
Ryan yang tahu bagaimana Josua dalam menyanyi hanya bisa geleng geleng kepala saja. Dia sudah bisa memprediksi apa yang akan terjadi nanti setelah Josua mengeluarkan suaranya itu.
Josua kemudian berjalan ke atas panggung dengan percaya dirinya. Josua sangat yakin dengan kemampuan yang dimiliki. Dia pasti akan menampilkan penampilan terbaik yang dia punya.
"Oke semua Are you ready?" ujar Josua berteriak seperti seorang penyanyi profesional.
"Ready Bang Jo" ujar mereka bersorak membalas sapaan yang diberikan oleh Josua kepada mereka semua.
Josua mengambil mic yang diberikan oleh penyanyi wanita itu kepada dirinya. Tetapi sebelum itu josua sudah mengatakan kepada band pengiring lagu apa yang akan dinyanyikan oleh Josua.
Pemain band kemudian mulai memainkan alat musik mereka. Jero yang sangat familiar dengan musik tersebut, langsung menatap ke arah depan. Tetapi josua sama
"Palingan suara Bang Jo masih sama dengan penampilan enam orang yang diawal tadi" ujar salah seorang pengawal yang duduk di dekat Ryan.
"Kenapa loe nulis nama Bang Jo tadi Frans?" ujar Hendri kepada Frans.
Hendri dan Frans adalah pengawal Jero. Mereka tergabung dengan Josua dan Ryan.
"Dari pada nulis nama loe, lebih parah dari pada Ivan." jawab Frans yang nggak mau disalahkan oleh Hendri.
"Bang Ryan bagaimana?" tanya Hendri sambil melihat ke arah Ryan yang duduk di depan mereka.
"Yah lebih parah lagi. Gue udah dengar Bang Ryan menyanyi di kamar mandi markas" ujar Frans sambil menggeleng tanda tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Hendri.
"Oh baiklah semoga Bang Jo tidak memalukan kita" ujar Hendri yang akhirnya mengalah dan memilih untuk diam dan mendengar suara nyanyian yang sebentar lagi akan dilakukan oleh Josua.
Josua mulai mengeluarkan suaranya. Jero dan yang lain yang pertamanya sudah berusaha acuh dan tidak akan menikmati lagi suara nyanyian dari para pengawal yang tampil langsung berubah pikiran saat mendengar suara Josua.
"Wow keren" ujar para pengawal yang lain.
Mereka bertepuk tangan dengan riyuh saat mendengar suara Josua yang benar benar membuat kagum itu. Suara yang sangat merdu serta nyanyian yang sangat enak di dengar dimainkan oleh Josua.
Jero melihat kagum ke arah asistennya itu. Seorang asisten yang Jero tahu hanya bisa bekerja di kantor menyusun semua jadwal Jero. Tapi ternyata Josua memiliki bakat yang lainnya.
"Nah Tuan Muda Jero jangan lupa dengan permintaan saya tadi" ujar Josua berkata di sela sela lagunya.
"Aman. Loe berhasil membuat gue nggak malu punya asisten serba bisa kayak loe. Jadi apapun yang loe, Ryan, Hendri dan Frans mintak akan gue kabulkan langsung" ujar Jero menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Josua kepada dirinya.
Josua kembali melanjutkan nyanyiannya. Semua pengawal mengikuti irama nyanyian Josua. Semua pengawal sudah tahu siapa yang akan menang dalam perlombaan kali ini.
Pemain band yang tadinya diminta untuk menjadi juri sudah bisa memutuskan siapa yang menjadi pemenangnya. Mereka semua terselamatkan dengan suara Josua yang sudah seperti penyanyi profesional. Sehingga mereka semua tidak susah untuk menentukan siapa yang layak menjadi pemenang.
"Pemain band kami sudah tau siapa juaranya" ujar para pengawal bersorak kepada pemain band yang seharusnya meberikan penilaian terhadap penampilan para pengawal.
"Baiklah para tamu undangan dalam acara lomba menyanyi tingkat Asander Grub. Kami dari Dewan juri sudah memutuskan dengan seadil adilnya dan juga dengan sewajarnya wajarnya sesuai dengan peraturan yang berlaku." ujar salah seorang pemain band membuka acara pengumuman juara lomba menyanyi tersebut.
"Kami semua sudah berembuk dan bermufakat tanpa ada intervensi dari pihak manapun, dan kami telah memutuskan untuk menyatakan bahwasanya pemenang lomba menyanyi kali ini adalah.... " ujar pemain band berusaha membuat suasana menjadi tegang tetapi sayangnya tidak berpengaruh karena para pengawal sudah bisa menebak siapa yang akan jadi pemenangnya.
"Josua" ujar pemain band dengan suara lantang.
Vian kemudian maju ke depan, dia akan memberikan secara simbolis hadiah yang aka diterima oleh Josua.
Vian mengambil microphone yang diberikan oleh pemain band yang tadi mengumumkan kalau Josua lah juaranya.
"Josua dan tim silahkan ke depan" ujar Vian meminta Josua dan tiga orang rekannya untuk maju dan menerima hadiah dari Vian.
Josua, Ryan, Frans dan Hendri kemudian berjalan menuju Vian yang sudah menunggu mereka di panggung tempat pemain band berada.
Mereka berempat berdiri di sisi Vian.
"Nona muda boleh meminta dua hal sebelum penyerahan hadiah ini?" ujar Josua kepada Vian.
"Boleh asal jangan mintak tambah hadiah" ujar Vian sambil menahan tawanya.
"Tenang Nona muda, tidak akan meminta itu" ujar Josua kepada Vian.
"Apa?" ujar Vian.
"Pertama kami minta, Tuan muda Jero juga berada di panggung" ujar Josua yang sangat berani mengatakan hal itu.
Josua berani melakukannya karena ada Vian. Kalau Vian tidak ada, maka tidak akan mungkin Josua melakukan hal itu. Bisa bisa Josua pasti akan digiling oleh keluarga Asander yang lainnya.
"Sayang, bisa ke sini sebentar?" ujar Vian memanggil Jero untuk bisa datang ke atas panggung.
Jero yang memang tidak akan bisa menolak keinginan kekasihnya itu berdiri dari posisi duduknya dan langsung berjalan ke atas panggung.
Jero berdiri di samping Vian, sambil tangan sebelah kanannya di taruh di pinggang Vian. Sebuah bahasa tubuh yang menunjukkan kalau wanita itu adalah miliknya.
"Permintaan kedua" ujar Vian kepada Jero.
"Permintaan keduanya, saya mau hadiah yang akan diberikan oleh Nona muda bisa kami gunakan berempat. Jadi, kami hanya akan menikmati liburan di negara I saja. Di kota tempat kita tinggal" ujar Josua mengatakan permintaan keduanya kepada Jero dan juga Vian.
Vian menatap ke arah Jero. Jero mengangguk setuju denganĀ permintaan yang diajukan oleh Josua kepada Vian. Jero setuju untuk mengabulkan permintaan yang diajukan oleh Josua.
"Berikan apa yang diminta oleh pria tampan itu Vian. Dia sudah susah susah untuk bernyanyi. Kita harus menghargai apa yang telah dilakukan oleh dirinya." ujar Jero setengah mengejek Josua asistennya yang ternyata di luar prediksi sangat ahli dalam menyanyi.
"Baik Josua, berhubung tuan besar sudah mengizinkan permintaan kamu makan saya juga akan menurutinya. Kalian berempat akan diberikan kesempatan berlibur di negara ini khususnya di ibu kota saja dengan satu syarat" ujar Vian yang ikut ikutan memberikan syarat kepada Josua dan ketiga orang yang lainnya.
"Apa syaratnya Nona muda?" ujar mereka berempat dengan kompak.
"Boleh pergi asalkan permasalahan yang terjadi di perusahaan di negara I sudah selesai" ujar Vian memberitahukan syarat yang harus diselesaikan oleh Josua dan yang lainnya saat mereka akan pergi ber liburan.
"Sudah pasti itu Nona. War tidak akan kami lewatkan" kali ini Ryan yang menjawab perkataan yang diajukan oleh Vian.
Akhirnya acara perayaan kemenangan pertandingan tenis Jero dan yang lainnya selesai juga. Mereka semua kemudian pulang menuju villa karena besok akan langsung terbang ke negara I pagi harinya. Mereka harus bersiap siap. Liburan Vian dipersingkat karena ada kejadian yang harus di dahulukan oleh Vian