My Affair

My Affair
Jevi vs Jerta



"Sayang kita main tenis meja yuk di sana" kata Vian mengajak Jero untuk bermain tenis meja.


"Emang dimana kamu nengok ada tempat untuk main tenis meja?" tanya Jero kepada Vian.


"Tu di sana. Di dekat para pengawal biasa duduk. Malahan ada lapangan tenis" ujar Vian memberitahukan kepada Jero dimana dirinya melihat ada tempat berolahraga di villa itu.


"Wow baiklah ayo kita berolahraga. Tapi kamu ganti celana yang agak panjangan dikit dulu sana" kata Jero meminta Vian untuk menukar celana pendeknya dengan celana yang agak panjang.


"Kenapa?" tanya Vian kepada Jero


"Sayang, emang kamu mau memperlihatkan tubuh seksi kamu kepada semua orang?" ujar Jero bertanya kepada Vian.


"Nggak lah sayang. Mana aku mau" lanjut Vian yang sekarang jadi tahu apa alasan Jero meminta dirinya untuk menukar pakaiannya terlebih dahulu.


"Kamu tukar pakaian aku cari raket tenis nya dulu sama wasit." ujar Jero


Vian berdiri dari kursi tempat duduknya dengan gerakan yang sangat anggun. Dia akan pergi menuju kamarnya untuk mengganti pakaian sesuai yang diarahkan oleh Jero kepada dirinya.


"Sayang jangan pakai lama ya" ujar Vian memperingatkan Jero supaya tidak lama pergi mencari wasit dan juga peralatan yang akan mereka gunakan untuk bermain tenis.


"Kamu yang jangan pake lama sayang, karena bagaimanapun juga aku mencari alat itu sebentar cuma" ujar Jero gantian memperingati Vian untuk tidak lama dalam menukar pakaiannya.


"Kamu nggak perlu makeup juga, kayak gini aja" lanjut Jero berkata sambil tersenyum kepada Vian.


"Mana ada pernah makeup kamunya aja yang suudzon sama aku sayang" ujar Vian membela dirinya dan mengatakan kalau dirinya tidak pernah makeup kalau hanya untuk pergi keluar sebentar


Vian dan Jero kemudian pergi meninggalkan taman belakang villa. Kali ini mereka akan menuju tujuan masing masing dan janji temu di lapangan tenis untuk melakukan kegiatan  olahraga di waktu menuju siang hari.


"Kalian semua jadi wasit tenis bisa?" ujar Jero bertanya kepada semua pengawal yang ada di tempat mereka biasa duduk duduk.


"Jadi wasit Tuan muda?" tanya salah seorang pengawal.


"Ya. Saya dan Vian rencananya akan main tenis bersama. Kalian semua saya minta untuk jadi wasit sekaligus hakim garis dan tukang hitung skor" ujar Jero menjelaskan kepada semua pengawal apa yang akan mereka lakukan.


"Oh. Oke tuan muda kami mau jadi wasit, dan yang lainnya itu" ujar Josua mewakili pengawal yang lain.


Mereka semua kemudian menuju lapangan tenis. Dua orang pengawal di minta oleh Jero untuk mencari perlengkapan permainan tenis.


Vian yang sudah selesai bersiap siap datang dengan Greta yang juga sudah siap untuk bermain tenis bersama dengan Vian.


"Jadi mau ganda campuran atau ganda putra lawan ganda putri?" ujar Jero saat melihat Vian yang datang bersama dengan Greta.


"Ganda campuran lah sayang. Kalau ganda putra lawan ganda putri bisa dipastikan aku akan kalah sayang" ujar Vian yang sangat tahu akal akalan dari Jero.


"Oke sip." ujar Jero yang setuju dengan permintaan yang diajukan oleh Vian kepada dirinya.


Jero akan berpasangan dengan Vian. Sedangkan Jeri akan berpasangan dengan Greta. Bram bertindak sebagai wasit. Sedangkan para pengawal yang lain sebagai hakim garis sekaligus anak bola yang akan berlari mengejar bola yang keluar. Felix akan bertindak sebagai tukang menghitung skor.


"Berhubung gue dan Ryan belum ada kerjaan, kami berdua jadi komentator aja ya" ujar Tama memberikan usulan kepada Jero.


"Oke. Kalian berdua jadi komentator pertandingan. Awas saja kalau tidak menarik, maka ini bola akan melayang ke wajah kalian berdua" ujar Jero mengancam Tama dan Ryan.


"Haha haha haha. Kami akan jamin hasilnya pasti keren dan bisa dipercaya" ujar Tama.


Sebenarnya Tama dan Ryan baru ini menjadi komentator sebuah pertandingan tenis lapangan. Selama ini jangankan jadi komentator permainan tenis lapangan, menonton permainan tenis lapangan saja Tama dan Ryan sama sekali tidak pernah.


"Oke kedua pasang pemain silahkan memasuki lapangan" ujar Tama dengan percaya dirinya berbicara di tengah tengah lapangan tenis.


Semua pengawal yang tidak mendapatkan jatah untuk menjadi hakim garis maupun pengumpul bola, mereka semua duduk di tepi lapangan tenis. Mereka akan memberikan dukungan kepada kedua pasang atlit tenis yang akan bertanding itu. Malahan mereka dengan suka hati dan suka rela membagi menjadi dua kelompok.  Satu kelompok mendukung pasangan Jero dan Vian, sedangkan satu kelompok lagi mendukung pasangan Jeri dan Greta.


Kedua pasangan kemudian masuk ke dalam lapangan tenis. Mereka berempat sudah siap dengan gaya yang sangat meyakinkan bisa bermain tenis. Untuk Jero dan Jeri tidak perlu diragukan lagi. Mereka berdua memang sudah bisa bermain tenis. Sedangkan untuk Vian dan Greta itu sama sekali belum mendapatkan gambaran.


Kedua pasangan melakukan pemanasan sebelum memulai pertandingan yang sebenarnya. Jero melihat Vian sedikit bisa bermain itu terlihat dari cara Vian melakukan service. Hal yang sama juga terjadi kepada Greta. Greta juga terlihat bisa melakukan service.


"Sepertinya kedua nona muda itu sama sama bisa melakukan permainan tenis. Ini pertandingan yang sangat menarik. Aku yakin pertandinga  tenis kali ini tidak akan membuat kita harus pura pura suka" ujar salah seorang pengawal mulai memberikan komentarnya terhadap cara bermain Vian dan Greta.


"Semoga saja itu benar. Gue nggak sanggup kalau harus terlihat pura pura suka padahal tidak suka" kata Pengawal yang lainnya.


"Baiklah para penonton pertandingan bimbedon, kita lihat bersama sama kedua pasangan sudah memasuki lapangan pertandingan." ujar Tama mulai memberikan pengantar untuk memulai pertandingan dengan memperkenalkan kedua pasangan tersebut.


"Sedangkan di sebelah kiri saya, pasangan yang akan menghalalkan pasangannya dalam waktu dekat, siapa lagi kalau bukan Jeri dan Greta atau bisa kita singkat dengan Jerta" lanjut Tama memperkenalkan Jeri dan Greta yang akan melawan pasangan Jero dan Vian.


Service pertama akan dilakukan oleh Vian. Vian sudah berada di posisinya saat ini. Penerima service adalah Greta. Sedangkan Jero dan Jeri sudah bersiap di posisi mereka masing masing.


"Bola sudah dipukul oleh Vian. Greta yang di seberang sudah siap menerima bola yang telah menyebrang net tersebut." ujar Tama yang sedang bertugas menjadi komentator.


"Ya bola di pukul balik oleh Greta. Diterima oleh Jero. Jero memberikan smas yang cukup keras ke arah pasangan Jerta. Jeri yang berada di garis belakang menerima smash Jero dan mengarahkan bola tersebut kepada Vian." ujar Tama yang sedikit sudah sesak nafas saat menjadi komentator tersebut.


"Nona Vian menerima bola yang diberikan oleh Tuan Muda Jeri. Nona Vian berhasil memberikan bola kaget kepada Nona Greta." sambung Josua yang melihat Tama sudah tidak bisa lagi melanjutkan menjadi komentator karena sesak nafas.


"Yah pengawal pengawal sekalian, Nona Greta gagal menyebrang kan bola. Keunggulan untuk pasangan Jevi." ujar Josua.


Jero mengangkat tangannya meminta waktu untuk beristirahat. Bram hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan dari Jero untuk beristirahat.


"Ternyata kedua Nona muda itu sangat lihai bermain tenis. Kita semua tidak menyangka" ujar Tama yang sudah bisa melanjutkan menjadi komentator.


"Benar tuan muda Tama. Kedua Nona ini tidak bisa dianggap remeh. Mereka sangat lihai bermain malahan yang terlihat kaku adalah para tuan muda kita itu. Mereka terlihat seperti tidak biasa bermain tenis" ujar Josua yang ikut ikutan mendukung Vian dan Greta.


"Harusnya tadi pasangan tuan muda melawan pasangan nona muda, sehingga pertandingan ini pasti akan sangat menarik" ujar Josua melanjutkan komentar yang diberikan oleh dirinya.


"Bisa untuk pertandingan selanjutnya" Jawab Tama


Para pemain yang sudah selesai beristirahat masuk ke dalam lapangan pertandingan kembali. Mereka sudah siap untuk melanjutkan pertandingan yang sempat tertunda karena Jero meminta waktu untuk beristirahat.


"Kedua pasangan sudah kembali ke lapangan pertandingan dengan kedudukan kemenangan pada pasangan Jevi." ujar Josua memberitahukan siapa yang menang kepada semua orang yang ada di sana.


"Ayo Jerta bangkit kalahkan Jevi" ujar salah seorang pengawal memberika semangat kepada Jeri dan Greta.


Pengawal itu adalah asisten dari Jeri makanya dia dengan berani dan tidak berpikir panjang bersorak memberikan semangat kepada pasangan Jeri dan Greta.


Asisten Jero tidak mau kalah, mereka mengambil beberapa alat untuk memberikan dukungan kepada pasangan Jeri dan Vian.


Mereka memukul alat alat itu sambil beteriak. "Ayo Jevi, pasangan Jevi pasti menang. Ayo Jevi, pasangan Jevi pasti menang"


Teriakan dia kubu pengawal yang saling sahut sahutan semakin membuat pertandingan tenis itu seperti benar benar sebuah pertandingan yang memang sudah ditunggu tunggu untuk ditonton.


"Yah para pengawal sekalian, set pertama sudah selesai dengan kemenangan kubu Jevi. Apakah pasangan Jerta bisa membalas di set kedua? Mari sama sama kita tunggu pertandingan set kedua yang akan berlangsung setelah istirahat selama lima belas menit" ujar Tama memberitahukan kepada semua penonton dan juga pemain kalau mereka akan istirahat selama lima belas menit baru setelah itu pertandingan akan kembali dilanjutkan.


Para pengawal ada yang meninggalkan tempat duduk mereka. Mereka akan mengambilkan minuman untuk rekan rekannya yang lain. Sedangkan ke empat pemain terlihat sedang duduk di kursi kursi yang ada di pinggir lapangan. Mereka berempat terlihat sedang berdiskusi. Layaknya pemain profesional dalam melakoni suatu pertandingan.


"Sok pula gaya mereka Bram pake acara ngobrol pula" ujar Tama kepada Bram.


"Haha haha haha biarin ajalah Bang Tama. Berarti mereka beneran menganggap serius pertandingan ini" ujar Bram memberikan tanggapan kepada Tama.


Mereka semua kemudian beristirahat sebentar selama lima belas menit. Pertandingan hanya akan dilakukan sebanyak dua set saja. Kalau masih berakhir seri makan akan dilanjutkan dengan pertandingan ketiga.


"Baiklah para pemain, waktu istirahat sudah habis. Para pemain dipersilahkan untuk memasuki lapangan pertandingan kembali" ujar Tama mempersilahkan semua pemain untuk memasuki lapangan pertandingan kembali.


Pasangan Jevi dan Jerta kembali memasuki lapangan pertandingan. Mereka akan melanjutkan pertandingan di set kedua set penentuan bagi pasangan Jerva.


Pertandingan dimulai dengan Jero melakukan service yang akan diterima oleh Jeri. Pertandingan itu telah dilakukan kembali. Kejar kejaran angka terjadi antara pasangan Jevi dan Jerta untuk memenangkan set kedua.


Para pengawal semakin bersemangat menyoraki setiap pasangan yang mereka dukung. Mereka saling sahut sahutan mendukung pasangan tersebut. Suasana sangat riuh.


Akhirnya setelah memakan waktu yang sangat lama pertandingan itu selesai juga.


"Baiklah para pengawal dan hadirin tamu undangan yang terhormat, pertandingan kali ini telah selesai. Pertandingan yang dimenangkan oleh tim Jervi tim yang sangat solid walaupun baru berhubungan" ujar Tama memberikan pengumuman kepada semua orang yang hadir siapa yang memenangi pertandingan tenis siang ini.


Pengawal yang mendukung kelompok Jervi bersorak kegirangan.


"Traktir Tuan muda" ujar Ryan bersuara paling besar.


"Bram booking satu cafe terbesar di negara ini. Kita akan makan malam di sana" ujar Jero yang langsung memutuskan untuk mereka merayakan kemenangan Jero dan Vian di sebuah cafe.


"Siap Bang" jawab Bram yang pasti akan langsung mengeksekusi permintaan dari Jero itu. Bram sangat suka melakukan booking membooking tempat untuk suatu perayaan