
"Anda yang menceritakan kepada Juan atau saya?" ujar Tuan besar mengajukan pilihan yang lumayan sulit kepada Nyonya besar Alexsander.
Pilihan yang sama sama sulit tetapi tetap harus dipilih oleh Nyonya Alexsander supaya semuanya menjadi jelas dan terang. Supaya Juan Alexsander tidak hanya menerka nerka apa yang terjadi.
"Saya yang akan cerita sendiri" ujar Nyonya besar memilih untuk menceritakan sendiri kepada Juan Alexsander apa yang terjadi sebenarnya dalam keluarga mereka.
Nyonya Besar menyiapkan mentalnya terlebih dahulu sebelum menceritakan apa yang terjadi kepada Juan Alexsander. Nyonya besar berpikir keras mau mulai dari mana dia harus bercerita. Tetapi dia sudah memutuskan satu hal. Dia sudah harus mengakhiri semua kebohongan dan juga rahasia ini. Juan Aleksander sudah layak tau semua cerita yang seharusnya sudah lama dia ketahui.
"Jadi mami mintak kepada kamu, selagi mami bercerita, mami mohon kamu sama sekali tidak memotong cerita mami."
Nyonya besar terdiam sejenak. Dia harus bisa menjelaskan kepada Juan Aleksander dengan jelas dan tidak membuat Juan Aleksander menjadi kecewa di ujung cerita yang akan diceritakan oleh Mami kepada dirinya.
"Biarkan Mami bercerita semuanya setelah itu kamu boleh bertanya apapun kepada Mami" ujar Nyonya besar melanjutkan kata katanya kepada Juan Aleksander.
Juan Aleksander mengangguk setuju dengan permintaan yang diajukan oleh Mami kepada dirinya. Dia berjanji tidak akan memotong pembicaraan Mami saat Mami mengungkapkan apa kejadian yang sebenarnya terjadi.
"Kejadiannya beberapa puluh tahun yang lewat. Saat itu Mami merupakan seorang pelayan di mansion besar keluarga Aleksander" ujar Nyonya besar mulai membuka ceritanya.
Juan Aleksander menyimak apa yang dikatakan oleh Mami kepada dirinya. Juan sama sekali tidak melepaskan pendengarannya dari apa yang dikatakan oleh Mami kepada dirinya. Dia tetap fokus kepada apa yang dibicarakan itu.
"Saat itu, Mami tanpa Mami sadari Mami mencintai Papi" ujar Nyonya besar mulai masuk kepada inti pembicaraan.
"Loh Mami, kan tidak masalah Mami mencintai Papi. Salahnya kalau Mami mencintai Papi yang sudah punya istri, itu baru salah" ujar Juan Aleksander memotong perkataan Nyonya besar yang dikira oleh Juan Aleksander kalau pembicaraan itu sudah hampir selesai.
"Juan ini belum selesai" ujar Nyonya besar menegur Juan yang telah memotong pembicaraan, padahal Juan sudah berjanji untuk tidak memotong pembicaraan Nyonya besar Aleksander.
"Maaf Mami" ujar Juan meminta maaf kepada Nyonya besar karena sudah memotong pembicaraan, padahal tadi Nyonya besar sudah mengatakan kepada Juan untuk tidak memotong pembicaraan dirinya.
"Seperti yang kamu katakan Juan. Kalau Mami mencintai Papi pada saat Papi masih sendiri itu adalah sebuah kebenaran." lanjut Nyonya besar mulai melanjutkan pembicaraan yang sempat terpotong tadi.
"Tapi ini sayangnya, Mami mencintai Papi pada saat Papi sudah memiliki seorang istri dan seorang anak" ujar Nyonya besar yang pada akhirnya menceritakan semuanya kepada Juan Aleksander.
Juan Aleksander yang mendengar apa yang dikatakan oleh Maminya itu menjadi sangat kaget luar biasa. Dia tidak menyangka kalau desas desus yang di dengarnya sewaktu mereka masih tinggal di negara E adalah sebuah kebenaran. Selama ini Juan Aleksander berusaha menepis semua apa yang di dengarnya itu. Juan Aleksander sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh orang orang.
"Jadi, apa yang dikatakan oleh orang orang di luaran sana sewaktu kita tinggal di Negara E adalah sebuah kebenaran?" ujar Juan Aleksander menyuarakan apa yang ada di dalam pikirannya kepada Nyonya besar Aleksander.
"Ini bener bener gila Mami" teriak Juan Aleksander murka dengan apa yang telah di dengar oleh dirinya tentang perlakuan Mami kepada istri pertama dan juga anak pertama dari Tuan besar Aleksander.
"Juan tidak menyangka Mami akan berbuat serendah ini hanya untuk menjadi nyonya besar keluarga Aleksander" ujar Juan sangat sedih mendengar apa yang telah dilakukan oleh Maminya terhadap keluarga besar Aleksander.
"Juan duduk" perintah Tuan Aleksander dengan nada dingin meminta anak laki lakinya itu untuk duduk kembali.
"Tapi Papi, apa lagi yang harus Juan dengar Papi?" ujar Juan menolak dengan keras perintah tuan besar Aleksander untuk meminta dirinya duduk kembali di kursi nya kembali.
"Duduk Juan, masih banyak yang harus kamu dengarkan" ujar tuan besar Aleksander meminta Juan dengan nada tinggi untuk kembali duduk.
Juan menatap tuan besar Aleksander dengan tatapan tidak sukanya itu. Tuan besar Aleksander membalas tatapan tidak suka dari Juan Aleksander dengan tatapan tidak bisa di bantah lagi apa keinginannya. Tuan besar Aleksander tetap meminta Juan Aleksander untuk kembali duduk di kursinya tadi. Juan yang melihat perintah tuan besar alias Papinya itu sudah tidak bisa di bantah lagi, terpaksa dengan berat hati kembali duduk di sana dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan. Juan Aleksander benar benar muak dengan semua drama masa lalu yang telah di buat oleh Nyonya besar Aleksander dengan semua kelakuan dan obsesi pada masa lalunya itu.
Juan menarik kursinya dan bergeser menjauh dari nyonya besar Aleksander. Nyonya besar yang melihat anaknya menarik kursi untuk membuat jarak tempat duduk dengan dirinya, membuat nyonya besar aleksander menjadi bersedih. Juan Aleksander terlihat sangat tidak suka dengan apa yang telah dilakukan oleh dirinya.
"Juan kenapa kamu membuat jarak seperti ini Juan dengan Mami?" ujar Nyonya besar Aleksander yang protes melihat apa yang dilakukan oleh anaknya itu.
"Untuk apa saya berdekatan dengan orang yang tega merusak rumah tangga orang lain hanya untuk keegoisannya sendiri Nyonya?" ujar Juan melemparkan perkataan yang sangat menyakitkan untuk di dengar oleh Nyonya besar Aleksander.
"Pantesan Nyonya dengan begitu semangatnya merusak pernikahan saya dengan istri saya. Padahal istri saya sudah berbuat dengan sangat baik kepada saya, Papi dan Nyonya." lanjut Juan menumpahkan apa yang ada di dalam pikirannya kepada Nyonya besar Aleksander.
"Saya menyesal telah mengikuti semua yang nyonya perintahkan. Ternyata maksud di belakang perbuatan Nyonya adalah sebuah kebencian yang tidak beralasan" lanjut Juan Aleksander yang marah besar kepada Nyonya besar Aleksander.
Kemarahan dari seorang putra yang kecewa berat dengan apa yang telah dilakukan oleh ibu yang sudah mengandung dia selama sembilan bulan di tambah dengan mengasuh dan menyiapkan semua keperluannya sejak kecil. Juan sama sekali tidak memikirkan lagi apakah kemarahannya akan menyebabkan luka di hari Ibunya itu. Bagi Juan kelakuan Nyonya besar Aleksander sekaligus ibunya itu telah merusak kehidupannya secara tidak langsung. Juan yang sudah mendapatkan istri yang sangat baik menjadi sama sekali tidak ada artinya karena kelakuan dari seorang Nyonya besar Aleksander yang dengan tega merusak pernikahan Juan Aleksander dengan istrinya hanya karena keegoan seorang Nyonya besar Aleksander.
Nyonya besar yang mendengar apa yang dikatakan oleh Juan Aleksander hanya bisa menekurkan kepala saja lagi. Dia sama sekali tidak bisa mendengar apa apa lagi. Hatinya benar benar bersedih sekarang. Anak yang di sangka akan membela dirinya saat dirinya terpojok seperti sekarang ini, malah sama sekali tidak membela dirinya bahkan sangat marah kepada dia.
Nyonya besar yang sudah kesal dengan Juan dan juga Tuan besar Aleksander berdiri dari duduknya. Dia menatap Juan Aleksander dengan tatapan marah.
"Kalau saya tidak melakukan ini, maka Anda tidak akan mendapatkan nama belakang Aleksander" ujar Nyonya besar sambil berjalan keluar dari dalam ruang kerja itu.
"Hay anda berhenti" ujar Tuan besar Aleksander meminta Nyonya besar untuk berhenti melangkah meninggalkan ruang kerja itu.
Nyonya besar sama sekali tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Tuan besar Aleksander, dia tetap melangkah dengan tegar meninggalkan ruang kerja itu dan berlari masuk ke dalam kamar tamu serta menguncinya dari dalam.
Asisten yang terlihat ingin mengejar Nyonya besar dilarang oleh Tuan besar Aleksander.
"Kita istirahat" ujar Tuan besar
Tuan besar Aleksander berjalan keluar dari dalam ruang kerjanya menuju kamar utama. Juan melakukan hal yang sama dia juga menuju kamarnya. Sedangkan Asisten membersihkan ruangan terlebih dahulu barulah setelah itu dia pergi meninggalkan ruang kerja itu dan berjalan menuju kamarnya sendiri