
Sedangkan di negara I seorang pria dewasa terlihat berjalan mondar mandir di ruang tamu mansion mewah keluarganya. Dia terlihat kesal sesaat sesudah menerima laporan dari orang suruhannya. Pria dewasa yang bernama Juan Aleksander itu, memandang ke foto keluarga yang terpajang di dinding mansion mewah nan besar milik keluarga Aleksander. Juan Alexander sangat terlihat sedang menahan emosinya dan juga sudah menahan rasa amarah yang akan bisa meledak saat itu juga kalau dia tidak berpikir secara matang dan sehat.
"Kamu kenapa berani beraninya pergi ke luar negeri. Dengan siapa kamu pergi? Kenapa aku tidak bisa melacak dengan siapa kamu pergi dan ke negera mana."
Juan Alexsander terlihat sangat kesal pada saat ini. Dia benar benar marah kepada Vian yang pergi ke luar dari negata I dengan tidak meninggalkan jejak sama sekali.
"Siapa sebenarnya bekingan kamu?"
Lanjut Juan Alexsander berkata sambil berjalan mondar mandir di ruang tamu tersebut. Para maid yang melihat apa yang dikerjakan oleh Juan menjadi sedikit heran melihat apa yang dilakukan oleh tuan muda mereka itu.
"Bik, apa yang terjadi terhadap Tuan muda? Kenapa tuan muda terlihat sedang kesal sekali dan seperti ingin memakan kita saja" tanya seorang maid kepada kepala pelayan di mansion besar itu yang sangat senang dipanggil dengan kata bik bukan yang lainnya.
"Bibik juga tidak tahu Tuan muda kenapa, bibik juga heran. tuan muda dari tadi hilir mudik seperti orang yang sedang kebingunan." kata bibik sambil terus memandang ke arah tuan muda yang menatap fhoto keluarga mereka.
"Bibik itu namanya bukan seperti orang kebingunan tetapi orang marah dan kesal" kata maid membantah kalau tuan muda mereka itu bukan terlihat seperti orang kebingungan tetapi orang yang sedang marah sekali.
"Sepertinya. Tetapi kita tidak tahu dia marah kenapa. Sepertinya ini adalah masalah besar" kata kepala maid sambil melihat fokus ke arah Juan Alexsander yang sekarang sudah duduk kembali di kursinya sambil menggoyang goyangkan kaki.
"Tapi ini denger dengernya loh bik" kata maid yang tadi mulai membawa kepala Maid untuk bergosip sesuai apa yang di dengarnya.
"Emang apa yang kamu dengar dan kapan kamu denger?" tanya kepala maid yang sudah sangat penasaran dengan apa berita yang akan diberitahukan oleh maid kepada dirinya.
"Pertama ku jawab, kapan aku tahu"
Maid mulai menjawab pertanyaan yang diajukan oleh kepala maid kepada dirinya.
"Aku tahu waktu itu pas aku sedang menyapu tepat di depan kamar Tuan dan Nyonya besar. Saat itu kondisi pintu tidak tertutup rapat. Sehingga apapun yang dibicarakan oleh orang di dalam kamar itu akan langsung bisa di denger orang yang berada di luar" kata maid menjelaskan dari mana dia mendapatkan info yang sebentar lagi akan dibaginya dengan maid tersebut.
Kepala maid sedikit ragu dengan apa yang dikatakan oleh maid itu kepada dirinya. Nyonya dan Tuan besar terkenal sebagai orang orang yang sangat hati hati dan disiplin. Tidak mungkin mereka tidak menutup rapat pintu kamar saat mereka membicarakan masalah yang sangat penting.
" serius aku bibik. Tuan dan nyonya besar pada saat berbicara sama sekali tidak menutup pintu kamar dengan rapat. sehingga aku bisa mendengar apa yang sudah mereka bicarakan berdua saat itu."
pelayan kembali mengatakan apa yang sebenarnya terjadi kepada kepala pelayan. Iya memang benar-benar Mendengar pembicaraan antara tuan besar dan nyonya besar mereka yang membahas tentang permasalahan yang sedang hangat dan dibicarakan oleh beberapa orang di luar mansion.
" tuan dan nyonya berkata dengan nada yang sangat keras. hari itu Tuan dan nyonya seperti ribut dan seperti sedang bertengkar hebat tentang suatu hal yang tadi dibicarakan dengan baik-baik, tetapi ujungnya tuan dan nyonya besar akhirnya ribut tentang permasalahan itu" kata pelayan sambil melihat ke arah kepala pelayan kemudian ke arah Juan Alexander yang sekarang masih duduk sambil menyilangkan kaki di sofa ruang tamu
" Terus apa yang kamu dengar saat tuan dan nyonya besar itu ribut di dalam kamar mereka, sehingga kamu dengan leluasa bisa mendengar apa yang sedang mereka bicarakan saat itu" ujar kepala pelayan yang sudah tidak sabaran lagi ingin mendengar apa yang dibicarakan oleh Tuan dan Nyonya sehingga membuat mereka menjadi ribut, seperti keadaan yang dibicarakan oleh Kepala pelayan sebentar ini
pelayan yang tadi membawa berita itu terdiam untuk beberapa saat. dia sibuk memikirkan Apakah hal ini pantas untuk dikatakan atau diceritakan kepada kepala pelayan. atau dia akan menyimpan sendiri cerita itu sampai semuanya terbongkar dengan sendirinya di hadapan semua pelayan yang ada dimension besar ini
" Hai Kenapa diam?" kata kepala pelayan menegur pelayan yang tadi hendak menyampaikan berita besar tetapi tiba-tiba menjadi pendiam seperti saat ini
" jangan-jangan berita yang kamu bawa tadi hanya rekayasa yang sengaja kamu buat supaya kamu terlihat seperti tahu permasalahan yang sedang dialami oleh keluarga Alexander ini" lanjut kepala pelayan saat melihat pelayan yang ditanyain itu hanya Diam seribu bahasa tanpa bisa menjawab Apa yang hendak dikatakannya seperti yang dikatakan oleh Pelayan itu tadi
" Maaf kepala pelayan atau bibi yang paling cantik sedunia. Aku bukannya mengarang cerita itu. tetapi Sekarang aku sedang berpikir Apakah permasalahan itu layak untuk aku beritahukan kepada kepala pelayan atau permasalahan itu aku telan sendiri saja dan aku nikmati sendiri saja" kata pelayan sambil melihat ke arah kepala pelayan yang ternyata sudah berpikiran jelek kepada pelayan tersebut
kepala pelayan akhirnya berpikir juga tentang permasalahan yang akan disampaikan oleh pelayan yang tadi. kepala pelayan sebenarnya juga tidak ingin mendengar cerita yang akan disampaikan oleh pelayan itu. tetapi, karena kepala pelayan juga penasaran akhirnya kepala pelayan mengatakan hal yang sebaliknya
" nggak apa-apa Katakan Saja. jadi kita semua bisa tahu apa yang harus kita lakukan ke depan. kita kan tidak mungkin melihat tuan muda melakukan tindakan bodoh seperti saat ini" kata kepala pelayan yang akhirnya memutuskan kalau pelayan itu tetap harus mengatakan dan menceritakan kepada kepala pelayan tentang kejadian yang terjadi di dalam kamar yang tidak tidak suara tersebut
" baiklah kalau kepala pelayan sudah memutuskan untuk kita atau saya menceritakan kepada kepala pelayan apa yang dikatakan atau direbutkan oleh Tuan dan nyonya besar saat itu" kata pelayan yang sudah tidak bisa lagi mengelak untuk tidak menceritakan apa yang diketahuinya karena hasil mendengar dari percakapan dan nyonya besar di dalam kamar tersebut