalam dirinya tentang perkebunan Anggur itu. Vian seperti tidak ingin berbagi dengan siapapun tentang kebun anggur tersebut.


'Kamu benar benar ingin memendamnya sendiri sobat,'


'aku menghargai keputusan kamu itu'


Greta akhirnya memutuskan untuk tidak mencari tahu tentang hubungan antara kebun anggur dengan Vian. Greta tidak ingin mengusik sesuatu yang tidak ingin dibagi oleh Vian kepada siapapun. Greta sangat menghargai keputusan Vian tersebut.


Kata Greta dalam hatinya dan pikirannya sendiri. Greta sangat yakin kalau Vian saat ini sedang kembali ke masa lalu yang sedang mengingatkannya bagaimana dan apa saja yang dilakukan oleh Vian di perkebunan anggur tersebut. Semua itu dapat terlihat dari bagaimana leluasanya Vian di kebun anggur tersebut. Vian seperti terlihat sudah sangat mengenal seluk beluk dan lika liku serta tempat-tempat yang ada di kebun anggur itu.


' Vian Vian, melihat cara kamu berjalan di perkebunan ini, semakin membuat aku yakin kalau kamu sangat-sangat luar biasa mengenal perkebunan ini' kata Greta sambil melihat Vian yang sekarang sedang sibuk memetik buah anggur hijau yang merupakan kesukaan dari Jero kekasihnya.


" sayang, kamu seperti terlihat sudah sering dan sudah terbiasa berada di perkebunan ini" kata Jero menyuarakan apa yang dirasakannya saat melihat bagaimana Vian berjalan dengan santainya menuju tempat-tempat yang ada di perkebunan tersebut.


" Maksud kamu bagaimana sayang?" Vyan balik bertanya kepada Jero tentang maksud maksud dari pertanyaan yang diajukan oleh Jero kepada dirinya.


" Maksud aku itu begini sayang" Jero mulai mengatakan apa maksud maksud dari perkataannya sebentar ini kepada Vian


" kamu sekarang ini terlihat seperti orang yang sudah sering datang ke perkebunan anggur ini"


Jero Berkata sambil melihat dan menatap ke mata teduh Vian. Jero berusaha mencari kejujuran di mata teduh itu.


" sayang sayang kamu ada-ada aja. Kapan coba aku ke perkebunan ini. Kamu aneh sayang" kata Vian menjawab tuduhan yang diberikan oleh Jero kepada dirinya tentang bagaimana bisa Vian terlihat sudah sangat akrab dengan perkebunan anggur yang sekarang mereka kunjungi


" sayang Aku mengatakan hal ini bukan tanpa alasan sama sekali" kata Jero yang tidak ingin Vian memiliki pemikiran kalau dirinya menuduh Vian yang tidak tidak.


" jadi Apa alasan kamu sayang? sehingga kamu bisa mengatakan hal seperti itu kepada aku" kata Vian yang sudah tidak sabaran lagi ingin mendengar apa latar belakang yang membuat Jero bisa mengatakan hal seperti itu kepada dirinya


" kita berbicara sambil jalan aja Sayang nggak perlu berhenti kayak gini" Jero memberikan usulan kepada Vian untuk tetap terus saja berjalan sambil mereka mengobrol tentang penyebab Jero mengatakan atau menanyakan hal yang tadi kepada Vian.


Vian kemudian melanjutkan kembali langkahnya yang sempat terhenti saat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Jero kepada dirinya. Jero juga mengikuti langkah kaki Vian, Jero berjalan di sisi sebelah kanan Vian.


" Sayang kenapa aku bisa menanyakan hal itu kepada kamu"


" aku dari tadi melihat kamu yang sepertinya tahu di mana letak-letak buah anggur yang enak di perkebunan ini"


Akhirnya Jero mengatakan apa yang dirasakannya serta apa yang ada di dalam pikirannya kepada Vian supaya Vian sama sekali tidak meragukan atau bahkan berpikiran buruk kepada Jero. Jero tidak ingin membuat hal seperti itu terjadi. Jero hanya ingin mendengar alasan Vian Kenapa Vian bisa menemukan dengan gampang tempat tumbuh buah-buah anggur yang enak-enak tersebut.


" sayang sayang aku bisa menemukan di mana tempat atau posisi buah anggur yang enak itu dengan melihat ke papan informasi yang bertebaran di perkebunan ini" kata Vian menjelaskan kepada Jero dari mana Vian bisa mengetahui di mana posisi buah anggur yang rasanya paling lezat.


" Oh jadi kamu membaca papan informasi?" kata Jero kaget mendengar jawaban yang diberikan oleh Vian kepada dirinya


" Iyalah sayang Baca papan informasi. masa iya kita jalan-jalan nggak jelas aja. jelas waktu kita di perkebunan ini sangat sempit sekali. aku nggak mau buang-buang waktu hanya untuk nyasar ke sana ke sini" kata Vian menjelaskan kepada Jero penyebab dia membaca papan informasi yang ada di perkebunan tersebut