
"Kamu pura pura sayang. Kamu pura pura tidak tahu saja itu" kata Vian setengah kesal dengan gaya Jero yang terlihat pura pura tidak tahu apa yang sekarang sedang diinginkan oleh Vian kekasih hatinya yang sedang terlihat ada maunya itu.
"Aku sangat tidak yakin kalau kamu tidak mengetahui apa yang aku inginkan sayang. Padahal biasanya kamu sangat tahu apa yang aku inginkan" lanjut Vian mempertahankan argumennya yang menyangkal kalau Jero tidak tahu, melainkan Jero sangat tahu, tetapi Jero berusaha untuk pura pura tidak tahu saja.
"Nggak ada aku pura pura sayang. Aku beneran nggak tahu, apa yang kamu inginkan sekarang. Biasanya aku dengan mudah membaca apa yang kamu inginkan, tetapi kali ini sangat susah sayang" jawab Jero yang tetap dengan gayanya mengatakan kalau dirinya benar benar tidak tahu dengan apa yang diinginkan oleh Vian kepada dirinya.
'Maafkan aku sayang, tapi kali ini kamu harus mengatakan apa yang kamu inginkan langsung.' ujar Jero dalam pikirannya.
"Yakin kamu tidak tahu dengan apa yang aku inginkan sayang?" ujar Vian berusaha bertanya kembali kepada Jero untuk meyakinkan dirinya kalau Jero memang tidak mengetahui apa yang diinginkan oleh Vian saat ini.
"Beneran sayang, aku tidak tahu sama sekali. Kamu nggak ada memberi clue apa apa ke aku sayang" jawab Jero dengan memastikan kepada Vian kalau dirinya memang tidak mengetahui apa yang diinginkan oleh Vian saat ini.
"Aku ingin kamu terlihat romantis di depan orang ramai" ujar Vian dengan berbisik.
Vian berharap Jero tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Vian, makanya Vian mengatakan dengan jalan berbisik. Nanti saat Jero bertanya kepada dirinya, dia bisa mengatakan kalau dia tidak ada mengatakan apa apa, karena Vian mengatakan dengan cara berbisik tidak dengan suara keras.
Jero tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Vian, walaupun Vian berbicara dengan berbisik tetapi Jero bisa mendengar apa yang diinginkan oleh Vian. Ternyata apa yang dipikirkan oleh Jero sesuai denga apa yang dikatakan oleh Vian. Apalagi Vian sudah mengeluarkan kata kuncinya, maka Jero tinggal mengeksekusi saja apa yang diinginkan oleh Vian tersebut.
Jero tersenyum kepada Vian. Vian yang melihat senyuman aneh dari Jero memiliki pemikiran yang aneh di dalam kepalanya. Vian agak sedikit curiga dengan senyuman yang diberikan oleh Jero sebentar ini kepada dirinya.
'Kayaknya gue masuk jebakan ini bos besar' ujar Vian dalam pikirannya sendiri.
'Nyesel gue ikut aturan main tuan besar ini' lanjut Vian yang menyesali telah mengikuti aturan main yang dilakukan oleh Jero. Ternyata kepura puraan Jero ada maksudnya.
'Mampus gue, masuk jebakan lagi' ujar Vian yang sangat menyesal telah berbuat sesuatu yang tidak disukai oleh dirinya sendiri.
Jero yang melihat Vian berpikir dengan keras memakai otaknya itu hanya bisa tertawa di dalam hatinya. Dia benar benar sudah membuat Vian tidak bisa berkutik lagi. Dia pasti akan membuat Vian sangat yakin kalau dia benar benar pria yang bisa juga bersikap romantis.
Jero berdiri dari kursi tempat duduknya, dia kemudian berjalan ke arah Vian. Jero mengambil tas kecil Vian dan menyampirkan di pundaknya. Tas kecil yang berwarna pink itu jatuh dengan mulus di pundak Jero. Setelah itu hal tak terduga dilakukan oleh Vian. Jero dengan tiba tiba menggendong Vian.
"Akh"
Teriak Vian yang kaget dengan apa yang dilakukan oleh Jero kepada dirinya. Dia tidak menyangka kalau Jero akan menggendong dirinya saat itu juga. Vian menatap lurus ke arah Jero. Mata Vian langsung menyuarakan protesnya atas apa yang dilakukan oleh Jero saat ini.
"Sudah sayangku nikmati aja. Ini adalah bentuk keromantisan diriku di depan semua orang" kata Jero.
"Aku langsung mengabulkan keinginan kamu yang kamu sampaikan dengan cara berbisik tadi" lanjut Jero mengatakan sesuatu yang membuat Vian langsung bergidik mendengar perkataan dari Jero.
"Tapi kan nggak dengan di gendong sayang" ujar Vian yang langsung menyurukkan wajahnya ke dada bidang Jero.
"Terserah dong sayang. Kan aku yang mau romantis. Kenapa kamu yang protes sayang atas apa yang aku lakukan. Terserah aku dong sayang apa yang mau aku lakukan. Terpenting romantis di depan semua orang" ujar Jero membela dirinya atas apa yang dilakukan oleh dirinya kepada Vian di hadapan orang ramai.
"Udahlah sayang, kamu pasrah ajalah dengan apa yang aku lakukan" lanjut Jero mengatakan hal itu dengan gampangnya kepada Vian.
"Tapi malu sayang" ujar Vian yang masih protes tetapi dengan cara menyurukkan wajahnya di dada bidang Jero
"Gimana mau malu, kamu aja malu sayang, sampai sampai kamu harus menyuruk di dada bidang aku ini sayang" kata Jero sambil berkata tepat di dekat telinga Vian.
"Yeah" teriak semua orang orang yang melihat bagaimana romantisnya Jero kepada Vian.
"Aku aja yang gendong kamu, nggak pake masker dan yang lainnya santai aja nggak ada malunya."
"Atau kamu malu aku gendong? Sehingga kamu menyurukkan wajah kamu di dada aku?" ujar Jero mengatakan sesuatu yang langsung akan membuat perubahan sikap dari Vian.
"Nggak aku nggak malu sayang. Jangan salah sangka gitu dong" ujar Vian sambil mengangkat kepalanya dan melihat ke arah orang orang yang sedang memandang ke arah pasangan kekasih yang sedang memperlihatkan keromantisan mereka kepada semua orang.
Pengawal yang melihat apa yang dilakukan oleh Jero hanya bisa ternganga saja. Salah satu dari mereka mengambil video langka itu. Kemudian pengawal tersebut mengirimkan pesan itu kepada seseorang.
"Wow tuan muda benar benar romantis" ujar salah seorang pengawal
"Baru kali ini gue nengok tuan muda bersikap seperti ini" ujar yang lainnya.
"Semoga ini pertanda baik." jawab pengawal yang lain mendengar berbagai tanggapan diberikan oleh rekan rekannya.
"Aamiin. Kita harus berdoa semoga tuan muda menemukan kebahagiaannya setelah lama tidak bahagia" ujar pengawal yang lain.
Keempat pengawal kemudian berjalan di belakang Jero yang sedang menggendong Vian tersebut. Keempat pengawal itu membuat setiap orang yang berada di taman mamandang takjub kepada mereka berempat. Keempat pengawal Jero tersebut terlihat sangat keren. Mereka memakai pakaian serba hitam dan juga kaca mata hitam. Penampilan seperti itu semakin membuat penampilan mereka sangat menarik dan enak dipandang.
VILLA NEGARA G
Bram yang sedang duduk duduk di teras, langsung mengambil ponsel miliknya yang di taruh di atas meja tersebut. Ponsel canggih keluaran terbaru itu terlihat bergetar dan layarnya aktif.
"Siapa yang ngirim pesan coba" ujar Bram yang sangat jarang menerima pesan kalau dirinya sedang tidak berada di negara I.
Bram kemudian membuka pesan chat tersebut.
"Pengawal mengirim pesan chat? Apa ada sesuatu yang terjadi dengan Bang jero dan kakak ipar Vian ya?" ujar Bram yang penasaran dengan maksud pengawal mengirimkan dirinya pesan chat.
Bram kemudian membuka pesan chat yang datang dua kali itu. Bram langsung tertawa ngakak saat melihat apa yang dikirimkan oleh pengawal kepada dirinya. Felix dan Tama yang baru datang dari luar, menatap heran ke arah Bram yang tertawa ngakak saat melihat pesan chat di dalam ponselnya.
"Kenapa loe tertawa ngakak seperti itu Bram?" ujar Tama saat dirinya sampai di teras dekat Bram yang sedang duduk di sofa.
"Abang berdua juga pasti akan tertawa ngakak melihat video yang barusan aku buka ini" ujar Bram menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tama kepada dirinya.
"Emang video apa?" tanya Tama yang penasaran dengan apa yang disampaikan oleh Bram kepada dirinya.
"Video ini" jawab Bram dengan santainya memberikan video yang dilihatnya tadi kepada Tama dan Felix.
Tama dan Felix kemudian melihat video yang diberikan oleh Bram kepada mereka berdua.
"Haha haha haha, ternyata tu orang bisa juga gesrek" ujar Tama saat melihat video yang baru setengah jalan itu.
"Bang Bang" ujar Felix yang tidak tahu mau berkomentar apa saat melihat video yang ditontonnya itu.
"Gua ada ide"