
"Mommy belum melihat kamar Jero bukan? Kamar yang luar biasa bagusnya dari pada kamar kita berdua" ujar Daddy memberitahukan kepada Mommy bagaimana keadaan kamar Jero yang belum sama sekali dilihat oleh Mommy bagaimana keadaannya.
"Daddy jangan buat Mommy penasaran Daddy, Mommy ingin melihat keadaan kamar Jero" ujar Mommy yang sudah tidak sabar lagi ingin melihat keadaan kamar Jero yang dikatakan oleh Daddy lebih bagus dari pada kamar utama.
"Mari kita lihat" ujar Daddy sambil membawa Mommy menuju kamar Jero berada.
Daddy mengajak Mommy menuju sebuah pintu kaca yang berada di dalam kamar utama. Mommy terlihat ingin protes kepada Daddy. Tetapi, sebelum Mommy sempat protes kepada Daddy, Daddy sudah terlebih dahulu memberikan kode kepada Mommy untuk Mommy diam dan tidak bertanya hal apapun kepada Daddy. Mommy akhirnya menuruti kode yang diberikan oleh Daddy kepada dirinya. Mommy tidak ingin Daddy membatalkan niatnya untuk memperlihatkan keadaan kamar Jero kepada Mommy dan Jero yang sekarang sudah membuka matanya kembali.
"Daddy, Jero bangun" ujar Mommy sambil mengubah cara menggendong Jero.
"Sepertinya dia tahu kalau kita akan memperlihatkan kamar barunya, makanya dia juga bangun dan ingin melihat bagaimana bentuk dan suasana kamar yang akan ditempati oleh dirinya, mulai malam ini" ujar Daddy kepada Mommy.
Daddy membuka pintu kaca tersebut, Mommy langsung kaget saat melihat keadaan kamar yang ada di balik pintu kaca itu. Mommy tidak menyangka kalau kamar yang ada di sana sangat luar biasa bagusnya.
"Gimana Mommy?" tanya Daddy kepada Mommy yang terlihat sangat kaget dan syok saat menyaksikan keadaan kamar Jero yang dicat dengan nuansa biru muda itu.
"Ini luar biasa keren Daddy" ujar Mommy yang tidak pernah membayangkan Jero akan memiliki kamar seperti ini.
"Mommy benar benar bahagia, akhirnya anak Mommy bisa merasakan seperti anak anak orang kaya diluaran sana Daddy. Mereka punya kamar sendiri, punya kamar bermain sendiri. Akhirnya Jero memiliki semua itu juga Daddy" ujar Mommy sambil menghapus air mata kebahagiaannya yang jatuh membasahi pipi Mommy.
Mommy memeluk Daddy dengan sangat erat.
"Mommy dan Jero mengucapkan terimakasih banyak Daddy. Daddy sudah berusaha dengan sangat keras untuk membuat kami bahagia seperti sekarang ini. Terimakasih banyak Daddy, kami berdua mencintai Daddy" ujar Mommy sambil masih memeluk erat suaminya itu.
"Sama sama Mommy. Mommy dan Jerolah yang menjadi sumber kekuatan Daddy untuk bisa mencapai posisi seperti sekarang ini." jawab Daddy dan mengecup puncak kepala Mommy.
"Pinta Daddy hanya satu, terus doakan semua usaha Daddy ya, biar semakin maju dan bisa membawa semua kebahagiaan masuk ke dalam mansion kita ini" ujar Papi yang hanya meminta doa kepada Mommy.
Doa dari seorang istri akan menuntun dan mengiringi setiap pekerjaan yang dijalankan oleh suaminya. Doa seorang istri akan mendatangkan rezeki bagi sang suami. Makanya tidak ada pria yang sukses karena dirinya sendiri tanpa ada dukungan seorang wanita yang berdiri di sampingnya.
"Mommy akan selalu mendoakan kebaikan untuk Daddy. Mommy tidak pernah melewatkan satu doa pun untuk kebaikan, kemajuan Daddy di bidang apapun" jawab Mommy.
"Ayuk masuk Mommy, kita akan lihat semua barang barang untuk Jero" ujar Daddy mengajak Mommy untuk masuk makin dalam ke dalam kamar baru Jero.
Mommy melihat kasur Jero yang ranjangnya adalah kartun tayo.
"Kok Tayo, Daddy?" tanya Mommy saat melihat ranjang berbentuk tayo yang diberikan oleh Daddy kepada Jero.
"Karena Jero sangat suka dengan kereta api Mommy." jawab Daddy.
Mommy melongo tidak percaya, Daddy yang bisa dikatakan dalam satu hari hanya bermain dengan Jero paling banyak tiga jam kecuali hari libur, bisa mengetahui kartoon favorit dari Jero.
Daddy bisa tahu kartun yang disukai Jero adalah tayo, karena waktu itu, Daddy membawa Jero raun, dan Jero bersorak saat melihat kereta api yang sedang melaju. Daddy juga pernah membawakan Jero hadiah kereta api, dan membuat Jero tertawa bahagia karena mainan barunya tersebut. Makanya Daddy membuatkan Jero ranjang dengan tema kereta api.
"Almarinya juga kereta api Daddy?" tanya Mommy saat melihat desain dari almari milik Jero.
"Semuanya kereta api Mommy." jawab Daddy sambil tersenyum ke arah Mommy.
"Termasuk kamar mandi?" tanya Mommy ingin memastikan apakah kegilaan dari seorang Daddy untuk Jero sampai ke kamar mandi.
"Mommy buka aja, kamar mandinya di sana" ujar Daddy menunjukkan kepada Mommy dimana letak kamar mandi kamar Jero.
Mommy memberikan Jero kepada Daddy. Mommy kemudian berjalan ke arah yang dikatakan oleh Daddy tadi. Mommy membuka pintu kamar mandi milik Jero. Mommy sangat penasaran dengan apa yang ada di dalam kamar mandi. Mommy ingin memastikan apakah masih Tayo atau dengan tema yang lainnya.
"Daddy" teriak Mommy dari dalam kamar mandi saat melihat apa yang tersaji di depan Mommy saat ini.
"Haha haha haha" Daddy tertawa bahagia saat mendengar teriakan syok dari Mommy yang melihat apa yang disajikan oleh Daddy di kamar mandi milik Jero.
"Mommy kamu kaget sayang. Daddy nggak mau setengah setengah memberikan kebahagiaan kepada kamu dan Mommy. Makanya Daddy sekalian aja membuatkan kamar mandi yang juga bertemakan tayo itu untuk kamu" ujar Daddy berkata kepada Jero.
"Uuu. Tik Uuu" ujar Jero merespon apa yang dikatakan oleh Daddynya itu.
Mommy kembali ke tempat Daddy dan Jero berada di dalam kamar Jero. Mommy sudah melihat semua yang ada di kamar mandi. Mulai dari bathup yang bermodel tayo, sampai dengan keramik dinding dan keramik lantai yang bergambar tayo. Mommy juga melihat tempat sabun, odol, sampai dengan shampo semuanya dengan tema tayo. Benar benar tayo konsep dari kamar Jero saat ini.
"Daddy ini benar benar gila Daddy, kenapa harus tayo semuanya Daddy" ujar Mommy kepada Daddy yang melayangkan komplentnya kepada Daddy.
"Mommy nggak suka? Kalau nggak biar nanti di ubah sama tukang aja" jawab Daddy yang tau Mommy bukan tidak suka melainkan syok berat saat melihat apa yang disajikan oleh kamar Jero saat ini.
"Mommy suka Daddy, tetapi apa ini tidak terlalu berlebihan?" ujar Mommy yang tidak mau Daddy salah persepsi dengan apa yang dikatakan oleh Mommy barusan.
"Mommy mommy untuk anak tidak ada yang berlebihan. Daddy sekarang mampu untuk mewujudkannya Mommy, kalau Daddy yang dulu memang tidak sanggup. Tapi Daddy sekarang sanggup Mommy. Jadi, Daddy mohon jangan cegah Daddy untuk berbuat yang lebih kepada Mommy dan Jero" ujar Daddy sambil menyandarkan kepala istrinya ke pundak Daddy.
"Mommy tidak mencegah Daddy. Mommy sangat bangga dengan semua ini, mungkin cara Mommy menyampaikan ke Daddy yang salah, sehingga Daddy menjadi salah paham kepada Mommy. Bukan maksud Mommy seperti itu Daddy. Maafkan Mommy kalau Mommy sudah melukai perasaan Daddy" ujar Mommy kepada Daddy yang terlihat sedikit bersedih.
"Tidak masalah Mommy. Sekarang berusahalah untuk bisa menerima kalau kita sudah sangat maju dibandingkan dari yang dulu. Jadi, Mommy mulai dari sekarang harus bersiap siap untuk sering Daddy ajal makan malam dan jamuan bisnis dengan kolega Daddy" ujar Daddy memberitahukan kepada Mommy kalau Mommy akan sering diajak menemui rekan bisnis Daddy.
"Oke Daddy, Mommy akan selalu mendukung setiap pekerjaan dari Daddy" ujar Mommy sambil memeluk pinggang Daddy.
"Sekarang mau lanjut room tournya atau bagaimana?" tanya Daddy yang melihat Mommy sedikit lelah saat melihat dua kamar yang ternyata sangat menguras emosi dari seorang Mommy.
"Bentar lagi ya Daddy. Kita istirahat dulu. Mommy ambil nafas dulu" ujar Mommy yang meminta untuk beristirahat sebentar sebelum mereka mulai kembali melihat lihat keadaan ruangan mansion yang lainnya.