My Affair

My Affair
Perkebunan Anggur



"Vian bareng" ujar Greta berteriak ke arah Vian dan membuat Vian langsung menghentikan langkah kakinya untuk menuju kamar.


Vian menatap ke arah Greta yang sudah berjalan menuju arahnya. Kedua gadis cantik yang memiliki kekasih dengan nama seperti orang kembar itu, berjalan beriringan untuk menuju kamar mereka yang memang sengaja di letakkan satu kamar oleh Jero.


"Kamu kenapa meminta untuk berhenti di perkebunan anggur itu Vian?" ujar Greta yang tidak paham dengan keinginan Vian untuk meminta mereka berhenti di kebun anggur tersebut.


Vian melihat ke arah Greta. Vian tersenyum ke arah Greta, ternyata Greta sama sekali tidak paham dengan alasan di balik Vian meminta kepada Jero untuk berhenti di perkebunan anggur itu.


"Pengen turun dari kereta api aja Greta. Sekaliabn aku mau membeli buah anggur dan beberapa produk olahan anggur" jawab Vian memberikan jawaban atas semua pertanyaan yang diajukan oleh Greta kepada dirinya tentang alasan kenapa dirinya meminta kepada Jero untuk berhenti di perkebunan anggur yang luas tersebut.


"Hanya itu saja?" ujar Greta memandang ke arah Vian dengan tatapan menyelidik seorang dokter psikiater yang ternama dan sangat pengalaman dalam membaca maksud tersembunyi dari lawan bicaranya pada saat ini.


"Haha haha haha, ternyata memang susah ya ngomong dengan psikiater. Sama sekali nggak bisa bohong" lanjut Vian menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Greta dengan guyonan dan sindiran ala Vian yang hanya Vian saja yang bisa melakukan dengan cara halus sehalus beludru dan membuat siapa saja tidak akan tersinggung saat mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Vian tersebut kepada lawan bicaranya.


"Apa yang kamu sembunyikan cantik" lanjut Greta yang masih penasaran dengan alasan sebenarnya kenapa Vian meminta kepada Jero untuk turun dan pergi menuju kebun anggur.


"Kenapa juga harus di kebun anggur yang ini. padahal di negara yang kita tuju ada kebun anggur yang lebih besar lagi dan terkenal" lanjut Greta menyuarakan keraguan dari alasan yang diberikan oleh Vian tadi kepada dirinya.


Vian membuka pintu kamarnya dengan Greta. kedua wanita cantik itu kemudian masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian dengan pakaian hangat karena cuaca di luar sana sedang sangat dingin. Vian dan Greta tidak mau ambil resiko dengan memakai pakaian tipis dan membuat mereka akan langsung demam saat pulang dari perkebunan anggur tersebut.


"Jadi kenapa alasan sebenarnya Vian?" ujar Greta dengan semangat kembali bertanya kepada Vian kenapa Vian meminta untuk berhenti dan berkunjung  ke perkebunan anggur tersebut.


"karena aku ingin meminta Jero untuk membeli perkebunan anggur itu" lanjut Vian berkata sambil menekurkan kepalanya semakin dalam.


gerakan kepala dan kelakuan serta gestur tubuh Vian saat mengatakan hal tersebut menjadi tanda tanya yang sangat besar oleh Greta.


' apa yang sedang disembunyikan oleh Vian saat sekarang ini ya?' kata Greta dalam hatinya dan melihat ke arah Vian yang sedang sibuk memilih pakaian yang akan dipakainya untuk menuju perkebunan anggur yang sekarang kembali menjadi misteri kenapa Vian ingin Jero membeli kebun anggur tersebut


Greta memandang ke arah Vian. Vian pura-pura tidak melihat kalau Greta memandang tajam ke arah dirinya, dengan tatapan yang mengisyaratkan kalau Greta sedang menunggu kelanjutan dari kalimat yang dikeluarkan oleh Vian sebentar ini.


" Ayo Greta kita keluar" kata Vian yang tidak ingin menjelaskan lebih lanjut kepada Greta apa yang membuat dirinya ingin meminta Jero untuk membeli perkebunan besar itu.


" tunggu sebentar Vian" kata Greta menghentikan gerakan Vian yang sudah ingin meninggalkan kamar mereka untuk menuju tempat para laki laki sudah menunggu mereka saat ini.


Greta yang melihat bagaimana pandangan mata Vian kepada dirinya hanya bisa bersikap pasrah saja. Dia tidak mungkin memaksa Vian untuk mengatakan apa yang ada di dalam perasaannya saat ini.


Greta tidak mau membuat Vian menjadi tidak nyaman dengan segala pertanyaan yang akan dianukan oleh Greta kepada Vian.


"Gue duluan" ujar Vian yang sudah tidak ingin menunggu Greta menukar pakaiannya.


Vian memang kesal dengan Greta yang ingin terlalu tahu apa yang akan dilakukan oleh Vian. Tujuan dari Greta memang sangatlah baik sekali. Tetapi Vian juga punya hak untuk menolah memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh Greta kepada dirinya.


"Oke sorry kalau sudah membuat kamu tidk nyaman dengan semua pertanyaan yang aku ajukan tadi." ujar Greta meminta maaf kepada Vian atas semua kesalahan yang dilakukan oleh Greta sebentar ini.


Greta sadar kalau pertanyaannya memang sudah sangat keterlaluan. Greta terlalu memaksakan kehendaknya kepada Vian supaya Vian menceritakan apapun kepada dirinya. Greta juga menyadari kalau Vian berhak untuk tidak menjawab semua pertanyaan yang diberikan oleh Greta kepada dirinya. Apalagi status Vian bukanlah pasien dari Greta.


"Sip tidak masalah. Gue jalan duluan" kata Vian menjawab dengan santai kalimat permintaan maaf yang diajukan oleh Greta kepada dirinya.


Vian sebenarnya kesal memang iya. Tetapi di satu sisi dia tahu kalau tujuan Greta adalah demi kebaikan. Tetapi pada saat ini posisinya memang Vian sama sekali tidak mau bercerita dengan siapapun tentang apa yang sedang dialami oleh Vian pada saat ini. Serta apa motif di balik keinginan Vian untuk membeli kebun buah Anggur itu. Vian sama sekali belum siap untuk menceritakan hal itu kepada siapapun. Vian masih ingin menyimpan sendiri cerita itu di dalam hatinya.


Vian kemudian melangkahkan kakinya dengan sangat ringan menuju para kaum laki laki yang sedang duduk sambil menikmati secangkit kopi yang dibuatkan oleh pramugari kereta api tersebut.


"Sayang kok keretanya udah berenti aja?" ujar Vian bertanya kepada Jero saat merasakan kalau kereta api itu sudah tidak bergerak lagi.


"Memang berenti sayang. Ini adalah stasiun tempat kita berhenti untuk menuju kebun anggur itu" ujar Jero menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Vian kepada dirinya tentang kenapa kereta api berhenti di sini.


"Greta mana Vian?" uajr Jeri yang menanyakan kepada Vian keberadaan kekasihnya itu.


"tadi kalian pergi berdua kan ke kamar? kenapa baliknya hanya kamu saja? sedangkan Greta tidak ada?" ujar Jeri menanyakan kepada Vian kemana keberadaan kekasih hatinya itu yang akan selalu menjadi kekasih hatinya sampai maut memisahkan mereka berdua.


"Greta masih menukar pakaiannya Jeri. Sebentar lagi dia juga akan ke luar dari gerbong itu kok" ujar Vian sambil menunjukkan kepada Jeri dimana Greta sekarang.


"Oh baiklah Vian terimakasih atas infonya" jawab Jeri sambil melihat ke arah gerbong dimana Greta berada sekarang.


Semua orang yang berada di gerbong itu hanya bisa menatap dengan dia. akan apa yang dilakukan oleh kedua makhluk itu