My Affair

My Affair
BAB 95



Juan Aleksander mengemudikan mobil sport keluaran terbaru miliknya itu dengan sangat kencang menuju mansion keluarga Edwardo.


Juan Aleksander sengaja menggeber laju mobilnya supaya dia bisa cepat sampai di mansion. Juan sudah tidak sabar lagi untuk bertanya hal itu kepada kedua orang tuanya.


"Kalau Papi dan Mami tetap bersikeras untuk tidak menjawab pertanyaan gue, tentang siapa itu Jero, maka gue akan pergi sendiri ke negara E." ujar Juan Aleksander yang sudah memiliki pemikiran tetap untuk ingin pergi mencari kebenaran dari semuanya.


Mobil milik Juan Aleksander, akhirnya telah sampai di depan pintu utama mansion. Juan Aleksander memarkirkan mobil miliknya di samping mobil kedua orang tuanya yang dipakai ke mansion Juan Aleksander saat itu.


Juan Aleksander kemudian berjalan menuju mansion utama. Dia melangkahkan kakinya dengan lebar lebar menuju mansion. Juan sudah tidak sabaran lagi ingin bertemu dengan kedua orang tuanya dan menanyakan hal itu. Kali ini Juan Aleksander tidak akan menyerah dengan begitu saja kepada kedua orang tuanya. Saat orang tuanya tidak mau membahas tentang siapa itu Jero.


"Tuan muda" sapa salah satu maid yang berpas pasan dengan Juan Aleksander yang baru masuk dari pintu depan.


"Oh ya Maid. Papi dan Mami dimana sekarang?" tanya Juan Aleksander yang tidak melihat Papi dan Mami nya berada di ruang tengah mansion.


"Tuan dan Nyonya besar berada di ruang kerja Tuan Besar, Tuan muda" jawab maid memberitahukan dimana posisi Papi dan Mami saat ini.


"Oh baiklah Maid. Terimakasih. Saya akan ke sana" jawab Juan Aleksander mengucapkan terimakasih kepada maid tersebut.


"oh ya maid. Tolong buatkan saya jus jeruk peras satu. Antarkan saja ke ruang kerja Papi" uajr Juan meminta maid untuk membuatkan dirinya jus jeruk peras.


"siap tuan muda" jawab Maid.


Jero kemudian berjalan menuju ruang kerja milik Papi. Mereka akan berbincang bincang di sana tentang siapa itu Jero.


Tok tok tok. Juan mengetuk pintu ruang kerja Papi. Dia tidak pernah main masuk saja ke dalam ruang kerja Papi kalau sama sekali tidak di minta oleh Papi. Juan akan selalu mengetuk pintu ruangan Papi saat dia akan masuk ke sana.


"Masuk" jawab Papi dari dalam ruang kerja.


Juan membuka pintu ruang kerja Papi. Papi dan Mami terlihat terkejut menatap siapa yang masuk ke dalam ruang kerja Papi.


"Kapan datang Juan?" tanya Mami berusaha berasa basi dengan Juan.


Papi dan Mami sudah terbayang apa yang akan ditanyakan Juan kepada mereka berdua untuk saat ini. Makanya Mami berusaha mengalihkan perhatian dan pikiran Juan dari pertanyaan pertanyaan yang menyangkut dengan Jero.


"Maaf Mami, tidak usah berasa basi lagi Mami" ujar Juan kepada Papi dan Mami nya.


"Papi dan Mami pasti sudah tahu tujuan kedatangan aku ke sini apa." lanjut Juan Aleksander sambil menatap ke arah Papi dan Mami nya dengan tatapan yang sangat susah diartikan.


"Jadi, aku mohon Mami jangan berusaha mengalihkan pikiran aku dari pertanyaan itu. Aku akan tetap menanyakan hal itu Mami" ujar Juan yang sudah tahu tujuan Mami menanyakan kapan Juan datang ke mansion.


Papi dan Mami terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Juan Aleksander kepada mereka berdua. Mereka tidak menyangka Juan Aleksander akan berani mengatakan hal seperti itu kepada mereka berdua.


"Papi dan Mami, tolong jawab pertanyaan yang akan aku berikan ini dengan jawaban yang sebenar benarnya." ujar Juan Aleksander dengan menggebu gebu.


"aku ini bukan anak kecil lagi, aku sudah dewasa dan sudah memiliki seorang istri" Juan Aleksander mengeluarkan semua yang dirasakan oleh dirinya saat ini kepada Papi dan Mami.


Papi dan Mami hanya bisa diam saja. Mereka berdua sama sekali tidak berusaha mencegah dan menghentikan Juan Aleksander yang sedang mengeluarkan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.


Papi dan Mami hanya diam saja. Mereka berdua memang sudah sepakat untuk tidak memberitahukan kepada Juan siapa Jero sebenarnya. Menurut Papi dan Mami, Juan tidak perlu tahu siapa Jero sebenarnya.


"Papi, Mami, kenapa diam saja. Tolong jawab pertanyaan aku. Aku butuh jawaban dari kalian berdua. Aku tidak butuh kalian diam saja mendengar pertanyaan dari aku" ujar Juan Aleksander dengan penuh emosi berkata kepada kedua orang tuanya.


"Juan Aleksander, untuk apa kamu harus tahu siapa Jero sebenarnya?" tanya Papi menatap Juan dengan tatapan penuh amarah.


Papi semula hanya berusaha diam saja. Tetapi saat Juan sudah memakai kata kalian saat memanggil kedua orang tuanya, hal itulah yang membuat Papi menjadi sangat marah sekali.


"Kamu jangan kurang ajar Juan. Jangan pernah memakai kata kalian kepada kami berdua" ujar Papi marah kepada Juan Aleksander.


"Jadi, aku harus bagaimana? Aku pengen tahu siapa Jero sebenarnya" ujar Juan Aleksander masih dengan kekerasan kepalaannya.


"Juan sekali lagi Papi ngomong sama kamu, kamu tidak perlu tahu siapa dia." ujar Papi kepada Juan.


"Papi hanya minta kamu mengerti Juan. Tidak semuanya harus kamu ketahui." lanjut Papi meminta Juan untuk mengerti.


"Tapi Papi" ujar Juan yang masih tetap tidak mau mengalah dan mau mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Papi kepada dirinya.


"Juan.Papi mohon Juan" jawab Papi sambil mengagtupkan kedua tangannya di depan dada.


Hal itu membuat Juan terkejut. Papi sama sekali tidak pernah melakukan hal itu selama ini.


"Baiklah Papi. Juan tidak akan memaksa Papi dan Mami untuk bercerita" ujar Juan yang akhirnya mengalah karena Papi yang selama ini tidak pernah memohon kepada Juan, sekarang malah memohon supaya Juan tidak mengatakan atau bertanya tentang hal itu lagi kepada Papi dan Mami.


Juan Aleksander memutuskan hari ini akan tinggal di mansion keluarganya. Dia malas ke mansion miliknya karena di sana dia hanya sendirian saja. Kalau di sini ada Papi dan Mami untuk teman berbagi cerita.


MANSION NEGARA U


"Sayang, kenapa ada fhoto pria itu di rumah ini, kenapa juga fhoto istrinya berbeda?" ujar Vian bertanya kepada Jero tentang apa yang baru saja disaksikan oleh dirinya melalui fhoto fhoto yang bisa dilihat oleh Vian dengan nyata itu.


"Sabar sayang. Kita akan terus dulu. Nanti kamu akan semakin pusing melihat fhoto fhoto yang berada di ujung ruangan" lanjut Jero yang tidak ingin menjelaskan separo separo kepada Vian.


Jero ingin Vian melihat semua bukti yang ada terlebih dahulu, setelah itu baru Vian boleh bertanya apapun. Jero pasti akan menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh Vian kepada dirinya.


"baiklah kalau itu perintahnya. Aku akan ikuti. Mari kita melanjutkan perjalanan ke dalam mansion" ujar Vian yang setuju dengan ajakan Jero untuk terus masuk ke dalam mansion.


Vian melihat fhoto fhoto itu dengan seksama. Fhoto fhoto yang seperti rangkaian rangkaian cerita yang membuktikan suatu hal yang seharusnya bisa dijadikan sebagai dasar untuk mengambil keputusan oleh seseorang yang waktu itu dianggap sebagai seseorang yang berpengaruh di negara E.


Vian menatap fhoto fhoto itu dan berusaha mengingat setiap rangkaian fhoto fhoto tersebut. Vian ingin saat Jero bercerita dia bisa menjadi mengerti fhoto yang mana dan dimana letaknya. Makanya Vian berusaha mengingat setiap fhoto fhoto tersebut.


Akhirnya setelah lelah berjalan menyusuri bagian bagian lantai satu mansion. Vian sampai di ujung fhoto.


Vian langsung menutup mulutnya saat melihat fhoto yang terakhir itu. Vian tidak menyangka itu ujungnya dari semua rangkaian fhoto yang ada di lantai satu mansion tersebut.