My Affair

My Affair
Pertengkaran Keluarga Aleksander



Mami yang mendengar setiap kata yang mengandung kebencian yang dikeluarkan oleh Papi hanya bisa terdiam saja. Mami hanya bisa menunduk pasrah saja dengan semua yang dikatakan oleh Papi, Mami benar benar tidak percaya dengan apa yang di dengar oleh dirinya saat ini.


Papi benar benar murka dan marah kepada dirinya. Suatu hal yang selama ini tidak pernah terjadi. Tetapi setelah pengusiran Vian dari mansion yang dilakukan oleh Juan, membuat Papi murka dan mencari tahu semua yang telah dilakukan oleh Mami kepada istri pertama Papi. Nyonya yang amat sangat baik dan disayangi oleh semua maid di mansion utama.


"Sekali lagi saya bertanya kepada Anda nyonya besar. Apa yang telah anda lakukan kepada istri dan anak saya" kata Tuan besar Aleksander bertanya kepada Nyonya besar Aleksander dengan nada formal.


Nyonya besar Aleksander masih memilih sikap yang sama dengan yang tadi. Dia masih tidak ingin menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan besar Aleksander. Dia hanya diam saja memandang ke arah suaminya itu.


Tuan besar Aleksander langsung berdiri. Kesabarannya sudah sangat habis. Dia sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya pada saat ini. Seorang wanita yang berada di depannya ini benar benar telah menguji kesabarannya. Menguji sampai dimana batas kesabarannya ada, dia benar benar sudah muak dengan semua itu.


"Anda benar benar sudah keterlaluan Nyonya. Saya sudah habis kesabaran dengan sikap Anda ini" kata Tuan besar Aleksander sambil melangkah pergi dari tempat dia berdiri.


"Gue bener bener tidak bisa lagi menerima apa yang telah Anda lakukan. Sekarang terserah Anda, Anda mau cerita atau tidak, saya sama sekali tidak perduli lagi. Terserah Anda" kata Tuan besar Aleksander yang sudah tidak ingin lagi melanjutkan pembicaraan ini.


"Saya sudah terlalu muak dengan Anda. Kalau Anda masih mau ingin tinggal di mansion ini, silahkan. Tapi mulai detik ini Anda bukan istri saya lagi" kata Tuan besar Aleksander yang pada akhirnya melepaskan kata kata yang tidak selayaknya dilepaskan oleh seorang suami.


"Saya tidak mau memiliki seorang istri yang dengan tega menyiksa dan memperlakukan seorang wanita yang juga istri dari suaminya dengan kasar."


"Saya menyesal telah mengenal dan menikahi kamu." lanjut Tuan besar Aleksander yang mengeluarkan semua apa yang dirasakan olehnya.


Tuan besar Aleksander kemudian melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan ruang kerja dirinya itu. Dia sudah bener bener merasa tidak nyaman lagi berada di sana dalam waktu yang lebih lama lagi.


" Tuan Maaf tunggu sebentar, Jangan pergi dulu saya akan menceritakan semua yang terjadi" kata nyonya besar Alexander yang lebih memilih untuk menceritakan apa yang terjadi sebenarnya kepada Tuan besar Alexander.


" Saya sudah tidak ingin mendengarkannya" jawab tuan besar Alexander yang sudah sangat marah dengan keadaan yang sedang terjadi saat ini


" saya mohon tuan, Saya tidak ingin terjadi kesalahpahaman antara kita berdua." lanjut nyonya besar Alexander untuk meyakinkan Tuan Alexander untuk bersedia mendengarkan apa yang akan dijelaskan olehnya


" Saya rasa sudah tidak ada gunanya lagi. saya juga sudah memutuskan untuk menceraikan Anda nyonya" Jawab Tuan besar Alexander yang masih tidak ingin untuk mendengarkan penjelasan yang akan diberikan oleh Nyonya besar Aleksander kepada dirinya.


Nyonya besar Aleksander berdiri dari posisi duduknya. secara tiba-tiba tanpa disadari oleh Tuan besar Alexander, nyonya besar Alexander sudah bersujud di kakinya dan memegang kedua kaki Tuan Alexander supaya mau mendengarkan apa yang akan dikatakan dan dijelaskan oleh dirinya sebentar lagi.


"Saya sadar kalau saya salah Tuan besar. Makanya tolong kasih saya kesempatan kembali untuk menjelaskan semua yang terjadi Tuan" kata Nyonya besar Aleksander yang masih mencoba keberuntungannya pada saat ini.


Juan Aleksander yang melihat semua kejadian di balik pintu ruang kerja yang tidak tertutup rapat itu semakin membuat dirinya penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya dalam keluarga Aleksander itu. Kejadian yang pada akhirnya membuat kedua orang tuanya bertengkar hebat, malahan sampai membuat Papinya itu berniat menceraikan Mami. Pertengkaran yang selama ini tidak pernah dilihat, didengar oleh Juan, tetapi saat ini Juan seperti melihat gunung api meletus. Apalagi dengan kemarahan dari Papi membuat Juan semakin yakin kalau permasalahan yang terjadi sangatlah benar benar tidak bisa ditolerir oleh Papi lagi.


"Gue yakin Mami telah membuat suatu kesalahan yang membuat Papi sama sekali tidak bisa memaafkan Mami" ujar Juan Aleksander sambil tetap melihat ke arah dalam ruangan melalui celah pintu yang terbuka sedikit itu.


"Aku sangat yakin sekali, Mami telah berbuat di batas kewajaran. Sehingga membuat Papi sangat murka seperti sekarang ini." lanjut Juan berkata sendirian.


"tetapi apa kesalahan itu. Kenapa Mami bertahan untuk tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Papi kepada dirinya? Apa kesalahan Mami terlalu besar, sehingga Mami takut untuk menceritakan kepada Papi apa kesalahan yang telah diperbuat Mami" kata Juan masih sibuk dengan percakapan antara dirinya dengan dirinya.


Pergulatan bathin yang cukup hebat juga terjadi di dlam diri Juan. Juan benar benar penasaran dengan silsilah keluarganya. Suatu hal yang sampai saat ini masih membuat Juan penasaran. Terlebih lagi dengan kepindagan keluarga mereka dari negara E ke negara I dengan mendadak. Hal itu kembali teringat oleh Juan.


"Apa kesalahan yang dilakukan oleh Mami berkaitan dengan kejadian pindahnya keluarga ini ke negara ini ya?" kata Juan kembali berusaha mengait ngaitkan kejadian yang ada antara satu dengan yang lainnya.


"Akh akh akh akh, kenapa urusan keluarga ini bener bener rumit kayak gini"


Juan menarik narik rambutnya. Dia benar benar tidak mengerti dengan semua keadaan saat sekarang ini. Keluarga yang semula harmonis dan penuh dengan kasih sayang, berubah menjadi keluarga yang selalu ribut, adu mulut dan pada akhirnya berujung ucapan talak yang diberikan oleh Papi kepada Mami.


"Ini semua gara gara wanita sialan itu. Kenapa dia harus kabur dari mansion dengan pria lain." kata Juan yang menyalahkan Vian atas semua kejadian yang terjadi di dalam keluarganya pada saat ini.


"Gue bener bener nggak habis pikir dengan semuanya. Kenapa bisa coba seorang wanita menjadi penyebab kehancuran rumah tangga mertuanya?" lanjut Juan masih memaki maki Vian.


"Gue menyesal sudah pernah menikah dengan dia. Gue janji, setelah urusan keluarga gue selesai, gue akan menggugat cerai dirinya" kata Juan yang sudah memutuskan akan menceraikan Vian.


Juan melihat kembali ke dalam ruang kerja Papinya itu. Dia melihat kalau Papi dan Mami nya sudah kembali duduk di kursi mereka semula.


"Sepertinya Papi dan Mami akan memulai ceritanya. Gue harus menyimak semuanya, gue nggak mau ketinggalan cerita ini. Cerita ini sangat penting bagi gue" lanjut Juan


Juan kembali memfokuskan dirinya, pikirannya dan juga telinganya. Dia tidak mau salah menilai apa yang terjadi. Bagi Juan sekarang yang paling penting adalah dia harus mengetahui semua cerita, baik itu cerita baik maupun cerita buruk. Juan akan mensyukuri semua cerita yang terjadi di dalam keluarga mereka.