
Keinginan Greta untuk mengetahui penyebab Vian menjadi sangat antusias berada di kebun Anggur menjadi gagal kembali. Jero sama sekali tidak berhasil bertanya kepada Vian. Vian menjawab dengan logika berpikir yang tidak bisa dibantah lagi.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan menuju tempat tempat yang sangat menakjubkan itu.
"Sayang, sepertinya anggur yang di sana enak"
Vian menunjuk sebuah kebun anggur dengan anggur berbentuk lonjong dan berwarna hitam. Jero yang juga menyukai anggur tersebut langsung setuju dengan ajakan Vian untuk memetik anggur tersebut.
" Sayang ini benar-benar dunia anggur"
" kalau aku belanja kalap tidak apa-apa kan sayang?" Kata Vian yang sudah menyadari kalau dirinya sudah terlalu banyak mengambil buah-buah anggur yang sebagian besar adalah anggur-anggur organik.
" nggak apa-apa sayang, Lagian kalau tidak habis kan bisa dimasukkan ke dalam lemari pendingin" kata Jero yang sama sekali tidak mempermasalahkan keinginan Fian untuk mengambil buah anggur sesuka hatinya dan sebanyak yang dia mau.
" makasih sayang kamu memang kekasih yang terbaik" balas Vian sambil memeluk tangan kanan Jero dengan begitu erat.
Mereka berdua kembali memetik buah anggur hitam organik itu dengan sangat bersemangat dan memenuhi basket yang dibawa oleh Vian.
" sayang kita sudah mengambil 7 jenis anggur sayang."
Vian berkata sambil sedikit berteriak saat melihat berapa jenis anggur yang telah dipanen oleh dirinya saat ini.
" kamu baru sadar sayang kalau kamu sudah memetik berbagai macam jenis anggur!" Jawab Jero yang tidak menyangka kalau Vian baru menyadari bahwasanya dirinya sudah memetik begitu banyak jenis anggur dengan memerlukan setiap basket dengan satu jenis anggur saja.
" haha haha haha" Vian tertawa ngakak saat dirinya baru sadar kalau telah mengambil anggur dalam jumlah yang lumayan banyak
" kita hentikan saja lagi Sayang." Kata Vian yang merasa kalau anggur yang diambilnya sudah terlalu banyak untuk mereka makan selama mereka liburan di negara F dan negara G.
" jangan dihentikan sayang" kata Jero yang sama sekali tidak setuju dengan apa yang dikatakan oleh Vian kepada dirinya.
Vian menatap ke arah Jero dengan tatapan tidak mengerti dengan maksud yang dikatakan oleh Jero sebentar ini.
" ya sayang kita lanjutkan saja memetiknya tapi kita tidak mau ngambil satu jenis untuk ke dalam satu basket penuh. Kita bisa mengambil satu basket untuk dua jenis anggur yang berbeda"
" Bagaimana? Apa kamu setuju dengan pendapat aku?"
Jero memberikan usulannya kepada Vian untuk mereka tetap memetik anggur-anggur tersebut tetapi tidak lagi dalam jumlah yang banyak seperti anggur-anggur yang sudah mereka petik tadi.
" Oke sip Sayang"
Vian setuju dengan usulan yang diberikan oleh Jero kepada dirinya. Supaya Vian tidak lagi memetik anggur sebanyak yang dipetiknya tadi.
Mereka berdua kemudian melanjutkan acara memetik anggur segar tersebut. Tak terasa waktu 2 jam yang diberikan oleh Bram sudah hampir berlalu
" Sayang ini sudah satu setengah jam kita harus ke kasir untuk melakukan pembayaran" kata Jero saat melihat jam mewah yang melingkar di tangannya itu
" Karena tempatnya sejuk dan asri sehingga kita tidak menyadari kalau waktu yang diberikan telah habis Sayang" kata Jero menjelaskan kepada Vian kenapa mereka berdua tidak menyadari waktu yang telah mereka habiskan untuk memetik buah-buah anggota tersebut
Jero kemudian melakukan transaksi pembayaran terhadap buah anggur yang dipetik oleh Vian. Hal yang sama juga dilakukan oleh Jery. Jery juga melakukan pembayaran terhadap buah anggur yang dipetik oleh Greta. Sedangkan laki laki yang lainnya mereka sama sekali tidak membeli buah anggur dan hanya mengharapkan buah anggur yang dibeli oleh Vian dan Greta saja.
Setelah melakukan pembayaran terhadap buah anggur yang mereka petik, mereka semua kemudian kembali menuju kereta api untuk melanjutkan perjalanan menuju negara F.
Negara pertama yang akan tuju sebagai tempat untuk melepaskan ketegangan selama menjalani kehidupan bisnis dan juga hari-hari dalam melakukan kegiatan.
"Greta kamu memetik anggur berapa banyak?"
Vian bertanya kepada Greta tentang jumlah anggur yang telah dipetiknya selama mereka berada 2 jam di perkebunan anggur tersebut
" lumayan banyak, Oh ya Vian, Apa kamu bisa membuat cheese cake dengan menambahkan anggur sebagai toppingnya?" Tanya Greta yang sangat menyukai setiap olahan yang dibuat dengan berbahan dasar buah anggur
" bisa Greta. Gimana kalau saat kita tiba di negara F, kita berdua langsung membeli bahan-bahan untuk memasak cheese cake itu. Sekalian juga kita beli bahan-bahan untuk membuat puding. Gimana menurut kamu?" ujar Vian yang mengajak Greta untuk membuat olahan cheese cake dan puding yang berbahan dasar buah anggur.
" gue setuju. Nanti kita akan minta temani satu orang pengawal agar menemani kita menuju Swalayan atau supermarket yang menjual bahan-bahan yang kita perlukan tersebut" jawab Greta yang langsung setuju dengan ide yang diberikan oleh Vian tadi.
Mereka sama kemudian melanjutkan ordolan dengan tema yang mereka pilih masing-masing.
" Sayang sudah pukul 10.00 malam, kamu harus beristirahat lagi, karena tadi kamu sudah terlalu lelah berjalan-jalan di kebun anggur" kata Jero yang meminta Vian untuk beristirahat karena sudah terlalu lelah berjalan-jalan selama 2 jam di kebun anggur.
" Oke sayang" Vian sama sekali tidak membantah dan langsung setuju dengan perintah Jero untuk beristirahat, karena Vian juga merasakan lelah yang teramat sangat, setelah berjalan-jalan di kebun anggur selama lebih kurang 2 jam.
Vian dan Greta kemudian berjalan menuju kamar mereka untuk beristirahat. Sedangkan para pria masih melanjutkan obrolan mereka tentang bisnis yang sedang mereka kerjakan serta yang akan mereka lakukan.
" Para laki-laki itu tidak bosan-bosan dalam membahas masalah bisnis. Enggak di perusahaan, enggak di mension, enggak di kereta api, enggak di mobil, yang mereka bahas selalu saja tentang bisnis, bisnis dan bisnis" kata Vian yang mengeluhkan hal itu kepada Greta
" Biarin aja lah yang penting cuan yang mereka hasilkan tetap mereka bagi kepada kita. Dan kita tetap bisa membeli apa yang kita mau sesuai dengan kebutuhan kita" jawab Greta yang sama sekali tidak tertarik untuk membahas perihal para lelaki-lelaki yang benar-benar menyayangi mereka itu dan rela melakukan apapun untuk mereka.
Greta sangat paham kenapa laki-laki di luar sana selalu membahas tentang pekerjaan, sehingga membuat mereka sangat jarang memahami arti kata liburan. Ntah ada ntah tidak kata liburan dalam kamus para laki laki tersebut. Itu disebabkan karena para laki-laki tidak ingin keluarga yang mereka sayangi mengalami kekurangan sehingga hal itu membuat mereka harus bekerja dengan rajin dan tekun.
" Vian daripada membahas para laki-laki yang sedang bekerja itu, lebih baik kita beristirahat. karena menurut map yang gue baca, kita akan tiba di negara F besok sekitar pukul 10.00 pagi. Jadi kita memerlukan tenaga yang lebih untuk menikmati keindahan negara F seperti yang dikatakan oleh Bram"
Greta mengajak Vian untuk beristirahat karena dia benar-benar sudah lelah akibat berjalan-jalan di kebun anggur.
"Oke mari kita tidur. Gue juga sudah terlalu lelah hari ini"
Vian setuju denganajakan Greta untuk beristirahat di dalam kamar karena seharian sudah melakukan beberapa aktifitas.
Kedua wanita cantik itu kemudian naik ke atas ranjang mereka masing masing untuuntuk beristirahat.