
Juan Alexsander mendengar semua cerita yang diceritakan oleh Maminya itu, alias Nyonya besar Aleksander. Juan Aleksander tidak menyangka kalau kejadiannya adalah seperti ini. Dia selama ini menyangka kalau Maminya adalah orang baik baik saja. Bukan seorang wanita yang hanya karena jabatan, kekuasaan dan harta dengan tega menyakiti hati wanita lain. Juan Aleksander benar benar marah mendengar apa yang telah dilakukan oleh Mami kepada Nyonya besar Aleksander dan anak laki lakinya yang baru berusia tujuh tahun saat meninggalkan mansion milik mereka.
Juan Aleksander semakin marah dan kesal kepada Mami, karena Juan Aleksander mengetahui kalau Papi atau Tuan besar Aleksander saat menikah dengan nyonya besar Aleksander dalam kondisi keuangan yang sangat lemah. Berkat dorongan dan juga uang tabungan milik Nyonya besar Aleksander, Tuan besar Aleksander memulai usahanya. Sehingga bisa mencapai titik tertinggi dalam usahanya menjalankan bisnis yang sudah sangat lama dijalankan oleh Tuan besar Aleksander. Dukungan yang sangat luar biasa dari seorang istri diberikan oleh Nyonya besar Aleksander.
Nah dengan tiba tiba saja Maminya mengambil dan merampas semua itu dengan paksaan. Sebuah kejadian yang sangat luar biasa dan sama sekali tidak bisa ditolerir lagi oleh Juan Aleksander.
"Mami sangat sangat tidak punya hati Mami" ujar Juan Alexsander murka kepada Mami.
"Juan tidak menyangka kalau Mami akan tega melakukan hal ini kepada Nyonya besar Aleksander dan anaknya."
"Mami wanita tidak ada hati Mami." lanjut Juan mengeluarkan apa yang ada dalam hatinya saat ini.
"Aku benar benar benci sama Mami. Mami terlalu tega jadi seorang wanita" ujar Juan Aleksander.
Juan Aleksander benar benar murka mendengar apa yang dikatakan oleh Nyonya besar alias Mami kepada dirinya. Juan benar benar tidak menyangka kalau semua ini akan terjadi. Juan benar benar malu dengan apa yang telah dilakukan oleh Mami kepada Nyonya besar Aleksander sebelumnya.
"Anda seharusnya memakai pikiran Anda Nyonya. Apa yang terjadi dalam kehidupan anak laki laki itu."
"Orang yang seharusnya berada di posisi aku saat sekarang ini" lanjut Juan masih dengan emosi yang meledak ledak.
"Dia seharusnya di sini mengendalikan perusahaan Aleksander grub. Bukan aku seharusnya Mami. Keserakahan memang sudah membutakan hati dan perasaan Mami." lanjut Juan masih dengan marahnya.
"Mami tahu apa yang terjadi dengan mereka berdua di luar sana?" ujar Juan bertanya kepada Mami yang menatap tidak percaya ke arah Juan.
Mami tidak menyangka reaksi seperti ini yang akan diberikan oleh Juan kepada dirinya saat dirinya menceritakan semua kejadian pada masa lalu itu kepada seorang Juan Aleksander. Mami hanya diam saja mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Juan Aleksander anaknya itu kepada dirinya. Mami sama sekali tidak memberikan jawaban kepada Juan Aleksander.
"Jawab aku nyonya besar Aleksander. Nama belakang yang sangat anda inginkan dan sampai sampai tega mengusir dua manusia yang sangat berhak dengan apa yang anda miliki sekarang ini" ujar Juan Aleksander dengan nada sinis dan pilihan kata kata yang benar benar membuat nyonya besar memerah telinganya.
Plak. Sebuah tamparan mendarat di pipi Juan Aleksander. Juan Aleksander yang tidak siap menerima tamparan itu, menjadi sagat kaget dengan apa yang dilakukan oleh Juan Aleksander.
"Tampar aku Nyonya besar. Silahkan tampar, tidak masalah dan tidak apa apa. Aku tidak akan marah kalau Nyonya tampar lagi" ujar Juan Aleksander yang sedikit meringis akibat tamparan yang sangat kuat dari nyonya besar Aleksander tersebut.
"Tamparan ini tidak seberapa dibandingkan rasa sakit yang di derita oleh nyonya besar Aleksander dan anak laki lakinya itu." lanjut Juan Aleksander dengan nada emosi dan luar biasa sangat menahan ingin menyakiti seseorang wanita yang sekarang sedang berada di hadapannya itu.
"Satu hal yang harus Anda ingat nyonya. Kebahagiaan ini adalah kebahagiaan semu yang sama sekali tidak akan membuat anda bahagia" lanjut Juan Aleksander.
Setelah puas memberikan tanggapannya kepada Nyonya besar Rani Aleksander. Juan Aleksander melangkahkan kakinya menuju area luar mansion utama keluarga Aleksander.
Juan Aleksander melihat, Tuan besar Aleksander sedang duduk di ayunan yang ada di taman depan. Juan Aleksander berjalan mendekat ke arah Tuan besar Aleksander. Tuan besar Aleksander yang melihat anak laki lakinya berdiri di samping ayunannya itu, memberhentikan laju ayunannya.
"Ada apa?" tanya Tuan besar Aleksander dengan nada dingin.
"Boleh duduk?" ujar Juan Aleksander berbicara kepada Tuan besar Aleksander dengan nada berharap diizinkan untuk duduk di ayunan itu.
"Silahkan" jawab Tuan besar Aleksander mengizinkan Juan Aleksander untuk duduk di depan dirinya.
Juan Aleksander kemudian duduk di ayunan bagian depan tempat duduk Papinya itu. Juan Aleksander mengadahkan kepalanya melihat langit yang sekarang tidak dalam keadaan blue sky seperti biasanya. Langit digelayuti awan hitam yang mengandung bayak air hujan di dalamnya. Tuan besar Aleksander melihat kegalauan dari anak laki lakinya itu.
"Ada apa?" ujar Tuan besar Aleksander saat melihat kalau anaknya benar benar dalam kondisi yang tidak dalam keadaan baik baik saja.
"Huft sangat sangat tidak dalam keadaan baik baik saja" jawab Juan Aleksander sambil menatap ke langit kembali.
"Kenapa?" tanya Tuan besar Aleksander
"Emang ada ya seseorang yang langsung melakukan segala cara hanya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya?" ujar Juan Aleksander bertanya kepada Tuan besar Aleksander.
Tuan besar Aleksander mendengar apa yang ditanyakan oleh Juan, anak laki lakinya itu.
"terus kenapa ada seorang pria yang sangat sangat tidak berterimakasih dengan apa yang telah dilakukan oleh istrinya kepada dirinya?" ujar Juan Aleksander memberikan pertanyaan kedua yang tujuan pertanyaan itu adalah Tuan besar Aleksander
Tuan besar Aleksander menatap kepada Juan Aleksander. Tuan besar Aleksander sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Juan. Dia hanya menatap Juan saja
"Jangan hanya menatap saja Papi. Tolong jawab pertanyaannya. Kenapa bisa ada yang seperti dua permasalahan di atas Papi" ujar Juan Aleksander sambil menatap tuan besar Aleksander dengan tatapan memohon untuk diberikan jawaban atas apa yang ditanyakan olehJuan kepada dirinya.
Papi tersenyum kepada Juan Aleksander. Papi sangat tahu kalau anaknya itu sedang terluka oleh Ibu yang sangat dipuja pujanya selama ini. Ibu yang menurut dia adalah ibu terbaik yang mengajarkan dia semua yang terbaik. Tetapi pada kenyataannya tidak sama sekali. Ibu yang diagung agungkannya itu ternyata telah membuat seseorang wanita terluka dan seorang anak menjadi terbuang dari mansionnya sendiri