
"kenapa Papi menyalahkan Juan?" tanya Mami yang tidak terima anak laki lakinya disalahkan dalam masalah yang terjadi kali ini di mansion mereka.
"jadi menurut Mami yang salah adalah Vian, begitu?" tanya Papi sambil menatap tajam ke arah mami.
"Tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi" jawab Mami kembali menantang Papi.
"kalau kepada Mami , Papi tanya. Mami mengatakan kalau Vian yang terlalu kegatelan sehingga kabur dari rumah dengan pria asing" kata Mami yang langsung membela anaknya itu di depan Papi.
Papi yang mendengar apa yang dikatakan oleh Mami, langsung saja menatap lurus ke wajah Mami. Papi tidak menyangka kalau Mami masih membela Juan mati matian dan menyalahkan Vian dengan memfitnah seperti itu.
"Mami, kan sudah papi katakan kalau, Vian itu adalah wanita baik baik. Tapi Mami masih beranggapan kalau Vian itu adalah wanita yang tidak baik baik. Mami ini bagaimana. Apa Papi harus membongkar apa kelakuan selama ini di luaran sana?" ujar Papi berteriak dengan sangat keras.
Teriakan Papi yang menggema itu membuat para maid dan tukang kebun serta supir yang berada di rumah bagian belakang langsung kaget saat mendengar teriakan menggelegar dari Tuan besar Alexsander. Mereka semua baru kali ini mendengar teriakn Tuan besar Alexsander yang seperti itu.
"Sepertinya Tuan besar sedang murka sekali. Sampai sampai harus berteriak sekeras itu" ujar salah seorang maid yang mendengar teriakan dari Tuan besar mereka.
" Benar. Saya semenjak bekerja di sini, baru kali ini Tuan besar yang berkata sambil berteriak. biasanya tidak pernah seperti ini." tanggapan dari maid yang lain.
"Apa masalah yang sedang dihadapi keluarga ini benar benar permasalahan yang sangat rumit. Sehingga membuat tuan besar harus berteriak sekeras itu" ujar Maid yang lainnya sambil melihat ke arah para maid yang langsung berkumpul di kursi kursi yang ada di teras belakang mansion yang langsung berhadapan dengan taman belakang mansion.
Para maid kemudian kembali sibuk bercerita tentang keluarga Tuan besar mereka. Mereka sama sekali tidak sadar kalau kegiatan mereka yang sedang menggosipkan keluarga tuan besar mereka itu di dengar oleh kepala pelayan yang sudah berdiri di belakang mereka semua.
plok plok plok. Para maid yang mendengar seseorang melakukan tepuk tangan dari belakang, semua maid melihat ke belakang. Kepala pelayan bertepuk tangan sambil bersandar di sebuah pilar besar. Kepala pelayan menatap ke arah semua maid. Maid yang tadi sibuk menceritakan tentang keluarga Alexsander, langsung mendadak menjadi terdiam saat melihat bagaimana ekspresi dari seorang kepala pelayan menatap ke arah mereka semua.
"Mengapa kalian diam? teruskan saja ceritanya" ujar kepala pelayan membuka suaranya menyapa para maid yang mendadak menjadi terdiam saat melihat kepala pelayan tersebut.
Semua maid yang ada di teras belakang langsung saja menundukkan kepala mereka dalam dalam. Mereka sama sekali tidak menyangka akan di ketahui oleh kepala pelayan saat sedang menceritakan tentang keluarga majikan mereka yang sedang memiliki masalah besar tersebut.
"Kalian mau bubar dan kembali ke kamar masing masing atau mau saya pecat sekarang juga?" ujar kepala pelayan saat melihat bagaimana para maid takut dan terkejut saat ketahuan oleh dirinya sedang menggosipkan keluarga Alexsander.
"Kami akan pergi kepala pelayan" jawab salah seorang maid mewakili para maid yang ada di sana untuk memberikan jawaban atas pilihan yang diberikan oleh kepala maid kepada mereka semua.
"bagus. sekarang pergi dari sini, dan jangan kalian ulangi perbuatan yang sama lagi. sempat ketahuan maka kalian akan langsung saya pecat saat itu juga" ujar kepala pelayan memberikan peringatan terakhirnya kepada semua maid yang ada di tempat tersebut.
"Kalian ingat. Ini adalah peringatan terakhir"
"kami tidak akan melakukan kembali kesalahan yang sama kepala pelayan. Maafkan kami karena telah berbuat salah"ujar perwakilan dari para maid memberikan janji mereka kepada kepala pelayan yang sudah terlihat sangat emosi itu.
"Semoga kali ini kalian memegang janji kalian. jangan kalian buat saya menepati janji yang saya buat." kata kepala pelayan.
Semua maid kemudian pergi dari tempat mereka duduk tersebut. Kepala pelayan yang melihat semua maid sudah kembali ke tempat mereka masing masing, juga memilih untuk masuk ke dalam mansion. kepala pelayan ingin memastikan apakah suasana di dalam mansion masih sepanas tadi atau sudah dingin secara perlahan lahan.
KEMBALI KE DALAM MANSION
"Mami, sekarang Papi tanya sama Mami" ujar Papi menatap kepada Mami.
Sekarang bola panas itu tidak lagi bergulir ke arah Bayu, melainkan ke arah Mami yang tadi dengan semangatnya membela Bayu di hadapan Papi.
"Silahkan, mau tanya apa, Mami akan menjawabnya" kata Mami yang sudah terlanjur basah melawan Papi hari ini.
'Seharusnya tadi aku nggak ngomong aneh aneh. Jadinya sekarang bola berbalik kepada aku' kata Mami dalam hatinya saat melihat bagaimana wajah serius Papi yang sekarang sedang menatap ke arah Mami.
"Menurut Mami, selama ini, maksud Papi selama Juan menikah dengan Vian, apa pernah Vian membuat suatu kesalahan?" tanya Papi sambil menatap istrinya itu.
"jawab jujur Mami. Bukan jawaban sebagai seorang ibu yang akan selalu membela anaknya" kata Papi mencegah Mami supaya tidak berbohong lagi dan pura pura menutup mata akan kesalahan dari seorang Juan Alexsander yang memang sudah salah tetapi berusaha dibenarkan oleh Mami, karena kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Mami terdiam cukup lama. Papi sudah bisa membayangkan apa yang akan dikatakan oleh Mami untuk menjawab pertanyaan yang diajukan Papi sebentar ini. Papi sudah mengantisipasi kebohongan yang akan dijadikan jawaban oleh Mami kepada Papi.
"Sekali lagi Mami. Mami harus jawab jujur tidak berbohong" kata Papi sekali lagi menekankan kepada Mami kalau mami sama sekali tidak boleh berbohong dalam memberikan jawaban yang dikehendaki oleh Papi.
Mami kemudian melihat dan menatap tajam kepada kedua bola mata Papi. Mami tidak menyangka kalau Papi akan mengatakan hal seperti itu kepada dirinya. Tuan besar Alexander saat ini benar-benar berada di pihak Vian.
'sebenarnya aku tahu kalau wanita itu sama sekali tidak bersalah. Tetapi di satu sisi pria ini adalah anak kandung aku.'
'Aku tidak rela kalau dia harus dimarahi oleh Papi karena Papi adalah orang tua kandungnya sedangkan Vian hanya menantu di rumah ini. tapi Seharusnya lebih membela Juan daripada Fian. tetapi ini malahan sebaliknya Tapi lebih percaya kepada Vian daripada kepada Juan'
' ini tidak bisa dibiarkan' kata mami dalam pikirannya sendiri. Mami benar-benar sudah diperbudak oleh rasa sayang sebagai seorang ibu terhadap anak tetapi tidak melihat kebenaran apa yang telah terjadi. serta kebohongan apa dan kelakuan seperti apa yang telah diperbuat oleh Juan terhadap mereka semua