My Affair

My Affair
Pencarian Papi



Pramugari yang melihat semua penumpang mereka tertidur dengan nyenyak membatalkan niat mereka untuk memberikan hidangan berupa cemilan dan air minum untuk semua penumpang. Para pramugari kembali ke tempat mereka dan menikmati istirahat mereka di tempat mereka masing masing.


"enak juga punya penumpang seperti ini. mereka dengan tenangnya beristirahat, membuat kita juga bisa beristirahat" kata salah seorang pramugari kepada rekan kerjanya.


"ya, semoga nanto saat mereka bangun, mereka tidak rewel seperti penumpang yang biasa mencarter pesawat kita" kata teman pramugari.


KEMBALI KE MANSION UTAMA


"Juan kenapa kamu membiarkan Papi kamu ke mansion sendirian?" kata Mami yang teringat kalau Papi pergi ke mansion seorang diri.


"Bisa bisa semua pelayan yang ada di sana akan membuka mulut mereka bagaimana jalan cerita Vian bisa pergi dari mansion. Kamu mau Papi kamu murka kepada kita berdua?" teriak mami yang dari tadi tidak menyadari kalau papi akan pergi ke mansion.


"Kenapa Mami nggak ngomong dari tadi Mami. Kalau dari tadi kan Juan bisa menghadang Papi pergi" jawab Juan Alexsander yang langsung kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Mami kepada dirinya.


"Juan kenapa harus Mami terus yang berpikir semuanya. Seharusnya kamu yang berpikir Juan" kata Mami menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Juan kepada Mami.


"Dari A sampai Z Mami semua yang berpikir. Kamunya kapan Juan"


"Kamu hanya bisa membuat masalah terus saja. Seharusnya kali ini kamu yang memikirkan bagaimana jalan keluarnya. Mami capek kalau harus begini terus Juan. Benar benar capek Mami" lanjut Mami mengomel panjang kali lebar kepada Juan.


Juan mendengar semua perkataan dari Mami. Juan menyabarkan hati dan telinganya saat mendengar apa yang dikatakan oleh Mami kepada dirinya.


"Ini ndak kamu hanya bisa membuat masalah saja. Saat masalah itu berubah menjadi rumit, kamu sama sekali tidak bisa menyelesaikannya. kamu selalu meminta kami untuk menyelesaikan masalah yang kamu buat. mami bener-bener heran yang tidak mengerti dengan pola pikir kamu Juan. sama sekali tidak mengerti" lanjut Mami masih dengan omelan-omelannya kepada Juan karena Juan sama sekali tidak bisa berpikir tentang bagaimana cara membuat suatu masalah menjadi selesai tanpa menciptakan masalah baru


Juan masih berusaha mendengar semua perkataan yang dikatakan oleh Mami dengan gampangnya. mami masih saja mengomel tidak tentu arah. jangan semulanya masih sabar kemudian menatap Mami dengan tatapan marah yang luar biasa


" Mami jangan ngomel terus, ini sudah resiko kita yang harus kita hadapi. Apa gunanya kalau kita membuat masalah tidak berani untuk menghadapi masalah itu" kata Juan menjawab semua omelan-omelan yang diberikan oleh Mami kepada dirinya


" mami kira aku dari tadi tidak berpikir? aku aku berpikir Mami sangat sangat berpikir"


" tapi apa daya aku Mami aku hanya seorang anak, sehingga aku tidak mungkin menentang Papi. seharusnya Mami yang bisa menentang Papi karena mami adalah istri dari Papi. tapi kenyataannya tidak sama sekali" lanjut Juan yang ikut-ikutan menumpahkan segala sesuatu yang ada di dalam pikirannya saat ini


" Aku benar-benar lelah kalau seperti ini Mami"


" aku harus menghentikan Papi, tambah lagi mencemaskan pelayan Apakah membuka mulutnya atau tidak. sekarang Mami tambah dengan omelan omelan Mami yang tidak penting itu" kata Juan yang semakin menjadi mengamuk kepada Mami.


Juan benar benar tidak menyangka Mami akan melampiaskan semua kesalahannya kepada Juan.


Mami yang mendengar apa yang dikatakan oleh Juan langsung terdiam dan tidak bisa berkutik lagi. Mami sama sekali tidak menyangka kalau Juan akan melakukan hal itu. Juan akan mengatakan sesuatu yang membuat Mami menjadi kesal. Juan seperti menyalahkan Mami karena Papi pergi ke mansion Juan.


"Baiklah Juan Mami akan diam sesuai dengan yang kamu inginkan. " kata Mami yang tidak mau melanjutkan ribut ribut antara dirinya dengan Juan.


Apalagi sekarang Juan dalam keadaan membawa mobil. Mami tidak mau sesuatu terjadi kepada mereka berdua. Urusan akan semakin runyam kalau terjadi sesuatu kepada Juan dan Mami.


"Maafkan Juan, Mami" ujar Juan yang akhirnya meminta maaf kepada Mami.


Juan tau dia telah melukai hati ibunya itu dengan perkataan perkataan yang ditujukan oleh Juan kepada Mami. Makanya Juan dengan sungguh sungguh meminta maaf kepada Mami.


"Iya sayang. Mami juga minta maaf"


Seorang Ibu bagaimanapun komentar komentar yang diberikan sang anak kepada dirinya. Dia akan tetap memberikan maaf kepada anaknya tersebut. Hal itu juga terjadi dengan Mami. Sekasar apapun perkataan yang dikeluarkan oleh Juan sebentar ini, tetapi Mami tetap memaafkan Juan. Bagi Mami Juan adalah segala galanya. Juan merupakan prioritas yang akan selalu diutamakan oleh Mami.


mobil kembali melaju dengan kecepatan tinggi. Juan sudah kembali bisa menguasai dirinya. Dia tadi memang sempat emosi dengan Mami. Tetapi setelah mencerna apa yang dikatakan oleh Mami, Juan tersadar kalau dirinya memang bersalah. Seharusnya dia sebagai seorang laki laki bisa mengambil keputusan degan cepat. Tapi kenyataannya tidak.


Seusia Juan seharusnya Juan sudah bisa menentukan mana yang terbaik untuk dirinya da mana yang tidak. Tetapi sampai sekarang masih Mami yang melakukannya. sedangkan Juan masih duduk tenang sampai Mami datang dan memberikan nasehatnya kepada Juan tentang hal apapun itu.


"Mami, apa menurut Mami kita terlambat?" tanya Juan saat mereka sudah sampai di depan pintu gerbang mansion


"Ntahlah nak. kita lihat saja ke dalam" jawab Mami dengan nada yang sudah tidak bersemangat lagi.


Dalam hatinya Mami mengatakan kalau mereka sudah terlambat. Papi sudah bertanya kepada semuanya yang ada di mansion tersebut tentang kejadian pengusiran yang dilakukan oleh Juan Alexsander kepada istrinya yaitu Vian. pengusiran yang pada ujungnya membuat semua orang di luar sana tahu kalau menantu keluarga Alexander telah angkat kaki dari mention dengan seorang pria


Juan beberapa kali memencet klakson mobilnya. Tetapi sama sekali tidak ada sambutan dari dalam.


"kemana mereka ya mi? kenapa tidak ada tanggapan dari dalam?" ujar Juan bertanya kepada Mami dan sekaligus meminta saran kepada Mami apa yang harus dilakukan oleh dirinya supaya mereka bisa masuk ke dalam mansion.


"tombol di mobil kamu saja pencet. Ngapain nunggu satpam lamalah" ujar mami memberikan ide kepada Juan untuk memencet saja tombol yang ada di mobilnya untuk membuka pintu gerbang besar tersebut.


Juan kemudian memencet tombol yang sangat jarang digunakan oleh dirinya itu. Perlahan pintu gerbang terbuka. Juan kemudian memasukkan mobilnya ke dalam pekarangan mansion


"pantesan nggak dibukain. satpamnya nggak ada" kata Mami yang melihat pos satpam sunyi senyap tak berorang, tetapi televisinya menyala dan sedang menampilkan konser lagu dangdut