My Affair

My Affair
Papi Mencari Sumber Masalah



" Maaf saya harus pergi. Saya tidak bisa membiarkan nama baik keluarga yang selama ini saya coba pertahankan menjadi hancur hanya gara gara kebodohan semata saja." jawab Papi dengan Nada final dan tidak bisa dibantah oleh siapapun lagi sudah membulatkan tekadnya untuk menyelesaikan masalah tersebut sampai ke akar akarnya.


"Cukup di negara E nama keluarga ini menjadi jelek karena kelakuan saya. Sekarang di negara ini tidak akan saya biarkan lagi nama baik keluarga saya menjadi jelek dan tidak bisa saya pertanggung jawabkan. Saya tidak akan membiarkan hal itu terjadi" lanjut Papi sambil menatap ke arah Mami dan Juan bergantian.


Mereka berdua dahulunya juga sudah merusak nama baik keluarga Alexsander saat mereka berada di negara E. Sekarang  mereka akan merusak lagi nama baik itu, Papi pasti tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Papi akan menuntaskan permasalahan ini setuntas tuntasnya. Bagi Papi kehormatan keluarga adalah hal paling utama dalam hidup Papi.


"Kalau kamu pergi dari mansion ini dan pergi mencari wanita yang telah pergi dengan laki laki lain. Maka detik ini juga saya bukan istri kamu lagi" ujar Mami mengeluarkan ancamannya kepada Papi.


Mami berharap dengan memberikan ancaman kepada Papi dengan mengatakan kalau mami akan meninggalkan papi saat itu juga. Saat papi pergi ke luar rumah mencari Vian. Papi akan merasa takut dan tidak akan jadi pergi mencari Vian.


"Terserah, sekarang yang saya perdulikan hanya nama baik keluarga saja. Tidak ada yang lain. Cukup sudah masa lalu itu memberikan saya pelajaran yang paling bernilai bagaimana pentingnya nama baik untuk dijaga" kata Papi memberikan jawaban dari ancaman yang diberikan oleh Mami kepada Papi.


mami yang mendengar apa yang dikatakan oleh papi, langsung saja terdiam. Ancaman yang diberikan oleh mami sama sekali tidak memberikan pengaruh atau dampaknya kepada papi. papi tetap dengan keputusannya untuk mencari Vian. malahan papi juga menyindir mami dengan kejadian yang sudah sangat lama berlalu, tetapi papi masih mengingatnya dengan amat sangat baik dalam kepala Papi.


"Jangan pernah berharap saya akan takut dengan ancaman yang kamu berikan. Hal itu sama sekali tidak berpengaruh lagi kepada saya" jawab papi sambil melihat dan memberikan tatapan tajam ke arah Mami yang telah berani mengancam papi.


Papi kemudian berjalan keluar dari Mansion untuk menuju mobil yang sudah terparkir di tempat biasa. Papi rencananya hari ini pergi tanpa membawa sopir, tapi hanya membawa dua orang pengawal untuk menemaninya selama dia mencari keberadaan dan informasi tentang kepergian Vian tersebut.


Nyonya besar Alexsander dan Juan Alexsander menatap punggung Papi yang berjalan dengan tegapnya menuju mobil yang di parkir di di teras mansion.


Papi masuk ke dalam mobil. Papi hari ini sengaja tidak membawa sopir karena Papi ingin mengendarai mobil miliknya itu sendirian saja


mobil yang dikendarai oleh Papi bergerak meninggalkan Mansion utama untuk menuju mension milik Juan Alexander. Papi akan melakukan pencarian terhadap permasalahan yang mengakibatkan Vian harus pergi dari rumah tersebut dari mension itu.


" semoga saja Bi Imah dan Pak Hans masih berada di sana. jadi saya bisa bertanya kepada mereka berdua Apa yang menyebabkan Vian pergi dari mension tersebut" kata papi yang berharap kalau kedua pelayan setianya itu masih bekerja di rumah Juan Alexander.


Papi mengemudikan mobilnya dalam kecepatan lumayan tinggi. Papi ingin segera mengetahui apa yang menyebabkan masalah serumit ini bisa terjadi serta papi ingin tahu dengan siapa Vian pergi dari rumah Juan Alexander.


Papi sampai di rumah Juan Alexander dalam waktu tiga puluh Menit Saja berkendara dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Papi memarkir mobil yang dikendarai nya di tempat biasa. Papi kemudian turun dari dalam mobil dan berjalan menuju mansion tersebut.


" Kenapa sepi ya?" kata papi saat melihat keadaan mention yang terlihat sangat sepi dan seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana


Papi kemudian Berjalan ke depan pintu Mansion. Papi membuka pintu besar tersebut. saat membuka pintu itu, dari dalam seorang pelayan juga membuka pintu. Papi kemudian mengalah, Papi membiarkan saja Pintu itu terbuka dari dalam.


" tuan muda Katanya tadi pergi ke rumah tuan besar." kata pelayan memberitahukan kepada Papi tentang keberadaan tuan muda mereka yang tidak ada di mension tetapi berada di mension utama


" saya tahu dia berada di rumah utama sekarang ini. saya ke sini hanya ingin mencari Bi Imah dan Pak Hans. bisa Tolong panggilkan mereka?" kata papi kepada pelayan tersebut untuk bisa menolong memanggilkan Bi Ima dan Pak Hans ke dalam


pelayan itu tidak melakukan apa yang diminta oleh Tuan besarnya tersebut. pelayan tetap berdiri di tempatnya. hal ini semakin membuat Papi penasaran dengan apa yang terjadi di rumah besar ini


" kenapa kamu diam saja pelayan? saya akan sudah mengatakan kalau kamu Saya minta untuk memanggil Bi Imah dan Pak hans ke belakang" kata Papi mengulang kembali perintah yang telah diberikan oleh dirinya kepada pelayan tersebut


" nge nge nge nge nge" ujar pelayan yang sama sekali tidak tahu harus mengatakan apa kepada tuan besar yang terlihat sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja


pelayan tidak mau mengambil resiko dengan memberitahukan kepada tuan besar sesuatu yang sebenarnya tidak boleh diketahui oleh Tuan besar tersebut.


" pelayan jawab saja pertanyaan saya tadi dengan sejujur-jujurnya sesuai dengan yang kamu tahu dan sama sekali tidak kamu dustai kepada saya" kata papi sambil menatap tajam ke arah pelayan yang tadi telah membukakan pintu untuk Papi


pelayan tersebut masih terlihat bingung. dia tidak mau memperkeruh suasana yang telah keruh seperti saat ini. pelayan juga merasa kalau dirinya tidak pantas untuk ikut campur dalam permasalahan keluarga besar Alexander


saat pelayan tersebut sedang larut dalam pikirannya sendiri. seorang pelayan yang lain dengan santainya melintas dari arah dapur menuju meja makan.


Papi yang melihat kalau ada seorang pelayan yang berjalan menuju ruang makan membuat Papi memikirkan sesuatu yang bisa dilakukannya saat ini juga


" pelayan sini" panggil papi kepada pelayan tersebut yang barusan saja melintas dengan sendirinya di depan Papi dan pelayan yang sedang terlihat berbincang-bincang


pelayan yang melihat kalau di sana ada Tuhan besar Alexander langsung saja menaruh piring yang akan digunakan oleh pemilik rumah untuk menyantap hidangan makan malam yang sedang disiapkan oleh Kepala pelayan rumah ini yang baru


" Permisi tuan Maaf saya terlambat ke sininya karena saya menaruh piring untuk dipakai makan malam"


kata pelayan sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam karena dia tahu dia tadi tidak menyapa Tuan besar Alexander terlebih dahulu


" Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya pelayan tersebut kepada Papi yang sedang duduk santai di sofa ruang tamu