My Affair

My Affair
Informasi rahasia



"Ada apa Tuan muda memanggil kita berdua ya Jo?" ujar Ryan yang penasaran dengan tujuan Jero memanggil mereka berdua.


"Gue nggak tau Yan" jawab Jero yang juga sama dengan Ryan sama sekali tidak mendapatkan gambaran kenapa mereka bisa dipanggil menuju tempat dimana Jero berada sekarang.


"Masalah kemaren?" ujar Ryan berusaha menebak secara acak tentang permasalahan apa yang akan dibahas oleh Jero dengan mereka berdua


"Jangan sampai" jawab Josua yang tidak ingin Jero menanyakan tentang kejadian tadi malam kepada mereka berdua


"Gue nggak tau apa yang mau gue jawab kalau pertanyaannya seputar permasalahan yang semalam" lanjut Jero sambil melihat ke arah Ryan


"Sama " jawab Ryan yang menyetujui apa yang dikatakan oleh Jero kepada dirinya.


Tak terasa mereka berdua sudah berada di taman belakang, saking asiknya mengobrol. Josua dan Ryan kemudian berdiri di depan Jero. Mereka berdua sudah siap untuk ditanya tanya oleh Jero tentang hal apapun. Asalkan jangan tanya tentang apa yang telah mereka lakukan kemaren kepada Jero, Vian, Jeri dan Greta. Mereka berdua tidak akan sanggup menjelaskan kepada Jero tentang apa yang terjadi kemaren. Karena mereka memang tidak tahu apa yang terjadi kemaren, mereka hanya mengikuti skenario yang telah disusun rapi oleh Bram, jadi mau tidak mau, mereka harus setuju dengan apa yang diperintahkan oleh Bram dan Felix.


"Selamat pagi Tuan muda. Tadi seorang pengawal menyampaikan kepada kami untuk menemui Tuan muda ke taman belakang villa" ujar Josua menyapa Jero dengan sangat sopan sekaligus mengatakan maksud kedatangan mereka ke taman belakang villa menemui Jero


Jero sedang duduk membaca koran. Ntah dari mana Tuan muda itu mendapatkan koran. Di atas meja terhidang teh inggris serta dua roti croisant favorit Jero.


Jero kemudian melipat koran yang sedang dibacanya dan menaruh koran itu ke atas meja. Jero sedikit menyunggingkan senyumnya kepada Josua dan Ryan.


"Pagi Josua, Ryan. Yup benar saya memanggil kalian berdua. Silahkan duduk. Maaf teh saya cuma ada satu cangkir" ujar Jero meminta mereka berdua untuk duduk di kursi yang ada di dekat Jero duduk.


Josua dan Ryan kemudian duduk di kursi yang ada di depan Jero.


"Tidak apa apa Tuan muda, kami sudah selesai sarapan" jawab Josua.


Ryan dan Josua semakin tegang melihat Jero yang sangat baik, sampai sampai meminta maaf kepada Josua dan Ryan kalau Jero hanya punya satu cangkir teh saja.


"Kenapa kalian berdua terlihat tegang?" ujar Jero saat melihat raut wajah Josua dan Ryan yang tegang.


"Saya tidak akan membunuh kalian dengan cara di ya digitukanlah, kalian pasti paham dengan apa yang saya maksudkan" kata Jero yang semakin membuat wajah Josua dan Ryan tidak bisa diajak kompromi.


Josua dan Ryan berusaha untuk membuat wajahnya terlihat normal kembali. Tetapi sayangnya itu tidak mudah dilakukan oleh Josua dan Ryan. Wajah mereka berdua masih saja tegang.


"Maafkan kami Tuan Muda" kata Josua sambil menundukkan wajahnya dalam dalam.


"Kenapa kalian berdua tiba tiba meminta maaf?" ujar Jero bertanya kepada Josua dan Ryan.


Jero terlihat berpikir saat kedua ajudan dan juga sopirnya itu meminta maaf kepada dirinya. Jero akhirnya menemukan jawaban dari perkataan minta maaf Josua dan Ryan kepada dirinya.


"Kalian berdua minta maaf karena kejadian semalam?" tanya Jero yah sudah tahu dan bisa menebak apa latar belakang Josua dan Ryan meminta maaf kepada dirinya.


"Kami memang sudah berkata kasar kepada Tuan muda. Kami berhak menerima hukuman atas apa yang telah kami lakukan kemaren kepada Tuan muda" ujar Josua menambahkan alasan kenapa mereka berdua meminta maaf kepada Jero.


Jero terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Josua kepada dirinya. Josua dan Ryan yang sama sekali tidak mendengar dan melihat reaksi dari Jero semakin membuat jantung mereka berlarian. Mereka berdua menyadari kesalahan yang telah mereka perbuat. Sekarang mereka berdua tinggal menunggu sanksi yang akan diberikan oleh Jero kepada mereka. Mereka harus menerima hal itu dengan lapang dada, karena mereka berdua memang bersalah.


"Kalau masalah kemaren saya sudah memaafkan kalian semua. Itu bukan kesalahan kalian tetapi keusilan dari Bram. Dia yang telah memaksa kalian untuk melakukan hal itu" ujar Jero yang tidak ingin kedua pengawal terbaiknya itu merasa bersalah kepada dirinya.


"Apa kalian berdua paham dan mengerti?" tanya Jero kepada kedua pengawalnya tersebut.


"Paham tuan muda. Kami paham dengan apa yang tuan muda maksud" kata Josua mewakili Ryan.


Josua dan Ryan akhirnya bisa bernapas dengan lega saat ini. Tuan muda mereka ternyata sama sekali tidak marah dengan mereka, atas apa yang telah mereka perbuat kepada dirinya.


"Jadi sekarang maksud saya meminta kalian berdua menemui saya adalah" ujar Jero sengaja menggantung ucapannya.


Josua dan Ryan mulai bisa berpikir dengan jernih sudah bisa menebak kemana maksud dari pertanyaan yang diajukan oleh Jero kepada mereka berdua.


'Tuan Jero sengaja menggantung kalimatnya' ujar Ryan dalam hatinya


'Tuan Jero bisa aja' kali ini Josua yang berkata di dalam hatinya.


"Saya mau bertanya tentang hal atau informasi yang mau kalian sampaikan kepada saya saat berada di taman kota" ujar Jero menjelaskan maksud dan tujuannya meminta Jusoa dan Ryan menemui dirinya di taman belakang villa.


"Oh tentang itu tuan muda" ujar Josua yang langsung merasa nyaman kembali karena Jero ternyata akan menanyakan tentang informasi yang akan disampaikan oleh Ryan saat mereka berada di taman kota.


Saat itu Ryan yang sudah bersemangat mau menyampaikan kabar yang menurut Ryan adalah kabar yang membahagiaan oleh Jero, hanya mendapatkan dua kata dari Jero yaitu nanti saja. Kata yang sukses membuat Josua tertawa ngakak saat Ryan mengatakan dan menceritakan kepada Josua, apa tanggapan yang diberikan oleh Jero, saat Ryan mengatakan kalau ada berita penting yang ingin disampaikan.


"Ya itu. Ada apa?" ujar Jero bertanya kepada Josua.


"Biar saya saja yang menjelaskan tuan muda, karena informasi itu saya yang memperoleh nya" ujar Ryan yang langsung saja mengambil alih untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Jero kepada mereka berdua.


"Oke"


Jero setuju untuk memperbolehkan Ryan yang menjelaskan dan menceritakan kepada dirinya tentang informasi apa yang mereka berdua dapatkan dan akan diberitahukan kepada Jero kemaren.


"Langsung saja ceritakan" kata Jero meminta Ryan untuk menceritakan kepada dirinya tentang permasalahan atau informasi yang ingin disampaikan oleh Ryan pada saat itu.


Ryan kemudian memikirkan kembali apa yang akan disampaikan oleh dirinya kepada Jero. Ryan harus mengingat semua informasi itu kembali. Dia tidak boleh kurang dalam memberikan informasi tentang hal itu