My Affair

My Affair
Kemelut Keluarga Aleksander



"Tapi sebelum Papi mengatakan semua yang terjadi di keluarga besar Aleksander, apakah kamu mau berjanji satu hal untuk tidak menaruh dendam kepada siapapun?" ujar Tuan besar Aleksander mengajukan sebuah permintaan kepada Juan Aleksander.


Tuan besar Aleksander tidak ingin Juan Aleksander menaruh dendam kepada orang orang yang terlibat di dalam cerita yang akan diceritakan oleh dirinya nanti. Tuan besar Aleksander tidak ingin hal itu terjadi, bagaimanapun dia sangat tahu kalau Juan Aleksander adalah anak yang sangat baik.


Juan masih saja diam dan belum sama sekali menjawab pertanyaan dan juga sekaligus permintaan dari Papinya itu. Juan masih menatap lama ke arah Tuan besar Aleksander.


"Kenapa Papi membuat pertanyaan seperti itu?" Juan bertanya dengan nada heran.


"Ya harus Juan. Papi tahu kamu adalah pria yang sebenarnya baik. Tetapi menjadi tidak baik karena salah diarahkan" lanjut Tuan besar Aleksander menjawab pertanyaan yang mengandung rasa heran yang disampaikan oleh Juan kepada dirinya.


"Kenapa Papi bisa berpikir kalau aku adalah pria baik Papi?"


"Papi tahu sendirikan berapa kerugian perusahaan yang telah aku buat?"


"Belum lagi bagaimana sikap aku kepada Vian? Istri yang ternyata sangat baik tetapi telah aku sia sia kan" ucap Juan dengan nada penyesalan karena telah salah memperlakukan Vian dengan cara yang tidak baik.


"Aku tidak layak mendapatkan ini semua Papi. Sangat tidak layak. Seharusnya aku tidak layak untuk duduk dengan Papi dalam kondisi seperti ini" kata Juan dengan berbisik dan sangat terlihat kalau Juan menyesal dengan apa yang telah dilakukan oleh dirinya kepada perusahaan dan terutama sekali kepada Vian istri yang telah dipilihkan oleh Papinya itu.


"Juan seorang manusia berhak untuk mendapatkan kesempatan untuk berubah. Semoga dengan kamu menyadari kekhilafan dan keadaan kamu ini, kamu bisa menjadi seorang Juan Aleksander yang bertanggung jawab dengan semua yang telah kamu lakukan" ujar Tuan besar Aleksander memberikan nasehatnya kepada Juan Aleksander anak laki laki nomor duanya yang sudah menyadari kesalahannya itu.


Kesalahan yang telah membuat seorang Juan Aleksander menjadi pria merugi karena telah menyia nyiakan seorang istri yang sangat baik dan bisa menjaga nama baik keluarga.


"Saran Papi Juan, ada baiknya kamu menyelesaikan satu per satu permasalahan kamu terlebih dahulu." ucap Tuan besar Aleksander sambil menepuk pundak anak laki lakinya itu.


"Terserah kamu, kamu mau menyelesaikan permasalahan yang mana terlebih dahulu, apakah kamu akan menyelesaikan atau mendengarkan tentang keluarga Aleksander atau kamu mau mencari keberadaan istri kamu dulu" kata Tuan besar Aleksander memberikan pilihan kepada Juan Aleksander


"Mendengar tentang keluarga kita Papi" ujar Juan setelah menentukan apa pilihan yang akan diseleaaikannya terlebih dahulu.


"Tapi kamu harus janji untuk tidak menaruh dendam dengan ibu yang telah mengandung kamu?" kata Tuan besar Aleksander kembali mengatakan janji yang harus ditepati oleh Juan Aleksander.


"Janji Papi. Aku janji tidak akan menaruh dendam kepada Mami" jawab Juan dengan nada pasti.


Juan berpikir seburuk apapun kelakuan dari Mami, yang Mami tetaplah ibu yang mengandung Juan selama sembilan bulan. Sehingga mau tidak mau suka tidak suka Juan tetap harus menerima keadaan itu.


"Seburuk apapun Mami, dia tetap Mami Juan Papi" jawab Juan dengan nada tegas.


"Baiklah itu adalah pilihan terbagus yah sudah kamu pilih." ujar Tuan besar Aleksander yang sangat bangga dengan pilihan yang telah diambil oleh Juan.


"Baiklah karena kamu sudah berjanji untuk tidak menaruh dendam maka Papi akan menceritakan semuanya. Termasuk kenapa kamu bisa menikah dengan Vian" kata Papi yang sudah yakin akan mengatakan semuanya kepada Juan apa yang sebenarnya terjadi.


Juan mengangguk, Juan pasti akan mendengar apa yang dikatakan oleh Papi nantinya. Dia memang harus tahu apa yang sebenarnya terjadi. Supaya tidak ada lagi kesalahan antara dirinya dengan Vian dan antara dirinya dengan Mami.


"Papi yakin, kalau kamu sudah mengetahui kalau Papi dan Mami bisa menikah karena Mami kamu dengan caranya merebut Papi dari tangan Mommy." ujar Tuan besar Aleksander mulai membuka ceritanya.


"Tapi itu semua tidak akan terjadi kalau Papi juga tidak memberikan peluang terhadap keinginan dari Mami."


"Semua itu sudah terlambat untuk disesali, semuanya sudah terjadi. Papi dan Mami sudah menikah dan memiliki kamu sebagai keturunan kami" lanjut Papi bercerita.


"Papi, apakah Mami tahu kalau Papi sudah menikah dan memiliki seorang putra?" ujar Juan Aleksander yang ingin diyakinkan oleh Papi kalau pada saat Mami menggoda Papi, Mami sudah mengetahui kalau Papi sudah memiliki keluarga.


"Sudah Juan, Mami tahu semuanya. Malahan saat Mami baru akan menggoda Papi, Papi sudah katakan kalau Papi sudah memiliki istri yang sangat papi cintai dan seorang anak berusia enam tahun" ujar Tuan besar Aleksander mengingat apa yang dikatakan oleh dirinya kepada Rani saat Rani pertama sekali mulai menggoda dirinya dengan semua pesonanya itu.


"Tapi yang namanya Rani tetap berusaha mendapatkan Papi dengan semua caranya. Malahan dia sampai tega memberikan obat kepada Papi sehingga saat malam itu Papi tidak sadar dan melakukan hal itu" ujar Tuan besar Aleksander sambil menjambak rambutnya menyesali apa yang telah dilakukan oleh dirinya kepada istri tercintanya itu.


"Papi benar benar menyesal telah melakukan hal itu kepada istri Papi. Tapi apa mau dikata obsesi Rani dan juga keinginan Papi membuat semuanya menjadi runyam" ujar Tuan besar Aleksander berkata kepada Juan.


"Nah saat itu perselingkuhan itu mulai terjadi, Papi sama sekali tidak bisa lagi menolak apa yang dilakukan oleh Mami kamu kepada Papi." lanjut Tuan besar Aleksander.


"Sampai pada akhirnya, hal itu terjadi. Mami kamu tiba tiba datang ke mansion utama dan mengatakan kalau dia sedang mengandung kamu" ujar Tuan besar Aleksander.


"Emang Mami tidak tinggal di mansion utama Papi?" tanya Juan yang mengira kalau perselingkuhan antara Tuan besar Aleksander dan Maminya itu terjadi di dalam mansion utama keluarga Aleksander.


"Oh tentu saja tidak. Tidak sama sekali. Perselingkuhan itu memang awalnya terjadi di mansion itu. Tetapi karena Papi takut Mommy mengetahui apa yang sedang terjadi di belakangnya, Sehingga Papi saat itu memutuskan untuk memindahkan Mami kamu ke mansion yang lain" ujar Tuan besar Aleksander.


"Terus kenapa Mami sampai ke mansion utama Papi?" ujar Juan Aleksander yang tidak sabar lagi menunggu kelanjutan cerita serta akhirnya Juan Aleksander memutuskan untuk selalu bertanya kepada Tuan besar Aleksander supaya cerita itu cepat selesainya.


"Kamu memang tidak sabaran Juan, jangan main tanya sekarang, kasihan nanti ceritanya nggak jadi panjang" ujar Tuan besar Aleksander yang heran melihat anak laki lakinya itu pengen cepat cepat menyelesaikan cerita tentang keluarga besarnya itu.


"Tapi Papi" ujar Juan yang memang sangat tidak sabaran untuk mengetahui semua cerita yang terjadi.


"Sabar" ujar Tuan besar Aleksander dengan nada yang tidak bisa lagi dibantah oleh Juan Aleksander.


"Huft" ujar Juan menghembuskan nafasnya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan besar Aleksander kepada dirinya.